
"Besok pulang ke Jakarta mbak?" tanya Reno
"Iya, kenapa, mau nitip?" jawab Vivi sembari memasukkan laptopnya ke dalam tas
"Nggak" kata Reno menggeleng
"Ren, kalau suatu saat kamu tahu satu hal, mbak cuma berharap kamu jangan menyerah, Keisya sudah sembuh dan sekarang sudah kembali ke desa tinggal sama ayah disana" kata Vivi
"Oh ya? apa mas Reno dan Azka masih mencariku mbak?"
"Iya Keisya sudah menetap di sana sama ayah sekarang, mungkin tahun depan dia juga mulai masuk kuliah, dan Kinara juga sudah jadi CEO, mas Revan sementara mengurus pengalihan kepemimpinan perusahaan, dan soal mereka masih mencarimu, bisa mbak katakan mungkin iya dibelakang mbak, kamu tenang aja om Denias nggak akan membongkar keberadaan mu, kami tetap diam sampai Keisya benar-benar bisa jadi dirinya sendiri. soal ayah Wibowo kamu nggak perlu khawatir beliau sudah sehat dan fit, sekarang sedang fokus jadi petani kata nya" terang mbak Vivi tersenyum.
"Mbak, apa boleh aku bertemu Keisya untuk meminta maaf?" tanya Reno membuat Vivi menghentikan sejenak aktivitas nya
"Boleh, kenapa tidak? justru itu yang Keisya harapkan dari kamu, penyesalan dan permintaan maaf mu" jawab Vivi. meraih kursi dan duduk menghadap Reno. "Ren, mbak boleh nanya?"lanjut nya
"Boleh"
"Apa kamu mencintai Keisya?" tanya mbak Vivi to the points
"Nggak, cuma merasa bersalah aja sampai hari ini, kalau soal rasa..... aku nggak ada rasa apapun kecuali rasa bersalah, itu aja" elaknya
"Benarkah?" tanya Vivi tak percaya
"Kenapa sih mbak?" tanya Reno merasa risih dengan tatapan Vivi
"Ya nggak apa-apa, kapan kamu berencana menemui Keisya?" tanya Vivi
"Libur semester ini aku mau jenguk ibu" jawab Reno
"Ya ya ya, semoga sukses, oh ya cewek yang kemarin itu pacar kamu?" tanya Vivi
"Yang mana?" tanya Reno balik
"Yang kemarin ketemu kita di pintu masuk hotel yang pakai seragam cleaning servis" terang Vivi
"Oh Andin, bukan pacar, dia anak Jakarta juga tapi ngadu nasib ke sini" kata Reno
"Ngadu nasib ke sini? pada umumnya orang mengadu nasib ke ibu kota, hehehe" ucap Vivi
"Dia LC mbak, pemandu lagu" ucap Reno
"What's? LC?" ucap Vivi terkejut.
"kalau gue lihat seumuran adik gue yang kelas dua SMA Ren, emang dia putus sekolah?" tanya Vivi. Reno hanya mengedipkan bahunya karena ia memang tidak terlalu tahu perihal keluarga Andin.
"Kamu masih jaga jarak juga sama cewek rupanya, apa jangan-jangan karena Keisya?" seru Vivi
"What's? mbak ada-ada saja" sahut Reno malu-malu
"Kalau pun iya, nggak masalah, sah sah aja kan hahahaha" timpal Vivi tertawa. Reno semakin salah tingkah di buatnya.
"Ini jadi kerumah Tante Rosa nggak sih?" tanya Vira menenteng tas juga kopernya.
"Jadi" jawab Vivi dan Reno bersamaan
"Ya udah buruan, mumpung gue udah shopping kemarin jadi hari ini sampai besok pagi gue mau istirahat total, capek otak gue enam hari bicara di podium" oceh Vira sembari mengangkat dua koper Vivi ke luar kamar hotel.
"Otak capek, tapi mulut Lo nggak capek ngoceh terus" sahut Vivi mengejek
"Sa aja Lo Vi" kilah Vira.
