KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 60



Malam sebelumnya saat Keisya dan Lina sudah berbaring di satu kasur di depan televisi, Hanan menghubungi Keisya jika tuan Wibowo akan pulang karena harus menghadiri undangan dari bapak camat esok hari.


Jadilah malam itu Keisya tak bisa tidur karena sibuk memikirkan baju apa yang akan ia pakai besok saat menemani ayahnya pergi ke pesta di rumah orang nomor satu di kecamatan.


Sedangkan baju-baju nya lebih banyak ia simpan di rumah Kinara karena ia pikir di desa ia tidak akan atau tidak harus pergi undangan karena memang tidak memiliki teman sebaya dengannya.


"Kamu nggak bisa tidur?" tanya Lina yang merasa terganggu karena Keisya sibuk balik kiri kanan sejak tadi.


"Maaf kalau kamu nggak nyaman Lin, aku lagi bingung aja, besok ayah datang mau hadiri undangan pernikahan anaknya pak camat dan aku harus ikut" kata Keisya mengungkapkan kegelisahan nya


"Ikut ya tinggal ikut lah, gitu aja susah" sahut Lina


"Bukan masalah itu Lin, tapi nggak punya baju pesta sama sekali, semuanya aku simpan di rumah mbak Kinar nggak ada yang ku bawa ke sini" kata Keisya membuat Lina mengerjap-ngerjap kan matanya


"Anak orang kaya baju aja di museumin Lo kei, duh aduh" celoteh Lina


"Abisnya ku pikir aku disini nggak bakalan pergi ke pesta Lin, teman seumuran aku kalau lulus SMA kalau nggak kerja, kuliah paling ya nikah" sahut Keisya


"Ya udah tenang aja besok gue cariin pinjaman baju, baju pesta ku ada sih tapi kalau buat kamu nggak muat, badan Lo perfect, tinggi, apalagi Lo tertutup, kalau pakai baju gue nggak cocok" imbuh Lina


"Okelah, makasih ya Lin" ucap Keisya


"Hem, cepetan tidur udah malam" balas Lina menarik selimut menutupi tubuhnya.


Esok pagi sesuai janjinya, Lina mendatangi kenalan lamanya di kecamatan untuk meminjam baju pesta muslimah untuk Keisya. setelah mendapatkan yang pas dan cocok untuk Keisya, Lina langsung pulang.


"Kei, ini bajunya udah ada" teriak Lina di depan pagar yang terbuka.


Lina masuk ke dalam rumah dan mendapati neneknya sedang menggoreng pisang sendirian.


"Mbok Keisya mana?"


"Wes muleh to, Kowe Ki Soko ndi? isek peteng wes dolan" tanya mbok Yem


"Neng kecamatan mbok, nyewo klambine koncoku SD kae loh mbok, ijek eleng nggak pretty seng arek e uayuu"Jawab Lina


"Oalah seng mekap artis kae toh, Iyo jek eleng, gae opo nyewo klambine peti?" tanya mbok Yem


"Pretty mbok, uduk peti" kata Lina membenarkan ucapan mbo Yem


"Lah Podo wae, ancen mbok wes tuwo angel ape nyebot lak jenenge uapik ngunu iku" Seloroh mbok Yem


"Hahah mbok mbok, Iki nyewakne gae Keisya mbok, Yo wes tak Rono wae nyambangi omah e" kata lina


"Yo ati-ati, bos wes muleh soale, seng sopan Moro gone uwong, Ojo blusak blusuk Ra pantes" nasihat mbok Yem


"Enggeh ndoro.."


"Bocah ediaan, lak diomongi angel" omel mbo Yem.


Lina melangkah pelan melewati semak pagar pembatas tanah di samping rumahnya yang langsung masuk ke pekarangan samping rumah Keisya.


Lina melihat dua mobil putih SUV sedang parkir di depan rumah Keisya dan ada suara tawa terdengar dari dalam rumah yang begitu riuh diringi tangisan anak kecil.


