KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
45 Kecewa



Plaaakk


"Kamu apa-apaan sih mas?" Kinara menangis sesenggukan setelah Azka meminta haknya dengan cara memaksa dan menyakiti nya.Ia berlari ke kamar mandi dan meluapkan semua kekesalannya.


Azka memegang pipinya yang terkena tamparan Kinara, ada rasa sesal dengan apa yang telah ia lakukan pada istrinya. meski ia sadar itu haknya tapi memaksa Kinara itu sama saja memberikan gadis itu luka yang semakin dalam.


"Arrgh apa yang sudah gue lakuin??" Azka mengerang seraya memegang rambutnya. suara Kinara yang menangis pilu masih terdengar dari kamar mandi, Ia ayunkan kedua kakinya melangkah ke kamar mandi. ada rasa sesal mendalam menyentak hatinya.


"Ra...maaf, maafin aku"Azka merosot ke lantai bersandar di pintu seraya mengetuk pintu perlahan dengan air mata yang menetes. Rasa cemburu yang menggebu telah menutup akal pikiran serta hatinya tanpa terfikir jika itu akan melukai Kinara.


Dor dor dor


"Ra buka pintu nya, maafin aku" Azka terus menerus menggedor pintu kamar mandi. Kinara masih tetap tak membukakan pintu akhirnya ia menyerah dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Setelah sejam berada di kamar mandi akhirnya Kinara keluar masih dengan memakai pakaian yang ia kenakan sebelum ke gedung. Meski Azka hampir saja merenggut semuanya, ia sadar betul jika ia juga salah jika tidak melaksanakan kewajibannya. tapi tidak dengan cara memaksa dan menyakiti nya.


Kinara melangkah menuju ke ruang ganti dan mengambil handuk baru dari dalam lemari serta pakaian ganti kemudian melangkah kembali ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Maaf mas, bukan aku tidak mau hanya aku tidak ingin jika kau menyakitiku" batinnya menangis di bawah guyuran air.


"Aku akan memberikannya seperti yang engkau minta padaku sebelumnya, tapi aku takut, aku takut jika hati ini jatuh padamu terlalu cepat dan justru akan menyakitiku lebih dalam lagi. aku masih takut untuk jatuh cinta lagi, maafin aku mas" batinnya


Setelah selesai dengan ritual bebersih Kinara segera keluar lalu menuju ke meja rias, mengeringkan rambutnya lalu memakai make up untuk menutupi wajahnya yang sembab. setelah siap ia segera turun ke bawah tak lupa ia memakai jilbab.


"Akh sebaiknya aku ke apartemen sepertinya lebih baik." batin Azka


Azka segera melangkah ke kamar mandi, setelah itu bersiap pergi ke apartemen.


"Mulai malam ini dan seterusnya sampe selesai ujian lo nginep di apartemen sama gue" ucapnya pada orang di seberang telepon


"Lo serius? tanya Beno


"Gimana sama Kinar?"


"Justru itu gue ngajak lo biar ada teman gue" jawab Azka


"Baiklah baiklah... oke gue siap-siap sekarang." Ucap Beno lalu memutuskan sambungan telepon.


Azka sudah siap lalu mengambil tas ransel nya dan melangkah keluar menuruni anak tangga satu persatu.


Saat melewati ruang makan Kinara menyapa nya.


"Mas mau kemana?"Tanya Kinara yang menatap Azka menenteng tas ranselnya. Azka diam sejenak menatap lekat manik mata yang selalu membuatnya rindu itu.


"Aku pergi" ucapnya tertahan,


Kinara berjalan menghampiri lalu meraih lengannya dan menuntunnya ke meja makan.


Kinara menarik kursi


"Duduklah" pinta Kinara mempersilakan Azka


Setelah itu ia menyiapkan piring dan mengisinya dengan menu kesukaan Azka lalu menuang air kedalaman gelas.


