
"Mario, dengan di bantu oleh Charles Morgan dan Miller Morgan telah menjual nama perusahaan Future of Company untuk menindas perusahaan milik Tuan Riot yang berada di Garden Hill. Hal ini diperparah karena mereka juga menjual nama besar dari organisasi Dragon Empire yang aku miliki demi kepentingan pribadi mereka." Kata Joe menjelaskan duduk persoalannya.
Mendengar penjelasan ini, Tuan Barry, Ronald dan Austin mulai saling pandang dengan ekspresi wajah yang sulit untuk diartikan.
"Mungkin ini sedikit melenceng dari topik dan terkesan sangat pribadi. Tapi, jika masalah seperti ini tidak di selesaikan, pasti akan timbul masalah-masalah lainnya yang kelak akan merebak sampai ke sendi-sendi dalam organisasi."
"Perusahaan Riot milik ayah dari sahabat ku telah terjerat hutang dengan perusahaan Arold Holding Company di bagian timur Garden Hill. Hutang itu membengkak hingga mencapai dua juta Dollar Amerika. Atas saran dari beberapa orang terdekat, Pemilik perusahaan Riot ini meminta bantuan kepada perusahaan Garden Company untuk membayar hutang kepada Arold Holding Company dan mereka menyetujui dengan beberapa kesepakatan kerjasama. Namun di luar kesepakatan itu, Putra dari pemilik perusahaan Garden Company ini memanfaatkan situasi dan dengan bantuan dari Charles dan Milner, telah mengancam mereka untuk segera melunasi hutang tersebut. Jika tidak, maka kakak perempuan dari sahabat ku yaitu putri dari Tuan Riot ini harus siap memuaskan nafsu bejat dari anak Moreno ini. Hal ini tidak dapat aku maafkan."
"Sebagai keponakan dari Staf yang memiliki kedudukan Tinggi di perusahaan yaitu Paman Ryan, Maka Charles dan Milner menjual nama besar organisasi Dragon Empire untuk menakut-nakuti keluarga Riot dan telah menggunakan puluhan orang baru dalam organisasi untuk memeras keluarga itu. Sekarang aku ingin bertanya kepada paman Ryan, Paman Riko dan Paman Arslan. Bagaimana cara paman Ryan mendidik keponakan. Serta, bagaimana cara paman Arslan dan Paman Riko dalam merekrut anggota baru? Jelaskan kepada ku sekarang juga!" Bentak Joe dengan mata mulai memerah.
Kecuali Jerry, semua orang yang berada di dalam ruangan itu hanya bisa tertunduk tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Tuan muda mereka ini. Terutama Ryan yang benar-benar merasa malu sekali atas perbuatan dari keponakannya itu. Bukan hanya satu keponakan saja. Tapi dua sekaligus. Ini yang membuat wajah Ryan seperti dilumuri dengan kotoran hewan.
"Aku akan menyiksa kalian bertiga jika tidak dapat menjelaskan kepadaku bagaimana cara kalian bekerja." Kata Joe lagi yang langsung bangkit berdiri dari kursinya.
"Tenang kan dirimu Joe. Ayo duduk kembali!" Kata Jerry meredakan kemarahan putranya itu.
"Maafkan Joe, Ayah. Masalah ini harus segera aku tuntaskan. Jika dibiarkan berlarut-larut, besok-besok pasti masalah yang serupa akan kembali terjadi." Kata Joe sambil duduk juga karena di suruh oleh Ayah nya.
"Untuk Paman Ryan, aku akan membuktikan kepada mu ulah dari kedua keponakan mu nanti dipertemuan peresmian kantor besar Future of Company cabang Garden Hill. Paman akan melihat sendiri seperti apa kelakuan keponakan paman ini nantinya."
"Untuk Paman Arslan dan Paman Riko, aku memerlukan penjelasan tentang etos kerja kalian. Apakah kalian sembarangan merekrut anggota? Aku tidak butuh kuantitas. Yang aku butuhkan adalah kualitas. Percuma menumpuk sampah terlalu banyak jika tidak ada gunanya. Malah akan mendatangkan penyakit."
