Joe William

Joe William
Kesepakatan Palsu



Douglas, Jacky dan Adolf hanya bisa tersenyum sumbing mendengar perkataan dari Ryan tadi. Sementara Leo yang berdiri di dekat pintu berkali-kali memegangi perutnya menahan tawa yang sewaktu-waktu bisa saja meledak.


"Hahaha. Anda bisa saja Tuan Ryan. Lalu, bagaimana menurut anda tentang tawaran dari ku? Apakah Leo ada mengatakan kepada anda?" Tanya Adolf Miller.


"Saya terlalu merasa tersanjung atas tawaran perkilogram dari anda Tuan Adolf. Padahal di sisi anda ada Tuan Paul yang jenius. Ada Tuan Frank sang sangat perfectionist. Juga ada Miss Diana Regnar yang sangat handal dalam membelit. Apa lagi kurang nya?" Kata Ryan memuji sekaligus menyindir.


"Hahaha. Anda terlalu merendah Tuan Ryan. Sebenarnya, nama besar anda serta sepak terjang anda sudah sering saya dengar dari mulut ke mulut. Hanya saja, baru kali ini bisa bertatap muka langsung dengan anda."


"Menurut saya, dengan usia yang sudah terlalu tua dari Tuan Paul, itu akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan beliau sendiri. Oleh karena itu, saya sangat membutuhkan tenaga-tenaga muda dan memiliki visi dan misi yang jauh ke depan seperti anda ini. Tentunya selain motivasi yang anda miliki." Kata Adolf.


"Sebentar Tuan. Apa maksudnya tentang motivasi tadi?" Tanya Ryan.


"Kita tidak perlulah saling tertutup. Terus terang saja, aku dapat merasakan ada gurat kekecewaan terpancar di wajah anda bertiga. Maaf jika saya salah tebak." Kata Adolf yang mulai sok tau itu.


"Ternyata anda memiliki penglihatan yang cukup jeli juga Tuan Adolf. Ya. Jika ingin bicara jujur, siapa orangnya yang tidak merasa kecewa di singkirkan dari posisi yang dia duduki. Terlebih lagi, ini adalah masalah harga diri. Kami bertiga sama-sama berjuang dari bawah. Dari titik terendah yang bahkan anda pun belum pernah merasakan berada di titik dimana kami pernah berada. Memulai sesuatu dari bawah lalu bersama-sama menggendong Future of Company untuk terus meningkat. Setelah itu, kami di singkirkan. Anda pasti bisa merasakannya." Kata Ryan berusaha untuk membuat wajahnya terlihat sekecewa mungkin.


"Sekarang baru kau tahu kan, seperti apa wajah aslinya Jerry itu? Walaupun bukan dia langsung yang memecat mu, tapi dia membiarkan saja putranya bertindak sesuka hati. Dasar orang miskin yang tidak tau asal usul nya entah dari mana, tiba-tiba derajatnya naik lalu lupa diri. Ini semua adalah kesalahan Leon Smith yang menarik seorang anak gelandangan untuk mengelabui mata William King dan Jackson. Bahkan putra ku Kenny pun dapat dikelabui dengan mudah dan kini berbalik menentang ku." Kata Diana.


Dia berusaha untuk menyiram minyak ke dalam api dengan tujuan agar Ryan, Riko dan Arslan merasa kepanasan.


"Dulu, aku sudah sangat setia dengan keluarga William. Merawat keluarga itu dengan baik. Bahkan harus sibuk dengan pekerjaan rumah. Semua yang aku lalui tidak mudah antara mengurus perusahaan dan mengurus Kenny yang lumpuh ketika itu. Tapi apa? Semenjak Jerry itu berkuasa, satu persatu kami mulai dia singkirkan. Aku, dipaksa tersingkir dari jabatan direktur eksekutif. Tuan Richard, terpaksa harus terasing selama lima tahun di Mountain Slope. Jackson William harus rela melepaskan jabatan CEO nya di perusahaan William Group. Semua kami tersingkir termasuk Tuan Paul yang banyak berjasa. Apakah itu pantas di sebut manusia?" Tanya Diana.


"Wanita ular ini sungguh pandai sekali bersandiwara dan memutar belitkan fakta. Pemecatan itu karena kesalahan dan ketamakan mu sendiri." Kata Ryan dalam hati.


Sementara Riko dan Arslan berulang kali menahan geram atas perkataan dari Diana ini tadi. Riko sendiri mati-matian ingin meyelah perkataan dari Diana ini. Tapi berulang kali Arslan mencubit paha nya membuat Riko menahan diri dan masih tetap bungkam.


"Aku memang menyimpan rasa sakit hati ini, Bibi. Itu lah sebabnya aku ingin kembali ke kampung halaman ku dan ingin menyendiri di sana. Karena terlalu merasa sakit, sebaiknya aku tidak perlu lagi tinggal di Starhill ini." Kata Ryan sambil tertunduk lesu.


"Ini yang aku butuhkan. Rawat terus rasa sakit di hati anda itu Tuan Ryan! Pelihara terus sehingga menjadi kekuatan untuk membalas. Kami ada untuk memenuhi ambisi balas dendam anda itu." Kata Adolf Miller dengan sangat bersemangat.