"Makanlah dulu" ucapnya pada Azka


"Baiklah terimakasih" ucap Azka pelan


"Ini yang bikin aku semakin merasa bersalah, aku tak pantas mendapatkan perlakuan mu yang seperti ini Ra" Batin Azka.


Kinara duduk di seberang meja memandang lekat suaminya yang makan dengan lahap. Ia bingung dengan perasaannya meski kecewa pada Azka tapi ia sendiri tak bisa mengabaikan Azka begitu saja.


"Kamu nggak makan?" tanya Azka melihat Kinara hanya mengaduk teh nya sejak tadi.


"Udah tadi"


"Ini kamu yang masak?" tanya Azka lagi


"Iya"


Azka memilih diam setelah bertanya hanya mendapatkan jawaban singkat. setelah makanan di piring nya tandas ia meraih segelas air yang sudah terisi lalu meneguknya hingga habis.


"Alhamdulillah" ucapnya


"Aku pergi" pamit nya, saat hendak melangkah Kinara meraih lengan kirinya lalu menyematkan cincin pernikahan mereka.


Azka terperangah melihat sikap Kinara yang tiba-tiba manis setelah ia sakiti.


"Aku tahu kamu mau pergi dan memilih tinggal di apartemen, tapi setidaknya pakailah ini kemana pun kamu pergi. maafkan aku yang belum bisa sempurna dan seutuhnya untuk mu, meski begitu hargailah pernikahan kita meski kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan" ucap Kinara menunduk berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.


Ada sesak yang tiba-tiba menyeruak dalam relung hati Azka. sebegitu dalam kah rasa sakit yang ia berikan pada istrinya ini?


"Terimakasih sudah mengingatkan ku, maaf aku harus pergi" ucapnya berlalu tanpa menoleh lagi. Ia tak ingin melihat air mata dari wajah Kinara. sekuat mungkin ia tekan keinginan untuk memeluknya.


Ia masuk ke garasi dan mengambil motor kesayangan nya yang sudah ia modif seperti motor tua dan rusak. Azka diam sejenak menetralisir perasaannya. " Maafkan aku Ra, untuk sementara kita berpisah ini semua demi keselamatan keluarga kita." batinnya.


Setelah siap ia segera melajukan motornya keluar dari rumah.


"Lo udah sampai?" tanya Azka saat sudah jauh dari kompleks perumahan.


"Dari tadi bambang, sini lo cepetan" jawab Beno


"Otewe..lo udah siapin yang gue minta kan?"


"Udah kelar, buruan lo kemari gue laper!"


"Gue nggak bawa makanan panjul"


"Singgah beliin gue nasi uduk pinggir jalan tempat biasa anak-anak nangkring"


"Iya" Jawab Azka lalu memutus sambungan.


🍂🍂


"Kalian tidak bisa menemukan para preman itu?"


"Kami sudah mencari jejak mereka tapi tetap tidak menemukannya, sepertinya mereka berasal dari daerah lain tuan."


"Sialan kau Anderson kenapa kau selalu menggagalkan rencanaku" ucap Anthony geram


"Pergilah berjaga jangan sampai tawananku lepas!" titahnya pada anak buah.


"Baik tuan"


"Roni"


"Iya tuan,"


"Apa kau sudah melakukan yang ku minta?"


"Bagus, dan soal Keisya apa kau sudah menemukan petunjuk?"


"Belum tuan, penyelidikan terakhir ada korban kecelakaan lalu lintas di tempat terakhir nona berada tapi setelah itu kami kehilangan sinyal." paparnya lagi


"Kemana pergi nya Keisya, apa dia baik-baik saja?"batinnya gelisah.


"Lalu bagaimana dengan Riko?"


"Kami juga tidak menemukannya tuan, sepertinya Riko pergi meninggalkan negara ini"


"Apa?"


"Cari kemana tujuannya"


"Ke Dubai tuan saya kesulitan mencari karna sepertinya dia sudah mengubah identitas nya."


