
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh🥰🥰
Readers tercinta maaf kalau ditiga bab sebelumnya seperti di paksa banget ceritanya. di awal rencana harusnya beruntut sih sesuai dengan alur yang sudah aku buat. tapi berhubung ada beberapa masukan jadi nggak ada salahnya aku buat ribet seolah sudah mau tamat padahal mah enggak. hehe
Masih ada beberapa bab yang mengganjal. diantaranya :
Sosok Keisya yang masih belum tahu tentang siapa orang tuanya termasuk tuan Wibowo. karena sejak awal tuan Wibowo masih belum berani menemui Keisya karena rasa bersalahnya yang teramat besar pada Keisya.
Misteri tentang habisnya harta benda dan kekayaan yang di miliki Anthony
Bagaimana perjuangan nyonya Amira mengambil hati kedua keponakan kembarnya
Bagaimana sikap Kinara setelah bertemu dengan nyonya Amira untuk pertama kalinya.
Bagaimana keadaan Anthony setelah tiba di pengasingan yang tidak pernah ia sadari sebelumnya jika ia memang telah menjadi sandera atau tawanan dari musuhnya bebuyutannya.
Penggalan kisah yang belum tertuang dalam bab - bab yang sudah aku tulis akan aku buat bab tersendiri dari kisah tersebut. mungkin alurnya Flashback. kembali ke beberapa saat sebelumnya.
Nah mulai malam ini author izin up dulu sehari soalnya lagi packing untuk persiapan pulang kampung ke kecamatan sebelah karena keluarga besar ada di kecamatan sebelah. hehe
Mohon maaf untuk malam ini nggak bisa up karena capek pulang belanja baju lebaran buat anak-anak.
Mohon maaf ya gengs....
Nih penggalan kisah di bab selanjutnya
****
"Woi Lo di sini juga njir?" tanya Azka yang terkejut melihat Aldo dan beberapa sahabatnya ternyata ada dirumah orang tua dokter Fritz.
"Taraaaaa kejutaaaaaaann......" suara cempreng milik Cici rupanya muncul di balik punggung Reno yang tinggi tegap di susul Ririn, Riska dan Nana
"Ka...kaliaaan?? aaaaaaaaaa" teriak Kinara berlari menghambur ke pelukan ke empat sahabatnya.
"Lo,Lo dan Lo ...jadi kalian belom pada berangkat semua?" tanya Azka heran pada keempat sahabatnya.
"Heheheh, masa iya temen hepi-hepi kita cuma bisa ngiri iya nggak guys???" timpal Beno.
"Iyalah mumpung kita semua belum benar-benar pergi nggak ada salahnya kan kita juga ikut honeymoon, iya nggak iya nggak??" sahut Fikar.
"Cieeeee yang lagi honeymoon" sorak Cici, Nana, Riska dan Ririn.
"Kalian apaan sih..." ucap Kinara malu-malu
"Gimana ceritanya sih kalian bisa duluan nyusul kesini?" cecar Azka pada Aldo yang sedari tadi hanya mesem-mesem.
"Tanya tuh pak dokter gue mah ngikut aja hehe" jawab Aldo cengengesan
Azka melirik pada Sepupu jauhnya yang terlihat sedang mengobrol dengan seseorang berpakaian serba putih.
"Ishh Lo mah pada nggak asik.. harus nya ngomong dong dari awal" ucap Azka kesal
" Kalau ngomong namanya bukan kejutan dong pak CEO Eins Corp yang T-E-R-H-O-R-M-A-T" Sahut Cici
"hahahaha" tawa menggelegar memenuhi pelataran rumah tuan Keenan Emmanuel. membuat si pemilik rumah ikut tersenyum bahagia melihat keceriaan keponakan jauhnya itu bersama para sahabat-sahabatnya.
Sudah sejak lama ia merindukan suasana haru membahagiakan seperti ini. mungkin sudah puluhan tahun berlalu. kisah masa muda nya tidak seperti mereka saat ini jika ia mengingat kenangan masa lalunya dahulu. tapi ia masih bersyukur di karuniai anak-anak yang sangat sayang padanya meskipun mereka tak selalu ada di sampingnya. berharap kebahagiaan dan Rahmat serta berkah dari Allah SWT selalu mengiringi setiap langkah anak cucunya. (Kisah tentang tuan Keenan Emmanuel akan ada di cerita selanjutnya setelah Kinara-Azka tamat ya).
Nah ini sepenggal kisah di bab selanjutnya.. selamat penasaran ya guyss.. daaah🥰🥰🥰