Joe William

Joe William
Anggota Dragon empire tiba di Garden Hill



Plak!


Plak!


Terdengar suara tamparan dua kali berturut-turut di susul oleh jatuhnya dua tubuh di lantai sambil memegangi pipinya dengan raut wajah ketakutan.


"Bodoh kalian semua. Hanya menjalankan tugas seperti itu saja tidak becus."


Plak!


Bugh..!


"Ampun Tuan."


"Mati lebih baik untuk kalian berdua ini. Hanya mengawasi anak ingusan saja kalian berdua tidak becus."


"Maafkan kami Tuan besar! Tapi anak itu memang benar-benar sangat kuat sekali."


"Diaaaam!!!"


Plak!


"Setan alas kalian ini. Aku paling benci jika ada orang yang memuji musuh ku tepat di depan batang hidung ku sendiri."


"Ampuni kami Tuan Adolf Miller. Tapi anak itu benar-benar sangat kuat. Lihatlah jari kelingking kami. Dia yang memotong sepasang jari kelingking kami ini. Kini jari tangan kami hanya tinggal delapan." Kata mereka mengadukan.


"Anak itu menitipkan pesan untuk anda. Katanya, anda harus mengirim orang yang lebih tangguh dan hebat lagi daripada kami berdua. Begitu katanya Tuan."


"Oh. Begitu kah katanya? Ya ya ya. Kalian memang tidak layak."


"Leo! Bawa ke-dua anak monyet ini lalu bereskan! Buang mayatnya ke mana saja sesukamu!" Perintah dari Adolf Miller kepada Leo.


"Ampuni kami Tuan. Ampuni kami."


"Bangsat kau Adolf. Sialan kau itu. Ku bunuh kau!"


Sebelum Leo sempat menghampiri, kedua orang itu mulai bergerak menerkam ke arah Adolf.


Mereka berdua dengan cepat merapat, memeluk sambil mencekik leher lelaki setengah baya itu hingga jatuh bergulingan di lantai ruang tengah rumah itu.


"Leo to-to-tolong aku." Kata Adolf yang mulai serak suaranya dan sedikit kurang jelas karena dicekik oleh kedua orang tadi.


"Mati kau bangsat. Sebum aku mati, kau harus mati juga." Kata salah satu dari lelaki itu.


Leo yang melihat kejadian ini sengaja pura-pura kelabakan. Dia terus berusaha melerai. Namun tidak bersungguh-sungguh untuk melepaskan cengkraman tangan orang tadi di leher Adolf Miller.


Setelah wajah Adolf Miller membiru, barulah dia mengeluarkan pistolnya dan,


Bang!


Tampak darah bercampur cairan putih muncrat dari kepala yang terhantam tendangan timah panas itu muncrat ke segala arah termasuk ke wajah Adolf Miller.


Bang!


"Huh. Sialan bangsat ini. Nyaris saja aku mati."


"Mengapa lambat sekali kau Leo?" Tanya Adolf Miller dengan nafas terengah-engah.


"Maaf Tuan besar. Saya harus mencari posisi yang tepat agar anda tidak terkena peluru." Jawab Leo sambil meminta maaf.


"Ya sudah. Buang mayat kedua orang ini. Aku mau membersihkan diri dulu. Oh ya, bagaimana dengan Paul? Apakah kau sudah dapat melacak keberadaannya?" Tanya Adolf.


"Masih belum Tuan besar. Tapi, beberapa anak buah ku sudah aku tempatkan di setiap kota dan juga bandara. Paul tidak akan bisa lari kemana-mana." Jawab Leo.


"Ya sudah. Terus tingkatkan usaha kalian untuk menemukan keberadaan Paul itu. Aku akan menaikkan upah bayaran untuk mu."


"Terimakasih Tuan." Kata Leo segera membungkuk.


*********


Kita tinggalkan dulu Joe yang berada di Bukit Metro, dan Adolf Miller di MegaTown.


Kini kita beralih dulu ke Garden Hill bagian Timur.


