
Saat keyakinan itu datang...
Sulit ku tepis walau hanya sedetik🌹
*****************
Kantin Sekolah
Bunyi sirine terdengar nyaring menandakan jam istirirahat tiba.
Kantin pun berangsur ramai di penuhi siswa siswi yang hendak mengisi perut mereka.
Kinara sedari tadi hanya diam sembari mengaduk-aduk nasi uduk yang di pesannya tanpa berminat untuk melahapnya.
"Ra....nasi uduknya gue abisin aja ya.."? Tanya Cici kesal melihat Nara sedari tadi hanya diam.
"Paan sih Ci...aku lapar.!" jawab Nara malas.
"Ya Kalo lapar makan buk... bukan di udek-udek aja tuh nasi.. Capek gue liat lo murung mulu dari pagi.." ketus Cici
"Kalo lo ada masalah jangan di pendem sendiri Ra..kan ada Gue, Riska, Nana, Ririn..lo anggep kite apa sih.??" Tambah Cici.
"Iya iya aku makan kok..!" jawab Nara malas
"Lo utang cerita ke gue Ra...cepet abisin tuh nasi..!" Ketus Cici
"Iya..!
15 menit kemudian...
"hsss.. hadeh lu makan daritadi kayak keong...Sampe lumutan nih pantat gua nungguin lo Ra..."Keluh Cici.
"Ci...ikut aku ke taman belakang yuk.." ajak Nara setelah selasai menyantap makanannya.
"Yuk lah...tapi janji ya lo harus cerita ke gue Ok!!!.gue enggak terima penolakan kali ini.." ucap Cici
"hmm.." balas Kinara singkat.
Taman belakang sekolah saat itu memang sepi. Nara dan Cici duduk di bawah baruga kecil di samping pohon mangga. Ini adalah tempat favorit mereka berlima.
"Ci..kamu janji ya satu hal ke aku.. Bisa kan?? Pinta Nara
"Iya janji apa dulu Ra..lu ad masalah apa sih sebenernya??" tanya Cici balik
"Janji dulu..!" pinta Nara
"Janji!" jawab Cici mengacungkan 2 jarinya.
Nara menceritakan semua hal yang dia alami sejak kemarin tanpa satu pun yang tertinggal.
"Jadi gitu ceritanya..? Tanya Cici menghela nafas panjang
"Lo pasti bisa Ra... Gak semua orang bisa setegar lo yang bisa hadapi masalah besar dalam waktu sesingkat ini.. Gue yakin lo mampu..
"Gue janji enggak bakal ngebocorin pernikahan lo sama Azka sampai kita lulus nanti. Suwer dah..hemm!!" imbuh Cici
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan percakapan mereka saat ini..
"Kalo lo enggak berani nemuin Azka.. Biar gue aja yang ngomong sama dia. Lo tunggu aja di halte samping sekolah.. Bisa kan??" saran Cici lagi.
"Tas aku di kelas gimana??" tanya Nara
"Itu urusan gue..lo tenang aja."! Jawab Cici
"Besok janji ya lo bakal dateng." pinta Nara
"Iya gue Janji..!
"Ehkmm....
Seseorang berdehem membuyarkan percakapan mereka dan saat mereka menoleh..
"Fik...kar...lo....emm." Ucap Cici terbata-bata
"Gua udah tau kok..Azka udah cerita ke kami berempat... Justru Gua kesini nyariin Nara.." Ucap Fikar
"Aku kenapa..??" tanya Nara heran
"Lo di tungguin Azka di halte samping noh.. Buruan gihh.."! Ucap Fikar.
"Udah samperin aja kasian nunggu lama.." Suruh Cici.
"Ya udah aku duluan..." pamit Nara segera berlalu menuju Halte.
"Eh...tembikar..lo utang cerita ma gua..!" tegur Cici pada Fikar
"blablablaaaaa...dah gua duluan. Sampe ketemu besok ayang embeb.." pamit Fikar lalu mengambil langkah cepat
"Iiiihhh... Dzulfikaaaarrr .... Awas lo ya... Kesseel gue..!! Ketus Cici menahan emosinya.
-------
Dari gerbang sekolah Kinara melihat sebuah mobil sport hitam parkir di tepi halte.
Ia ragu ingin melangkah namun keraguannya ia tepis seketika saat pengemudi mobil itu keluar..
"Azka...." gumamnya
Ada rasa aneh yang hinggap dalam hatinya saat melihat sosok tegap yang tengah melambaikan tangan padanya.
"Duh sejak kapan aku jantungan gini.. Batin Nara.
Nara mempercepat langkahnya. Saat tiba di halte ia segera masuk ke dalam mobil. Azka pun segera melajukan mobilnya menuju butik Tante Rita seperti pesan Mamanya tadi pagi.
Selama dalam perjalanan tak satupun diantara mereka yang memulai percakapan. Nara melihat kendaraan lalu lalang dari kaca samping mobil sedangkan Azka tetap fokus menyetir mobil walau sesekali ia melirik Nara.
"Gue enggak tau apa yang ada di fikiran lo Kinara.. Gue juga terpaksa karna gue enggak bisa nolak permintaan orang tua."gumam Azka dalam hati.
20 menit mereka akhirnya sampai di sebuah butik mewah milik Tante Rita sahabat Nyonya Amina (Ibu Kinara).
"Assalamualaikum.." Ucap nara saat masuk ke dalam butik.
"Waalaikumsalam...eh Kinara udah dateng rupanya... Sini sayang." ajak Tante Rita masuk kedalam butik.
"Sinta kamu keluarin semua gaun pesanan Nyonya Anderson di dalam lemari sebelah kiri ya langsung bawa aja ke ruangan saya.." Pinta tante Rita pada Asistennya.
