KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
34 Hilang lagi?



"Assalamualaikum" ucap Azka saat memasuki ruangan Aldo


"Waalaikumsalam ngapain lagi lo?" tanya Aldo dengan mulut penuh makanan


"Gue ada perlu... apaan sih nunjuk-nunjuk?" tanya Azka heran.


"A..ir.." ucap Aldo pelan karna tenggorokannya sakit saat menelan makanan


"Oh ngomong kek minta air" Azka mengambil gayung dan membuka kran di kamar mandi. Aldo melotot melihat tingkah konyol Azka, pasalnya yang ia minta air minum bukan air keran.


"Nih... lo mau pipis pake repot segala, kan bisa gue anterin ke kamar mandi" ucap Azka tanpa rasa bersalah, Aldo geram sambil berkacak pinggang dengan mata merah nyalang .


"AIR MINUM OGEEEEEBBB!! NOH DI MEJA DEPAN SOFA MATA LO BUREM HAH??" ucap Aldo lantang


"Hehehehe, ya lo juga sih nunjuk-nunjuk ngomong gak jelas" Azka menggaruk tengkuknya lalu segera mengambil air mineral diatas meja.


"Lo ada perlu apa?" tanya Aldo setelah menenggak sebotol air mineral.


"Di bengkel mana mobil yang lo pakai tadi? gue mau ambil alat yang gue pasang di mobil." ucap Azka


"Hah? lo pasang cctv di mobil? "tanya Aldo terkejut


"Iya!"


"Kok gue baru nyadar, kenapa lo enggak pernah ngomong sih?" Ucap Aldo ketus


"Emang papa enggak pernah ngomong? dari awal juga udah ada" balas Azka


"Lo telpon papa lo deh dimana ntu mobil sekarang.. gue baru sadar tiba-tiba udah ada aja di rumah sakit"


"Oke deh" Azka segera menghubungi papa nya dan menanyakan kondisi mobil yang di pakai Aldo.


"Udah di ambil sama mas Yusuf untung aja bukan si penguntit yang ambil" ucap Azka setelah menutup sambungan telepon.


"Hah syukurlah kalau begitu gue tenang!" Aldo mengusap dadanya lega.


"Emang kurang kerjaan, ngapain juga kalian ke pantai kayak enggak ada kerjaan lain aja." gerutu Azka


"Ehh ogeb ini juga bini lo yang minta buat di anterin ke sono bukan mau gue asal lo tau."


"Apa lo enggak bisa nolak?" tanya Azka ketus


"Huuh susah ngomong sama lo ya! asal lo tau aja semua ini gara-gara lo juga yang sudah bikin hati bini lo sendiri mode off.,dia bete gara-gara lo dan imbasnya ke gue!" ucap Aldo sarkas


"Ya maaf gue emang salah."


"Noh nyadar juga lo!"


"Tapi gue bisa jelasin!"


"Gue gak butuh penjelasan lo tapi bini lo yang butuh, ngerti??!!"


"Iye iye gue ngerti.!"


"Jadi laki jangan pecundang dong, kalau emang lo udah cinta dan sayang sama Kinar harusnya lo jujur aja dari awal enggak usah pake acara cemburuan segala, terus bawa-bawa bule lagi lo sengaja mau pamer ato gimana?"


"Ckck..Namanya Erin dia tetangga gue pas masih di Jerman, dari kecil emang kita sering bareng, sekolah pun bareng cuma kita beda agama. dia pernah ngejebak gue dulu di pesta ultah temennya dan sejak saat itu gue menghindar dan mutusin komunikasi sama dia saking kecewanya gue."


"Ya lo jelasin lah sama Kinar bukan ke gue." tambah Aldo ketus


"Kan lo juga salah faham sama gue ogeb!" jawab Azka sebal


"Ya sudah sono gih...jagain tuh bini lo ilang lagi baru tau rasa!" usir Aldo


"Ngusir gue lo...potong gaji!"


"Bodo amat dah..egepe 🤪🤪🤪!" sahut Aldo tak mau kalah


Azka segera keluar dari ruangan Aldo dan masuk ke ruangan sebelah yang ditempati Kinar.


"Assalamualaikum Kinar..." Azka melihat brankar yang di tempati Kinara kosong, ia segera membuka kamar mandi perlahan dan ternyata juga kosong.


"Kinar....Kinar....kamu dimana Kinar??" Azka mulai di landa gelisah. ia langsung keluar dan masuk ke ruang rawat Aldo tanpa permisi.


"Eh...Tikus got!! lo buka kamar orang salam dulu kek, lo gak liat gue bugil??!" teriak Aldo sarkas


"Kinara hilang.!"ucap Azka


"Siapa hilang nak Azka??"tanya papinya Aldo yang baru saja tiba.


