
Pagi-pagi sekali, tepatnya setelah dua hari Regnar bersaudara menjalani hari-hari baru nya sebagai gelandangan, Joe yang saat ini baru saja bangun mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke Garden Hill bagian barat.
Baginya, besok adalah hari yang baik untuk memaafkan dan membebaskan semua orang yang telah menerima hukuman dari nya.
Setelah berpamitan kepada kakek uyut Smith nya, dia pun langsung menelepon Ayahnya yang berada di Mountain Lotus lalu mengutarakan niatnya bahwa dia ingin membebaskan Moreno, Mario, Charles dan Milner dari hukuman bekerja sebagai kuli kasar di proyek yang sedang dijalankan oleh perusahaan Garden Company itu.
Setelah mendapat persetujuan dari sang Ayah, Joe lalu berjalan keluar dan mengatakan bahwa dia hari ini tidak perlu di kawal dan ingin bebas sendirian bepergian tanpa adanya gangguan dari Empat R dan Black.
Setelah semuanya selesai, dia lalu berjalan menuju garasi dan mengeluarkan mobil super sport Lykan Hypersport milik nya kemudian melesat meninggalkan bukit Metro menuju ke Garden Hill.
Saat tiba di Garden Hill, saat itu sudah jam 2 siang. Dan para pekerja baru saja memulai kembali pekerjaan nya setelah satu jam setengah mereka beristirahat untuk mengisi kembali tenaga yang terkuras sejak tadi pagi.
Di tempat yang agak tersembunyi, Joe menyembunyikan mobil nya kemudian berjalan menuju pintu gerbang pagar di lokasi proyek itu.
Melihat ada Security, dia langsung menghampiri dan permisi untuk melihat-lihat keadaan di dalam lokasi proyek tersebut.
Selesai bertanya jawab dan pak Security telah memberikan instruksi apa-apa yang boleh dilakukan dan apa-apa yang di larang, Joe yang tidak mengatakan identitasnya kepada pak Security tadi pun kemudian memasuki lokasi proyek itu dengan tujuan, mencari keempat orang yang telah dihukum olehnya beberapa bulan yang lalu.
Saat ini Joe terus saja berjalan melihat-lihat para karyawan yang bekerja. Tidak jarang mereka memperhatikan pemuda itu dengan tatapan penuh selidik.
Ketika tiba di sebuah tumpukan batu-bata, Joe melihat Charles dan Milner dengan mendorong batu bata tersebut menggunakan angkong.
Seketika jiwa tengil Joe meronta-ronta di dalam hatinya. Dan sambil tersenyum jahat, dia lalu menghampiri kedua pemuda yang tampak sangat kelelahan itu kemudian menyapa.
"Hai Charles. Hi Milner." Sapa Joe sambil tersenyum.
Menyadari siapa yang menyapa mereka, hal ini kontan saja membuat kedua pemuda itu ketakutan.
Dia segera meletakkan batu bata tersebut di atas angkong lalu segera menunduk hormat kepada Joe.
"Hei. Mengapa kalian seperti melihat hantu? Apakah karena warna kulit ku ini?" Tanya Joe.
"Tid-tidak. Tidak Tuan muda. Ka-ka-kami tid-tidak, eh kami tidak takut." Jawab Milner terbata-bata.
Sementara itu Charles tampak sangat salah tingkah melihat kehadiran Joe di tempat kerjanya ini.
"Hei Charles. Letakkan kembali batu-bata itu di tanah! Sekarang kau dorong aku keliling bangunan! Apakah kau mau?" Tanya Joe sambil tersenyum ceria.
"Ma-mau. Saya mau. Sebentar." Jawab Charles. Dia lalu memiringkan angkong nya tersebut sehingga batu-bata yang ada di dalamnya segera tumpah ke tanah.
"Nah. Sekarang kau dorong aku sampai ke sana itu. Lalu balik lagi ke sini. Kemudian sekali lagi ke sana itu, lalu balik lagi ke sini. Begitu seterusnya!" Kata Joe memberi perintah, lalu duduk di dalam bak kereta sorong/angkong itu.
"Ayo Charles! Ngeeeeng ngeeeeng ngeeeeng."
"Baiklah Tuan muda." Kata Charles yang mulai mempercepat laju dorongan nya.
Charles dan Milner kini saling berganti-gantian mendorong pemuda hitam legam yang tengil itu mulai keliling site bangunan dan begitu terus sampai kedua pemuda itu benar-benar kelelahan.
"Oh Tuhan ku yang maha Baik, mengapa anak gorila ini bisa datang hari ini. Nyaris putus nafasku ini mendorong tubuh beratnya ini." Kata Charles menangis dalam hati.
Sementara itu, Milner juga berdoa dalam hati agar Tuhan mengirimkan seseorang yang bisa menyelamatkan mereka dari musibah yang ditimbulkan oleh Joe ini.
"Kau lelah Charles?" Tanya Joe tak tidak mau diam duduk di bak angkong itu membuat keseimbangan angkong tersebut menjadi oleng.
Tidak jarang akibat ulah dari Joe yang tidak mau diam ini, membuat pegangan tangan Charles terlepas dari tangan angkong tersebut. Akibatnya, Charles terjatuh dan Joe yang berada di dalam gerobak angkong itu juga ikut nyungsep.
