KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 63



"Yah, semalam siapa yang datang?" tanya Keisya pagi itu saat menyiapkan sarapan. karena semenjak pulang dari rumah Bulik Sri semalam ia mencium aroma parfum yang sangat ia kenali di ruang tamu.


"Oh itu anaknya pak RT datang bawain data laporan pemilik sawah yang kena dampak" jawab tuan Wibowo berbohong


"Oh.." kata Keisya ber-oh saja.


"Emang kenapa nak?"


"Nggak papa, Nanya doang"


"Semalam kamu sampai rumah jam berapa, ayah pulang dari rumah pak desa kalian udah pada tidur semuanya"


"Jam sepuluh kayaknya" sahut Kinara menggendong si kecil Keana dan memberikan pada ayahnya.


"Ulululu cucu opa, sudah harum, sudah mandi sama ibu ya, ibu atau ayah yang mandiin Hem?" kata tuan Wibowo menimang cucunya


"atatatatataa...nanaanna taaa." oceh Keana dengan lucunya


"Hahahaha ngomong apa sih cucu opa? mau roti atau susu?" tunjuknya pada roti roti yang sedang diolesi mentega oleh Keisya.


Keana menggeleng dengan gemasnya membuat semua yang ada di ruang makan tertawa.


***


"Loh Ren kok udah balik?" tanya salah satu temannya saat ia tiba di depan vila.


"Udah Alhamdulillah urusan gue capat selesai, oh ya hari ini masih ada satu destinasi lagi kan yang mau di kunjungi?" tanya Reno


"Ada sih tapi area hutan, sebagian banyak yang nggak ikut karena alasan medis, kamu mau ikut?"


"Nggak, gue nggak terlalu suka, pernah sekali waktu SMA dan berakhir ada temen gue kesurupan, itu yang bikin gue trauma sampai sekarang"


"Ngeri amat sih, aku juga nggak ikutan kok, temen-temen lainnya juga lebih milih wisata edukasi"


"Bagus juga tuh, jadi kapan rencana pulang?"


"Besok pagi kalau nggak ada halangan, Edi katanya mau beli oleh-oleh buat emaknya dulu"


"Oh kalau itu mah beres ntar selesai wisata kita keliling nyari oleh-oleh aja, nggak usah khawatir"


"Ren, kamu anak orang kaya ya di ibukota?"


"Kata siapa?"


"Denger-denger sih dari anak-anak kampus, soalnya kamu salah satu donatur katanya sih"


"Beneran loh Ren,"


"Hoax, nggak usah di percaya, kalau gue jadi donatur darimana gue bisa kuliah, ngapain juga gue kerja di proyek ikut om gue kalau gue jadi donatur, aneh-aneh aja sih tingkahnya anak-anak hahaha".


"iya juga sih ya hehehehe"..


"Dah yuk pergi" ajak reno


"Yuk lah"


Reno berjalan menyusuri halaman dan masuk ke dalam bila mencari teman-teman yang lainnya.


"Halo bro,, baru Dateng?" tanya salah satu temannya dari arah dapur.


"Iya, kalian masak?"


"Iya, mbok masakin kemarin katanya buru-buru pulang anaknya mau lahiran"


"Ooh kok enggak ada nelpon gue"


"Buru-buru katanya, hapenya aja ketinggalan di dapur,Edi yang nemuin"


"oh ya?"


Kalau gitu jangan pulang dulu,kita jenguk anaknya dirumah sakit bareng-bareng Gimana bisa?"


"Bisa Banget lah, ya udah yuk sarapan dulu"


"Eh Ren, Ren, semalam kamu lewatin hutan ya?"


"Ha?" seru teman lainnya karena mendengar pertanyaan langsung dari Edi.


"Iya, itu satu-satunya jalan penghubung antar batas kabupaten kok, kenapa?"


"nggak serem?"


"Nggak, wong aku juga nginep dulu baru lanjut jalan abis sholat subuh"


"pantesan udah nyampe rumah sepagi ini"


"Kalau jalan abis subuh kan jalan masih sepi jadi bisa ngebut lah hahah"