Lina memundurkan langkah kembali ke tanaman kembang sepatu yang berfungsi sebagai pagar pembatas dan memperhatikan kesibukan penghuni rumah dari jarak jauh.


Lina melihat sosok Kinara berjalan keluar dari pintu belakang menggendong seorang bayi laki-laki yang menangis.


"Itu Kinara" batin Lina memandang lekat Kinara yang sedang melepas pakaian sang anak.


Lina memutuskan kembali ke dalam rumah neneknya dan menyembunyikan baju yang ia sewa tadi ke dalam tas kopernya.


"Hem, kenapa gue bego banget, capek-capek mau nolongin Keisya, kan dia orang kaya, mana mungkin mau pakai baju kayak gini, nggak berkelas" batin Lina menatap nanar pada gamis yang di sewanya tadi.


"Kamu mau pakai baju apa Kei?" tanya Kinara yang baru saja datang menggendong Keenan karena baru saja selesai pup.


"Udah ada di pinjemin tetangga sebelah, orangnya masih di kecamatan kok nyewa baju, nggak enak kalau aku mau nolak"


"Oh ya udah, kenapa nggak kamu samperin kesana aja, ini udah jam sepuluh, siapa tahu orangnya udah pulang, masih ada waktu buat nyetrika baju"


"Iya sih, ntar dulu deh, mau makan, mbak masak apa tadi?"


"Sayur asem sama ikan asin aja, katanya semalam kamu nginep di tetangga sebelah?"


"iya , kirain ayah udah pulang ternyata belum, takut lah aku sendiri di rumah"


"Kenapa nggak Kerumah Bulik Sri aja sih?"


"Ceritanya aku turun dari taxi di depan rumah trus taxi nya masuk ke lorong nganterin mas Bagus, mbak Rasti, anaknya, sama Arini. untung ketemu mbok Yem ya jadilah aku nginep di rumahnya"


"Ooh...ya udah sana cepat makan terus di ambil bajunya, mbak mau nyusulin ayah ke rumah Bulik Sri, kamu sendiri nggak papa kan?"


"Okelah, silakan pergi, aku mau leyeh-leyeh dulu, lagian acara undangan nya kan sore sampai malam"


"Terserah" ucap Kinara berlalu masuk ke dalam kamar.


Setelah sholat duhur, Keisya pergi kerumah mbok Yem untuk menemui Lina yang katanya mau menyewakan baju untuk nya.


"Mbok Lina mana?"


"Di kamar lagi tidur, sana masuk aja, mbok mau ke kebun belakang dulu"


"Iya hati-hati mbok"


Keisya masuk ke dalam rumah dan menemui Lina yang sedang tertidur pulas di kamarnya.


"Lina, Lin, baju nya mana?" tanya Keisya membangunkan Lina


"Hemm, kenapa kei?" tanya Lina setengah sadar.


"Bajunya mana?"


"Bukannya kamu punya baju dirumah?"


"Katanya kamu mau nyewain baju, mana?"


"Oh emang mau kamu pake baju begitu, nggak bermerk dan nggak berkelas"


"Udah jangan banyak omong, mana bajunya?"


"Di dalam koper, ambil aja, kalau nggak cocok bilang ya"


"Iya-iya"


***


Sorenya Keisya pergi bersama ayah dan Hanan sebagai sopir. sampai di tempat pesta Keisya terkejut karena semua tamu rata-rata berpakaian serba mewah


Keisya masuk bersama Hanan dan ayahnya, menyalami kedua mempelai dan orang tua mereka di atas pelaminan.


Setelah menikmati santapan, Keisya pamit keluar bersama Hanan menyusul tuan Wibowo di belakang mereka.


Keisya tidak menyadari jika ada seseorang dari masa lalunya tengah menatap ke arahnya yang memasuki mobil.