Baginya, perkataan seperti ini lah yang dia tunggu-tunggu dari Ryan. Ketika perkataan seperti ini meluncur dari bibir Ryan, barulah dia dengan bersemangat mencoba menusukkan jarum beracun nya.


"Kita terbuka saja Tuan Ryan. Perusahaan Arold Holding Company selalu ingin merekrut orang-orang yang berbakat serta memiliki talenta yang sangat tinggi. Menurut kacamata saya, anda memiliki banyak energi untuk anda salurkan di dalam perusahaan. Terutama rasa sakit hati anda itu. Pelihara terus. Dengan ini, anda akan memiliki motivasi tersendiri untuk membalas perlakuan orang-orang di dalam perusahaan Future of Company itu. Aku akan membantu anda untuk membalas mereka dengan kekuatan yang aku miliki." Kata Adolf Miller dengan sangat bersemangat sekali.


"Tuan besar Miller. Sebenarnya jujur saja bahwa untuk saat ini kami masih merasa Trauma dengan pemecatan yang baru saja kami terima. Butuh waktu untuk bisa menenangkan diri dan menjernihkan kekeruhan hati. Tapi, karena melihat kesungguhan yang anda miliki, kami mungkin akan mempertimbangkan untuk bekerja dengan anda. Bukankah begitu Riko, dan Kak Arslan?" Tanya Ryan.


"Benar sekali seperti yang sudah dikatakan oleh Ryan itu. Sampai saat ini aku masih sangat sakit hati. Anda dapat membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang yang terlupakan." Kata Arslan pula menambahkan bumbu bagi cerita sedih ini.


"Tuan Adolf. Sebenarnya kami sungguh tertarik dengan tawaran anda. Namun ada pribahasa yang mengatakan bahwa orang buta tidak ingin jatuh dua kali kedalam lobang yang sama. Apa lagi kami yang tidak buta ini. Kami tidak ingin lagi merasakan sakitnya menjadi orang yang terbuang. Oleh karena itu, apa jaminan anda untuk meyakinkan kami agar suatu saat nanti ketika anda sudah berada di puncak, anda tidak akan melupakan kami?!" Kata Ryan.


"Hahaha. Ternyata anda sangat cepat belajar dari pengalaman. Baiklah. Aku tidak memiliki hati yang kotor seperti pemilik perusahaan Future of Company itu yang membuat anda menjadi bangkrut mendadak. Untuk detil kesepakatan kerja, anda jangan khawatir. Kita bisa memperbaharui kelak ketika anda sudah bekerja untuk perusahaan. Namun, untuk saat ini, aku tau bahwa anda sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Aku sendiri akan memberikan kepada anda masing-masing 5 juta USD sebagai tanda jadi bahwa anda telah menyetujui bekerja untuk perusahaan Arold Holding Company. Bagaimana?" Tanya Adolf kepada mereka bertiga.


"Tuan Adolf. Jika hanya kami bertiga saja, itu rasanya akan pincang. Bagaimana anda hanya membayar kami bertiga sementara di belakang ku ada ratusan hingga ribuan orang yang masih setia kepada ku sebagai salah satu dari jajaran ketua di dalam organisasi Dragon Empire?" Kata Arslan pula.


"Jujur saja Tuan. Lima juta bagi anda bukanlah sesuatu yang sangat besar. Coba anda fikirkan sekali lagi! Jika anda ingin membentuk satu kekuatan besar, anda harus siap untuk mengucurkan dana yang besar pula." Tambahnya.


"Baiklah! Saya akan menginvestasikan 50 juta USD untuk kalian bertiga dan orang-orang dari Dragon Empire yang berpihak kepada anda. Dengan begini, seluruh keamanan di perusahaan maupun di proyek-proyek yang sedang dijalankan menjadi tanggung jawab Anda, Tuan Arslan!" Kata Adolf sambil meminta kepada asistennya untuk mengambilkan buku cek.


"Saya menerima kesepakatan itu." Kata Arslan.


"Tuan Ryan, anda akan menjadi otak dari beberapa proyek yang akan kita bangun di Garden Hill bagian Timur. Semua pelaksanaan proyek tersebut berada di tangan anda. Sementara untuk Tuan Riko, anda bisa menjadi kepala Humas bagi perusahaan Arold Holding Company bagian Garden Hill. Bagaimana?" Tanya Adolf Miller.


"Baiklah. Mari kita tandatangani kesepakatan ini!" Kata Riko.


"Oh. Tidak perlu kesepakatan Tuan. Anda dapat bekerja dengan saya dan saya tidak akan mengingkari janji saya." Kata Adolf pula.


Dia sengaja tidak ingin membuat kesepakatan hitam di atas putih agar suatu saat ketika dia sudah tidak butuh lagi, maka dia bisa menendang mereka kapan saja dia mau. Namun Ryan tidaklah bodoh. Dia bisa menangkap suatu peluang untuk menyerang balik Adolf Miller ini. Karena tidak adanya hitam di atas putih, maka apapun yang akan dilakukan oleh mereka, tidak ada satupun bisa menuntut secara hukum dan undang-undang yang berlaku di sebuah negara.


"Ternyata seperti itu Tuan. Baiklah. Mari kita mulai!" Kata Ryan sambil tersenyum jahat.