Joe William

Joe William
Rombongan Rudolf tiba di MegaTown



MegaTown.


Iring-iringan mobil mewah tampak memasuki pelataran rumah besar tiga lantai di komunitas elite real estate MegaTown ini.


Seorang lelaki setengah baya didampingi oleh seorang pemuda berusia sekitar 20-an tampak keluar dari mobil bersama dua orang lelaki berusia 50-an yang dari penampilannya terlihat seperti pengacara.


Selain itu, ada juga puluhan bodyguard berbadan tegap yang jelas bukan berasal dari negara ini turut serta mendampingi lelaki setengah baya dan pemuda tadi.


Rombongan itu adalah rombongan Tuan Rudolf Miller bersama putranya yaitu Albern Miller bersama dengan dua orang pengacara dan puluhan bodyguard.


Kedatangan mereka kali ini adalah untuk menuntut sekali lagi hak kepemilikan saham mereka sebesar 30% dan berencana untuk mencairkan saham tersebut untuk segera memisahkan diri dari perusahaan Arold Holding Company itu.


Awalnya mereka akan datang bulan depan. Ini sesuai dengan janji mereka kepada Adolf. Namun, sejak kejadian kemarin yang melibatkan bentrokan antara demonstran dengan pengawal proyek milik Adolf di Garden Hill yang berbuntut kepada banyaknya pihak yang akan melakukan investigasi di proyek bangunan tersebut, hal ini membuat Rudolf mau tak mau harus segera menyelesaikan segala sesuatunya dengan Adolf.


Di sini jelas bahwa Rudolf Miller tidak ingin terlibat dengan urusan yang melibatkan kakak nya tersebut.


Baginya, dia sudah cukup bersabar melihat sepak terjerang kakaknya itu dalam mengelola perusahaan yang tidak pernah mendatangkan keuntungan. Malah beberapa tahun belakangan ini, perusahaan terus mengalami kerugian.


Mungkin untuk masalah yang terjadi akhir-akhir ini tidak akan berdampak terlalu besar bagi keuangan di dalam perusahaan. Namun, nama baik perusahaan lah yang menjadi taruhan.


Jika nama baik sebuah perusahaan telah tercemar, maka siapa lagi yang ingin berinvestasi? Ketika para pemegang saham memuntahkan saham mereka dan para investor bertukar haluan, maka siap-siaplah untuk menanti kehancuran perusahaan yang telah berdiri selama puluhan tahun tersebut.


Rudolf Miller mencium gelagat yang tidak baik ini. Maka, dengan gerak cepat dan dibantu oleh laporan yang diberikan oleh Leo, tanpa menunda lagi, dia langsung berangkat bersama dengan rombongan dari Macau menuju MegaTown dengan tujuan, memaksa agar Adolf membayar 30% saham yang dia miliki di perusahaan itu. Jika Adolf tidak memenuhi tuntutannya tersebut, maka cara lain yang akan dia tempuh adalah mengancam akan menjual saham miliknya tersebut kepada perusahaan Future of Company.


Dengan demikian, mau tak mau Adolf akan membayar harga saham milik Rudolf tersebut. Karena jika tidak, maka musuh jelas akan memasuki perusahaan mereka dan dengan 30% saham yang dimiliki oleh Future of Company, sudah jelas perusahaan itu akan dikendalikan bersama-sama. Karena sebagai perusahaan Holding, ada banyak pemegang saham lainnya yang berada di sana. Dengan begini, perusahaan Future of Company sudah pasti bisa memveto setiap keputusan yang mereka ambil dalam rapat dewan direksi. Adolf Miller pasti tidak akan membiarkan hal ini terjadi.


*********


Beberapa pelayan dan pengawal tampak dengan sangat hormat mempersilahkan rombongan Tuan Rudolf memasuki rumah besar itu.


Oleh karena jumlah mereka mencapai hampir 30 orang, maka tidak semua boleh memasuki rumah tersebut.


Hal ini yang membuat sebagian besar pengawal pribadi Rudolf Miller berjaga-jaga di luar dan hanya enam orang terpercaya dan memiliki kemampuan yang tinggi saja yang diajak masuk oleh Rudolf.


"Tuan besar saat ini ada di ruang tamu. Sejak semalam dia tidak selera makan. Setiap detik ada saja yang menelepon ke nomor telepon nya." Jawab pengawal yang ternyata adalah Leo itu.


