
Suasana gempar yang tercipta tadi akhirnya berangsur mulai tenang. Para mahasiswa di Globe's University ini seakan melupakan tentang kedatangan pemilik university ini dan juga kedatangan Tuan Baron beserta lima orang lainnya. Namun, sepertinya ketenangan ini laksana bom waktu yang siap meledak dan membuat kegemparan lebih besar lagi.
Benar saja. Tepat pukul sebelas menjelang tengah hari, puluhan mobil dari arah Kryptonite Club berdatangan dan memadati area parkir.
Dari dalam puluhan mobil yang sebagian adalah mini bus itu, berlompatan keluar puluhan bahkan ratusan lelaki berbadan tegap, tampang sangar dengan membawa pentungan di tangan masing-masing.
Pertama-tama, mereka membuat kekacauan di kantin kampus sehingga memaksa beberapa wanita paruh baya lari meninggalkan kantin tersebut karena tidak ingin mengalami cedera akibat serangan brutal dari para lelaki yang terlihat seperti preman itu
Seluruh mahasiswa kini dari berbagai ruangan keluar lalu berdiri di atas balkon melihat apa sebenarnya yang telah terjadi.
Kini, mereka dapat melihat ratusan orang berbadan tegap telah mengamuk di kantin sehingga membuat bagian-bagian tertentu di kantin tersebut mengalami kerusakan parah.
Meja-meja terbalik. Kursi berpatahan. Bahkan ada yang sampai terbang ke atas atap.
Selesai membuat keributan dan menghancurkan kantin tersebut, kini mereka kembali ke area parkir menemui seorang lelaki berbadan paling subur. Lelaki itu lah yang bernama Huge Rhinoceros.
Bersama dengan Zarco, lelaki tadi mengeluarkan pengeras suara lalu mulai berkata, "perhatian bagi seluruh mahasiswa dan Dosen di Globe's University ini. Nama ku adalah Huge Rhinoceros. Aku diutus oleh Tuan besar Clifford untuk mengosongkan kampus ini. Sekedar informasi kepada kalian semua, bahwa pemilik kampus ini, yaitu, Tuan Johnson telah berhutang kepada majikan ku. Dan, karena Tuan Johnson tidak mampu melunasi hutang tersebut, maka sesuai dengan perjanjian, pihak keluarga Clifford akan menyita kampus ini dan kalian diharapkan untuk segera mengosongkan kampus ini dengan segera!"
Seluruh mahasiswa yang berada di depan kelas mereka baik itu dari lantai satu sampai lantai lima saling pandang.
Mereka tidak percaya bahwa baru sebulan mereka berkuliah di Globe's University ini, malah seperti ini kejadiannya. Mereka bahkan tidak diberitahu sebelumnya akan masalah ini.
"Mengapa begitu mendadak? Seharusnya, jika university ini tidak lagi menampung mahasiswa, setidaknya akan ada pemberitahuan dari pihak kementerian pendidikan dan menyediakan tempat alternatif bagi kami untuk melanjutkan studi kami," kata salah seorang dari mahasiswa menjawab perkataan dari Huge Rhinoceros. Mahasiswa itu juga menggunakan pengeras suara.
"Aaaakh. Persetan dengan segala pemberitahuan. Apa kau ingin menantang keluarga terkaya di kota ini? Jangankan mahasiswa seperti mu. Walikota dan Gubernur pun tidak bisa menolak keinginan Tuan Clifford."
"Sekarang kalian pilih. Keluar secara baik-baik, atau dengan cara kasar? Tapi, sekali lagi aku peringatkan! Jangan menyesal jika ada diantara kalian yang akan mengalami cedera atau bahkan terbunuh karena keras kepala," ancam Huge Rhinoceros dengan lantang.
"Bagaimana ini, Presiden?" Tanya salah satu mahasiswa kepada pemuda yang bicara tadi. Ternyata dia adalah presiden dari persatuan mahasiswa di Globe's University ini.
Belum lagi sang Presiden persatuan mahasiswa itu berbicara, dari kantor kepala yayasan, keluar lah Tuan Johnson, Tuan Baron, Xavier, Eagle, Daniel dan Riko. Entah kemana perginya Herey. Karena, lelaki bengis itu sama sekali tidak terlihat berada diantara yang lainnya.
"Hei, Badak! Mengapa kau membuat onar di kampus milikku ini? Bukankah perjanjian antara aku dan Tuan mu masih lima hari lagi dari sekarang? Mengapa kau begitu berambisi untuk mengusir seluruh mahasiswa dan ingin mengosongkan kampus milik ku ini hah?" Teriak Tuan Johnson kepada lelaki berbadan besar itu.
"Hahaha. Kau Johnson. Apa kau tidak mendengar atau kau pura-pura tuli dengan apa yang dikatakan oleh Tuan Clifford tadi malam? Kau hanya punya waktu sampai sore ini untuk melunasi hutang mu. Namun, karena Tuan ku merasa tidak adanya upaya darimu untuk melunasi hutang, maka dia sejak pagi menunggu agar Putri mu Naomi segera bersujud di kaki Tuan muda kami. Tetapi apa? Sampai tengah hari ternyata putrimu tidak kunjung datang. Sekarang, jika kau mau membayar, maka silahkan bayar!" Kata Huge Rhinoceros sambil menampung tangannya dengan gestur meminta.