Masih pada hari yang sama, tepatnya sekitar pukul 1 dini hari, berjarak satu kilo meter dari lokasi proyek milik Arold Holding Company, tampak ratusan orang berjalan kaki menuju ke lokasi proyek tersebut. Ini adalah gelombang pertama orang-orang dari Dragon empire pimpinan Jeff.


Sedangkan untuk gelombang ke dua pimpinan Regan, tiba pukul lima subuh bersama dengan Drako di susul oleh rombongan wartawan bersama dengan Daniel dan Drako.


Sampai di pinggiran lokasi proyek, mereka langsung bersembunyi dan berpencar dari rombongan pertama yang memang sengaja memasang tenda di luar pagar seng dan kawat berduri tidak jauh dari lokasi proyek tersebut.


"Paman Drako. Menurut informasi dari Kak Arslan dan Riko, di depan sana adalah sisa masyarakat yang masih tinggal di kawasan ini. Mereka sebagian sudah ditempatkan di Garden Hill bagian barat. Hanya saja karena jumlah mereka terlalu ramai, perumahan karyawan di sana tidak mampu menampung mereka." Kata Daniel melaporkan.


"Hmmm... Tidak apa-apa. Kau fokus saja dengan wartawan yang kau bawa. Aku akan mencegah agar orang-orang kampung ini agar tidak terlalu dekat nanti dengan lokasi bentrokan antara kita dengan mereka. Begitu keributan terjadi, langsung tembak dengan lensa kamera wartawan. Ini pasti akan menjadi berita utama yang sangat menghebohkan." Kata Drako.


"Baiklah Paman. Saya bergerak dulu." Kata Daniel lalu segera menghampiri puluhan wartawan yang saat ini berada dalam satu tenda yang telah disiapkan khusus untuk mereka.


Tak lama kemudian Jeff dan Regan pun datang menemui Drako untuk membahas lebih lanjut apa yang akan mereka lakukan ketika pagi mulai datang nanti.


"Kita masih punya waktu. Siapkan spanduk. Tulis apa saja yang bisa di tulis di spanduk itu. Misalnya, kami menolak proyek haram ini. Lalu, ah pusing otak ku. Kalian tulis lah apa saja. Asalkan jangan terlalu norak." Kata Drako yang memang malas memeras otak.


"Baiklah ketua. Kami akan mempersiapkan semuanya. Kain putih, kotak kardus, serta papan triplek memang sudah dipersiapkan. Selanjutnya, mari kita tulis kata-kata mutiara yang indah nan syahdu." Kata Jeff sambil tertawa.


Jeff dan Regan pun langsung memerintahkan kepada anak buahnya untuk menulis apa saja yang bisa mereka tulis dengan tema, penentangan terhadap berdirinya proyek milik Arold Holding Company itu.


Di saat yang berada di perumahan staf milik keluarga Miller ini sedang tertidur pulas, mereka yang berada di perkemahan di luar pagar lokasi proyek itu sedang sibuk membuat spanduk bertuliskan penentangan terhadap berdirinya proyek ilegal tersebut.


Beberapa orang yang bertugas berjaga malam di dalam area tapak proyek itu melihat semua kejadian ini. Namun karena sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, mereka hanya bisa tersenyum saja. Karena selama ini, para masyarakat hanya berdemo saja berteriak dari luar pagar tanpa berani bertindak kasar.


Satu hal yang tidak mereka ketahui adalah, besok pagi, mereka pasti tidak akan menduga bahwa bisa saja proyek ini akan menjadi lautan api atau mungkin mereka semua yang ada di dalam kawasan lokasi konstruksi itu akan di kubur secara massal di dalam satu lobang yang akan digali oleh alat berat. Karena, yang akan melakukan demonstrasi besok bukanlah masyarakat kampung. Melainkan, anggota dari organisasi Dragon Empire dari beberapa kota dan daerah di negara ini.


"Bagaimana? Apakah semuanya sudah siap?" Tanya Drako.


"Sudah ketua. Besok kita tidak mengangkat spanduk ini tinggi-tinggi sebagai pemanasan. Hahaha." Kata Jeff.


"Bagus. Sekarang istirahat dulu. Masih ada waktu beberapa jam." Kata Drako lalu segera bersandar di tiang tenda untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan berjam-jam.