
"Kegilaan Honor akhir-akhir ini benar-benar membuat ku menjadi khawatir," kata seorang lelaki paruh baya sambil menyulut sebatang rokok lalu menghempaskan asapnya kuat-kuat.
"Entahlah, Liem Guan. Aku juga berfikiran sama dengan mu. Aku menjadi khawatir bahwa seluruh Hongkong akan memusuhi Arold Holding Company dan mulai membentuk aliansi anti Miller,"
"Aku telah salah dalam memperhitungkan anak ini. Di gelanggang arena tarung bebas, dia sudah membunuh setidaknya lima petarung. Dan Tiger Lee serta Zacky yang menjadi saksinya. Sementara itu, dia juga memaksa ku untuk menandatangani surat penyerahan 70% saham di Aglonima Company kepadanya dengan dalih, bahwa semuanya itu adalah milik mendiang Tuan besar Arold Miller. Aku tidak berdaya. Dia saat ini memiliki segalanya untuk menggulung perusahaan itu,"
"Tiger, kemana anak itu pergi?"
"Kemana lagi jika tidak ke rumah Tuan Liu. Dia ingin memaksa untuk menanam saham di perusahaan milik Liu ini. Mungkin dia akan berdalih bahwa dia akan menikahi Rebecca. Entah lah. Naluri anak itu semakin hari semakin menjadi binatang," jawab Tiger Lee.
"Apakah kalian sedang bergosip tentang diriku?" Tanya seorang pemuda yang baru saja tiba di ruangan itu sambil didampingi oleh beberapa pengawal dan seorang lelaki berpenampilan rapi layaknya seorang pengacara.
"Darimana saja kau Honor?" Tanya Tiger Lee.
"Memeras keluarga Liu. Lihat ini! Aku telah menguasai 59% saham dari perusahaan Liu Group. Dan kini, aku pemegang saham terbesar di sana!" Kata Honor sambil tersenyum jahat. Tapi dia segera heran karena tidak mendapatkan sambutan dari mereka yang mendengar jawaban dari dirinya tadi.
"Hei. Ada apa dengan kalian semua?" Tanya nya heran.
"Honor. Tidakkah kau berfikir bahwa saat ini kita jangan menambah musuh dulu sebelum benar-benar memenangkan peperangan dengan keluarga William?! Kemarin kau merampok keluarga Long. Kemudian kau mengancam keluarga Chan. Setelah itu, kini Keluarga Liu. Kita bisa dimusuhi oleh pengusaha di seluruh Hongkong ini!" Kata Tiger Lee dengan raut wajah tegang.
"Persetan dengan semua itu. Mereka bisa berdiri dan menempati puncak kejayaan mereka adalah karena belas kasih dari mendiang Kakek ku. Aku hanya mengambil satu timba dari samudra kekayaan mereka. Apa paman kira, ketika aku kepayahan sewaktu ditinggal mati oleh Ayah ku, mereka ada yang membantu? Padahal dulu ketika ayah ku masih hidup, mereka seperti sampah yang mengemis di bawah telapak kaki ayah ku. Mereka menjilat dan mengekori ayah ku layaknya seperti anjing. Aku hanya mengambil sedikit dari mereka. Jika mereka terlalu banyak penolakan, akan aku bantai keluarganya tanpa sisa!"
"Mulut siapa dulu yang mengatakan bahwa Arold Holding Company hanyalah kedok belaka? Karena Arold adalah kedok, maka persetan dengan keruntuhan perusahaan itu. Karena perusahaan yang sesungguhnya adalah garam-garam kristal. Dan kalian semua, jangan terlalu banyak menggurui ku! Jika tidak suka, kalian bisa angkat kaki dari keluarga Miller,"
"Kau!"
Tiger Lee langsung terlonjak berdiri mendengar perkataan dari Honor ini.
Dengan kemarahan yang meluap-luap, tanpa sadar tangannya langsung mencengkram kerah kemeja pemuda itu.
"Aku belum pernah diperlakukan seperti ini. Bahkan oleh Kakek mu sekalipun! Kau ini masih dalam wujud angin ketika aku sudah berada di dalam keluarga Miller. Aku tau bahwa aku terikat oleh sumpah. Tapi, tidak ada sumpah yang tidak bisa dilanggar oleh Tiger Lee. Camkan itu!" Tiger Lee mendorong tubuh Honor Miller hingga terduduk di kursi. Lalu, sambil menendang pintu, dia segera meninggalkan ruangan itu.
"Hahahaha. Siapa lagi yang ingin meninggalkan keluarga Miller?" Tanya Honor sambil tertawa.
Tidak ada jawaban. Mereka yang berada di ruangan itu sama-sama mendengus kesal. Tapi, mereka sadar bahwa kemampuan mereka tidak sama dengan Tiger Lee. Selain memiliki hak atas keluarga Miller ini, Tiger Lee juga adalah satu-satunya yang mengetahui seluk beluk perusahaan dan apa saja yang berhubungan dengan keluarga ini. Sementara mereka, ketika Arold Miller masih hidup dulu, mereka hanyalah kacung.
"Aku akan berpura-pura menyukai Rebecca Liu. Kalian bisa atur tempatnya. Aku akan melakukan kencan malam ini. Betina genit itu, biarkan dia merasa terbang di angkasa. Setelah perusahaan milik ayahnya berhasil ku aduk-aduk, dia pasti akan terhempas kembali ke bumi. Hahahaha. Bukan sulit untuk senang. Tapi, sangat senang untuk sulit!"
Bersambung...