
"Senior Black. Bagaimana dengan orang-orang yang anda sebarkan? Apakah mereka sudah berhasil menyirap kabar tentang keberadaan Paul?" Tanya Joe ketika mereka baru saja sampai di jalan raya menuju pusat kota Metro City.
"Masih belum, Tuan muda. Inilah yang membuat saya heran. Kemana perginya Paul ini." Jawab Black sambil terus fokus mengemudikan kendaraan mewah itu.
"Apa saja yang dikatakan oleh Leo kepada anda, Senior?" Tanya Joe ingin tau. Karena berita yang dia dapat hanya sebatas pesan melalui WhatsApp saja.
"Apa yang saya ketahui semuanya bersumber dari Leo yang mengatakan bahwa semenjak Ryan, Riko dan Arslan bergabung dengan Arold Holding Company, sejak saat itu juga Paul merasa seperti terbuang oleh Adolf Miller. Hal ini membuat dia merasa marah. Kemarahan Paul ini semakin diperparah oleh hasutan dari Regnar bersaudara. Hal inilah yang membuat Paul memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah miliknya di MegaTown dengan membawa surat-surat perjanjian palsu antara Adolf Miller yang di bantu oleh Walikota Garden Hill serta beberapa jajaran anggota dewan perwakilan rakyat di bagian Timur Garden Hill tersebut." Kata Black lalu diapun menceritakan semuanya tentang ancaman serta Paul juga meminta kepada Adolf untuk memberi nya uang sebesar seratus juta USD.
"Ternyata besar juga pengaruh kehadiran Paman Ryan, Riko dan Arslan di dalam perusahaan milik mereka itu. Aku sama sekali tidak menyangka dampaknya akan seperti ini. Tadinya aku hanya ingin memata-matai pergerakan mereka dengan mengirim ketiga Paman itu kedalam lingkungan mereka. Yang tidak aku duga adalah ternyata Paul turut memerankan peranan yang membuat pekerjaan ku menjadi semakin ringan." Kata Joe.
"Sebenarnya jika Adolf tidak terlalu rakus, kemelut yang melanda di dalam keluarga dan perusahaan mereka tidak akan seperti ini. Andai dia menghargai jasa orang lama di dalam perusahaan nya, hal ini pasti tidak akan terjadi."
"Begitulah jika seseorang melupakan orang lama setelah mendapatkan orang baru. Hal ini akan menimbulkan kecemburuan di pihak orang lama. Dapat dibayangkan perasaan Paul ini. Dia yang merintis dari awal. Begitu semuanya sudah terlaksana, orang lain yang menikmati hasilnya. Di sinilah kesalahan Adolf. Dia melakukan blunder yang sangat fatal dengan merekrut Ryan, Riko dan Arslan sementara itu menyingkirkan orang lama. Pasti akan ada pemberontakan." Kata Black pula.
"Ini bisa dijadikan contoh kepada diri kita sendiri. Tidak salah memiliki sahabat baru. Tapi, jangan pernah melupakan sahabat yang lama!"
"Oh ya Senior Black. Bagaimana dengan Leo. Apakah dia sudah menjalankan beberapa instruksi yang diberikan kepada nya?" Tanya Joe.
"Sesuai dengan pesan dari anda, bahwa saat ini Leo sedang mengumpulkan ratusan anak buah kita di MegaTown. Leo juga sudah memberikan kabar kepada Rudolf Miller tentang kejadian yang terjadi di proyek bangunan di Garden Hill. Kemungkinan besar hari ini Juga Rudolf Miller akan datang ke MegaTown untuk menuntut 30% sahamnya di Arold Holding Company dan memisahkan diri dengan perusahaan itu." Jawab Black.
"Bagus. Aku sudah tidak sabar lagi untuk cepat-cepat mengusir mereka keluar dari negara ini."
*********
Berita hari ini.
Telah terjadi kekacauan besar di lokasi proyek milik keluarga Miller yaitu Arold Holding Company yang berlokasi di Garden Hill bagian Timur.
Kekacauan di duga karena rasa ketidak puasan dari masyarakat karena adanya proyek milik keluarga Miller ini yang dianggap telah merampas hak-hak masyarakat secara semena-mena.
