
Keputusan yang diambil oleh Adolf Miller tentang perekrutan Ryan, Riko dan Arslan menimbulkan berbagai prasangka dan dugaan dari banyak kalangan. Ada yang merasa tersaingi, ada yang merasa khawatir, bahkan tidak sedikit juga yang memberikan cap pengkhianat terhadap ketiga sahabat ini.
Seperti halnya Rudolf dan Albern. Mereka merasa sangat khawatir dengan masuknya Ryan dan sahabat-sahabatnya ke dalam perusahaan, akan menimbulkan pembengkakan pada pengeluaran perusahaan. Bukan apa-apa, baru hari pertama saja, Adolf Miller sudah berani menggelontorkan dana sebesar 50 juta USD hanya untuk ke-tiga orang ini saja. Itu baru hari pertama!.
Di pihak Tuan Paul, Frank dan Diana Regnar pula, ini jelas dapat menutup pintu rejeki mereka. Karena, bagi Regnar bersaudara, mereka jelas mendengar bahwa Adolf Miller ini mempercayakan segala bentuk proyek yang akan mereka kerjakan, akan ditangani langsung oleh Ryan. Dalam arti, Ryan ini adalah penanggung jawab langsung dari proyek yang akan mereka kerjakan termasuk kepada siapa proyek baru nanti akan di lempar. Hal ini jelas akan mempersulit diri mereka jika berani berbuat macam-macam dengan Ryan.
Cukup pusing juga Regnar bersaudara ini memikirkan. Andai tau akan begini jadinya, menyesal dia menyanjung kehebatan Ryan, Riko dan Arslan ini di hadapan Adolf pada pertemuan beberapa waktu yang lalu.
Sementara bagi Tuan Paul sendiri, masuknya Ryan, Riko dan Arslan ini adalah kode keras bahwa dirinya akan segera tersingkir alias tidak akan dipakai lagi. Hal ini benar-benar membuat murka orang tua botak gendut seperti buntal itu.
Itu tadi adalah apa yang ada dalam pikiran orang-orang di sekitar keluar Miller.
Sementara itu, bagi ke-empat naga tanpa gigi di Metro City, berita ini jelas sebuah ancaman jelas bagi perusahaan.
Karena mereka tidak tau jalan cerita yang sebenarnya, maka mereka mulai merasa bahwa Ryan ini adalah pengkhianat.
Dalam keadaan yang sudah tidak karuan seperti ini, ke-empat naga ompong langsung mengadakan pertemuan dan kesimpulan dari pertemuan itu adalah, datang secara tiba-tiba ke Starhill untuk memberikan hukuman kepada Joe ini.
Karena walau bagaimanapun, semua ini berasal dari keputusan Joe yang terlalu lancang memecat ke-tiga orang yang sangat berjasa terhadap perusahaan Future of Company.
Setelah Tiba hari yang ditetapkan, kini mereka pun dengan didampingi oleh cucu masing-masing berangkat mengambil jalan memutar dari Country home dan diperkirakan akan tiba keesokan siangnya di Mountain lotus.
Untuk tidak menarik perhatian, mereka hanya menggunakan kendaraan biasa yang umum dipakai oleh orang-orang awam dan mulai lah mereka berangkat meninggalkan bukit Metro.
"Ayo cepat lah kalian. Kita harus segera berangkat ke Starhill. Ingin rasanya aku masukkan kembali anak itu ke dalam perut ibunya." Kata Tuan William King dengan tangan bergetar entah menahan marah atau memang karena sudah tua.
"Tunggu dulu. Kau sabar lah sedikit King! Mereka sedang mempersiapkan kendaraan untuk kita. Kau juga yang memilih untuk naik mobil. Coba kalau memakai jet pribadi, kan kita bisa secepatnya tiba di sana." Balas Tuan Leon Smith tidak kalah sengitnya.
"Kau ini. Sudah jelek. Goblok pula. Jika kita ke sana dengan Jet pribadi, bukan hanya orang yang hidup akan merasa gempar. Orang mati pun akan meliput kedatangan kita ke Starhill itu. Jika anak itu tau, dia bisa kabur duluan. Itu lah kau ini. Kecil tak mau minum racun. Udah tua Bangka begini goblok mu tak ketolongan."
