Joe William

Joe William
Huge Rhinoceros



Subuh menjelang pagi itu, di bangunan pusat hiburan Kryptonite puluhan mobil mewah tampak terparkir di depan bangunan mewah tersebut.


Kurang lebih ada tiga puluh sampai empat puluh kendaraan yang terparkir di sana.


Kabar yang mereka terima dari orang-orang kelompok Krypton itu mengatakan bahwa telah terjadi kekacauan di pusat hiburan itu.


Setelah mendapat kabar tersebut, Boss dari pusat hiburan dan juga wakilnya segera datang ke tempat kejadian untuk memastikan apakah kabar tersebut benar adanya.


Kini dari dalam mobil yang paling tengah, tampak seorang lelaki berpakaian putih dengan tubuh besar dan tinggi keluar dengan didampingi oleh seorang lagi lelaki mengenakan jas berwarna coklat dengan penampilan dan raut wajah yang sangat sangar. Kedua orang ini lah yang disebut sebagaai pengendali pusat hiburan itu, sekaligus kepala pentolan dari Kryptonite gang. Yaitu, Huge Rhinoceros dan Zarco Marco Tobacco brankco de Francisco. Panjang sekali nama orang ini. Namun disingkat menjadi Zarco saja.


Memasuki lorong menuju salah satu aula di lantai pertama itu, Huge Rhinoceros melihat tiga orang lelaki bertubuh tegap merintih menahan sakit.


Ada yang memegang tangannya yang patah. Ada yang mendekap matanya yang buta, ada pula yang memegang kantong menyan nya yang pecah. Komplit lah penderitaan ketiga orang bertubuh badak tersebut.


"Apa yang terjadi dengan kalian hah? Dasar badak mandul yang gundul dan amburadul!" Bentak Huge Rhinoceros bertanya kepada ketiga orang yang sedang merintih tersebut.


"Seorang pemuda, Boss. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba badai menerpa. Maksud saya, tiba-tiba anak muda itu menyerang kami. Dia mematahkan tangan saya, membuat buta mata rekan saya dan membuat pecah kantong harta Karun sahabat saya yang satunya lagi," jawab lelaki yang patah tangannya itu.


"Mati saja kalian ini sekalian. Hidup pun menyusahkan orang saja," bentak Zarco marah.


"Ada Boss. Ada yang mati. Malah banyak," jawab lelaki itu lagi dengan keluguan yang sangat hakiki.


"Kambuh darah tinggi ku jika begini. Ayo lihat apa yang terjadi!" Ajak Huge Rhinoceros mendahului yang lainnya.


Mereka lalu mengikuti bos besar dengan badan yang memang besar itu menuju ke bagian lainnya dari bangunan yang terletak di lantai dasar bangunan tersebut.


Begitu mereka tiba, tampaklah keadaan di ruangan itu seperti kapal pecah yang dihantam badai. Semuanya centang perenang.


Mayat anak-anak buahnya tergeletak di sana-sini dengan darah walaupun sedikit, namun jelas tampak berwarna hitam.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang berani bermain-main dengan ku hah?"


"Panggil yang lainnya! Aku butuh penjelasan!" Bentak lelaki berpakaian putih tersebut.


Puluhan bahkan ratusan orang tampak berdatangan ke dalam ruangan itu dengan kepala tertunduk.


"Jelaskan kepada ku apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa ada seseorang yang membuat kekacauan di tempat ku bisa keluar secara hidup-hidup?"


Tidak ada yang berani mengangkat kepala. Semuanya hanya menunduk ketakutan mendengar bentakan dari boss mereka.


"Mengapa kalian mendadak bisu? Ayo katakan kepada ku!"


"Kejadiannya begitu cepat, Boss. Kami bahkan tidak mendengar apapun. Karena, ketika kami turun ke lantai bawah ini, semuanya sudah tergeletak tanpa nyawa," salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari boss mereka itu.


"Puluhan tahun pusat hiburan Kryptonite ini berdiri, belum pernah sekalipun ada yang berani membuat keributan. Tapi kali ini, ini bukan hanya keributan, tapi pembunuhan," kata lelaki itu lagi dengan geram.


"Kalian semua! Bereskan mayat-mayat ini, lalu tutup mulut kalian! Aku tidak ingin ada pihak dari kepolisian yang mengetahui masalah ini."