"Puih. Kau tidak becus mengendalikan angkong mu ini Charles!" Kata Joe sambil meludah karena mulutnya kemasukan pasir.
"Ma-maafkan. Maafkan aku Tuan muda! Anda yang tidak bisa diam duduk di dalam gerobak. Cobalah untuk duduk dan diam agar aku bisa mengendalikan keseimbangan angkong ini!" Kata Charles yang sudah bangkit dari jatuh tertelungkup tadi.
Satu putaran.
Dua putaran.
Di putaran ke tiga, tepat ketika pandangan Charles sudah berkunang-kunang saking letihnya, tiba-tiba satu teguran suara membentak ke arah mereka berdua.
"Sialan kamu Charles. Kau mau bekerja atau bermain-main hah? Kau ini sedang menjalani hukuman. Bekerja dengan baik agar hukuman untuk mu diringankan!'
Terlihat seorang lelaki berusia 40-an memakai helm proyek, sepatu safety dan memakai rompi proyek berjalan ke arah Joe dan Charles sambil marah-marah.
"Apa yang kalian lakukan di sini hah? Jika tidak mau bekerja, pulang saja!"
"Hey kau. Kau bukan karyawan di sini kan? Aku tidak pernah melihat mu. Apa kau pikir ini adalah taman rekreasi yang bisa kau masuki sesuka hati mu?"
"Bangun dan aku ingin melihat mengapa kau bisa berada di sini?!" Kata lelaki itu.
Begitu Charles ingin menjawab, Joe segera memotong perkataan Charles dan segera meminta maaf.
"Maafkan saya pak. Saya adalah sahabat Charles ini yang telah lama tidak bertemu. Karena tau kalau dia bekerja di sini, makanya saya datang mengunjunginya." Kata Joe berbohong.
"Kau tau apa persyaratan masuk ke lokasi ini? Pertama adalah, kau harus memakai Safety first! Apa itu safety first? Safety first adalah menggunakan perlengkapan keamanan di lokasi pembinaan. Pertama sekali kau harus mengenakan helm. Ke dua, kau harus memakai sepatu. Itu kau memakai sendal. Berarti sama sekali kau tidak mematuhi peraturan di lokasi proyek ini. Yang ke dua kau harus mengenakan safety Vest! Ketiga syarat itu tidak kau miliki. Sekarang, keluar dari sini atau aku akan memberikan denda kepada mu dengan masing-masing lima puluh dollar setiap pelanggaran!" Kata Lelaki itu kepada Joe.
"Woh. Ternyata seperti itu. Maafkan saya pak. Lalu, apakah jabatan anda di sini?" Tanya Joe.
"Jabatan ku di lokasi proyek ini adalah sebagai Safety Officer. Keselamatan kerja berada dalam wewenang ku. Jadi, segera tinggalkan tempat ini dan jangan mengganggu para karyawan. Jika ingin bermain-main, silahkan cari tempat yang menyediakan permainan. Di sini tempat bekerja dan bukan main-main!" Tegas pak Safety Officer itu.
"Baiklah pak. Saya akan pergi. Charles. Ajak Milner, Mario dan Moreno untuk berangkat besok ke Starhill. Tepatnya Mountain Lotus. Paman Ryan akan menjemput mu nanti sore. Jangan lupa ajak juga pak Safety Officer ini untuk ikut sekalian. Sampaikan itu kepada paman Ryan." Kata Joe berpesan.
"Paman ku? Bukankah paman ku sudah di pecat?" Tanya Charles.
"Kau akan tau ceritanya setelah besok. Aku pamit dulu! Jangan lupa bawa Pak Safety ini untuk berangkat ke Starhill!" Kata Joe lalu segera melangkah keluar menuju pos Security.
Setelah Joe berlalu, Pak Safety Officer yang merasa penasaran itu segera bertanya kepada Charles.
"Charles, siapa orang tadi? Mengapa dia menyebutkan Starhill dan Mountain Lotus?"
"Oh itu. Namanya adalah Joe William. Tuan muda dari keluarga William. Tepatnya, putra Tuan besar Jerry William."
Ctarrr...
Bagai petir di siang. Bolong.
Lutut pak Safety itu langsung bergetar begitu mendengar nama yang disebutkan oleh Charles tadi.
Dia tidak menyangka telah memprovokasi seorang tuan muda yang sempat membuat heboh di Garden Hill ini. Dan juga, beberapa bulan yang lalu telah memecat salah satu dari orang yang berpangkat tinggi di perusahaan yaitu Ryan.
"Matilah aku." Kata Pak Safety tadi lalu berlari menuju pos Security.
Baru saja dia tiba di pos Security tersebut, dari jalan di depan tampak mobil super sport Lykan Hypersport bergerak perlahan lalu kemudian kaca mobil itu turun setengah.
Kini tampak pemuda yang dia marahi tadi melambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum. Lalu mobil bertenaga besar itu segera melesat meninggalkan lokasi proyek itu menuju ke Starhill.
Kini tinggallah pak Safety garu-garu kepala sambil diperhatikan oleh pak Security yang memang tidak tau apa sebenarnya yang terjadi.
Bersambung...