
Saat ini, semua orang yang ada di dalam pertemuan itu mulai memusatkan perhatian mereka ke arah Sugeng yang mulai mendekatkan microphone ke dekat bibirnya.
"Cek cek cek!
Terimakasih atas kesempatan yang ketua berikan.
Pahit memang, jika ingin dijelaskan. Karena, setiap warga kampung Kuala Nipah hampir seluruhnya telah terjerat oleh lintah darat berkedok koperasi tersebut.
Seperti yang kita ketahui, bahwa perkampungan Kuala Nipah bukanlah perkampungan yang memiliki ribuan penduduk. Di perkampungan itu hanya memiliki tidak lebih dari dua ratus rumah tangga yang kebanyakan dari mereka adalah nelayan. Tapi, walaupun kampung Kuala Nipah boleh dikatakan kecil, sebenarnya kampung tersebut cukup besar dengan masing-masing warganya memiliki perkebunan kelapa yang lumayan luas. Hanya saja, cara pengelolaan mereka terhadap perkebunan tersebut yang kurang baik, serta tidak adanya modal untuk memajukan perkebunan tersebut. Jadi, salah satu alasan mengapa mereka terjerat oleh hutang tersebut adalah, kurangnya perhatian dari instansi pemerintah terhadap perkampungan pinggir laut itu," kata Sugeng menjelaskan.
"Lalu, bagaimana dengan nasib penduduk di sana, Paman?" Tanya Joe yang sejak tadi serius mendengarkan penjelasan dari Sugeng.
"Sebagian dari mereka bahkan ada yang sudah meninggalkan kampung tersebut karena harta benda mereka di sita untuk menutupi hutang yang terus berbunga," jawab Sugeng sambil tertunduk.
Krrrrk..! Terdengar jelas suara derak jari jemari Joe yang dia remas dengan kuat. Seluruh urat tangannya timbul akibat menahan geram.
"Ketua, jika saya boleh meminta kepada anda, tolong selamatkan orang-orang dari Kuala Nipah!" Pinta Sugeng setengah memohon.
"Tidak, Paman!. Itu bukan solusi. Selagi keluarga Miller masih di sini, mereka akan terus mencari cara untuk menguasai apa saja yang sudah menjadi target mereka. Andai penduduk Kuala Nipah dibantu, dan masalah mereka terselesaikan. Pasti akan ada kampung lain yang akan menjadi sasaran mereka. Apa kita akan membantu mereka juga? Jika begitu, mereka (Keluarga Miller) yang untung, kita yang buntung!" Tegas Joe menolak permohonan Sugeng tadi. Karena, baginya adalah, akar dari permasalahan ini adalah keluarga Miller. Jika dia ingin menebang pohon, maka korek dan cabut sampai ke akar-akarnya. Barulah masalah yang serupa, tidak akan terulang lagi.
"Ketua. Masalah para nelayan yang kesulitan menangkap ikan, karena ikan-ikan di laut Kuala Nipah telah menjauh ke tengah, sudah mendapatkan jawaban. Sekelompok mahasiswa dari universitas Kota Batu dan Universitas Tunas bangsa telah berhasil menemukan sumber dari masalah tersebut," kata Sugeng pula.
Mendengar perkataan dari Sugeng, Joe langsung memandang ke arah Jericho dan kedua sahabatnya yang berdiri di belakang kursi yang diduduki oleh ayah mereka masing-masing.
"Kemari!" Kata Joe sambil melambaikan tangannya ke arah ketiga pemuda itu.
Jericho, James dan Juned pun segera melangkah ke arah kursi ketua, lalu berdiri dengan salah tingkah di sana.
"Tadi, katamu ingin menyampaikan sesuatu kan? Sekarang aku memberikan mu kesempatan untuk berbicara," kata Joe pula sambil menggeser posisi microphone miliknya tepat di depan Jericho yang berdiri.
"Terimakasih kasih Ketua!" Ucap Jericho sembari membetulkan letak microphone tadi. Dia menatap ke arah ayahnya, lalu melanjutkan, "memang benar apa yang dikatakan oleh Bapak Sugeng tadi. Bahwa memang ada sekelompok mahasiswa dari beberapa universitas yang mencoba menyelidiki tentang ikan-ikan di laut Kuala Nipah yang tiba-tiba menjauh ke tengah laut. Walaupun banyak rintangan yang kami hadapi, namun, semuanya berhasil. Sebenarnya, masalah ini karena air laut Kuala Nipah telah tercemar oleh limbah pabrik yang berada di dekat jembatan Tasik Putri. Mereka membuang limbah tersebut ke sungai yang langsung mengalir ke laut Kuala Nipah. Ada juga beberapa pabrik yang lainnya yang berbuat sama. Dan kesemua pabrik itu adalah milik perusahaan Martins Group!" Jelas Jericho membuat semua orang mengangguk tanda mengerti.