"Kalian akan melihat apa yang akan aku lakukan besok di dalam acara peresmian kantor baru cabang Garden Hill. Kakek Jeff, Kakek Regan, Black dan Herey. Dengarkan perintah ku! Kecuali ponsel milik Ayah ku, sita semua ponsel milik semua orang yang berada di ruangan ini, awasi setiap pergerakan mereka sampai acara peresmian kantor baru cabang Garden Hill itu selesai di gelar. Sekarang laksanakan!" Kata Joe membuat semua mereka yang disebut namanya tadi hanya saling pandang.
"Kalian tidak mematuhi perintahku sebagai ketua?" Tanya Joe sambil mengacungkan lencana Dragon Empire dan lambang organisasi Tiger Syam.
Melihat lambang ketua organisasi Dragon Empire dan Tiger Syam itu sudah di angkat ke atas oleh Joe, tidak ada pilihan lain selain menuruti perintah.
Setelah semuanya mereka sita, kini puluhan lelaki berbadan tegap serentak berbaris di depan pintu ruangan rapat itu dan begitu mereka keluar, masing-masing diantara mereka di bekuk oleh orang-orang berbadan tegap tadi dan langsung dimasukkan ke dalam ruangan lain di kantor besar Future of Company itu.
"Ketua, apakah ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya Regan kepada Joe yang terlihat sangat santai melangkah keluar dari ruangan rapat itu.
"Kalian akan melihat seperti apa aku bermain. Sebarkan berita bahwa aku telah kembali ke Starhill dan telah menghukum banyak atasan di perusahaan!. Biarkan seluruh negara tau seperti apa kekejaman ku." Kata Joe lalu segera melangkah mendahului yang lainnya keluar dari kantor besar Future of Company itu.
Mereka hanya menggelengkan kepala saja melihat ulah dari Joe ini. Sungguh mereka tidak menduga anak yang balum genap berusia delapan belas tahun itu memiliki ketegasan sekaligus kekejaman yang tiada tara. Mungkin jika Jerry tidak berada di ruangan rapat, kemungkinan Ryan, Riko dan Arslan akan mendapatkan tamparan gratis jika melihat kadar kemarahan yang terpancar dari sorot mata Joe William tadi.
"Kakek Jeff! Panggil sebagian anak buah yang anda percaya untuk menjaga kantor besar ini. Putuskan semua sambungan alat telekomunikasi di kantor ini. Tidak ada yang boleh bekerja sore ini. Suruh mereka pulang dan ancam mereka supaya bungkam. Jika melanggar, aku akan memastikan mereka akan menjadi pengemis. Besok pagi-pagi sekali jemput mereka semua untuk berangkat ke Garden Hill sekaligus mengintai posisi mereka sebelum acara itu di mulai. Aku akan membekuk semuanya dan aku pastikan hukuman yang berat akan mereka terima." Kata Joe lagi mengancam sekaligus memberi perintah.
"Siap laksanakan, Ketua!" Kata Jeff lalu segera menghubungi beberapa pentolan organisasi Dragon Empire untuk menjaga kantor besar dimana semua yang ada dalam pertemuan tadi di Kurung.
"Jeff. Bagaimana menurut mu Joe William ini. Aku sama sekali tidak menemukan serpihan sikap Jerry dalam dirinya." Tanya Regan.
"Kau ingat seperti apa Ketua kita yang terdahulu? Ketika usia mudanya, dia juga sangat tegas." Kata Jeff mengingatkan.
"Iya. Drako memang tegas. Tapi dia tidak kejam." Protes Regan lagi.
"Anak ini di didik dengan cara yang sangat keras. Dia memiliki rencana. Tugas kita adalah, membantu rencana yang sedang dia atur dengan mulus. Ayo mulai bekerja. Kau sebarkan isu tentang Tuan muda ini yang telah kembali ke Starhill dengan segala kekejaman yang dia lakukan. Sedangkan aku, aku akan mengepalai penjagaan di kantor ini. Sampai ketemu lagi besok." Kata Jeff.
"Baiklah Jeff. Mari kita berbagi tugas." Kata Regan sambil memeluk Jeff dan bergegas meninggalkan bagian depan kantor besar perusahaan Future of Company itu.
Selesai baca, wajib Like! Kalau bisa, Vote sekalian. Terimakasih.
BERSAMBUNG...