"Kinara hilang dari kamar.."jawab Azka


"Bagaimana bisa?" tanya papa Aldo lagi


"Saya tadi anter mama pulang sampe ke depan gerbang trus pas balik langsung kesini gak liat Kinar dulu."


"Ya sudah tenang dulu kita berpencar, Aldo kamu hubungi bos sekarang juga." titah Papinya.


"Oke!" jawab Aldo.


Azka dan Papinya Aldo berpencar mencari Kinara. sedang kan Aldo yang menghubungi pak Anderson langsung mendapatkan omelan manis semanis martabak coklat kacang keju+susu yang selalu ia pesan tiap malam sabtu dan minggu di pojokan kompleks setuju.


"Hah ada aja sih masalah, enggak lama gue mati muda!" gerutu Aldo setelah sambungan teleponnya terputus.


Azka dan Papinya Aldo berpencar mencari Kinara di semua sudut rumah sakit tapi tak menemukan Kinara. sampai pak Anderson dan Kak Sean tiba di rumah sakit dan memanggil semua pegawai untuk di mintai keterangan.


"Pak Syamsul anda kepala rumah sakit ini bagaimana bisa putri saya hilang dalam sekejap?!"


"Maafkan kelalaian kami pak!"


"Apa cctv di rumah sakit ini masih normal?"tanya pak Anderson


"Kami baru mengganti semua cctv 3 hari yang lalu pak." jawab pak Syamsul


"Lalu bagaimana bisa putri saya hilang dari pengawasan kalian?"bentak pak Anderson


Pak Syamsul dan semua pegawai rumah sakit menunduk takut dengan kemarahan pak Anderson.


"Maaf pak boleh saya bicara?" tanya seorang perawat


"Silakan!" jawab pak Anderson


"Salah satu teman kami yang bertugas untuk merawat Nona Muda juga menghilang pak!" ujar perawat tersebut.


"Berpencar sekarang juga!" titah pak Anderson


Azka, Aldo pak Anderson, kak Sean dan Papinya Aldo menuju ke ruangan tempat Kinar di rawat. Sean segera memeriksa semua sudut yang sekiranya meninggalkan jejak namun rupanya tidak menemukan tanda-tanda apapun.


Disaat mereka tengah panik Kinara datang bersama seorang suster menenteng 2 kantong keresek.


"Assalamualaikum" ucap Kinara. semua orang menoleh dan Azka langsung memeluk erat sang istri.


"Lepasin malu banyak orang!" pinta Kinara seraya menginjak kaki Azka dengan sandalnya.


"Auuh sakit Ra...!"


"Biarin! Papa? kak Sean? Aldo? Om? kalian abis ngapain? kok mukanya pada kusut?"tanya Kinara bingung


"Lo tuh dari mana? lo gak liat apa kita semua nyariin sampe pusing enggak nemu apapun tau-tau lo nongol kayak setan kesambet mi ayam!" ucap Aldo ketus (🤨🤨 setan kesambet mi ayam emang ada?? author jadi ikutan mikir🙄🤣🤣)


"Hah??" Kinara melongo bertambahlah kebingungan nya.


"Iya dek kamu dari mana aja sih? kita semua bingung nyari kamu yang katanya hilang. kakak lagi meeting akhirnya di tunda dan kami semua panik!" ucap Kak Sean.


"Aku tadi dari mushola terus ke kedai mi ayam di seberang jalan pas pulang singgah di mini market depan beli ini!" ucapnya polos seraya menaikkan keresek hitam berisi 2 box pembalut dan 3 botol Kiranti. Aldo langsung meraih keresek tersebut dan membukanya.


"Ehh busyet...cuma mau beli ini doang lo udah bikin kita ketar ketir ogeb!" ucap Aldo seraya mengeluarkan satu box pembalut alhasil semua orang melihatnya. Kinara segera merebutnya dan memelototi Aldo.


"Udah udah yang penting kamu udah kembali papa udah tenang. mulai sekarang kemana-mana kamu harus pamit dulu. jangan bikin kita semua panik nak, kamu itu berlian berharga kami. ingat itu!" ucap Papa tegas.


"Maaf pa Kinar salah!"


"Ya sudah, kasian Mery ini udah habis jam kerjanya harusnya sekarang dia sudah pulang kerumahnya dan istirahat."


"Maafkan saya tuan tidak meminta izin terlebih dahulu."


"Ya sudah kamu pulanglah biar sopir saya yang antar kamu sekarang."


"Baik tuan terimakasih!"


Aldo dan papinya segera keluar dan masuk ke ruangan sebelah untuk beristirahat. Kak Sean langsung pulang kerumah bersama Papa. Azka merebahkan tubuhnya di sofa karna lelah seharian lelah hati dan fikiran.