"Baik Nyonya..!!
15 menit kemudian..
Ceklek
Pintu ruangan terbuka
Kinara keluar ruangan di tuntun Tante Rita..
"Azka..." Panggil Tante Rita
Azka mendongak dan matanya langsung menatap Kinara lekat..
"Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan? Cantik"!. Batin Azka menyunggingkan senyum.
Kinara yang menyadari di tatap oleh Azka menundukkan kepalanya. Ia tak berani menatap orang yang sehari lagi akan menjadi suaminya itu.
"ehkmm..." Tante Rita membuyarkan tatapan Azka.
"ehh tan... Bagus kok bajunya sederhana dan elegan cocok buat Kinara.." ujar Azka.
"Fix yang ini aja nak Azka..?? Tanya tante Rita
"Iya ini aja Tante.. Jawab Azka meyakinkan
"Ok baiklah.. Ayo Nara kita masuk ganti bajumu." ajak Tante Rita.
Setelah melakukan fitting, Azka mengajak Kinara untuk membeli sepasang cincin pernikahan.
***************
"ekhmm..Kinara.." panggil Azka
"Iya.."Jawab Nara singkat tanpa menoleh sedikitpun.
"Kita ke galeri Om Rudi ya buat milih Cincin,,tadi Mama udah pesen untuk nemuin Om Rudi." ajak Azka.
"Iya.." jawab Nara singkat masih dengan sikap yang sama.
Azka yang merasa di cueki akhirnya memilih untuk diam tanpa melanjutkan ucapannya. Ia mengerti jika Kinara masih perlu waktu untuk sendiri.
30 menit kemudian mereka akhirnya sampai di sebuah gedung bergaya klasik namun mewah. Di depan pintu masuk sudah ada seorang pria usia 35 tahun sedang menunggu kedatangan mereka. Dialah Om Rudi sang pemilik Galeri.
"Assalamualaikum Om Rudi.." Sapa Azka sembari mencium tangan sang pemilik galeri dan diikuti Kinara.
"Waalaikumsalam boy..kamu apa kabar..seneng akhirnya ketemu lagi setelah sekian lama kamu menghilang..hahahha.." ucap Rudi tekekeh.
"Om bisa aja..." balas Azka..
Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam galeri dan memilih cincin yang akan mereka pakai besok. Setelah semua selesai Azka dan Nara pamit pulang.
**********
Tengah hari jalanan kota memang macet. Dan saking capeknya Kinara akhirnya tertidur di dalam mobil. 45 menit kemudian mereka akhirnya sampai di depan rumah mewah bercat kuning emas.
Melihat Kinara tertidur lelap membuat Azka tak tega membangunkannya. Ia setia menunggu hingga Kinara bangun.
Jam menunjukkan pukul 15.00 dan belum ada tanda tanda Kinara bangun.
Azka yang merasa sudah lelah duduk selama 2 jam akhirnya memberanikan diri menekan tombol play di layar mini di samping kemudi.
Ia memutar suara Adzan untuk membangunkan Kinara.
Hanya butuh waktu 1 menit akhirnya Kinara bangun. Ia mengerjapkan matanya dan menoleh melihat Azka yang bersedekap sambil menutup matanya.
Matanya tertuju pada layar di depannya lalu segera merogoh ponsel di saku bajunya..
"Ini udah jam 3 sore.. Jadi aku tidur selama itu..?? Gumamnya dalam hati.
"Azka aku turun ya.. Makasih untuk hari ini." pamitnya.
Entah mendapat keberanian dari mana ia bisa berbicara pada Azka. Padahal sedari tadi ia lebih banyak diam.
"Hmm iya..masuk rumah giih kamu kan belum sholat dhuhur tadi." ucap Azka
"Emm Nara..aku boleh enggak numpang sholat sekalian?" imbuh Azka kemudian.
"Emm boleh kok.. Ada mushola di dalam kamu bisa sholat disana." Jawab Kinara.
"Baiklah.."
Kinara turun dari mobil lalu membuka gerbang utama. Setelah mobil masuk ia langsung menutupnya.
Kinara mengajak Azka masuk dan memprsilahkan duduk di sofa ruang tamu.
Mbok Jum yang menyadari Nona nya pulang segera menghampirinya.
"Non udah pulang.. mau di siapin air hangat Non?" tanya Mbok Jum.
"Enggak usah Mbok.. Buatin teh manis dan cemilan untuk Azka ya.. Aku mau ke kamar dulu." pamit Nara.
Ia segera menaiki anak tangga masuk ke dalam kamar Kakaknya untuk mengambil satu setel baju koko dan sarung serta peci dan satu setel kaos putih serta jeans untuk Azka. Tak lupa ia menyiapkan handuk mandi juga.
Setelah di rasa selesai ia segera turun menemui Azka.
"Azka.." panggilnya
"Iya..
"Kamu bisa gunakan baju Kak Revan yang udah aku siapin di sofa kamar. langsung masuk aja gihh keburu habis waktu sholat dhuhur." Ucap Nara lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Azka pun menuruti Nara dan segera berlalu menuju kamar Revan untuk membersihkan diri dan sholat dhuhur.
Mbok Jum masih sibuk di dapur menyiapkan menu makan siang. Setelah semuanya siap ia segera memanggil Nara dan Azka untuk santap siang.
Di meja makan hanya terdengar dentingan sendok tak ada satupun yang berbicara.
Selesai makan siang Azka pun pamit untuk pulang.
To be continue..
Maaf para readers kalo ceritanya g berkesan. Soalnya Author lagi mager..
Capek fikiran capek di badan daan capek di uang...🤣🤣