
"Kemana kita akan pergi setelah ini Joe?" Tanya Naomi kepada Joe ketika mereka baru saja keluar dari rumah sakit tersebut.
"Kalian kan orang asli di kota ini. Seharusnya, aku yang bertanya kepada kalian kemana kita akan pergi," kata Joe balik bertanya.
"Urusin aku dulu kak! Mana mungkin kita bisa pergi dengan aku yang seperti ini?!" Kata Aurelie pula sambil merengut.
Melihat keadaan Aurelie saat ini, sekali lagi mereka tertawa terbahak-bahak.
"Ya sudah. Kita antar dulu Aurelie ini kembali ke rumah. Lagi pula, dia tidak boleh kemana-mana. Nanti kalau ada yang melihat, lalu sandiwara mu terbongkar bagaimana?" Tanya Joe.
Aurelie merenung sejenak, lalu dia mengangguk setuju.
"Dendam sakit hati ku telah terbalaskan. Itu jauh lebih dari cukup dari apapun," kata Aurelie tersenyum puas. Tapi tetap saja tidak ada yang bisa melihat senyuman itu.
Setelah kata sepakat diambil, mereka lagi berangkat menuju ke arah rumah tempat tinggal Aurelie yang disediakan untuk staf Quantum Jewelry.
Tiba di sana dan memastikan bahwa Aurelie tidak akan kemana-mana, barulah mereka pergi meninggalkan depan rumah yang ditempati oleh gadis itu.
***
Rombongan tiga mobil yang dikendarai oleh Joe sendiri, Tye dan Sylash, serta mobil yang dikendarai oleh Naomi, Ruby dan Melissa akhirnya tiba di sebuah restoran biasa di pusat Quantum City.
Keenam muda-mudi ini pun memasuki restoran tersebut dan langsung memilih meja yang kosong di dekat jendela restoran tersebut.
Beberapa pasang mata tampak memperhatikan ke arah keenam mahasiswa-mahasiswi Globe's University ini dengan tatapan kagum. Bagaimana tidak kagum? Penampilan mereka layaknya seperti anak-anak orang kaya dengan Joe sendiri yang terlihat sangat menonjol diantara yang lainnya.
Joe saat ini yang mengenakan stelan jas hitam dipadu dengan celana yang juga hitam tampak sangat rapi dengan gaya rambut zig-zag. Hanya saja, jika dasi biasanya di pakai di leher, dasi Joe ini malah diikatkan di pinggang.
Setelah mereka duduk di meja yang memiliki enam kursi, barulah mereka memesan makanan dan minuman.
"Kau memesan apa Joe?" Tanya Ruby.
"Apa saja ya ada, keluarkan semuanya dan letakkan di meja ini!" Pinta Joe kepada pelayan restoran itu.
"Gila. Bisa penuh meja ini. Ini tidak akan habis," kata Melissa seakan tidak percaya.
"Selagi ada Sylash, kalian tidak perlu khawatir," kata Joe sambil melirik ke arah Sylash yang mendadak cengengesan.
Tak lama setelah itu, berbagai aneka makanan pun terhidang memenuhi meja mereka. Dan tanpa ba bi bu lagi, Sylash pun langsung menyambar piring dan meletakkan setiap jenis dari makanan itu di atas piring miliknya.
"Ayo! Kalian jangan malu-malu! Anggap saja ini rumah sendiri!" Kata Sylash sambil memasukkan potongan daging ke mulutnya.
"Hahahaha. Kau ini memang jaring lapuk," kata Tye.
Mereka kembali tertawa karena Sylash sama sekali tidak memperdulikan ocehan mereka.
*********
Tadi, Sylash ini sekali lagi seperti lupa daratan. Dia memakan apa saja yang bisa dia makan dan akhirnya, nafasnya pun sesak akibat kekenyangan.
Baru saja mereka keluar dari restoran dan masih belum sampai di mobil mereka yang terparkir, tiba-tiba dari arah jalan besar meluncur lima unit mobil Mercedez hitam dengan satu diantaranya adalah mobil Sport Lamborghini Gallardo.
Melihat rombongan mobil itu menuju ke arah mereka, Naomi mulai merasakan keresahan di dalam hatinya. Ini karena, dia mengenali mobil Lamborghini itu pasti milik Duff Clifford.
Akhirnya kekhawatiran Naomi pun terbukti benar.
