Joe William

Joe William
Kesepakatan kerjasama dengan Albern



Villa Top No 12


Kedatangan rombongan Joe, Namora, Xenita dan Talia telah di tunggu oleh beberapa jajaran staf di Quantum entertainment ini.


Begitu Joe keluar dari mobil milik Namora, dia langsung di sambut dengan senyuman oleh dua orang lelaki yang sebaya dengan ayahnya.


Melihat siapa yang berdiri di depan Villa miliknya tersebut, dia langsung tersenyum dan berlari menghampiri dua orang lelaki itu.


"Paman Daniel.., Paman Riko," kata Joe sambil menyalami kedua lelaki tadi. Mereka lalu saling berpelukan penuh tawa.


"Wah. Cepat sekali kau berubah menjadi lebih besar sekarang, Joe!" Kata Daniel sambil mengelus puncak kepala pemuda itu.


"Hehehe. Iya Paman. Namanya juga masa pertumbuhan," jawab Joe tertawa malu-malu.


"Bagaimana dengan kuliah mu? Apakah lancar-lancar saja?" Tanya Riko pula.


"Lancar, Paman. Oh ya. Siapa ini?" Tanya Joe sambil memandang ke arah seorang pemuda yang tampak lebih tua dari dirinya sekitar dua tahun itu.


"Mari kita ke dalam saja. Berbicara di dalam lebih enak," ajak Daniel lalu mendahului mereka untuk memasuki Villa milik Joe itu.


Sesampainya di dalam, Daniel dan Riko pun mulai menceritakan kepada mereka siapa sebenarnya pemuda itu dan apa tujuannya datang ke Highland Park ini.


Setelah bersalaman dengan pemuda yang ternyata adalah Albern Miller itu, Joe pun mempersilahkan mereka untuk duduk di ruangan yang memiliki meja terbuat dari batu giok hijau yang panjang itu.


"Joe. Kedatangan kami ke sini adalah untuk membahas kerjasama antara perusahaan Tower Sole propier yang kau miliki dengan perusahaan milik Albern Miller ini. Ini karena, Ayah mu telah menyepakati bahwa perusahaan Albern ini bernaung di bawah perusahaan Future of Company. Hanya saja, untuk mengetahui tentang sepak terjerang Honor di Indonesia, maka Albern ini memutuskan untuk berangkat ke Indonesia dan akan menjadi mitra bisnis mu antara Indonesia-Macau-Starhill. Bagaimana menurut mu?" Tanya Daniel meminta pendapat dari anak sahabatnya itu.


"Sebenarnya begini, Paman. Aku bukannya meragukan kapabilitas dari saudara Albern ini. Hanya saja, saat ini seperti kabar yang aku dengar, bahwa Honor itu masih belum berada di Indonesia. Dia saat ini kan masih berada di Hongkong. Lalu, untuk apa saudara Albern ini buru-buru untuk ke Hongkong?" Tanya Joe.


"Di kota Tasik Putri, menurut laporan yang diberikan oleh Tigor, bahwa orang-orang yang ditugaskan oleh Honor telah berhasil membuka kembali perusahaan milik mendiang Martin. Jadi, untuk terus memantau pergerakan dari Honor ini, hanya ada Albern yang bisa. Ini karena, jarak antara Hongkong dan Macau tidak terlalu jauh. Jadi, di sana dia bisa mengetahui seperti apa nantinya sepak terjang dari Honor dan orang-orangnya. Dan, setiap ada hal yang baru, mereka bisa langsung melaporkan kepada mu tantang segala perkembangan yang terjadi. Bukankah kau juga ingin melebarkan sayap perusahaan mu sampai ke Macau? Maka, Albern bisa membuka jalan masuk menuju negara itu. Masalah berapa persen saham yang akan dimiliki oleh Albern, maka kalian bisa mendiskusikan ini berdua,"


"Albern. Begini saja. Aku sejujurnya tidak bisa menjual saham mutlak yang aku miliki di Tower Sole propier. Hanya saja, kita bisa mendirikan perusahaan patungan yang serupa. Dan perusahaan ini akan kita anak angkatkan ke perusahaan Future of Company. Walaupun begitu, kita bisa menamai perusahaan ini dengan Tower Group. Karena, perusahaan itu tidak akan menjadi Sole propier lagi ketika sudah ada orang lain yang menanam saham dalam perusahaan tersebut. Atau begini saja. Kita bisa menjalin kerja sama di dalam hal pemasaran produk. Kau bisa menjadi kepala di bagian Macau. Masalah keuntungan, terlepas dari modal awal, maka keuntungan kita bisa bagi dua. Bagaimana?" Tanya Joe.


"Sebenarnya, aku sepemikiran dengan mu Joe. Yang tidak ingin ada dua raja di dalam satu istana. Baiklah. Aku akan mendirikan perusahaan pengimpor barang dari perusahaan mu. Dan aku akan mulai memasarkan produk dari Tower Sole propier di berbagai negara termasuk Macau, Hongkong dan Taiwan. Tiga negara ini tidak begitu berjauhan. Masalah keuntungan, kita bisa bicarakan nanti saja. Yang terpenting adalah, kalian harus berjanji untuk membantu, apabila perusahaan ku mendapat serangan dari Arold Holding Company. Bagaimana?" Kini Albern pula balik bertanya.


"Baiklah. Aku setuju. Jika begitu," jawab Joe.


"Jika begitu, kita bisa langsung menandatangani surat kesepakatan kerjasama antara Albern company dan Tower Sole propier yang bernaung di bawah perusahaan Induk yaitu Future of Company. Biarkan Tuan Daniel, Tuan Riko, dan Tuan Baron yang menjadi saksi dari kesepakatan kerja sama antara kau dan aku," kata Albern.


Setelah selesai berbicara, Kedua mereka langsung menandatangani kontrak perjanjian kerjasama.


"Deal?" Tanya Albert sambil mengulurkan tangannya.


"Deal!" Jawab Joe sambil menyambut uluran tangan dari mitranya itu dengan disaksikan oleh banyak orang di sana.


Bersambung...