"Sial ini pasti ulah Anderson"


"Cari informasi tentang tawanan itu"


"baik tuan"


🍂🍂


Azka menuju ke kantor papanya setelah mengantar makanan pada Beno. Papa sudah menghubungi nya sejak tadi dan malam ini ia akan ikut menemani papanya ke sebuah pesantren.


"Assalamualaikum pa"


"Waalaikumsalam, kamu terlambat 5 menit"


"Aiish 5 menit doang, aku bukan karyawan papa"


pletak (Sean memukul dahi adiknya)


"Lo anak nya" ucap Sean


"Paan sih"


plak (Azka memukul bahu Sean)


Saat Sean akan membalas papa nya langsung menegur


"Keluar ato papa cabut dari daftar keluarga"


"Nggak dua-dua nya" jawab mereka serempak justru membuat papanya bertambah sebal Karna selalu ada saja ulah mereka jika bertemu.


"Lo sih" (Azka menunjuk)


"Hii enak aja" (Sean mencebik)


"Nyenyenye 🤪🤪🤪" (Azka)


"Apa lo" (Sean)


"Lo apa?"(Azka)


"Gue orang"( Sean)


"Siapa juga bilang lo monkey"( Azka)


"Dan lo sodara nya sarimiiiinn"(Sean)


"Bisa diem nggak?" papa menghampiri keduanya dan menjewer masing-masing telinga mereka dan berputar di tempat.


"Auuh sakit pa" (Azka)


"Paa sakit" (Sean)


"Papa gak bisa ganti telinga aku kalo patah" (Azka)


"Gak ada lagi yang bisa papa jewer nanti" (Sean)


"Masih bisa ya kalian ngejawab?"


"Assala...mualaikum waduh pak" ucap Yusuf yang terkejut melihat aksi bapak dan anak yang berputar kayak roller coaster.


"Mas Yusuf tolongin..."


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa " teriak keduanya karna papa menekan telinga dan menariknya keras lalu melepaskan.


"Masih mau lagi?" tanya pak Anderson


"Nggak" jawab keduanya serentak seraya memegang telinga yang terasa kebas dan panas. 🤪🤪🤣🤣🤣


Pak Anderson kembali duduk di singgasana nya sedangkan kedua anaknya duduk di sofa. Yusuf menghampiri sang bos dan menyerahkan laporan bulanan.


"Kamu sudah siapkan yang saya minta Suf?"


"Sudah pak"


"Bawa kemari"


"Baik" Yusuf pergi meninggalkan tuan nya dan mengambil apa yang di perintahkan padanya.


"Ini pak" ucap Yusuf menyerahkan seragam cleaning servis milik perusahaan"


"Azka ambil ini" perintah papa pada Azka


"Buat apa pa?" tanya nya heran


"Mulai hari ini setiap jam 4 pagi kamu harus datang ke kantor memakai seragam itu sampai jam 7 kamu berangkat sekolah, pulang sekolah kamu masih bisa bekerja di tempat pak Sindu seperti biasa tapi ingat jangan lagi pulang ke apartemen dan uang kontrakan sudah papa minta Beno untuk membayar full setahun."


"Oh gitu oke lah,"


"Mulai besok temui dokter Fritz 3 kali dalam seminggu dan Beno yang akan mengantar mu ke rumah sakit, papa gak mau kamu lakukan hal yang menyakiti Kinara lagi"


Jleb


Azka terdiam mendengar ucapan papa, ya setelah apa yang ia lakukan pada Kinara siang tadi ia berniat untuk menemui dokter Fritz lagi. ia tak mau trauma masa kecil nya kembali dan menyakiti banyak orang.


"Baik pa"


"Ingat pesan papa kemarin mulai saat ini kamu harus mawas diri karna sekarang Anthony juga mengincarmu."


"Oke papa"


🍂🍂🍂