Begitu mobil Lamborghini Gallardo itu berhenti, dari dalam kini keluar seorang pemuda memakai kemeja putih dan celana jeans.
Tak lama kemudian, dari dalam empat mobil yang lainnya, keluar sekitar lima belas orang lelaki yang rata-rata memiliki badan tegap.
"Gawat. Duff sepertinya ingin mencari gara-gara lagi," bisik Ruby ke telinga Tye.
"Kali ini tidak akan mudah. Ada orang-orang Kryptonite bersama dengannya," kata Tye pula mendadak pucat. Entah karena ketakutan, dia merasakan perutnya saat ini mendadak mulas.
Prok prok prok..!
"Hebat kau ya Naomi. Kau semakin menjadi-jadi," kata Duff bertepuk tangan dengan senyum sinis nya.
"Mau apa lagi kau, Duff?" Tanya Naomi sengit.
"Kau benar-benar membuat kesabaran ku habis. Kali ini, aku tidak bisa menahan. Kau memaksa ku untuk mengambil tindakan terhadap keluarga mu. Kau tau, bahwa ayah ku telah memberikan hantaran pertunangan kita sebesar satu juta Dollar dengan kesepakatan, apabila aku yang bersalah, maka uang hantaran itu akan hangus. Tapi, jika kau yang berbuat kesalahan, maka uang itu akan dikembalikan tiga kali lipat. Berarti, ayah mu harus mengembalikan uang itu kepada ayah ku sebesar tiga juta Dollar," terang Duff Clifford kepada gadis itu.
"Aku telah mengadukan perselingkuhan mu dengan anak jin itu. Kau lihat saja nanti bagaimana ayah ku bertindak terhadap keluarga mu. Jangan salahkan aku, Naomi! Kau yang menggali lubang kubur mu sendiri," Duff semakin merasa di atas angin saat ini ketika dia melihat ekspresi wajah Naomi mendadak berubah pucat.
"Dan kalian bertiga! Aku akan pastikan setelah masalah keluarga ku dan keluarga Naomi ini selesai, kalian pasti akan mendapatkan giliran kalian. Tunggu lah!" Kata Duff lalu segera memutar badannya menuju ke mobil. Setelah itu, mobil yang dia kendarai dan mobil yang berada dibelakangnya pun berlalu meninggalkan tempat itu.
"Gawat, Naomi. Kau kali ini pasti akan mendapatkan masalah besar," kata Ruby yang juga ikut prihatin kepada sahabatnya itu.
"Maafkan aku. Aku telah menyeret kalian semua kedalam masalah ku. Mungkin setelah ini, kita bisa mengatur jarak. Aku tidak ingin kalian ikut terseret ke dalam pusaran masalah antara keluarga ku dan keluarga Clifford. Aku tidak takut dengan ancaman Duff Clifford itu. Lagi pula, urusan ini murni antara ayah ku dan ayah nya. Mengapa harus aku yang menjadi korban? Masa depan ku adalah urusan ku. Aku tidak ingin dijadikan sebagai pion untuk mencapai suatu tujuan. Mohon maaf saja," kata Naomi bersikeras. Walaupun dia masih tetap mengkhawatirkan keluarga nya, namun, dia juga tidak ingin menerima keputusan yang telah diambil oleh orang tua nya dan Tuan Clifford tanpa meminta persetujuan darinya.
"Joe, Tye dan kau Sylash. Kita berpisah di sini," kata Naomi lalu mengajak Ruby dan Melissa untuk segera meninggalkan ketiga pemuda itu.
"Gawat sekali mereka ini. Selalu berbuat sesukanya," Tye saat ini tampak mengeluh. Berulang kali dia menarik nafas berat.
"Kita lihat saja perkembangan yang akan terjadi. Saat ini, tidak perlu terlalu banyak bicara. Aku lebih suka praktek langsung daripada hanya teori," kata Joe.
"Joe. Ayo kita pulang. Tas pakaian mu belum kau ambil dari kos-kosan ku," kata Sylash.
"Kapan-kapan aku ambil. Ayo pulang! Tye. Kau tolong antar Sylash kembali. Aku akan pulang ke Highland Park. Besok kita akan bertemu di kampus," kata Joe lalu memasuki mobil yang dia pinjam dari Tuan Baron.
Jangan lupa Vote nya ya!
Bersambung...