Kekacauan itu di duga terpicu karena para demonstran ini dikasari terlebih dahulu oleh pihak penjaga keamanan di lokasi proyek tersebut yang mengakibatkan unjuk rasa yang tadinya berjalan dengan aman, mejadi kacau dan tidak terkendali.
Dapat di lihat di sini bahwa para demonstran yang menuntut hak-hak mereka tampak dipukul oleh para penjaga di kawasan proyek tersebut dengan senjata tumpul yang mengakibatkan hampir seluruh dari para pengunjuk rasa ini mengalami cedera.
Untuk saat ini, pihak kepolisian masih mengusut dan mendalami kasus tersebut dan dari beberapa demonstran sudah di amankan untuk di mintai keterangan lebih lanjut.
Hanya saja, ketika pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian, para pengawal yang tadinya memukuli para pengunjuk rasa telah melarikan diri dan pihak kepolisian masih berusaha untuk mengejar pelaku tindak kekerasan tersebut.
Sedangkan pihak kepolisian juga saat ini sedang menjalankan penyiasatan tentang izin-izin proyek ini bisa berdiri. Andai ditemukan kecurangan dalam hal urusan perizinan, maka pemilik proyek dan pihak-pihak yang bersangkutan akan berhadapan dengan hukum yang berlaku di negara ini.
Sekian berita khusus siang ini, dan terus ikuti kami dalam berita lanjutan pada sore nanti.
Selamat siang.
***
Dua orang tua tampak sedikitpun tak berkedip sambil menyaksikan laporan khusus dari Garden Hill tersebut.
Sejenak kedua orang tua itu hanya bisa saling pandang dan mulai berspekulasi apa sebenarnya yang telah terjadi di lokasi proyek milik keluarga Miller itu.
Seorang lelaki yang juga sudah tua dan sebaya dengan dua orang lelaki tua yang baru saja menyaksikan berita di televisi tadi datang menghampiri dan memberi hormat.
"Tuan Smith. Di luar ada tiga orang ingin bertemu dengan anda."
"Samuel. Apa mereka menyebut nama mereka?"" Tanya Tuan besar Smith.
"Iya benar Tuan. Mereka itu adalah Ryan, Riko dan Arslan. Apakah saya boleh mempersilahkan mereka untuk masuk dan menemui anda?" Tanya kepala pelayan keluarga Smith tersebut.
"Ya sudah. Persilahkan mereka masuk dan suruh untuk menunggu di bawah. Kami akan menemui mereka sebentar lagi." Kata Tuan Smith.
"Baik Tuan besar." Kata kepala pelayan keluarga Smith itu dengan hormat.
"Leon! Bagaimana mungkin Ryan?! Apa yang sedang kau rahasiakan kepada ku hah?" Tanya Tuan William dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
"Kau akan tau nanti. Ini adalah pekerjaan dari cicit kita itu. Itulah mengapa aku melarang mu untuk memarahinya. Karena kita selama ini telah keliru menilai anak itu. Yang tadinya kita menyangka bahwa sekembalinya dia ke Starhill hanya untuk membuat onar, ternyata sebaliknya." Kata Tuan Smith.
"Sebaliknya? Maksud mu?"
"Makanya kita temui dulu Ryan dan teman-temannya itu di bawah supaya semua lebih jelas. Dari mereka nanti kita akan tau bagaimana cerita sebenarnya." Ajak Tuan besar Leon Smith kepada besannya itu.
"Iya sudah. Ayo kita temui mereka. Aku juga penasaran seperti apa sebenarnya."
"Yang jelas, cicit kita itu telah melampaui ekspektasi kita. Otaknya yang rada sedeng itu telah menipu kita. Dia itu pintar bersiasat. Pokoknya kau akan terkejut dengan cicit ku itu."
"Bukan cicit mu saja. Dia juga cicit ku."
"Nah. Kalau sudah begini, kau orang yang paling pertama mengaku-ngaku." Kata Tuan Smith lalu bergegas bangun dan melangkah mendahului Tuan William menuju lift.