KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 111



Keisya menatap teduh pada anak sulungnya yang tertidur pulas di gendongan suaminya. anak berumur empat tahun itu memang lebih dekat dengan papa nya di bandingkan dengan dirinya.


Empat tahun lalu, Keisya koma karena mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan Faras. Hingga sang anak hampir berusia setahun Keisya baru sadar dari koma nya.


Bahkan saat bayi itu pertama kali melihat Keisya setelah siuman justru menangis kejer. meski selama ini Hanan selalu membawanya ke rumah sakit menemani nya melewati masa sulit.


Kakaknya Kinara lah yang sudah mengurus bayinya juga mama Hanna dan mertuanya yang harus bolak-balik dari desa ke Jakarta.


Hingga Keisya sudah pulih dan di izinkan pulang, Faras tetap tak mau di sentuh oleh Keisya. begitu miris hatinya melihat anak yang ia lahiran dengan penuh perjuangan harus menolak dirinya.


Keisya selalu menangis karena keinginan nya untuk memeluk sang anak tak pernah terwujud. beruntung sang suami selalu memberikan pengertian padanya dan mulai membatasi interaksi antara Faras dan Kinara sesuai usul Azka.


Setahun berlalu setelah ia siuman, Faras mulai mau di dekati dan mau di peluk oleh Keisya. bahkan sudah mau memanggil nya ibu meski masih menjaga jarak dengan nya.


"Mas tidurin aja di kamarnya, aku mau lihat Kaila dulu" ucap Keisya


"Iya, pelan-pelan sayang"


"Iya mas"


Keisya berjalan perlahan ke arah pintu samping dan masuk ke dalam kamar anak perempuan nya.


Kaila sudah tenang dan tertidur dengan pulas. mbak yang menemaninya pun sudah tidur di ranjang sebelah.


Keisya mengusap rambut sang anak dengan sayang. Air mata menggenang di sudut matanya. ia tak pernah menyangka akan berada di posisi saat ini. memiliki dua anak dan suami yang sangat menyayangi nya.


Sungguh beruntung, hidupnya yang dulu sangat miris dan banyak luka kini semua terbalaskan dengan keluarga kecilnya yang penuh kebahagiaan dan kasih sayang.


Hidup tanpa mengenal sosok ibu begitu berat untuknya. karena itu saat ini ia tak mau menyia-nyiakan waktu yang sudah Tuhan berikan untuk mengurus dua buah hatinya.


kemarin ia sempat mendengar percakapan sang kakak dengan suaminya yang baru pulang dari luar negeri tanpa sengaja.


"Iya sayang, aku juga kaget waktu dia bilang belum nikah, padahal dulu waktu Keisya lamaran berita yang kita dengar kalau dia udah nikah, ternyata itu hoax, itu berita nggak bener" jawab Azka.


"Jadi bener kalau dia kesini memang tujuannya buat Keisya, tapi keadaan yang membuat mereka akhirnya berpisah, tapi waktu dia mabok malam itu apa dia nggak ngeracau soal istri?" tanya Keisya lagi


"Nggak sama sekali, dia cuma nyewa Purel aja tapi gue batalin, fantastis juga perempuan yang dia pesan malam itu, harus yang perawan, kalau aku ingat lucu juga Reno, dia yang mutusin pertunangan trus lari nggak ada kabar selama hampir lima tahun, sekalinya dia niat datang mau melamar Keisya eh keduluan Hanan, justru dia yang sakit hati beneran, bisa jadi dia emang nggak mau nikah atau gimana, tapi katanya udah punya calon sih" cerita Azka.


Keisya yang saat itu sedang berdiri antara tembok pembatas hanya diam termangu. tidak menyangka jika Reno pernah datang pada saat ia menerima lamaran Hanan.


Dan laki-laki yang pernah singgah di hatinya itu kini masih melajang dan belum memiliki keluarga.


"Sayang, ayo pindah, kasihan mbak Tami sama Kaila" tegur Hanan menepuk lembut pundak nya.


Lamunan Keisya buyar, ingatannya tentang Reno masih menggelayuti hatinya. laki-laki yang pernah ia tunggu kehadirannya itu ternyata datang membuktikan keinginan nya tapi takdir tak berpihak pada mereka.


"Faras udah tidur mas?" tanya Keisya


"Udah, ayok tidur besok kamu kerja pagi-pagi kan?" ucap Hanan memeluk sang istri.


"Mas, apa kamu tahu sesuatu soal Dimas?" tanya Keisya saat mereka sudah berada dalam kamar.


"Dimas? Dimas yang mana?"


"Dimas yang punya toko roti fitrah bakery"


"Oh, enggak tuh kenapa emang?"


"ya nggak apa-apa, nanya doang, aku denger kalau ibunya sakit, dan mbak Kinara udah jengukin beliau bareng ayah sama om Denias juga"