
Tower Sole propier area.
Malam itu, entah mengapa suasana di pusat hiburan yang dimiliki oleh perusahaan Tower Sole propier tidak seperti biasanya. Ini dapat terlihat dari tidak adanya pengunjung. Para penjaga di sana hanya terlihat beberapa orang saja. Dan, tampaknya penjagaan malam ini memang sangat longgar sekali.
Hal yang sama terlihat di restoran, dan beberapa kafe, juga terlihat sepi. Terkecuali Tower Hotel Gang Kumuh. Di sini, tampak ada ramai pengunjung yang menginap di sana. Hal itu dapat terlihat dari banyaknya mobil-mobil yang terparkir di area parkir.
Dari arah Kompleks elite Tasik Putri, puluhan kendaraan roda empat dengan kecepatan tinggi mendadak berhenti tepat di depan pusat hiburan malam tersebut.
Kini, dari dalam mobil, tampak beberapa orang keluar dan mulai memasuki bagian dalam bangunan tempat pusat hiburan tersebut, dan memesan sesuatu yang tidak masuk akal.
"Di mana manager pusat hiburan ini?" Tanya seorang lelaki paruh baya berkulit kuning dan bermata sipit kepada wanita yang bertugas sebagai penjaga bar yang terlihat sangat ketakutan.
"Ma-maaf Tuan. Manager kami malam ini tidak berada di tempat!" Jawab wanita tadi.
Lelaki berkulit kuning langsat tadi mengangguk samar dengan senyum sinis. Tampak tangan kanannya menggapai salah satu botol minuman, kemudian membantingnya di atas meja.
Praaaang!
Kaget wanita tadi bukan main melihat aksi kasar yang dilakukan oleh pengunjung yang baru saja tiba itu.
"Siapa nama mu gadis?" Tanya lelaki itu lagi.
"R1. Ma-mak-maksud saya, Rachel!" Jawab wanita itu.
"Hmmm. Kau sangat cantik sekali. Aku lihat, kau juga memiliki kulit dan raut wajah yang sama seperti kami. Apakah kau bukan orang asli di sini?"
"Benar, Tuan. Saya berasal dari Jepang!"
"Hahahaha... Jepang memang sarangnya gadis cantik. Sini manis! Temani aku minum!"
"Maaf Tuan! Saya tidak bisa!"
"Sini kataku! Jika tidak...?!"
"Aw...!" Gadis itu menjerit ketika tangan lelaki itu menjambak rambutnya.
"Zacky. Apakah kita kemari hanya untuk menyakiti seorang wanita? Jangan membuang waktu ku untuk menonton adegan sampah seperti itu!" Tiba-tiba seorang lelaki yang tadi duduk di salah satu sofa bangkit berdiri, kemudian menegur lelaki temannya tadi dengan keras.
Saat mendengar teriakkan dari sang gadis karena rambutnya dijambak oleh lelaki paruh baya bernama Zacky tadi, kini dari arah lain berdatangan puluhan lelaki yang sepertinya adalah penjaga keamanan di pusat hiburan malam tersebut.
"Apakah kedatangan anda kemari untuk mencari hiburan, atau mau membuat onar?" Tanya salah satu dari pengawal tadi.
"Hahaha. Brother Lee. Apakah kau lihat mereka itu? Jika kau tidak suka dengan adegan yang aku lakukan tadi, maka baiklah! Aku akan melepaskan wanita ini. Sekarang, mari kita bereskan mereka!" Ajak Zacky kepada lelaki yang menegurnya tadi. Ternyata lelaki itu adalah Tiger Lee.
"Apakah jumlah kalian hanya segini? Konon, aku mendengar bahwa orang-orang dari Tower Sole propier berjumlah sangat ramai. Jika hanya sampah seperti kalian ini, lebih baik kalian pulang saja! Katakan kepada majikan kalian, bahwa mulai besok, dia harus membayar uang keamanan kepada kami!" Sekali lagi Zacky berkata sambil tertawa geli.
"Ah... Banyak bicara sekali anda ini!" Kata Zacky yang langsung melemparkan sebotol anggur kearah para penjaga keamanan tadi. Beruntung mereka bisa menghindar. Jika tidak, kemungkinan kepala orang itu bisa benjol.
