
"cek cek cek! Mohon perhatiannya. Untuk semua yang berada di ruangan rapat ini, persiapkan materi masing-masing dan dengan ini rapat kita mulai."
Tampak Tuan Barry selaku Presiden perusahaan cabang Starhill merangkap sebagai pembawa acara memulai rapat dan dengan hormat mempersilahkan Jerry William untuk duduk di kursi kepala dengan Ivan, Daniel, Riko dan Ryan berada di samping kiri dan kanannya.
"Perhatian buat kita semua yang berada di sini. Salam hormat saya kepada Keempat Naga Metro City yaitu Kakek tercinta William King, Leon Smith, Jasson Walker serta Aaron Patrik yang turut serta dalam rapat gabungan kali ini."
"Saat ini, saya selaku Founder sekaligus Owner di Future of Company serta penaung bagi perusahaan Jewel Star, William Group, Future steel Company serta Tower Sole propier. Ingin mengucapkan selamat datang kepada para jajaran staf tertinggi, para pemegang saham, para wakil dari Steel Company yaitu Mister Hendrix dan Mister Ibrahim, juga pemilik perusahaan Patrik Group dan Walker Group yaitu sahabat saja Ivan Patrik dan Tuan Samson Walker. Dengan hormat, saya persilahkan untuk mengambil kursinya masing-masing!"
Semua yang berada di ruangan itu kini mulai menduduki kursi masing-masing dan mulai memusatkan perhatian mereka terhadap rapat yang akan berlangsung kali ini.
"Baiklah. Sekarang aku ingin mendengarkan laporan dari kalian semua tentang kondisi dari perusahaan yang kalian bawahi. Di mulai dari Manager Tom kemudian Manager Olive." Kata Jerry mempersilahkan.
"Terimakasih Tuan besar." Kata Manager Tom lalu mengatur posisi ternyaman dari microphone di depannya.
"Di sini saya akan membentangkan beberapa kondisi terbaru dari Restoran bahagia, Lotus hotel serta Hotel Mutiara di kedua cabang yaitu Metro City dan belakang Jewel Star."
"Dewasa ini, pertumbuhan ekonomi di negara ini sangat maju dengan pesat. Oleh karena itu, perusahaan perhotelan serta restoran meningkatkan ke tahap yang saya sendiri tidak pernah menjangkakan bahwa untuk Perhotelan meningkat sekitar 20% dari tahun sebelumnya. Disusul dengan restoran dengan laba bersih mencapai jutaan Dollar dari tahun sebelumnya. Ini tidak lepas dari gencarnya promosi yang kita lakukan di berbagai platform dan media. Sementara itu untuk pusat rekreasi dan sewa Villa di Country home pula, sangat mengalami peningkatan dan dijangka akan terus meningkat pasca selesainya pembangunan untuk pemandian air panas di kawasan tersebut." Kata Manager Tom mengakhiri pembentangan pertumbuhan nilai laba dari perusahaan yang dia pimpin.
Setali tiga uang dengan Manager Olive, bahwa perusahaan pusat perbelanjaan di Jewel Star juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan kecuali Tower Mall yang sedikit mengalami kerugian. Hanya saja, untuk keseluruhan laba yang besar di Jewel Star, mampu menutupi lubang yang ada di Tower Mall.
Mendengar laporan ini, Jerry hanya tersenyum saja karena dia tau bahwa ini adalah kelakuan dari Putranya.
"Baiklah. Aku sudah mendengar laporan dari kalian berdua. Sekarang aku ingin mendengar laporan dari Tuan Isa, Tuan Richard, Tuan Rustam dan Tuan Raven!" Kata Jerry sambil mengalihkan perhatiannya kepada keempat lelaki tua itu.
"Terimakasih atas waktu dan tempat yang anda berikan kepada kami Tuan besar." Kata Tuan Richard memulai pembentangan pertumbuhan ekonomi di perusahaan yang dia pimpin.
