KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
07 UDAH HALAL



Di dalam kamar dengan nuansa serba pink terdengar suara merdu seorang gadis sedang melantunkan ayat-ayat suci Alqur'an setelah selesai melaksanakan sholat maghrib.


Kebiasaan yang sudah Kinara lakukan sejak kecil karna didikan dari almarhumah sang ibu.


"Sesibuk apapun kita dengan dunia jangan pernah lupakan Allah swt dan jangan pernah tinggalkan Alqur'an. Bacalah Alqur'an meskipun hanya sekali dalam sehari". Seperti itu pesan sang ibu semasa hidup yang selalu ia ingat.


Kinara segera menyudahi bacaan Alqur'an nya saat dering gawai di atas kingsize nya berbunyi menandakan ada telfon masuk.


"Assalamualaikum Ci..ada apa tumben nelpon.?" tanya Kinara


"Waalaikumsalam bu ustadzah!! biasa aja kali Ra..lo dirumah kan??'tanya balik Cici di seberang.


"Iya aku dirumah". Jawab Nara


"Ya lo gak mau bukain gue pintu gitu? Lu mau biarin gue di depan gerbang berduaan ma nyamuk??"


"Whats..??? Iya tunggu bentar aku turun". Jawab Nara masih dengan raut wajah terkejut.


"Nih anak selalu aja gitu enggak pernah berkabar kalo mau datang." Gerutu Nara berlari keluar kamar menuju gerbang.


Sampai di depan ia langsung membuka gerbang utama dan mengajak Cici masuk.


"Ishh kalo mau dateng tuh kabarin aku dulu napa sih Ci jangan tiba-tiba gitu." cerocos Nara.


"Kejutanlah..tadi gue enggak niat dateng sih tapi mimi pipi mendadak pergi ke Bandung jenguk tante gue lahiran,besok malam baru balik.pas gue mau keluar ke mini market sebelah rumah, Kak Revan nelpon gue buat nemenin lo disini biar lo enggak kabur. Jadi sekalian aja gue keluar" jelas Cici panjang lebar.


"Emang aku punya tampang maling mau kabur gitu..??"timpal Nara ketus


"Ya enggak juga..sapatau aja lo kabur karna...belum selesai ia bicara Kinara segera memotong.


"Karna apa hayo..??" tanya Kinara menyelidik.


"Enggak jadi..serem juga lo kalo marah..hehehe" jawab Cici pelan sambil memanyunkan bibirnya.


Mereka sibuk bercengkrama di kamar sambil menonton drama kesayangan mereka, apalagi kalau bukan drakor. Ditemani dengan cemilan kesukaan mereka. Tak terasa jam menunjukkan pukul 22.00 malam.


Kinara ingat ia belum menunaikan sholat Isya. Ia segera mematikan benda persegi empat itu dan menyimpannya. Sedangkan Cici sudah terbang ke alam mimpinya sejam yang lalu.


Setelah sholat Isya ia segera menuju tempat tidur.


**************


Sejak pukul 03.00 dini hari Mbok Jum di temani Ririn sang anak sudah sibuk di dapur mempersiapkan sajian untuk para tamu nanti. Meskipun ada beberapa asisten rumah tangga yang sengaja di tugaskan oleh Nyonya Anderson untuk membantu di dapur, tetap saja Mbok Jum tidak mau lepas tangan, Ia tetap kekeh untuk melakukan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.


Pak Asep dan Bambang suami Ririn pun tak kalah sibuk membantu mempersiapkan tempat untuk para tamu nanti. Meskipun acara terbilang private hanya di hadiri keluarga kedua belah pihak dan kolega bisnis Pak Anderson dan Pak Wibowo tetap saja mereka ingin pesta ini berkesan nantinya.


Di sisi lain Revan sedang membantu sang Ayah untuk naik ke kursi roda karna sesudah shalat subuh mereka akan pulang kerumah.


"Hati-hati ayah"..ucap Revan sembari membantu ayahnya duduk di kursi roda.


"Semua udah bereskan Van?"


"Alhamdulillah beres yah,, Bude Tutik dan Bude Yuyun juga udah stay dirumah, mereka tiba tengah malam tadi..kalo Pakde Wahyu dan si kembar masih di perjalanan sejam lagi nyampe." papar Revan.


"Untuk adikmu bagaimana?"


"Ada Cici yang nemenin semalem yah., semua persiapan udah beres karna tante Hanna yang persiapkan semuanya.." jawab Revan sembari mendorong kursi roda menuju lobi parkiran rumah sakit.


