
Globe's University
Beberapa hari setelah Pembantaian yang dilakukan oleh Joe, Namora dan R4, tiba-tiba saja kedua pemuda itu menghilang dari Quantum city.
Ramai diantara mereka yang mencari keberadaan kedua pemuda itu. Bahkan ada yang nekat menemui Tuan Baron di Quantum entertainment. Namun, siapalah mereka untuk bertemu dengan orang terhormat itu.
Tye dan Sylash yang sangat akrab dengan Joe sangat merasakan kehilangan. Mereka berdua tampak sangat murung.
"Kemana Joe ini perginya?" Gumam Sylash seperti berbicara dengan dirinya sendiri. ******* nafas penuh keluhan tak henti-hentinya dari hidungnya.
Dari kejauhan, tampak empat orang wanita menghampiri tempat mereka duduk.
Setelah tiba, salah seorang dari mahasiswi tersebut segera bertanya. "Bagaimana Tye, apakah kau mengetahui keberadaan Joe?"
"Sama sekali tidak ada kabar. Dia seperti menghilang ditelan bumi. Eh Naomi..! Ayah mu kan pemilik kampus ini?! Mengapa kau tidak coba meminta kepada Ayah mu untuk menanyakan kepada kepala yayasan?! Apakah Joe ini pindah kampus atau kembali ke Starhill," usul Tye kepada wanita yang bertanya tadi.
"Iya. Nanti akan aku pinta kepada ayah ku untuk menanyakan tentang Joe ini. Tapi, apakah kalian yakin jika Joe dan Namora itu pindah atau kembali ke Starhill? Bagaimanapun, Joe kan memiliki banyak musuh di Quantum City ini. Apa jangan-jangan...,"
"Jaga bicara mu Naomi. Sangat sulit untuk mengusik Joe itu. Apa kau tidak melihat seperti apa kekuatan dan kekuasaannya," kata Sylash pula menyela perkataan dari Naomi.
"Semakin ke sini, semakin aku sadari bahwa antara kita dan Joe ini memiliki jarak yang sangat lebar. Tapi aku beruntung pernah menjadi sahabatnya," kata Naomi sambil merenung.
"Heh. Coba kalian lihat di sana itu! Bukankah itu adalah rombongan Tuan Baron?" Kata Aurelie sambil menunjuk ke arah gerbang kampus dimana di sana terlihat rombongan mobil memasuki halaman university ini.
"Benar katamu, Aurelie. Itu memang mobil yang biasa digunakan oleh Tuan Baron," balas Ruby pula.
Keenam muda-mudi itu mulai memperhatikan rombongan tersebut yang kini sedang mengarah ke areal parkir.
Dari dalam, tampak beberapa orang pengawal mengawal Tuan Baron, Xavier dan Eagle menuju ke kantor kepala yayasan.
"Ada apa ya? Apakah ini ada hubungannya dengan menghilangnya Joe dan Namora?" Tanya Ruby.
"Aku merasa bahwa Joe tidak akan kembali lagi ke kampus ini. Menurut apa yang pernah aku dengar dari pembicaraan antara dirinya dan orang-orang bawahannya ketika aku berada di Villa no 12 miliknya, bahwa Joe ini memiliki ramai musuh. Mungkin karena itulah dia memutuskan untuk segera pergi meninggalkan kampus ini setelah berhasil memberantas keluarga Clifford," kata Aurelie mencoba mengaitkan antara kepergian Joe secara diam-diam dengan apa yang pernah dia dengar.
"Hilang sudah peluang makan gratis setiap hari," rungut Sylash secara spontan.
"Hahaha. Kau itu selain hal yang gratis, entah apa lagi yang ada di pikiran mu itu?!' cibir Tye.
Mereka lalu tertawa terbahak-bahak melihat tampang Sylash yang mendadak menjadi serba salah.
Setelah selesai mengolok-olok Sylash, kini mereka kembali terdiam ketika melihat Tuan Baron telah keluar dari kantor kepala yayasan.
Dengan memberanikan diri, keenam mahasiswa-mahasiswi Globe's University itu segera berjalan cepat menyongsong Tuan Baron sebelum lelaki paruh baya itu meninggalkan kampus mereka ini.
Begitu mereka hampir tiba, Naomi pun langsung memanggil.
"Tuan Baron..., Tunggu!" Teriak gadis itu.
"Hei. Bukankah Anda adalah Nona Johnson?" Sapa Tuan Baron dengan ramah.
"Benar, Tuan. Kami ini adalah sahabat-sahabatnya Joe," jawab Naomi mewakili sahabat-sahabatnya yang lain.
"Aku tau kalian pasti ingin menanyakan tentang keberadaan Joe bukan? Tuan muda kami itu telah kembali ke Starhill dua hari yang lalu. Dia memintaku untuk menitipkan salam serta permohonan maafnya karena tidak berpamitan kepada kalian. Dia tidak memiliki waktu yang cukup. Karena kepergiannya buru-buru, maka dia menitipkan salam untuk saya sampaikan kepada kalian semua,"
"Oh ya. Ada satu lagi.l!" Kata Tuan Baron melanjutkan. "Tuan muda kami telah memberikan subsidi selama setahun untuk seluruh mahasiswa di universitas ini. Kalian hanya perlu menanggung biaya sebanyak 40% saja dari 100% biaya kuliah kalian selama setahun. Sebanyak 60% telah dia serahkan kepada saya yang melanjutkan kepada Ketua yayasan. Hanya itu saja yang bisa dia berikan,"
Selesai berbicara, Tuan Baron dan yang lainnya pun segera memasuki mobil lalu berangkat meninggalkan Globe's University ini.
Kini, tinggallah mereka yang merasakan kehilangan yang teramat sangat atas kepergian sahabat yang baru sebulan ini menjalin persahabatan dengan mereka.
Bukan hanya mereka saja yang merasa kehilangan. Ada dua gadis lain yang juga merasakan hal yang sama. Mereka adalah Xenita Patrik dan Talia Gordon yang tampak tenang-tenang saja. Namun, di dalam hati kedua gadis ini, merasakan bahwa terlalu singkat bagi mereka bertemu dengan Joe.
Globe's University ini sama sekali tidak menarik lagi bagi kedua gadis itu. Mereka tinggal menunggu waktu saja untuk kembali ke Metro City dan melanjutkan kuliah mereka di sana.
Bersambung...