"Untuk perusahaan kita yang berada di Mountain Slope, saat ini juga mengalami peningkatan yang sangat drastis. Dengan harga yang kita berikan kepada masyarakat terlebih lagi para petani, saat ini mereka merasa puas dan berbondong-bondong menjual hasil panen mereka kepada kita. Hal ini juga terjadi pada kampung-kampung yang bertetangga dengan Mountain Slope. Tercatat dalam tiga bulan terakhir, pabrik penggilingan padi milik perusahaan sudah menerima suplai sebesar seratus ribu ton padi. Ini masih belum untuk keseluruhan yang bisa mencapai jutaan ton perkali panennya. Dan melalui meeting kali ini, saya ingin menyampaikan bahwa kita seharusnya bisa menambah luas lagi pabrik penggilingan padi ini dan menambah lagi beberapa mesin penggiling menyusul kerja sama kita dengan negara-negara di Asia tenggara dan Afrika untuk mengekspor beras ke negara mereka."
"Dengan begitu, produksi beras di perusahaan kita akan mencukupi jumlah yang mereka inginkan dan kita bisa menambah kuota pengiriman kita ke berbagai negara lainnya seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan banyak lagi negara yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok mereka." Kata Tuan Richard menjelaskan.
"Hmmm... Memang aku dan beberapa staf tinggi di perusahaan sudah memikirkan hal ini. Baik. Kita akan melakukannya dengan cara bertahap." Kata Jerry membuat Tuan Richard tersenyum puas.
Semua sudah membentangkan semua detail kerja mereka serta beberapa masukan dan alasan yang cukup kuat mengikut perkembangan yang terjadi.
Kini tiba lah pada Kenny William selaku CEO perusahaan William Group dan juga sepupu kandung Jerry William.
"Sepupu ku. Ada apa dengan mu saat ini. Kau seperti tidak bersemangat." Tanya Jerry yang heran melihat perubahan pada wajah sepupunya itu.
"Cek cek cek!" Kata Kenny sambil bangkit berdiri dan meluruskan microphone nya.
"Selamat siang bagi semua yang ada di sini."
"Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa ekspresi wajah ku terlihat tidak menyenangkan. Ini karena beberapa proyek yang sedang dijalankan oleh William Group mengalami masalah invasi besar-besaran dari MegaTown."
"Tercatat dari tiga tahun yang lalu, setelah menumbangkan perusahaan Walker Group yang beraliansi dengan Patrik Group di Hongkong, mereka mulai memasuki negara ini dan merekrut siapa saja pihak yang tidak suka dengan perusahaan Future of Company. Ini termasuk Tuan Paul, mantan Manager logistik di Hillstreet, Frank serta Diana Regnar. Kedua orang yang saya sebutkan ini adalah Paman dan Ibu kandung saya. Serta banyak lagi yang lainnya termasuk merekrut sisa-sisa anak buah Sendiego dari Country home, Anak buah Ramsey di Metro City serta beberapa kelompok yang membenci Dragon Empire."
"Mereka juga menghasut para investor dan pemegang saham di William Group serta menghasut pemerintah daerah Metro City agar membatalkan kesepakatan kerja sama secara sepihak lalu berinvestasi di Bank-bank swasta untuk menyekat aliran dana pinjaman bagi perusahaan kecil agar berpaling menyembah mereka. Ini yang membuat perasaanku menjadi terganggu. Saat ini, walaupun William Group tidak mengalami kerugian, namun juga tidak dapat dikatakan untung."
"Mereka seperti mengetahui kemana langkah serta perencanaan yang kami sepakati lalu menikung negosiasi kami dengan beberapa pihak sehingga banyak rencana proyek yang mentah di tengah jalan." Kata Kenny sambil menarik nafas berat.
"Benar apa yang dikatakan oleh sepupu mu itu Jerry. Keadaan yang sama juga terjadi di perusahaan yang aku pimpin. Mereka ini seperti menargetkan kami karena menganggap Future of Company terlalu kuat untuk mereka hadapi. Taktik yang mereka lakukan persis seperti memakan bubur panas. Ambil di pinggir terlebih dahulu, baru yang di tengah." Kata Ivan pula.
