Joe William

Joe William
Hukuman telah dijatuhkan



Joe kini berdiri dengan satu kakinya menginjak kursi. Menatap ke sekeliling lalu kembali berucap.


"Tuan Moreno. Aku juga ada satu pertanyaan untuk anda. Apakah benar anda membiarkan saja Putra anda yang bernama Mario menindas keluarga Riot? Sekarang aku butuh jawaban dari anda!" Kata Joe dengan tetap tersenyum.


Andai saat ini Tuan Moreno berani mengangkat kepala, tentu dia akan melihat bahwa senyuman di bibir Joe ini sangat manis sekali. Seperti gula aren. Begitulah kira-kira.


"Apakah anda mendadak tuli, Tuan Moreno?" Tanya Joe masih tetap tersenyum.


"Maafkan saya sekali lagi Tuan muda. Saya mengaku salah." Jawab lelaki setengah baya itu.


"Banyak sungguh kesalahan mu ini Tuan Moreno. Yang mana satu yang bisa aku maafkan? Selesai satu kesalahan, ada lagi kesalahan yang lainnya. Serakah benar anda ini terhadap kesalahan."


Joe kini tampak geleng-geleng kepala sambil melihat ke arah Tuan Moreno yang semakin gemetaran.


"Sekarang aku lempar pertanyaan kepada Mario."


"Mario! Kau menginginkan gadis ini untuk menutupi hutang orang tuanya? Sekarang ambil lah. Aku ingin lihat apakah kau memiliki keberanian untuk itu?!" Kata Joe sambil mendorong punggung Renata untuk mendekat ke arah Mario.


"Ambil Mario! Ayo ambil! Hahahaha. Kau mencari penyakit Mario. Benar-benar kau salah mangsa." Kata Joe.


"Sekarang aku ingin bertanya kepada Charles dan Milner."


"Sahabat lama. Sekarang aku ingin mendengar perkataan gorila sekali lagi!" Kata Joe sambil meletakkan tangannya terkembang ke arah telinga seperti orang sedang ingin mendengarkan.


"Bodohnya aku. Sudah pasti kalian tidak akan berani. Iya kan. Malang sungguh nasib kalian ini. Tapi bukan itu poin utamanya. Yang ingin aku pertanyakan kepada kalian adalah, mengapa kalian menggunakan orang-orang dari Dragon Empire untuk ikut membantu Mario dalam memeras keluarga Riot?" Tanya Joe dengan tatapan tajam dan penuh intimidasi.


"A.., aku.., aku minta ampun Joe. Aku mengaku salah." Kata Charles sambil tertunduk.


"Kalian berdua ini memang sebaiknya mati saja." Bentak Ryan.


"Paman Ryan, Paman Riko, dan Anda Paman Arslan. Aku ingin bertanya. Bagaimana cara kalian mendidik keponakan dan merekrut anak buah?" Tanya Joe.


"Kami bertiga mengaku salah dan siap menerima hukuman." Kata mereka bertiga.


"Bagus. Berarti kalian akan menerima apapun hukuman yang akan aku berikan. Aku suka itu."


"Sekarang, aku akan menjatuhkan hukuman terlebih dahulu kepada Tuan Moreno dan putranya Mario. Jika anda tidak ingin aku tuntut di pengadilan, maka anda boleh menandatangani surat peletakan jabatan anda sebagai CEO di perusahaan Garden Hill, serta menandatangani pelepasan 10% saham yang anda miliki di perusahaan atas nama Tuan Riot dan jabatan anda akan segera digantikan oleh Tuan Riot mulai besok."


"Tuan muda. Apakah saya pantas menjadi kuli. Saya ini adalah CEO sekaligus Founder di perbatasan Garden Company." Kata Tuan Moreno sedikit protes dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Joe William ini.


"Anda hanya punya dua pilihan. Menjadi kuli, atau penunggu hotel prodeo. Terserah anda. Hidup bebas walau hanya menjadi kuli bangunan, atau menjadi narapidana. Anda pasti lebih arif tentang masalah ini. Ingat! Jika anda di penjara, maka hancur sudah nama baik anda. Silahkan berfikir dengan jernih sebelum mengambil keputusan. Aku beri anda waktu berfikir selama lima belas menit."


"Kalian berdua? Apakah ingin bekerja sebagai kuli bangunan atau mati di tangan Paman Ryan?" Bentak Joe kepada Charles dan Milner.


