
Malam itu, Joe segera mengumpulkan semua staf di perusahaan Quantum entertainment baik itu dari Quantum Jewelry, Luxury Clubs, Clasik Mansion dan Highland Park yang mencakup perhotelan, Villa-villa mewah, serta tempat rekreasi lainnya.
Adapun pertemuan kali ini, adalah untuk menegaskan bahwa dirinya berencana untuk tidak lagi berada di Quantum City ini. Karena, semua orang telah mengetahui identitas dirinya.
Oleh karena itu, dia kini memilih untuk meninggalkan kota ini bagi melanjutkan petualangan nya di tempat yang mana tidak ada seorangpun yang mengenali identitas dirinya.
"Selamat malam untuk semua yang ada di sini. Mungkin kalian semua bertanya-tanya mengapa aku mengundang kalian untuk melakukan pertemuan mendadak. Aku jelaskan! Misi ku di Quantum City ini telah selesai. Herey dan orang-orangnya pun sudah meninggalkan Quantum City ini untuk kembali ke Starhill. Oleh karena itu, tidak ada lagi tugas yang mengharuskan aku untuk berada lebih lama lagi di sini. Ada Tuan Baron dan para pembantunya yang bisa menangani semuanya di sini. Bukankah selama ini memang Tuan Baron lah yang bertanggung jawab di sini?"
"Tuan muda. Mengapa anda memutuskan untuk meninggalkan Quantum City ini? Bukankah Anda baru saja sebulan berada di sini? Lalu, bagaimana dengan kuliah anda?" Tanya Tuan Baron.
"Aku tidak bisa berlama-lama di sini. Kejadian beberapa hari yang lalu telah menarik banyak perhatian terhadap ku. Musuh besar ku telah mencium keberadaan ku di kota ini. Terus terang bahwa aku bukanlah seorang pengecut. Namun, keberanian saja tidak cukup untuk memenangkan sebuah pertempuran. Orang-orang dari Dragon Empire telah mengabarkan kepadaku bahwa mereka telah tiba di negara ini. Dan itu adalah tugas terakhir ku di sini. Mereka akan membayar karena berani mencari keberadaan ku."
"Kalian semua yang berada di sini. Jangan pernah membuka identitas ku dimana pun itu. Jika aku tau, tidak akan ada kuburan bagi mayat orang yang telah mengkhianati Joe William. Aku pasti akan mengetahui orang-orang yang telah mengkhianati ku." ancam Joe bersungguh-sungguh.
"Baiklah. Keputusanku sudah bulat. Kalian telah mengetahui alasannya. Tidak mudah menjadi Joe William. Aku memiliki ramai musuh yang menginginkan kematian ku. Tapi, aku tegaskan! Menjadi musuh Joe William juga tidak enak. Hanya saja, aku tidak ingin mendahului. Tapi jika aku di usik...?!"
Krak!
Joe mengakhiri kalimatnya dengan meremas cawan yang terbuat dari giok hingga pecah berkeping-keping di dalam genggamannya. Dia lalu meletakkan pecahan cawan akibat remasan tangannya itu di atas meja lalu kembali berkata "Menjadi musuh Joe William itu tidak mudah. Karena, aku berbeda dengan Kakek Uyut ku William King, Berbeda juga dengan Kakek Wilson William dan juga berbeda dengan Ayah ku, Jerry William. Aku adalah Joe William. Joe yang tidak akan pernah melepaskan siapa saja yang ingin bermusuhan dengan nya. Keluarga Clifford adalah contoh kecil dari kebengisan ku,"
Semua orang yang berada di ruangan itu terkejut bukan main melihat kekuatan serta aura membunuh yang terpancar dari dari pemuda itu. Cawan yang terbuat dari giok saja bisa dia remas hingga pecah, bagaimana jika bersalaman? Mungkin tulang-tulang pada jari tangan bisa remuk.
Bagi Joe, itu adalah pekerjaan mudah. Bukan trik, bukan pula sulap. Dia memang di tempah oleh dua orang guru sejak usia dini. Metode mengaduk-aduk pasir membara di dalam kuali yang di jerang di atas tunggu api membuat kekuatan tangannya sungguh sangat luar biasa.
Bersambung...