
Mobil Rolls-Royce Sweptail yang dikendarai oleh Honor Miller dan Tiara baru saja tiba dari Gang Kumuh. Baru saja terparkir, Honor sudah mengamuk sambil membanting pintu mobil tersebut, membuat Tiara ketakutan.
"Kemana semua orang?" Teriak Honor kepada para pengawal yang berada di Manor tempat tinggalnya di pinggiran kompleks elite Tasik Putri ini.
"Ada apa kau kembali dengan marah-marah seperti itu? Apakah acara makan malam mu tidak menyenangkan?" Tanya seorang lelaki paruh baya berambut jigrak sambil bersandar melipat tangan di dekat tiang bagian depan bangunan tempat tinggalnya itu.
"Paman Lee," ujar Honor sembari mendekat.
"Hmmm. Ada apa dengan mu?" Tanya lelaki paruh baya yang ternyata adalah Tiger Lee itu.
"Aku telah dipermalukan. Seumur hidup aku belum pernah dipermalukan seperti ini!" Teriak Honor berang. Dia lalu membukakan pintu mobil untuk Tiara, lalu mempersilahkan gadis itu untuk mengikutinya ke dalam.
"Aku ingin pulang ke rumah. Kau sudah berjanji akan mengantarku ke Kuala Nipah. Mengapa kau membawa aku kemari?" Tanya Tiara tak senang.
"Masuk lah dulu. Nanti kau akan diantar kembali ke Kuala Nipah!" Jawab Honor mencoba melunakkan suaranya membuat Tiara akhirnya mengalah.
Mereka akhirnya memasuki ruangan besar dalam Manor tersebut dan duduk di sofa empuk yang terdapat di ruangan itu.
"Siapa yang mempermalukan mu? Berani sekali orang itu?!"
"Namanya adalah Namora. Dia putra dari Tigor. Paman pasti kenal dengan orang bernama Tigor itu!" Kata Honor masih tetap berang nada suaranya.
Ribut-ribut yang terjadi di ruangan tengah itu akhirnya memancing perhatian dari salah seorang lagi lelaki paruh baya.
Dengan rasa penasaran, dia langsung menghampiri Tiger Lee dan menanyakan kenapa dengan majikan mereka itu.
Setelah mendapat tau dari Tiger Lee bahwa Honor telah dipermalukan oleh Namora, akhirnya lelaki itu pun mengangguk faham.
"Untung kau di sini, Zacky. Pimpin orang-orang mu dan hancurkan Tower restoran. Bagaimana dengan orang-orang geng tengkorak? Jika mereka sudah berhasil kau rekrut, ajak mereka sekalian. Inilah saatnya untuk menguji seperti apa cara kerja mereka," kata Honor yang tampaknya sangat dendam atas kejadian di restoran gang Kumuh tadi.
"Honor. Jangan ikuti hati yang panas. Kelak, kau sendiri yang akan rugi!" Kata Tiger Lee memperingatkan.
"Sekarang Zacky!" Teriak Honor tanpa menghiraukan nasehat dari Tiger Lee tadi.
"Sudahlah. Biar aku saja. Kau temani dia!" Kata Tiger Lee yang langsung keluar meninggalkan ruangan itu.
"Ambilkan aku minuman! Aku harus memenangkan dulu hatiku yang panas ini!" Teriak Honor.
Tidak sampai semenit, seorang lelaki tua berjalan dengan santai memimpin dua orang wanita pelayan membawakan anggur mahal dan memerintahkan untuk meletakkan anggur tadi di atas meja.
"Ada apa dengan mu, Honor? Apa kau tidak bisa berbicara perlahan? Aku memang sudah tua. Tapi telinga ku belum tuli!" Tegur lelaki tua tadi. Dia adalah Tuan Cheung. Kepala pelayan di keluarga Miller, bahkan sejak dari Tuan besar Arold Miller masih hidup.
"Maaf, Kakek Cheung. Anda boleh kembali ke tempat anda," balas Honor Miller.
"Baiklah. Aku hanya pelayan di keluarga ini," kata lelaki tua itu yang langsung membalikkan badannya meninggalkan ruangan itu. Hanya suara ujung tongkatnya yang terdengar ketika lelaki tua itu menghilang dibalik pintu.
"Kau temani aku minum, Tiara!" Pinta Honor yang langsung menyodorkan minuman kepada gadis itu.
