KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 106



"Mas minta maaf Kei, mas udah bikin kesalahan" ucap Hanan di hadapan Keisya yang justru memilih diam saja.


Keisya justru terlihat mengusap wajahnya pelan dan memijat pelipisnya. satu tangan nya menumpu bagian kepala. baru kali ini Hanan melihat tingkah Keisya tidak seperti biasanya.


"Mas, udah ya nggak usah bahas apapun lagi, aku juga nggak pernah mau tahu kayak gimana masa lalu kamu, meski aku tahu kamu orang baik-baik, coba mas pikir untuk apa aku sampai ada di titik ini sama kamu, kalau memang aku niat kembali sama orang lain apalagi suami orang. mas Reno udah nikah, jadi stop bahas apapun di depan aku soal mas Reno atau siapapun mereka di masa lalu aku. paham kan mas?" ucap Keisya tegas.


"Iya maaf, mas nggak akan ngulangin lagi"


"Oke, kalau gitu kita bahas pakaian buat keluarga kamu yang belum semuanya clear di jahit, bisa kan masing-masing keluarga mas ngirim ukuran bajunya? atau mau jahit sendiri saya yang ngasih stok kain?" tanya Keisya mengubah topik.


"Udah mas kirim kan semalam ukuran baju buat keluarga? kamu nggak baca wa yang mas kirimkan?" tanya balik Hanan membuat Keisya akhirnya menghela nafas kesal.


"oke maaf" ucap Keisya mengalah.


Hanan tersenyum, seperti inilah keistimewaan yang Keisya miliki saat ada masalah ia tak langsung membabi buta seperti di masa lalu, sekarang justru terlihat lebih dewasa dan tenang dalam menyelesaikan masalah apapun.


Kesalahan Reno di masa lalu sudah mengubah Keisya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Hanan ikut membantu Keisya dan karyawan lain membuat pola baju yang akan di jahit. di iringi tawa dan candaan para karyawan, suasana antara Hanan dan Keisya yang tadi sempat kaku kini bisa mencair kembali seperti sediakala.


****


"Ren, kamu kapan berencan melamar Andin?" tanya om Danu saat mereka tengah beristirahat di pos satpam tempat kantor om Danu bertugas saat ini di dinas PU.


"Kalau Andin mau aku ajak ke luar negeri nggak apa-apa om, aku lagi nunggu pengumuman hasil seleksi beasiswa ke Mesir." jawab Reno.


"Kamu serius sama Andin? jangan kamu sakiti anak orang Ren, dia udah yatim piatu, dulu emang om sama Tante nggak terlalu suka sama dia, tapi setelah dengar langsung kisah hidupnya dari pak RT dan Bu RT, om dan Tante berubah pikiran. ternyata masih ada orang lain yang hidupnya lebih susah daripada kita." ucap om Danu


"Ya kalau soal cinta, maaf ini om, emang aku nggak ada atau belum bisa move on sepenuhnya lah, tali insha Allah aku belajar membuka hati buat Andin kalau memang dia mau aku nikahin" kata Reno


"Ini bukan pelampiasan kan ya? hati-hati Lo antar benci dan cinta itu bedanya tipis, meskipun nantinya memang Andin menerima lamaran kamu ya jaga dia sebaik mungkin dan jangan sekali-kali sakiti perasaannya" tutur om Danu.


"Indah Allah om, aku juga manusia biasa" kata Reno


"Kalau misal kamu lolos ke Mesir, kapan kamu mau lamar Andin?"


"Keisya nikah?" tanya om Danu terkejut


"Ya, nikah bulan ini" jawab Reno


"Sudahlah, nggak usah bahas masa lalu lagi, fokus saja sama pendidikan kamu, masa depan kamu masih panjang" nasihat om Danu


"Hehe cuci mata juga perlu lah om"


"Kamu tuh, ibuk kamu kemarin nelpon katanya mau datang ke sini bulan depan, apa iya?"


"Iya rencananya gitu, kalau nggak ada halangan, om Martin tahu nggak soal aku sama Andin?" tanya Reno


"Tahu lah, cuma kamu tahu sendiri kan kalau om Martin itu orangnya cuek kalau soal urusan orang lain, kecuali anak-anak kandung nya, biar bagaimanapun om Martin nggak mau membebani Andin kalau dia ikut campur urusan kalian, kamu tahu alasan om Martin ngambil Andin sebagai anak angkat?" jawab om Danu.


"Nggak lah"


"Alasan pertama karena kasihan, kami berdua dulu pernah ada di posisi Andin, kehilangan orang tua di usia masih belia, alasan kedua supaya Andin setidaknya punya wali meskipun om Martin sendiri tak bisa menikahkan Andin nantinya". jelas om Danu.


"Dilema juga ya om, apalagi anak perempuan, kakaknya juga rencana mau pulang ke tanah air karena suaminya meninggal dan dia nggak dapet sepeserpun uang tunjangan dari almarhum suaminya, bahkan dia di usir" terang Reno


"masak sih Ren?"


"Iya Andin sendiri yang cerita kemarin pas aku kesana"


"Duh kasihan nya, udah ada anak itu?"


"Baru hamil enam bulan om, untung aja ada orang yang bersedia nolong dia di sana, sekarang masih di urusin administrasi nya buat pulang ke Indonesia"


"Ck, kasihan bener, adiknya hidupnya susah, kakaknya disana juga malah kena musibah"


"Jalan hidup kita nggak akan pernah tahu ke depannya om, makanya aku menyesal waktu nekat ke Jakarta dan nggak mikir resiko apa yang bakalan aku dapetin, ternyata semua nggak sesuai prasangka aku" kata Reno


"Sudahlah, ngga usah di bahas, move on, move on"