KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
96 Kunjungan Nyonya Amira



Hari ini Kinara berencana mengunjugi calon mertua kak Revan di rumah sakit bersama Azka, kemarin setelah selesai acara di panti Revan menghubungi nya jika calon mertuanya kecelakaan.


Kinara sibuk menyiapkan makanan serta beberapa cemilan ringan yang akan di bawa ke rumah sakit nanti.


"Ra, mama pergi arisan dulu ya, mau di bawain apa kalau pulang?" tanya mama Hanna


"Nggak usah repot-repot ma, yang penting bungkusin aja semuanya hehehe"


"Ahahha kamu itu, ya udah mama pamit, hati-hati di jalan, salam buat calon mertuanya Revan ya"


"Iya ma hati-hati"


"Reni, buruan kita udah terlambat" panggil mama Hanna


Kinara hanya geleng-geleng kepala melihat mama mertuanya yang kadang masih bersikap seperti anak muda.


"Sayang udah siap?" tanya Azka yang datang menghampiri nya sembari memeluk tubuhnya dari belakang


"Udah, bentar ya aku ambil tas dulu" ucap Kinara melepas pelukan Azka.


Azka mengekor Kinara yang masuk ke dalam kamar mengambil tas. "ngapain sih, bawa tuh bekal yang mau di bawa bukannya ngikutin aku kesini" cecar Kinara dengan kesal.


"Hehehe, pulang dari rumah sakit kita ke kampus U ya mau ambil kartu registrasi."


"Ya kan sekarang udah online pendaftaran nya mas, kenapa repot-repot sih?"


"Mas udah daftar via online tapi kartu pengesahannya sama berkas-berkas lainnya kan harus di kumpulkan juga di di bagian administrasi sayang"


"Hadeuuh terus kemarin-kemarin kenapa nggak sekalian di serahin sih, aku capek kalau keseringan jalan, ini aja masih lemes mas"


"Ya udah kamu nunggu aja di taman nanti, biar mas aja yang urus sendiri, kita ajak Keisya biar bisa nemenin kamu disana"


"Hah ya udah deh terserah mas aja deh, buruan ambil itu yang mau di bawa ke rumah sakit, aku tunggu di depan"


Azka menggeleng pelan merasa aneh dengan tingkah Kinara selama hamil, bawaannya ngoceh Mulu, sebentar marah sebentar ketawa sebentar ngambek, semua serba salah.


Sampai di depan pintu utama Kinara di kejutkan dengan kedatangan Tante Amira, niat ingin cepat pergi malah tertunda lagi haduuuh.


"Tante dari tadi?"


"Baru aja mau ngetuk pintu kamunya udah keluar"


"Ooh, masuk Tante, maaf mama nggak ada lagi pergi arisan sama mba Reni, papa di kantor"


"Nggak apa-apa, maaf Tante nggak bisa datang kemarin pas syukuran, soalnya Darren dan Steffy lagi urus surat kepindahan jadi WNI."


"Oh mereka beneran nekat merubah status kependudukan?"


"Ya, katanya mereka tertarik dan senang dengan keramahan orang Indonesia, mereka nggak nemuin itu di negara asalnya hehehe"


"Ya ya ya, Tante sendiri?"


"Iya Tante sendiri kebetulan hari ini nggak ada jadwal meeting jadi Tante bisa luangin waktu untuk jenguk kamu"


"Nggak usah repot-repot Tante, aku bisa kok jaga diri, lagian masih banyak kok yang lain jagain aku"


"Maafkan Tante Ra, maaf karena Tante sudah bikin hidup kamu menderita" ucap nyonya Amira tiba-tiba berubah sendu. Kinara diam sembari mengatur nafas, jujur saja jika membicarakan hal seperti ini membuatnya semakin frustasi dan lelah.


"Sudah lh Tante, yang berlalu nggak usah di bahas, aku baik-baik aja kok, lagian jalan hidup manusia siapa sih yang lebih tahu?"


"Sampai hari ini Tante belum bisa memaafkan diri sendiri, Tante terlalu egois karena sikap ngeyel Tante membuat masalah pelik untuk keluarga selama puluhan tahun."


"Tante, sudah ya kita harus berdamai dengan masa lalu. nggak baik terlalu berlarut dalam penyesalan, ada hikmah dari semu yang sudah terjadi."