"Maaf jika aku ikut campur dalam urusan ini. Tuan Johnson.., berapa hutang yang harus anda bayar kepada keluarga Clifford ini?" Tanya Tuan Baron menengahi. Dia tau bahwa keinginan keluarga Clifford tidak bisa di ganggu gugat. Namun, untuk mengulur waktu, dia akan mencoba mengalihkan perhatian Huge Rhinoceros agar anak buah Herey segera mengepung kampus ini.
"Hahaha. Tuan ku tidak mempunyai urusan dengan orang-orang dari Quantum entertainment. Jangan ikut campur atau kau akan menyesal!" Kata Huge Rhinoceros memberi ancaman.
"Jika begitu, berarti kau juga ingin membuat silang sengketa dengan orang-orang Quantum entertainment?" Tanya Tuan Baron dengan senyuman sinis.
"Diam kau Baron! Apa kau belum jera dipaksa merangkak oleh Tuan Clifford? Hahaha. Kalau aku jadi kau, aku sudah meninggalkan kota ini karena malu," ejek Huge Rhinoceros sambil tertawa.
"Itu dulu, Badak! Sekarang tidak lagi,"
"Puih. Jangan banyak bicara kau. Aku tidak ada urusan dengan mu. Sekarang bagaimana, Johnson? Apakah kau punya uang untuk membayar hutang mu? Atau kau akan menggadaikan putri mu kepada majikan ku?"
Ketika melihat pemuda itu, tiga orang anak buah Huge Rhinoceros langsung mendadak mulas. Ini karena, sangat jelas dalam ingatan mereka seorang pemuda yang mengamuk di Kryptonite Club hampir sebulan yang lalu.
"Boss. Itu dia pemuda yang mengamuk dan membunuh lebih dua puluh orang anggota kita," kata salah seorang dari ketiga lelaki itu mengadu kepada Huge Rhinoceros.
"Hahaha. Kau anak muda. Sudah lama aku mencari mu. Kini, kau juga akan membayar nyawa tiga puluh orang anak buah ku yang telah kau bunuh," kata Huge Rhinoceros pula tertawa geram.
"Orang lain boleh bermimpi. Karena mimpi itu tanpa biaya. Hanya saja, tergantung seperti apa usaha mu untuk mewujudkannya. Kau ingin membunuh ku? Apakah kau mengira bahwa kekuatan mu sudah cukup? Jangan katakan aku adalah Joe William, Putra dari Jerry William penguasa enam kota jika aku tidak dapat membuatmu merangkak meninggalkan kampus ini!" Kata Joe William.
Perkataan dari pemuda yang mengenakan masker tersebut sukses membuat semua mata menatap kearahnya.
Kini mereka baru sadar bahwa salah satu dari ribuan mahasiswa di Globe's University ini ternyata ada seekor naga yang menyembunyikan identitasnya.
"Apakah kau sudah mendapat kabar dari Tuan mu? Mungkin saat ini kepalanya sudah botak memikirkan perusahaan miliknya yang telah bangkrut. Aku katakan kepada mu, Badak! Kalian salah dalam memangsa lawan!"
Mendengar perkataan penuh hinaan dari Joe ini, seorang lelaki yang juga berbadan tegap langsung maju ke depan dan menghamburkan kata-kata kasar kepada pemuda itu.
Entah karena terlalu bersemangat, sampai-sampai gigi palsu yang dia pakai tercabut dari gusi nya dan menghambur lalu jatuh di tanah berpasir.
"Hahaha. Kau belum jera, Zarco? Apa kau ingin sekali lagi menderita oleh anak buah ku? Kemarin gigi mu yang palsu. Besok, mungkin kau akan memakai hidung palsu!"
"Serang!" Teriak Joe sekuat tenaga.
Begitu gema suara itu hilang, dari berbagai arah kini berlompatan lelaki mengenakan baju hitam dan celana tentara dengan memakai topi berlambang kepala harimau. Lalu, tanpa ba bi bu lagi, mereka lalu menyerang anggota Kryptonite Club sehingga perkelahian pun pecah antara anggota Kryptonite Club melawan pasukan tentara bayaran dari Tiger Syam.
Beberapa sudah tampak bertumbangan di pelataran kampus tersebut. Tampak jelas bahwa pertempuran ini tidak seimbang. Karena, hampir seribu orang dari pasukan Tiger Syam, semuanya dikerahkan ke Globe's University untuk menghancurkan orang-orang dari Kryptonite Club.
Siapa saja yang ikut campur pasti akan diratakan oleh pasukan ini. Bahkan, beberapa anggota dari kepolisian yang mendapat laporan dari warga atas perkelahian ini terpaksa mundur karena melihat lambang kepala harimau yang terdapat di topi anggota Tiger Syam ini.
Tidak sampai setengah jam, semua orang dari Kryptonite Club telah tergeletak mandi darah. Mereka sama sekali tidak mampu melawan kehebatan bertarung orang-orang dari Tiger Syam.
Joe, yang saat itu hanya menyaksikan saja pertarungan tersebut kini melangkah menghampiri Huge Rhinoceros.
Sambil berjongkok, dia menyeka darah para mulut lelaki subur makmur itu lalu berkata, "dimana kesombongan mu tadi? Apakah dari badak bunting kini kau berubah menjadi badak jompo?"
"Ampun. Ampuni saya anak muda?" Rengek Huge Rhinoceros.
"Aku bukan orang yang bisa kau sebut sembarangan. Aku adalah kakek mu."
Plak!
"Sopan sedikit terhadap kakek mu ini!" Bentak Joe sambil menendang tubuh lelaki itu.
Jangan lupa like nya jika ingin lanjut!
Bersambung...