
Di sebuah ruangan yang sangat besar dan luas. Serta dekorasi yang sangat mewah, seorang pemuda tampak sangat serius menatap ke arah layar ponsel yang berada ditangannya.
Berulang kali pemuda itu menarik nafas geram. Sesekali, dia melirik ke arah tiga orang lelaki dengan dua diantaranya berusia sekitar bawah 50-an dan yang seorang lagi berusia lanjut.
Pemuda itu tidak lain adalah Honor Miller. Sedangkan ketiga lelaki tadi adalah Tiger Lee, Zacky dan kepala pelayan keluarga Miller yaitu paman Cheung.
Saat ini, yang dia saksikan di layar ponselnya adalah seorang pemuda mengenakan masker berlambang kucing, memakai jaket Hoodie sedang duduk seperti monyet sirkus di atas troli sambil didorong oleh empat orang wanita muda yang sangat cantik.
Setiap kali dia menatap ke layar ponsel miliknya, setiap kali ini pula dia mendengus kesal.
"Sialan ini ternyata telah tiba di Indonesia. Aku heran. Mengapa pergerakan anak si Jerry William ini sangat sulit untuk ditebak? Habis tenaga dan biaya untuk mengejarnya sampai ke Quantum City. Celakanya, dia malah berada di Indonesia. Kurang ajar betul," gumamnya seolah-olah sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
Memang, kehadiran Boss muda dari perusahaan Tower Sole propier ini banyak menyedot perhatian. Sehingga, banyak dari kalangan pelayan Mall dan pelanggan yang merekam kejadian itu dan mengunggahnya ke berbagai platform media. Sayangnya, mereka sama sekali tidak dapat mengidentifikasi seperti apa wajah dibalik masker berlambang kucing hitam tersebut.
"Menurut anda, apakah kita harus melakukan pengejaran lagi terhadap Joe William ini?" Tanya Zacky kepada Tuannya tersebut.
"Untuk apa? Untuk menyakiti hatiku sekali lagi dengan kegagalan? Sudah berapa banyak dari kita yang menjadi korban karena menyepelekan Joe ini? Jangan terlalu offer confidence kalau akhirnya kembali dan kembali gagal lagi. Aku tidak ingin bermain kucing-kucingan lagi seperti yang sudah-sudah. Aku ingin melanggar batas agar segera berperang saja dengan-nya. Hampir dua tahun ini kita menyusun kekuatan. Kita sekarang memiliki segalanya. Jadi, mau apa lagi? Langgar batas itu. Menang atau tergilas, biarkan kenyataan yang menentukan!"
Tidak ada yang berani membangkang perkataan dari pemuda tersebut. Ini karena, semua yang dia katakan memang benar. Berulang kali mereka gagal dalam mencelakai calon pewaris tunggal dari keluarga William serta perusahaan Future of Company ini. Namun, semuanya berbuah kegagalan. Hal inilah yang membuat Honor Miller merasa jemu dan ingin terang-terangan memulai pertikaian.
"Bagaimana dengan proyek milik kita di Tasik Putri?" Tanya Honor setelah itu.
"Semuanya sedang berjalan dengan baik. Karena sebenarnya perusahaan milik Marven ini memang telah ada dan cukup memiliki nama pada satu ketika dulu. jadi, tidak ada yang terlalu merepotkan kita. Cukup kucurkan dana, maka semuanya siap beroperasi," jawab Tiger Lee.
"Bagus. Lalu, bagaimana dengan proses pengerjaan proyek pabrik di sana? Apakah juga berjalan lancar?" Tanya Honor Miller kembali.
"Juga berjalan dengan lancar. Diperkirakan, akan selesai dan siap beroperasi dalam tiga atau empat bulan lagi. Semuanya sudah dipersiapkan. Termasuk, menyuap beberapa pejabat daerah serta wakil rakyatnya. Pabrik itu akan segera beroperasi dan limbahnya akan kita buang ke sungai Tasik Putri, lalu langsung hanyut ke laut Kuala Nipah,"
"Pastikan kehadiran perusahaan Arold Holding Company disambut dengan baik oleh masyarakat di sana. Tidak masalah jika kita mengalami kerugian sedikit. Ini untuk mendapatkan kepercayaan dari mereka. Setelah itu, kita lilit leher mereka dengan hutang. Jika limbah dari pabrik itu dilepas ke sungai, maka para nelayan akan sulit menangkap ikan. Mereka akan dengan suka rela bekerja didalam perusahaan kita. Di samping itu, kita akan mendirikan koperasi peminjaman berbunga. Menyediakan segala kebutuhan pelaut, membeli hasil tangkapan mereka lalu, menguasai seluruh Tasik Putri, Indra Sakti sampai ke Kuala Nipah. Aku ingin mendirikan basis baru serta pondasi yang kokoh bagi Adolf Holding Company di sana. Jika ini benar-benar terwujud, maka anak perusahaan Future of Company yaitu Tower Sole propier akan dengan mudah kita lahap," Mereka lalu tertawa terbahak-bahak membayangkan jika rencana ini benar-benar terealisasi.