"Ayo! Kalian tunggu apa lagi? Apa kalian ingin menjadi salah satu dari mayat ini?"


"Baik Boss, Zarco!" Kata mereka. Lalu semuanya bergegas menggotong tubuh tanpa nyawa itu menuju ke bagian belakang bangunan tersebut.


Mereka beramai-ramai lalu menuju ke lantai atas untuk menemui petugas penjaga cctv.


Ketika mereka tiba di sana, mereka melihat seorang lelaki terduduk di kursi sambil mendengkur tertidur.


"Kurang ajar. Pantas saja kejadian yang merenggut banyak nyawa anak buahku tidak ketahuan. Ternyata sialan ini tertidur," kata Huge Rhinoceros lalu segera mengambil walkie talky kemudian menghempaskan nya di atas kepala lelaki yang sedang tertidur pulas itu.


Prak!


"Wadaaaaw..!"


Spontan lelaki tadi terbangun sambil memegangi kepalanya yang telah benjut sebesar telur puyuh.


"Hormat untuk Boss besar!" Kata lelaki itu segera bangun dan membungkuk sambil memegangi kepalanya.


"Bangsat kau! Minggir sana!" Kata Huge Rhinoceros sambil mendorong tubuh lelaki itu hingga terjajar kebelakang.


Setelah puas memaki penjaga di ruangan itu, kini Huge Rhinoceros melihat Zarco sedang mengotak Atik komputer lalu mereka kini fokus melihat adegan beberapa jam yang lalu.


Di layar monitor, kini terlihat seorang lelaki berpakaian hitam mengenakan masker dan jaket Hoodie berjalan melenggang menuju ke pintu masuk bangunan tersebut.


Entah apa yang mereka bicarakan, tiba-tiba saja terjadi perkelahian yang membuat tiga dari empat penjaga pintu itu tergeletak di lantai.


Setelah itu, dari layar monitor lainnya, kini tampak pemuda tadi seperti terlibat dialog dengan beberapa orang yang berada di ruangan itu. Lalu, tampak pemuda itu menanggalkan maskernya sebentar.


Zarco tampak menghentikan video tersebut kemudian mang-Zoom wajah pemuda itu. Namun, karena keadaan suasananya memang sangat remang, wajah orang itu sama sekali tidak kelihatan.


Adegan selanjutnya, pemuda itu tampak kesurupan menyerang siapa saja yang berada dihadapannya.


Satu persatu dari orang-orang yang mengatasnamakan diri mereka adalah kelompok Krypton itu terjerembab ke lantai dan meregang nyawa.


Puas membantai hingga tidak ada satupun lagi yang tersisa, pemuda itu dengan gerakan yang sangat cepat segera berbalik kemudian kabur meninggalkan ruangan itu.


"Bajingan! Siapa sebenarnya pemuda itu? Gerakannya begitu lincah dan gesit sekali," maki Huge Rhinoceros dengan segudang pertanyaan.


"Entahlah, Tuan. Tapi, berani sekali dia. Aku sangat penasaran. Apakah ini ada hubungannya dengan orang-orang dari Quantum entertainment?" Tanya Zarco.


"Tidak mungkin. Selama ini kita tidak pernah saling usik. Apa alasan mereka untuk mengusik kita?"


"Apakah ini ada hubungannya dengan puluhan helikopter yang datang ke Highland Park?" Tanya Zarco lagi.


"Masalahnya apa? Selain kita tidak punya bukti bahwa ini adalah pekerjaan mereka, kita juga selama ini tidak pernah bersengketa dengan mereka. Lalu, apa alasan mereka untuk menyerang kita? Orang ini tampaknya masih sangat muda. Aku menduga bahwa ini ada unsur balas dendam. Mungkin orang-orang kita ada mengganggu dirinya lalu dia membalas perbuatan tersebut. Bisa saja dugaan ku ini benar," kata Huge Rhinoceros.


"Kita harus berhati-hati, Tuan! Kemungkinan, ini hanya awal mula saja. Makanya kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan,"


"Hmmm. Benar katamu, Zarco."


"Setelah mayat-mayat itu kita bereskan, kita akan melakukan pertemuan dengan Tuan Clifford bagi membahas semua kejadian ini.


Bersambung...