πŸ“ΏπŸ“ΏπŸ“ΏπŸ“Ώ


Tok tok tok


"Assalamualaikum ndukk udah bangun belum??" Tanya Bude Tutik di depan pintu kamar Kinara.


"Waalaikumsalam iya siapa..?" tanya Nara balik seraya merapikan alat sholat nya dan memakai jilbab instannya lalu berjalan membuka pintu.


"Bude Tutik...kok datang enggak kabar-kabar??"tanya Nara sembari mencium punggung tangan Budenya.


"Jam 11 malam Bude sampe nduk, kamu nya udah tidur kan enggak enak gangguin calon manten..hehe" jawab Bude Tutik menggoda.


"Ih Bude bisa aja..trus ini kok banyak mbak-mbak mau ngapain??" tanya Kinara heran.


"Oalah ini Make Up Artist yang di tugasin calon mertuamu untuk meriasmu nduk..udah sini mbak nya masuk aja.." jawab Bude Tutik sembari mempersilahkan perias masuk ke dalam kamar Kinara.


"Ya udah Nara mandi dulu ya Bude.." ucapnya.


"Heh sopo sing ngongkon adus nduk? Ora ilok calon manten adus.."ucap Bude Tuti dengan logat Jawanya.


("hei siapa yang nyuruh mandi? Tidak baik calon pengantin mandi). Kurang lebih seperti itu artinya.


"Masak iya Bude aku enggak mandi sih, kan bau bangun tidur.." ucap Nara


"Wes manuto ojo kakean protes!! Ambil air wudlu aja dulu sana". Jawab Bude Tutik.


"Yaudah deh".jawab Nara mengalah sembari berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudlu.


Setelah berwudlu, Kinara segera di rias oleh MUA profesional yang di pesan Nyonya Anderson. Sementara itu Cici yang masih lelap dalam mimpinya tiba-tiba terbangun saat ia merasakan ada gemericik air menimpa wajah ovalnya.


"Isshh kok ada air sih? Nih atap bocor? Masak iya mansion segede ini bisa bocor atapnya??" gumam Cici sembari mengumpulkan separuh nyawanya.


"Cewek yah mene rong tangi.. kedisikan pitek klurok. Ndang tangi subuan..!! Teriak Bude Tuti pada Cici. (Cewek jam segini belum bangun kalah dengan ayam berkokok. Cepat bangun sholat subuh)


"What....!!ampun Bude iya gua bangun tapi jangan siram air dong.." ucap Cici kaget saat sadar bahwa ada Bude Tutik di sampingnya membawa gayung berisi air.


Semua yang ada dalam kamar tertawa lepas melihat aksi Bude Tutik dan Cici. Mereka memang sudah saling mengenal karna Bude Tutik sering berkunjung kerumah Kinara.


*******


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.


"Udah siap boy?" tanya Mama Hanna


"Said Bismillah boy..yuk kita keluar Papa udah nungguin di mobil." ajak Mama Hanna sembari menggandeng tangan sang anak menuju ke mobil.


"Ekheemm wah adik gua akhirnya laku juga heheh" goda Sean pada adiknya saat mereka sudah masuk kedalam mobil.


"Emang gua barang jualan di pasar loak hemm..Btw gue nervous banget kak sumpah hehe".jawab Azka sembari menepuk pundak kakaknya.


"Hahahahahaaaa..." Sean tertawa keras mendengar ucapan Azka.


Mereka akhirnya berangkat menuju kediaman Pak Wibowo karna acara akad nikah akan di mulai pukul 10.00 pagi.


30 menit kemudian mereka tiba di kediaman Pak Wibowo karna hari ini adalah hari sabtu jadi lalu lintas tidak terlalu padat jadi mereka bisa sampai lebih cepat dari biasanya.


Sampai di gerbang utama mereka di sambut dengan hangat oleh keluarga besar Pak Wibowo. Iring iringan pengantin pria pun tidak banyak hanya beberapa orang keluarga yang memang di tugaskan oleh Pak Anderson untuk membawa seserahan dan berbagai hadiah untuk pengantin wanita.


Mereka menuju ruang tengah yang memang di persiapkan untuk acara ijab kabul nanti. Azka duduk di tengah diantara Ayah dan Kakaknya. Sedangkan sang Mama dan Kak Rania sudah menuju kamar Kinara.


Kinara sudah selesai di rias, ia terlihat anggun dengan gaun putih yang ia kenakan. Wajahnya yang sudah cantik paripurna tanpa make up pun saat ini terlihat lebih cantik.


"Masya Allah cantik nya menantuku, saya dan papa Azka tidak salah pilih kamu nak." ucap Mama Hanna memuji Kinara.


"Tante bisa aja.." jawab Nara malu.