"Kau tidak mau minum? Hah? Sini! Kau harus minum!" Teriak Honor sambil merangkul pundak gadis itu, lalu berusaha mencekoki gadis itu dengan anggur yang sempat ditolak oleh Tiara tadi.
"Apa-apaan kau, Honor? Aku tidak ingin minum!" Teriak Tiara sambil berusaha meronta.
Plak!
"Bajingan kau, Honor!" Teriak Tiara yang terlepas dari rangkulan Honor, dan langsung mengirim tamparan keras kearah pipi pemuda itu.
Honor mengusap pipinya yang terasa panas oleh tamparan dari Tiara tadi. Dia tidak menduga akan diperlukan seperti itu oleh seorang gadis. Padahal, ada banyak gadis yang ingin menjadi kekasihnya, tapi dia tolak.
"Kurang ajar! Kau berani menampar tuan ku? Aku patahkan tangan mu!" Marah Zacky yang bertindak untuk menjambak rambut Tiara.
"Hentikan!" Bentak Honor membuat Zacky mengurungkan niatnya untuk menjambak rambut gadis itu.
"Tapi.., gadis sialan ini sudah sangat keterlaluan, Tuan!" Zacky seperti tidak percaya bahwa Honor bukan hanya tidak membalas. Namun, dia malah tersenyum saja mendapat tamparan tadi.
"Kau ingin pulang, Tiara? Aku akan mengirim orang untuk mengantar mu ke Kuala Nipah. Maafkan atas sikap ku tadi. Tidak seharusnya aku kasar. Sekali lagi mohon dimaafkan!" Kata Honor meminta maaf. Hal ini tentu semakin membuat Zacky tidak habis pikir.
"Apakah Honor ini salah minum obat?" Fikirnya dalam hati.
Honor segera bangkit berdiri, lalu menggenggam tangan Tiara yang tampak mulai menangis.
"Maafkan aku. Aku berjanji tidak akan kurang ajar lagi kepadamu," Honor menuntun gadis itu menuju ke bagian depan rumah di mana di sana sudah ada yang menunggu untuk mengantar gadis itu kembali ke Kuala Nipah.
"Kau tidak apa-apa kan, Tiara?" Tanya Honor. Dia merapikan rambut gadis itu dengan lembut.
"Aku tidak apa-apa!" Jawab Tiara singkat.
"Kau akan diantar kembali. Besok aku akan mengunjungimu. Kita bisa jalan-jalan lagi. Kau boleh meminta apa saja. Semua akan aku berikan. Anggap itu sebagai bentuk dari permintaan maaf ku!"
"Antar kekasih ku kembali ke Kuala Nipah! Ingat! Sedikit saja kulitnya tergores, aku kuliti tubuh kalian hidup-hidup!" Ancam Honor.
"Saya mengerti, Tuan!" Jawab sang sopir.
Setelah mobil yang akan mengantarkan Tiara tadi berlalu, Zacky yang masih tidak mengerti langsung menanyakan kepada Honor mengapa dia membiarkan saja pipinya ditampar oleh gadis itu. Dia bahkan membiarkan gadis itu pergi, tanpa memberi pelajaran terlebih dahulu.
"Kau tau mengapa aku tidak membalas? Itu karena dia adalah gadis yang terhormat. Berbeda dengan gadis-gadis cantik yang mendekati aku. Gadis seperti Tiara ini adalah gadis timur yang sangat menjunjung nilai-nilai ketimuran. Dia lebih baik mati, daripada harga dirinya diinjak-injak! Itu yang membedakan dirinya dengan yang lain. Rebecca Liu, sama sekali aku tidak tertarik. Budaya barat sudah bersarang di kepalanya. Aku suka kepada wanita yang memelihara rasa malunya!" Kata Honor menjelaskan.
Zacky hanya bisa mengangguk saja mendengar penjelasan dari Tuannya itu.
Tidak ada dialog lagi diantara mereka, sampailah pada saat Tiger Lee datang dengan beberapa unit kendaraan mini bus.
Dari dalam mini bus tersebut, berkeluaran lelaki berbadan tegap yang dipimpin oleh seorang wanita paruh baya. Kelompok ini adalah kelompok yang dikenal dengan nama Geng Tengkorak.
Bersambung...