"Tadi kau menyebutkan tentang rintangan. Apakah ada yang mencoba menghalang-halangi kalian dari melakukan penyelidikan?" Tanya Joe.
"Benar, Ketua. Oleh karena itulah kami meminta kepada ayah kami untuk membawa kami dalam pertemuan ini. Tujuan utama kami adalah, ingin meminta perlindungan dari Tuan Tigor,"
"Apakah kalian ada yang disakiti oleh mereka secara fisik?" Tanya Joe lagi.
"Pertama kami mendapat ancaman. Tapi, karena kami tidak memperdulikan ancaman tersebut, mereka mulai main kasar. Tapi, ada sekelompok orang-orang yang sepertinya memang sengaja mengikuti kami. Orang-orang itulah yang melindungi kami dari mereka yang tidak ingin kami melakukan penelitian terhadap limbah pabrik tersebut," jawab Jericho.
"Kalian tidak akan diapa-apakan oleh mereka. Mereka tidak akan mampu melakukan itu. Aku telah mengirim hampir dua puluh orang tentara bayaran Tiger Syam untuk membuntuti kalian. Jangankan melukai, menyentuh kalian saja, mereka pasti tidak akan mampu!" Kata Joe tersenyum penuh ejekan.
"Terimakasih atas kepedulian ketua. Memang, akhir-akhir ini kami tidak pernah lagi mendapatkan gangguan. Namun, mereka malah melakukan cara lain,"
"Maksud mu?" Tanya Joe.
"Mereka tau bahwa kami telah mendapatkan perlindungan selama berada di lapangan. Hanya saja, entah untuk apa gunanya, mereka malah memotret diri kami. Kami menganggap bahwa itu jelas adalah ancaman. Makanya kami bertiga memohon perlindungan dari Tuan Tigor," Jericho terlihat pucat membayangkan maksud dari orang-orang suruhan keluarga Miller yang mengambil foto diri mereka.
Bagi Jericho, tidak mungkin orang-orang suruhan Joe mampu mengawal mereka selama dua puluh empat jam setiap hari. Ketika mereka tanpa perlindungan, bukan mustahil mereka akan menjadi sasaran target orang-orang suruhan keluarga Miller.
"Ketua. Saat ini, yang saya khawatirkan adalah, para penduduk Kuala Nipah ingin melakukan unjuk rasa. Kemungkinan, dalam beberapa hari ini mereka akan melakukan demo ke kantor dewan di kota Tasik Putri," kata Sugeng pula melaporkan isu yang dia dengar kepada Joe.
"Huhf..." Joe menghempaskan nafasnya kuat-kuat.
"Aku ingin Keluarga Miller ini tercekik. Semakin kedok bisnis mereka terbongkar, semakin baik," kata Joe yang berhasil mengundang tanda tanya di hati mereka.
"Apa yang ingin anda lakukan, ketua?" Tanya Tigor.
"Aku pernah menghancurkan keluarga Clifford di Quantum City dalam waktu lima menit. Kali ini, hal yang sama akan aku lakukan,"
Joe berhenti sejenak, lalu kembali melanjutkan. "Paman, anda kan memiliki koneksi di Hongkong. Negara yang sama dengan pusat kekuasaan keluarga Miller. Aku ingin agar Paman menghubungi koneksi paman di sana! Katakan kepada mereka, jika mereka memiliki hubungan dengan Keluarga Miller, maka mereka harus mengakhiri hubungan tersebut! Hanya ini saja cara untuk menghentikan sepak terjang keluarga ini,"
"Hmmm. Ya. Aku memang memiliki hubungan yang sangat baik dengan Mister Ming kang khang dan Mister Long khang dari Hongkong. Mari kita lihat, apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu kita," kata Tigor.
"Persiapkan orang-orang kita! Andai penduduk Kuala Nipah jadi melakukan demonstrasi, susupkan orang-orang dari Dragon Empire. Mereka bertujuan untuk melindungi masyarakat Kuala Nipah andai mereka diperlakukan dengan kasar,"
"Saya mengerti, Ketua!" Jawab Tigor mengiyakan permintaan dari Joe William.
"Pertemuan aku tutup sampai di sini. Aku akan segera kembali ke kota Batu!" Joe segera berdiri dan melangkah dengan diikuti oleh keempat gadis pengawalnya.
"Keempat gadis itu. Bukankah Tiara pernah curhat kepada kita tentang Joe yang menggandeng empat wanita sekaligus?" Bisik Juned kepada Jericho.
"Benar. Aku terlalu tegang sampai melupakan kehadiran mereka," jawab Jericho.
"Keempat gadis itu adalah pengawal setia Joe William. Jangan membuat gosip yang bisa mengakibatkan kesengsaraan kepada kalian!" Sela seorang pemuda berwajah dingin sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.
"Hmmm. Si es batu sudah menegur," cibir James. Namun, dia segera menutup mulut ketika pemuda berwajah dingin tadi menoleh kebelakang.
Bersambung...