"Terimakasih Ra, kamu sama seperti ibumu meski kami kembar tapi sifat dan watak kami berbeda"


"justru itulah indahnya Allah ciptakan perbedaan diantara semua manusia"


"Kamu mau kemana kok rapi gini?"


" Mau jenguk Pakde Rowi calon mertua kak Revan, katanya kecelakaan semalam pulang dari masjid"


"Innalilahi sekarang dimana?"


"Di rumah sakit ayah Tante, ini kita mau jalan Tante mau ikut sekalian?"


"Nanti Tante nyusul, Tante harus kerumah dulu sebentar"


"Oh yasudah kalau gitu aku duluan" Kinara kbali masuk ke dapur hendak memanggil Azka ternyata yang bersangkutan sedang menikmati opor ayam buatan bik Siti.


"Kan tadi ada Tante kamu datang jadi aku makan dulu lah, lagian enak kok opornya bik Siti hehehe"


"Maaaaaaassss"


"Aduuh nona jangan gampang emosi atuh, telinga bibik panas, kasian dedek bayi nya kalau mama nya marah-marah terus" tegur bik Siti yang gerah setiap hari mendengar Kinara marah-marah tak jelas pada suaminya saat tahu tengah berbadan dua.


"Iya nih bik, selama hamil marah terus bawaannya" Azka terlihat mengompori membuat bik Siti juga jengah


"Den Azka juga salah sih, kalau istri hamil memang bawaannya begitu justru disitu peran den Azka sebagai suami, bisa meredam emosi istrinya yang tidak stabil understand??"


"Iya, iya ahh bik Siti juga lama-lama kayak mama, ceriwis"


"Astaghfirullah " bik siti mengelus dada mendengar ucapan sang anak majikannya yang sudah seperti anak sendiri.


"Hehe maaf bik, ya udah aku duluan bik, opornya enak hehe" Azka melenggang pergi setelah berucap demikian tanpa rasa bersalah.


"Lo Tante masih disini?" tanya Azka terkejut melihat nyonya Amira masih berada di ruang tamu


"Iya Tante mau pamit keburu Kinara masuk tadi, nggak keluar-keluar"


"Oh sebentar ya Tan, aku panggil dulu, orangnya lagi ngambek soalnya"


"Eh...i..iya"


Nyonya Amira menatap sedih pada pajangan foto keluarga di ruang tamu, ada desiran rindu pada almarhum sang kakak, rasa bersalah itu masih bergelayut dalam sanubari nya. sejak tahu keluarganya ternyata masih hidup ia dikejutkan dengan kabar kematian sang kakak yang selama ini di carinya.


"Eh Tante, maaf tadi aku tinggalin, ini aku mau pergi, Tante mau ikut?" tanya Kinara yang sudah bersiap


"E .ehh maaf nak, Tante nggak ikut dulu" ucap nyonya Amira sembari menghapus air mata. "Ya udah Tante pamit ya, salam buat calon mertuanya Revan"


"Iya Tante, Insha Allah"


Mereka bertiga keluar dari rumah beriringa dan masuk ke dalam mobil masing-masing.


"Kasihan ya Tante Amira" ucap Azka saat mereka tengah di perjalanan


"Kasihan kenapa?"


"Aku lihat penyesalan mendalam dari sorot matanya, tadi nggak sengaja kau lihat Tante nangis pas lihat foto almarhum ibu di depan"


"Ooh ya mau gimana lagi, semua udah jalannya, kita juga menikah awalnya nggak tahu apa-apa kan, ujung-ujung nya sekarang aku udah berbadan dua"


"iishh kamu tuh ya bisa aja sih ngomong nya, makin sayang deh"


"kita jadi ngajakin Keisya?"


"Jadi dong, mas udah telpon mbak Rena buat bawa Keisya ke kampus nanti"


"Ya udah kalau gitu"


"Kamu kenapa sih sensi amat belakangan ini?"


"Masak sih, perasaan kamu aja deh kayaknya mas"


"Mas jadi ambil jurusan bisnis?"


"Iya jadi"


"Kenapa di batalin ke Amerika nya?"


"Berat di kamu sama dia" ucapnya seraya mengelus perut Kinara yang masih rata.


"Helleh alasan"


"Beneran ihh, nggak percayaan sekarang ya?"


"iya deh iya"


"Gitu dong, tambah cantik istriku kalau hamil"


"Ah gombal Mulu, fokus nyetir mas"


"heheh marah dia, tambah gemes deh"


"iiih"


\=\=> Kinara dan Azka makin lengket ya sekarang 😁😁