"Leo. Bagaimana menurut mu tentang masalah ini. Apakah mungkin perusahaan Arold Holding Company akan gulung tikar dari negara ini?" Tanya Rudolf.


"Itu adalah suatu kepastian, Tuan!. Semua pihak sedang melakukan investigasi. Untuk saat ini hanya ada satu masalah saja yang menghambat penyelidikan mereka. Yaitu, Tuan Paul. Jika Tuan Paul berhasil ditemukan beserta dengan surat-surat perjanjian palsu yang berada ditangannya, maka selesailah sudah perusahaan Arold Holding Company di negara ini." Kata Leo menjawab pertanyaan Rudolf Miller.


"Darimana mereka tau dan bisa mengaitkan masalah ini dengan Tuan Paul?" Tanya Rudolf.


"Tuan Rudolf. Apa anda tidak tau bahwa semua ini adalah kesepakatan beberapa pihak. Pertama adalah Adolf Miller, yang ke dua adalah Walikota Garden Hill bagian Timur. Yang ketiga adalah anggota dewan perwakilan rakyat bagian Garden Hill. Yang ke empat adalah Tuan Paul. Sudah bukan rahasia lagi bahwa ketika Tuan Paul kabur, dia sempat bernyanyi bahwa surat perjanjian kerjasama itu ada di tangannya. Dia bahkan mengancam Tuan Adolf Miller untuk menebus surat tersebut seharga seratus juta USD. Tapi sepertinya Tuan Adolf malah mengulur-ulur waktu. Sampailah kejadian kemarin itu terjadi." Kata Leo.


"Celaka sungguh kalau sudah begini."


"Memang celaka, Tuan. Anda bayangkan saja. Saat ini bukan hanya proyek itu saja yang terancam akan gulung tikar. Tapi beberapa anggota dewan yang terlibat juga berpotensi di pecat dan mendapat hukuman karena telah melakukan penipuan surat izin mendirikan proyek. Begitu juga dengan Walikota. Masalahnya adalah, mereka memalsukan tanda tangan Gubernur dan dewan perwakilan rakyat tingkat provinsi. Ini yang paling berbahaya. Jika anda tidak cepat menuntut penjualan saham anda itu, maka ketika sudah terlambat, anda tidak akan mendapatkan lagi harga yang tinggi. Karena menurutku, nilai pasar perusahaan setelah ini akan menjunam jatuh. Ketika itu terjadi, harga saham juga akan anjlok. Sia-sia saja anda menuntut." Kata Leo mengutarakan analisis nya.


"Benar juga kata mu itu. Untuk saat ini nilai pasar perusahaan masih stabil. Aku akan bergerak cepat sebelum semuanya serba terlambat."


"Sebaiknya memang begitu Tuan. Apakah semuanya sudah anda persiapkan?" Tanya Leo.


Baginya saat ini, semakin gonjang ganjing keadaan dalam keluarga Miller ini, semakin mudah bagi Joe untuk menekan mental mereka.


Saat ini keadaan di dalam keluarga Miller sudah seperti kapal oleng. Sedikit saja tekanan yang diberikan, maka kapal ini pasti akan karam.


Oleh karena itu lah Leo begitu bersemangat mengaduk-aduk hubungan antara Adolf dan Rudolf ini. Karena, walau bagaimanapun, baginya adalah, supaya keluarga Miller beserta dengan perusahaan nya segera hengkang dari negara ini.


"Semuanya sudah aku persiapkan termasuk dua orang pengacara. Yang satu adalah pengacara kepercayaan ku yang memegang seluruh kuasa hukum. Dan yang satu lagi adalah sahabat pemegang kuasa hukum ku dari Firma hukum internasional. Namanya adalah Robert Van Houten dari Belanda." Kata Rudolf dengan bangga.


"Wah. Hebat ternyata persiapan anda." Kata Leo memuji dengan tulus yang dibuat-buat.


"Saya juga harus berterima kasih kepada anda Pak Leo. Karena sudah mau memberikan informasi kepada saya selama ini. Kelak jika semuanya sudah beres, aku pasti tidak akan melupakan mu." Kata Rudolf sambil menepuk pundak kekar Leo.


"Hehehe. Baiklah. Mari silahkan. Kita jangan membuang-buang waktu lagi." Kata Leo sambil memencet tombol lift. Begitu pintu lift terbuka, mereka pun segera masuk untuk menemui Adolf yang saat ini berada di lantai paling atas rumah besar tersebut.