
"Joe, mengapa kau membawa tas mu sekalian?" Tanya Naomi heran melihat Joe yang keluar dari asramanya dengan Mambawa tas.
"Tadi Ayahku menelepon. Katanya baru saja menjual sapi 50 ekor. Separuh dari hasil penjualan sapi itu dia kirimkan ke rekening ku. Aku mau mengontrak rumah saja. Dan kamu, tidak perlu memecat pengawas asrama itu hanya karena aku. Cukup diberi peringatan saja!" Kata Joe menjawab pertanyaan Naomi.
"Sylash. Aku titip dulu tas ini di kamar kontrakan mu. Besok akan aku jemput," kata Joe sambil melemparkan tas bututnya yang sudah sekarat itu ke dalam mobil BMW milik ayahnya Tye yang dia bawa kabur.
"Maafkan aku ya Joe. Aku janji akan memberi peringatan kepada kepala pengawas asrama itu nanti,"
"Bukan kamu yang salah, mengapa harus meminta maaf. Hanya saja, aku tidak terbiasa ditindas oleh siapapun. Kalian baru mengenal ku beberapa Minggu saja. Masih banyak tentang aku yang tidak kalian ketahui. Tapi ya sudahlah. Karena, setiap yang menindas ku pasti akan aku balas satu per satu. Mereka akan tau siapa kakek mereka yang sebenarnya," kata Joe mencoba tetap tenang walaupun matanya sudah berubah merah.
Perubahan dari raut wajah Joe yang mendadak dingin itu membuat semua sahabatnya bergidik ngeri juga. Karena selama ini yang mereka tau, Joe tidak pernah marah dan selalu bersikap lucu. Namun hari ini seolah-olah semuanya hilang tanpa bekas.
"Tadi kita mau kemana? Apakah kita akan pergi ke Kryptonite Club? Kryptonite terlalu kecil. Ayo kita ke Luxury Clubs. Biar aku yang menyetir, Tye!" Kata Joe lalu segera memasuki mobil dan duduk di kursi sopir.
"Kau yakin kita akan ke Luxury Clubs Joe?" Tanya Ruby dan Melissa yang mendadak ngeri mendengar nama Club' elit ini.
Bagaimana mereka bisa memasuki club' elit ini? Mereka bukan siapa-siapa di Quantum City ini.
"Ikuti saja dan jangan bertanya. Semuanya aku yang tanggung. Kalian tidak pernah ke sana kan? Mari aku ajak kalian. Aku juga pernah berjanji kepada Tye dan Sylash untuk mengajak mereka ke sana. Anggap saja ini sebagai membayar hutang janji ku kepada kalian,"
Joe yang menjadi sopir pun segera menyalakan mesin kendaran dan mulai melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan bagian depan asrama menuju ke jalan raya. Namun, ketika mobil mereka akan mencapai persimpangan, di sana sudah ada empat mobil seperti sengaja mencegat rombongan yang dipimpin oleh Joe.
Ketika mobil Joe dan mobil Naomi menghampiri jalan persimpangan itu, tiba-tiba mobil Lamborghini Gallardo yang tadi seperti menunggu langsung mencegat jalan mereka dan dari dalam keempat mobil tersebut, keluar lah lima orang pemuda. Mereka adalah, Duff Clifford, Daren Brownson, Dilon Brownson, Reynold Law, dan Bernard Shawn. Kelima pemuda itu kini berjalan menuju ke arah mobil milik Tye dan mengetuk kaca mobil tersebut.
"Keluar kalian semua!" Pinta Duff Clifford.
Joe William tidak banyak berkata, dia langsung keluar diikuti oleh yang lainnya.
Kecuali Joe dan Naomi Johnson, keempat muda-mudi lainnya merasakan ketakutan juga. Ini karena, wajah dari kelima pencegat itu sangat keji sekali.
"Mau apa kau menghalangi jalan kami, Duff?" Bentak Naomi sengit.
"Baru kali ini aku mengenal wanita yang begitu murahan seperti kau ini, Naomi. Seperti karet, sana sini lengket. Tidak ku sangka kau serendah itu," ujar Duff Clifford sambil menuding jari telunjuknya tepat di ujung hidung Naomi.
"Hohoho.., aku wanita murahan?"
"Ya. Kau itu sampah. Sampah dari segala sampah. Nempel di sana sini. Kau itu ya.., benar-benar wanita sialan. Sudah bertunangan tapi masih nempel dengan pemuda lain."