"Kami berdua menerima hukuman itu. Berharap suatu saat nanti bisa memperbaiki diri dan menjadi orang yang berguna untuk perusahaan." Jawab kedua keponakan Ryan itu.


"Masih juga memasang harapan tinggi." Kata Joe dengan senyum kecut.


"Untuk Paman Ryan. Karena tidak becus mendidik keponakan, aku dengan sangat berat hati memutuskan semua hubungan dengan anda. Mulai sekarang, anda di pecat dari setiap posisi jabatan yang anda pegang baik itu di dalam Future of Company, di Future Fondation, di dalam perusahaan Lotus Global Corporate dan semua kekayaan anda akan aku sita. Kini Anda sama sekali bukan siapa-siapa lagi." Kata Joe sambil tersenyum ke arah Ryan.


"Saya menerima semua keputusan itu dengan lapang dada." Kata Ryan.


"Paman Arslan. Serta Paman Riko. Aku juga kecewa kepada kalian. Jika menuruti hukum di dalam organisasi, seharusnya kalian berdua ini sudah aku kuliti hidup-hidup. Tapi bagaimanapun, kalian berdua ini sangat berjasa terhadap ayah ku. Tapi ingat! Kalian berjasa terhadap ayah ku. Bukan terhadap aku. Jadi, hukuman untuk kalian adalah di keluarkan dari organisasi dan kalian berdua sudah bukan siapa-siapa lagi di dalam organisasi Dragon Empire ini. Human ini berlaku mulai dari detik ini juga." Kata Joe kini mulai berpaling ke arah Herey.


"Paman Herey. Tiga puluh orang yang menggunakan nama organisasi untuk menindas orang lain akan di kirim ke Malaysia sebagai pekerja pertambangan timah di sana. Mereka bekerja setahun tanpa gaji. Jika menolak, kirim saja mereka ke Sumatra sebagai umpan buaya!" Kata Joe.


Dia tidak mau ambil pusing dengan tiga puluh orang dari Dragon Empire ini. Bagaimanapun, mereka ini adalah orang-orang yang baru di rekrut. Tanpa mereka malah organisasi menjadi lebih baik tanpa nama besar organisasi menjadi tercemar.


"Bagaimana Tuan Moreno? Waktu anda untuk berfikir sudah habis. Aku tidak akan mengulangi perkataan ku. Kau tinggal pilih. Bekerja sebagai buruh kasar, atau mempersiapkan pengacara untuk bertarung dengan ku di pengadilan?!"


Tuan Moreno tampak sangat tertekan saat ini. Berulang kali lelaki setengah baya ini menundukkan wajahnya. Bukan hanya memikirkan hukuman yang akan dia jalani sebagai kuli kasar di proyek bangunan Hotel yang tadinya dia kepalai. Nama baiknya juga sangat tercemar sekarang dihadapan banyak atasan serta bawahannya.


"Baiklah Tuan muda. Saya menerima hukuman dari anda." Kata Tuan Moreno.


"Bagus. Ternyata anda sangat bijak dalam mengambil keputusan. Itu jauh lebih baik untuk anda."


"Besok, anda akan menggelar konferensi pers. Tapi malam ini, anda harus terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan pengunduran diri anda sebagai CEO di perusahaan Garden Company dan menandatangani surat penjualan saham anda sebesar 10% kepada Tuan Riot. Tandatangani sekarang juga agar besok Tuan Barry bisa membawa surat tersebut kepada pengacara."


"Tuan Barry, silahkan anda urus dengan Tuan Moreno ini. Aku hanya tau, besok urusan sudah selesai. Aku harap tidak ada lagi ulah kalian yang memancing kemarahan ku. Ingat! Aku dan ayah ku berbeda. Tidak ada yang bisa mengintimidasi apa lagi menindas ku. Tindak balas dari ku bisa lebih kejam dari ini." Kata Joe lalu segera melangkah keluar meninggalkan tempat berlangsungnya acara itu.


Kini tinggallah mereka yang menerima hukuman tertunduk lesu dan mulai meninggalkan ruangan itu dengan tatapan kasihan dari semua yang berada di tempat itu.


Hanya Moreno, Mario, Charles dan Miller saja yang masih tinggal. Sedangkan Ryan, Riko dann Arslan kini telah keluar meninggalkan ruangan itu.