"Kau ini King. Jika ingin berkelahi dengan ku ayo lah sekarang! Pantas saja Joe ini begitu lancang. Ternyata memiliki uyut yang hampir sama dengan setan. Sudah tua masih saja merasa muda. Plus tidak tau diri." Balas Tuan besar Smith sambil mencak-mencak.
"Kau..!"
"Apa? Ayo sini siapkan senjata mu. Kita bertarung seribu jurus!" Kata Tuan besar Leon Smith sambil memutar-mutar tongkatnya.
"Kau juga Jasson! Coba kau pikirkan! Dia yang menginginkan agar kita mengendarai mobil ke Starhill. Sudah begitu, jalan memutar pula dari Country home. Dia yang mencetuskan idea, malah dia yang tidak sabaran. Siapa yang tidak jengkel dengan bangkai bernyawa satu ini." Kata Tuan besar Smith semakin sengit.
"Aku ingin cepat-cepat berangkat supaya kita bisa segera tiba esok siang. Perjalanan ini akan memakan waktu setidaknya 20 jam. Makanya ayo cepat supaya tidak terlambat." Kata Tuan William membela diri.
"Makanya itu kau harus bersabar. Mereka itu sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan kita. Bagaimana jika mogok di jalan? Malu lah. Konon katanya pengusaha kondang. Kepala keluarga kaya raya. Malah mogok di jalan. Apa kata dunia?" Bantah Tuan besar Smith.
"Ah sudah lah. Kalau kalian bertengkar terus, kami tidak jadi ikut." Kata Tuan Besar Aaron Patrik pula.
"Heh bocah bandel. Kau jangan kira bahwa perusahaan mu bisa aman dari Arold Holding Company itu. Ketika Future of Company tumbang, sasaran berikutnya adalah Patrik Group mu. Apa kau tidak lihat sepak terjang mereka? Apa lagi Ryan, Riko dan Arslan sudah berada di pihak mereka. Apa kau mau lepas tangan dan tanpa usaha untuk mencegah semua ini terjadi?" Tanya Tuan William.
"Ini semua adalah salah cicit kalian itu. Kalian harus menindak tegas Joe ini. Sejak dalam perut dia selalu menyusahkan orang. Kini sudah besar panjang masih saja menyusahkan. Jika kau tidak memberikan hukuman kepada anak itu, biar aku yang meminta izin kepada Jerry untuk menghukum anak itu nanti." Kata Tuan Walker pula.
"Menurut mu apa yang harus kita lakukan untuk menghukum anak setan ini?" Tanya Tuan William.
"Em.., bagaimana jika kau nikahkan saja dia?!" Usul Tuan besar Walker.
"Hah? Gila kau ini kan. Mana bisa dia menikah. Kencing nya saja belum lurus." Bantah Tuan Smith.
"Lalu, hukuman apa? Jangan sampai anak itu nanti semakin parah perbuatannya." Kata Tuan Patrik.
"Begini saja lah. Aku akan membawa anak itu ke Metro City ini. Aku sendiri yang akan menyekapnya di Villa Smith. Dia tidak boleh kemana-mana tanpa pengawalan yang ketat. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Tuan Smith.
"Terserah kalian saja lah. Aku akan setuju. Yang terpenting, anak setan itu di hukum! Titik!' kata Tuan William.
"Kakek. Kendaraan sudah siap. Ayo kita berangkat!" Kata Kenny yang berdiri di samping Ivan.
"Ayo berangkat! Aku sudah tidak sabaran ingin melihat seperti apa wujud anak setan didikan Kakak Malik itu."
Akhirnya empat naga ompong pun berangkat juga meninggalkan bukit Metro menuju Country home kemudian memutar dan langsung ke Starhill dengan Ivan membawa Tuan Besar Patrik dan Walker. Sementara itu Kenny bertindak sebagai supir untuk Tuan besar William dan Leon Smith.
Tak jauh dari dua mobil itu, kini di belakang menyusul dua mobil lagi yang di bawa oleh David dan Kevin yang bertugas sebagai pengawal bayangan bagi rombongan itu.
Selesai baca wajib Like!