"Aku heran sama kamu ini. Apa yang kau lihat dari anak jin brengsek ini ha? Apa yang kau lihat dari bangsat sialan ini?" Maki Duff Clifford dengan kemarahan yang sudah tampak sampai di ubun-ubun.
"Aku wanita murahan? Lalu kamu, lelaki mahalan, begitu kah? Aku seperti karet yang menempel di sana sini. Lalu kamu? Lihat itu, Melissa! Bukankah dia adalah bekas korban mu? Oh ya. Satu lagi! Kau anggap aku adalah tunangan mu. Tunangan apa? Apa aku ada menyatakan bahwa aku menyetujui pertunangan itu? Pertunangan ini hanya akal-akalan ayah mu saja untuk merayu ayah ku agar Globe's University ini di jual dan akan kalian robohkan untuk membangun hotel bintang lima dan pusat hiburan untuk menyaingi Quantum entertainment. Aku tau akal bulus ayah mu. Jangan kira aku tidak mengetahuinya. Kau dan ayah mu sama-sama sampah. Sampah busuk!" Teriak Naomi tak kalah marahnya. Dia juga ikut-ikutan menunjuk ke arah wajah Duff.
Merah padam wajah Duff Clifford mendapat hinaan balasan dari Naomi. Dia tidak menduga bahwa akan berada pada titik ini. Padahal, selama ini dia adalah Casanova di kampus ini dan semua wanita akan antri untuk menjadi kekasihnya. Tapi kali ini, dia kena batunya.
Dengan kemarahan yang sudah memuncak, Duff tanpa sadar langsung mendorong kan tangannya ke arah Naomi yang menyebabkan gadis itu nyaris jatuh terduduk. Beruntung Joe dengan sigap menangkap tubuh Naomi sehingga mereka berdua saling berpelukan persis seperti di film-film Hindustan. Hal ini tentu saja membuat Duff menjadi bertambah pitam.
Bugh!
"Ugh..!" Joe tampak terdongak kebelakang. Dia sama sekali tidak bisa menghindar. Karena tidak ada persiapan.
"Minggir Naomi! Ini sudah keterlaluan," kata Joe sambil mendorong tubuh Naomi ke samping.
"Aku belum pernah dipukuli oleh orang lain di bagian wajah. Baru kali ini seumur hidupku. Kau akan membayarnya untuk itu," kata Joe lalu bergerak mengirim tendangan ke arah rahang Duff.
Duff berhasil menghindari serangan Joe yang pertama. Namun, untuk serangan ke dua, entah kapan tepatnya, Duff merasakan mual di bagian perutnya lalu muntah saat itu juga.
Kejadiannya begitu cepat. Hanya Sylash yang melihat dengan jelas bahwa tangan kanan Joe menghantam perut Duff dengan sangat kuat. Hal itu lah yang menyebabkan Duff langsung muntah.
Bugh!
"Hoeeek. Arrrrgh..,"
Plak!
Terdengar suara tamparan diikuti ambruknya tubuh Duff di bahu jalan itu.
Bekas cap lima jari kini menempel di wajahnya, dan yang pasti, itu tidak enak.
Sambil menginjak dada Duff, Joe mulai mengancam keempat sahabat lawannya yang lain.
"Lain kali, kalian kenali siapa lawan kalian!. Aku sudah memberi wajah kepada kalian, dan jangan sampai aku mencabut nyawa kalian hari ini. Apa kau kira nyawa mu terlalu berharga bagiku?"
"Bawa sampah busuk ini kembali! Setelah itu, belajarlah mengenali kakek mu ini dengan benar!" Kata Joe lalu menjambak rambut Duff untuk memaksanya berdiri.
"Ini! Bawa tuan kalian ini. Terserah kepada kalian! Adukan saja kepada Tuan besar kalian!" Kata Joe lagi sambil mendorong tubuh Duff ke arah Daren hingga kembali jatuh terduduk.
Joe kini memasuki mobil milik Tye, kemudian menyalakan mesin mobil tersebut.
Dia memundurkan mobil itu lalu dengan kecepatan tinggi, menabrak mobil Lamborghini Gallardo milik Duff sehingga penyok di beberapa bagian.
"Jangan lupa untuk mengadukan semua ini!" Kata Joe berpesan. Lalu dia menyuruh Tye dan Sylash yang tampak menggigil ketakutan untuk memasuki mobil.
Setelah semuanya masuk, mereka lalu berangkat menuju Quantum entertainment untuk merenggangkan otot yang sempat tegang tadi.
Like banyak, author pun semangat!
Bersambung...