"Tuan. Mereka telah datang dan membuat kekacauan!" Lapor wanita penjaga bar tadi melalui sambungan telepon seluler yang dihubungkan dengan earphone yang tertutup dibalik geraian rambutnya.
"Beri kode kepada mereka. Berpura-pura mengalah, lalu lari ke tower hotel. Jika mereka mengejar, sekalian bantai saja! Tapi, jika mereka tidak mengejar, biarkan saja. Biarkan mereka menganggap bahwa mereka telah menang!" Jawab orang yang dipanggil Tuan oleh wanita penjaga bar tersebut.
Sementara itu, perkelahian antara orang-orang yang memang bertugas untuk menjaga pusat hiburan itu telah pecah dengan orang-orang yang dibawa oleh Tiger Lee dan Zacky.
Dari segi jumlah saja, mereka sudah kalah jauh. Jika dihitung, setiap satu orang dari penjaga keamanan di bar tersebut akan kebagian lawan seramai sepuluh orang dari pihak yang datang membuat onar. Tentu saja lari mencari pak selamat adalah jalan yang terbaik, daripada benjut bonyok.
Begitu mendapat kode dari gadis penjaga bar tadi, para penjaga keamanan di pusat hiburan tersebut langsung mundur teratur, dan melarikan diri ke arah bagian belakang bangunan pusat hiburan itu, kemudian terus bergerak menuju ke Tower hotel Gang Kumuh.
"Hahahaha. Mana yang katanya keluarga William memiliki kekuatan yang sangat besar? Buktinya, mereka lari lintang-pukang,"
"Hancurkan semua yang ada di sini! Dan, wanita itu.., aku akan membawanya bersama ku!" Teriak Zacky lalu melangkah menuju ke arah wanita yang tampak ketakutan.
"Jangan Tuan. Mau apa anda?" Teriak wanita tadi, begitu tangan kasar Zacky menarik pergelangan tangannya.
Sementara itu, di tower hotel, para penjaga keamanan yang sengaja melarikan diri sudah di tunggu oleh Tigor, Ameng dan Andra.
Setelah menceritakan semuanya, kini, tau lah Tigor bahwa wanita bernama Rachel tadi tinggal di pusat hiburan. Maka, dia harus segera menjemput wanita itu dan mengajak Tiger Lee dan Zacky untuk berdamai. Ini karena, dia tau bahwa wanita bernama Rachel itu adalah wanita tanpa hati.
Bersama dengan Andra dan juga Ameng, Tigor segera memecut laju kendaraannya menuju ke pusat hiburan milik Tower Sole propier tersebut.
Tidak sampai sepuluh menit, kini mereka telah tiba di area parkir pusat hiburan itu.
Baru saja mereka keluar dari mobil, keadaan di sana sudah seperti kapal pecah.
"Mereka memang benar-benar ingin membuat silang sengketa dengan kita!" Kata Andra yang tampak jelalatan memandang ke sana dan kemari.
"Lihat! Bukankah itu Irfan?" Kata Ameng menunjuk ke arah sebuah mobil Toyota silver tidak jauh dari pusat hiburan itu.
"Hmmm... Kapan-kapan, ku potong telinga Irfan ini. Tapi, untuk saat ini biarkan dia berada di atas angin dulu! Sekarang, mari kita masuk ke dalam. Aku ingin melihat seperti apa orang yang bernama hampir mirip dengan nama ku itu. Kata Karman, orang itu sangat dingin. Apakah Tiger ini dingin melebihi dingin ku?" Kata Tigor sambil meraba sesuatu yang melingkar pada pinggang nya.
Semua orang di sekitarnya tau betul, jika Tigor sudah meraba ke arah pinggang, maka dia sudah siap untuk menghadapi segala kemungkinan. Karena, yang melingkar di pinggang nya itu bukan lah ikat pinggang, melainkan pedang tipis yang sangat lentur.
"Bang. Andai perkelahian pecah, apakah kita bertiga bisa menang?" Tanya Ameng ragu-ragu.
"Gila kau. Mati konyol lah kita. Aku akan berusaha untuk menghindari perkelahian. Ayo!" Ajak Tigor, kemudian melangkah mendahului kedua sahabatnya itu.
Bersambung...