"Mbak udah pesan tiket kan?" tanya Reno
"sudah, besok flight jam sembilan pagi"jawab Vivi
"Udah nggak ada yang ketinggalan kan?" tanya Reno memastikan kedua wanita itu tidak meninggalkan apapun di kamar hotel
"Beres semua Ren" ucap Vira
"Astaghfirullah iya punya gue, hehehe"ucap Vira berlari mengambil headset
"Kebiasaan banget Lo Vir," ejek Vivi
"Ck udah ayo check out, kelamaan Lo" sahut Vira berjalan keluar.
***
"Foto-foto dulu dong om, Tante, buat kenang-kenangan" ucap Vira pada Tante Rosa dan om Martin. saat ini mereka tengah makan malam di restoran. Ada Arzan juga adik dan kedua orang tuanya datang, karena sejak sakit Angel adik bungsu Arzan selalu menagih untuk pergi ke rumah om Martin dan Tante Rosa.
Vira memposting hasil jepretannya ke akun sosial media.
"Vir, hapus foto-foto yang Lo upload, jangan sampai mas Revan dan lainnya komentar, ntar jadi berabe" ucap Vivi menegur Vira.
"Astaghfirullah iya gue lupa, untung baru upload, sorry gue beneran lupa Vi" ucap Vira dengan rasa bersalah dan langsung menghapus semua foto-foto yang di upload nya.
Vira tidak menyadari jika sudah ada seseorang yang sudah mendownload foto yang baru saja ia upload di sosmed.
"Terbang jam berapa besok mbak?" tanya Arzan pada Vira
"Jam sembilan pagi, kenapa, mau ikut juga ke Jakarta?" tanya balik Vira
"Nggak, mau hibernasi dulu di rumah" jawab Arzan dengan mulut penuh kacang
"Beruang kutub hahahahaa" Vira tertawa mengejek
"Yang penting ganteng, muka gue nggak pasaran" sahut Arzan
Om Martin, Tante Rosa, Tante Meri, dan om Danu hanya geleng-geleng kepala dengan sikap Arzan.
"A Acan Olang combong mbak, angan elcaya" ucap Angel dengan nada cedalnya membuat semua orang tertawa kecuali Arzan yang langsung melirik horor pada adik bungsunya itu.
"Hahahahaa"
"Tos dulu kita angel" ucap Vira mengangkat tangannya.
"Rasain Lo" ejek Reno pada Arzan.
"Bodo, untung adek gue Lo" cibir Arzan pada Angel.
***
Pukul sembilan malam semua kembali ke rumah Martin. Vira langsung istirahat di kamar begitu sampai di rumah, sedangkan om martin dan om Danu pergi menemui salah satu teman mereka, angel sedang bersama Tante Rosa di kamar.
Tante Meri berbicara serius dengan Vivi dan Reno di dapur.
"Jadi beneran kamu mau jenguk ibu?" tanya Tante Meri pada Reno
"Libur semester ini Tante" jawab Reno
"Mbak Vivi, saya cuma khawatir kalau sepulangnya mbak dari sini malah dapat masalah itu saja, saya tahu kalau Reno sudah berbuat salah pada keluarga kalian, sebagai orang tua angkatnya, saya benar-benar meminta maaf mbak, anak saya sudah merepotkan dan membuat gaduh" ucap tante Meri
"Nggak perlu merasa bersalah Tan, justru saya sengaja menyembunyikan keberadaan Reno dari suami saya itu saja, kalau keluarga kami yang lain, sudah tidak mempermasalahkan apapun terutama mertua saya, beliau sudah legowo" ucap Vivi
"Alhamdulillah kalau begitu, kalau boleh tahu ada apa dengan suami mbak Vivi?" tanya Tante Meri penasaran
"Panjang ceritanya Tan, saya cuma nggak mau kalau Reno kena amukan mas Revan aja" ucap Vivi mencoba menghilangkan kekhawatiran Tante Meri.
"Nanti aku kabari mbak kalau mau jenguk ibu, tapi maaf mungkin aku nggak bisa menemui Kinara dan Azka juga teman-teman yang lain" ucap Reno
"Nggak apa-apa, om Denias bilang ibu kamu baru saja ke kota ya?"
"Iya cuma dua hari disana, udah pulang lagi ke desa kok"
"Oh baguslah semoga saja mas Revan nggak menemui ibu kamu, mbak cuma takut kalau sampai mas Revan mengamuk"
"Ya semoga saja"