"Hmmmm... Aku memang mengetahui sepak terjang mereka ini. Namun kita belum mendapatkan celah mereka. Hanya saja, kita harus mengambil langkah antisipasi dengan cara, bergerak senyap dan mandiri. Mandiri dalam arti, membentuk sebuah perusahaan lain yang bisa menopang kelancaran perusahaan induk misalnya yang telah kami lakukan dengan Mister Ibrahim dan Mister Hendrik. Yaitu, kami kini mulai memproduksi bahan-bahan material sendiri selain bergerak di bidang otomotif."
"Kita tau bahwa setelah membuat lumpuh William Group dari satu sisi, mereka pasti akan menyerang dari sisi lain yaitu dari pemasok bahan material, alat transportasi serta tenaga kerja."
"Berhenti mengharapkan sesuatu dari pihak bank. Sebaiknya kita mendirikan perusahaan koperasi di mana setiap anggota harus memiliki saham dalam perusahaan tersebut. Dengan begini, untung dan ruginya sebuah perusahaan adalah tanggung jawab kita bersama. Bagaimana?" Tanya Jerry mengemukakan idea nya.
"Katakanlah bahwa aku memegang 25% saham dalam perusahaan. Akan tetapi, masih ada 75% lagi dan itu akan aku berikan kepada kalian dengan catatan, setiap pemilik saham tidak boleh menjual saham mereka secara bebas kepada pihak luar. Dan setiap yang ingin menjual sahamnya, harus melalui rapat dewan direksi. Dengan begini, kita bisa meminimalisir adanya penyusup yang akan disusupkan oleh perusahaan Arold Holding Company yang berbasis di MegaTown."
"Kami setuju dengan idea mu itu Jerry. Menurut mu, berapa nilai pasar untuk perusahaan yang akan di dirikan ini?" Tanya Ivan.
"Nilai pasar itu setelah perusahaan terbentuk dan terdaftar di negara melalui notaris. Saat ini aku ingin bertanya. Berapa jumlah uang yang berani kalian investasikan dalam perusahaan koperasi ini?"
"Ambil contoh bahwa perusahaan harus memiliki anggaran dasar sebesar 10 miliar. Berarti aku sebagai pemegang saham sebesar 25% harus menanamkan modal sebesar 2,5 miliar dan untuk 7,5 miliar lagi, silahkan kalian rundingkan dengan satu syarat, tidak ada yang melebihi 25% yang aku miliki. Dengan begini, semua akan mendapat kesempatan yang sama untuk berinvestasi." Kata Jerry.
Semua orang mulai faham dengan maksud Jerry ini. Mereka kini mulai menimbang-nimbang berapa uang yang akan mereka kucurkan dalam perusahaan yang masih direncanakan ini.
"Baiklah. Aku akan menanam modal pertama sebesar 500 juta." Kata Tuan Samson.
"Aku akan menanam modal pertama sebesar satu Milyar." Kata Ivan pula.
Kemudian Ryan, Daniel dan Riko dengan singkatan R2D menggelontorkan dana sebesar enam ratus juta dan kerjasama mereka ini mendapatkan 6% saham dalam perusahaan.
Masing-masing kini menggelontorkan dana yang mereka mampu hingga kini tercapai lah target yang sudah mereka tetapkan.
Tidak sampai 30 menit, rencana pembentukan perusahaan koperasi itu telah berhasil dan seluruh urusan administrasi nya diserahkan kepada Mister Brylee selaku firma pemegang kuasa hukum bagi perusahaan yang baru akan di bentuk ini.
"Apa nama perusahaan ini Jerry?" Tanya Daniel."
"Nama perusahaan yang akan kita dirikan ini adalah Lotus Global Corporate." Jawab Jerry.
"Lotus Global Corporate." Kata mereka serentak lalu mengangguk tanda setuju.
Dengan begini, terbentuk lah sebuah perusahaan mandiri dengan tujuan untuk menyokong perusahaan-perusahaan lain dalam mensuplay barang-barang keperluan bagi membendung invasi dari perusahaan Arold Holding Company yang kian gencar mempersempit ruang gerak perusahaan yang berada di Metro City.