"Gue enggak nyangka lo udah nikah aja nyet..kek baru kemarin gua kenal lo Ra.." ucap Cici sesenggukan di samping Kinara.


"Cengeng iih Cici...kayak orang mau pergi jauh aja pake acara nangis.." tambah Nara terkekeh melihat tingkah sahabatnya.


"Gua nangis bahagia tauu...ckk lo enggak peka amat sih jadi cewek. Gue doain jadi bucin beneran lo nanti ma laki lo.." timpal Cici tak mau kalah.


"Bisa aja ngomongnya nih anak.." ucap Nara.


Mama Hanna dan Rania yang melihat percakapan mereka pun hanya tertawa pelan.


Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 acara ijab kabul pun dimulai. Para tamu undangan sudah hadir. Tak ketinggalan geng Squad Crazy pun sudah stay belakang Azka sebagai penyokong semangat agar Azka tak terlalu merasa gugup.


πŸ’•πŸ’•


"Mempelai pria sudah siap?" tanya pak penghulu


"Insha Allah Siap pak!" jawab Azka


"Baiklah saya mulai"


"Saudara Azka Einsley Anderson saya nikahkan kamu dan saya kawinkan kamu dengan saudari Kinara Saraswati Wibowo Binti Akhmad Hadi Wibowo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang senilai 1milyar rupiah di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Kinara Saraswati Wibowo binti Akhmad Hadi Wibowo dengan mas kawin Seperangkat Alat Sholat dan Uang senilai 1 Milyar Rupiah di bayar tunai."


"Bagaimana saksi?"


"Sah ....." jawab para saksi serempak diikuti para tamu undangan yang hadir.


-----


Kinara yang mendengar Azka mengucapkan ijab kabul dengan lancar pun meneteskan air mata. Ia sungguh tak menyangka pertemuan nya dengan Azka baru 3 hari yang lalu sekarang sudah menjadi suami sah nya.


Bude Yuyun segera menghampiri Kinara di kamarnya.


"Nduk ayo turun temui suami mu.." Ucap Bude Yuyun


"Ayok nak kita turun.. Bismillah dulu biar tidak nerves" ajak Mama Hanna sembari menuntun Kinara dari samping kanan dan Kak Rania di samping kiri. Sedangkan cici berjalan di belakang Kinara sambil memegang ekor gaun yang lumayan panjang.


Semua mata tertuju pada Kinara yang berjalan menuruni tangga. Semua tamu undangan yang hadir terkagum- kagum melihat kecantikan Kinara dengan gaun putih yang ia kenakan.


Hal itupun tak luput dari pemilik sepasang mata biru nan teduh yang memandangnya tanpa berkedip sekalipun. Yah,,Azka merasakan detak jantungnya bermaraton diatas rata-rata saat Kinara sudah duduk di sampingnya.


"Ekhmm....udah enggak sabar ya bray?" goda Aldo di belakang yang membuyarkan pandangan Azka pada Kinara seketika.


"Dunia milik berdua yang lain mah ngekos doang..." tambah Reno menggoda Azka dengan suara yang sengaja ia keraskan.


Semua yang hadir ikut tertawa mendengar celotehan Reno dan Aldo menggoda Azka. Wajah Azka merekah seketika menahan malu.


Kak Danu yang bertugas sebagai Mc mempersilahkan kedua pasangan pengantin untuk saling memakaikan cincin.


Kinara yang memang tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki kecuali keluarganya pun tak kalah gugup dan langsung menarik tangannya saat Azka memegang jari manisnya untuk menyematkan cincin, membuat semua orang yang hadir ikut tertawa senang karna melihat tingkah Kinara yang polos.


Setelah selesai menyematkan cincin Azka membaca doa lalu mencium kening Kinara.


"Kok gue ngerasa adem.."batin Azka


"Masya Allah Duh sejak kapan jantungku larinya cepet banget..tapi nyaman sih". Batin Kinara saat Azka mencium keningnya.


Setelahnya mereka sungkeman kepada kedua orang tua dan keluarga masing kedua belah pihak.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Dah sampai disini dulu part nine nya..


Maaf banget author enggak bisa merangkai kata yang menarik..


Maaf kalo banyak typo bertengger di semua kalimat.


Jangan lupa vote dan commentnya para readers tercintah..


Readers Net : Lebay ya authorπŸ˜’πŸ˜’


Author : Ember..orang bilang gue juga nggak jelas😏😏


Readers Net : Duh aku tersanjung 🀣🀣 maap thor bercanda doank biar lu enggak stress..πŸ€ͺπŸ€ͺ🀣🀣🀣


Author : 🀨🀨🀨🀨