"Apa saja boleh asalkan itu menguntungkan bagi kita. Oh ya. Apakah basement di pabrik itu dikerjakan sesuai dengan keinginan ku? Bagaimanapun, pabrik itu hanyalah alasan saja. Ada pabrik di dalam pabrik yang lebih menguntungkan. Dan aku, aku ingin itu benar-benar dikerjakan sesuai dengan keinginan ku!"
"Anda tenang saja, Tuan. Semuanya sudah diatur oleh Bruno dan Douglas. Pokoknya, anda tau jadi!" Jawab Zacky lagi. Dia yang sangat bersemangat ketika ini. Sedangkan Tiger hanya menyimak saja. Baginya, Honor ini lebih iblis dari mendiang pendiri Arold Holding Company. Jika Tuan Arold dulu jahat dan kejam, itu dia lakukan dengan ksatria. Tidak pernah dia berfikir untuk melilit leher orang lain dengan hutang. Sedangkan Honor ini, segala cara dia halalkan asal mendapatkan keuntungan dan balas dendam.
"Apakah kalian ada mendengar kabar tentang Irfan dan Marven ini? Kapan dia akan bebas dari penjara?" Tanya Honor.
"Tidak akan lama lagi, Tuan," jawab Zacky.
"Aku membutuhkan nama orang ini. Tanpa dia, rencana kita tidak akan terealisasi, selain juga memang memiliki musuh yang sama. Aku akan bersahabat dengan Marven ini. Dia sangat berguna untuk kita,"
"Aku telah mempelajari tentang Marven ini sejak setahun kebelakangan ini. Dia memiliki dendam kepada orang-orang yang pernah bekerja sama dengannya. Dan, orang-orang itu adalah anak buah dari Jerry. Hanya saja, aku tidak bisa mengukur seberapa kekuatan organisasi yang dia ikuti. Tapi, jika hanya kekuatan dari musuh Marven ini saja, aku mengira bahwa kita pasti dengan mudah dapat menggulung mereka," kali ini Tiger Lee yang bersuara.
"Bagus, Paman. Sekarang ini, kita sudah boleh mengirim sebagian dari anggota kita ke kota Tasik Putri. Targetnya adalah, generasi muda mereka. Temui Irfan itu! Karena, sebagai orang lokal, dia pasti memiliki koneksi. Setelah beberapa negara di Asia, kini tiba saatnya kita merambah negara yang lebih besar seperti Indonesia."
"Aku akan mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk, menghubungi Bruno dan Douglas di sana. Tidak lebih dari satu bulan, orang-orang kita akan segera tiba di Tasik Putri." Jawab Tiger Lee.
"Paman atur saja bagaimana baiknya. Aku akan berangkat ke pabrik milik kita. Di sana, mereka telah berhasil membuat penemuan sejenis eliksir yang berkemampuan melebihi doping. Bahkan ratusan kali lipat. Dengan sejenis cairan yang bisa langsung di minum itu, aku tidak perlu lagi menyakiti diriku dengan jarum suntik sialan itu. Aku akan kuat berlipat ganda. Ketika waktunya tiba, tidak ada yang bisa melawan ku! Hahahahaha...!"
Honor masih terus tertawa terbahak-bahak. Bahkan, ketika dia tiba di luar Villa mewah miliknya itu pun, dia masih terus tertawa.
Beberapa orang pengawal merasa keheranan melihat Tuan mereka yang mendadak seperti orang gila tersebut.
Sementara itu, Zacky, Tiger Lee dan Paman Cheung hanya bisa saling pandang sambil mengangkat pundak mereka.
Diiringi dengan tarikan nafas berat, ketiga orang itupun akhirnya berpisah untuk kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
Bersambung...