KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 128



Keisya menatap potongan foto yang sudah di satukan kembali oleh suaminya. Ada getir yang tak mampu di ucapkan dengan kata-kata.


Hari ini ia memang tidak ke kantor, setelah mengantar suaminya berangkat kerja di teras. ia lebih memilih untuk membersihkan rumah karena sudah terlalu lama ia absen dengan pekerjaan lamanya.


Ruang pertama yang ia tuju adalah ruang kerja Hanan yang jarang sekali ia kunjungi, semenjak hamil almarhum Shofia. Jika ada beberapa dokumen perusahaan yang ia butuhkan baru ia masuk ke ruangan itu.


Saat merapikan sofa yang biasa di gunakan Hanan untuk istirahat jika lembur, tanpa sengaja ia menjatuhkan selembar kertas putih yang tertempel foto dirinya dan Reno di masa lalu.


Foto yang ia robek beberapa Minggu lalu karena marah dengan sikap Faras yang ikut campur urusan orang dewasa, bahkan sampai bertanya siapa ayah kandungnya.


Iya pikir foto itu sudah di buang oleh art yang biasa membersihkan, rupanya tidak. Justru sang suami menyatukan kembali potongan kertas foto yang sudah berserak itu.


Keisya menangis haru, begitu besar pengorbanan Hanan untuk nya. Bahkan mampu menyembunyikan perasaan nya di saat ia benar-benar masih terpaku dengan masa lalu.


Keisya sadar betapa tulus hati suaminya yang masih mau bertahan untuknya hingga hari ini. Meskipun sekian banyak luka sudah ia berikan untuk laki-laki itu.


Keisya menyimpan kembali lembar kertas itu di atas meja suaminya dan lanjut membersihkan bagian lain.


Hingga tengah hari pekerjaan nya baru Selesai di bantu oleh dua orang asisten nya.


"Mbak asih, saya jemput anak-anak dulu ya di rumah mama Hanna" ucap Keisya pada asisten nya.


"Iya nyonya, mau bawa sesuatu untuk nyonya besar nggak?"


"Emm nggak lah, nggak usah, cuma jemput anak-anak saja, sekalian saya mau singgah di rumah mbak Kinar, palingan sore saya baru pulang, kalau nanti bapak pulang siapin aja makan malamnya mbak"


"baik nyonya"


Keisya mengecek isi tasnya dan memastikan tak ada yang tertinggal baru melangkah keluar rumah.


Sudah lama ia tak menyetir sendiri sejak hamil Shofia, hari ini ia ingin membawa mobilnya sendiri tanpa sopir.


Sampai di rumah mama Hanna ternyata nampak ramai karena ada pengajian rutin mingguan jama'ah kompleks tempat mama Hanna tinggal.


Keisya masuk melalui pintu samping dan langsung mendapati anak-anaknya sedang asyik bermain di halaman samping dengan kedua sepupu nya.


"Ana, mama ada?" tanya nya pada Keana keponakannya.


"Di dalem, ibu sendiri?" tanya Keana


"Iya, sendiri, Keira mana?"


"Lagi ngambek, pulang tadi di jemput sama bang Robin"


"Kalian bertengkar lagi?"


"nggak kok, di gangguin sama Kean, rebutan Lego jadi ngambek, nggak mau main bareng lagi"


Keisya mengembuskan nafas panjang dan tertawa pelan, keponakannya yang paling bungsu itu memang gampang sekali marah dan baru hilang satu Minggu kemudian.


"Tante nggak bawa oleh-oleh?" tanya Keenan yang berdiri tak jauh darinya sedang memegang gunting pangkas


"Nggak, hemat" jawab Keisya seadanya


"Te, aku punya resep masakan baru mau nyoba nggak?"tanya Keenan mencoba menarik perhatian bibinya


"Apalagi Ken? Palingan resep bikin cimol gagal, nggak lah, lagi nggak nafsu makan" tolak Keisya


"Iish Tante gitu, awas aja kalau aku bikin trus Tante minta" balas Keenan kesal


"Kalau punya resep baru harusnya kamu sekarang di dapur, bukan di pekarangan rumah Oma, nawarin resep baru tapi nggak ada bentuk nya" cibir Keisya


"Ya udah deh, aku bersih-bersih dulu, kalau gitu aku pulang dulu, aku tunggu Tante di rumah, awas loh ya nggak datang nanti aku satroni rumah Tante bawa kue gosong hahahaab" kata Keenan bersemangat


Keisya hanya memutar bola mata jengah. Keponakan pertama nya itu memang hobi sekali memasak dan membuat makanan. bukan hanya itu, dia juga suka tantangan sama seperti mama dan papanya, tapi sifat jahilnya menurun dari kakeknya Tuan Anderson.


"Mbak, itu anakmu apa nggak bisa sehari aja libur nggak nyoba resep ajaib" cibir Keisya pada Kinara begitu ia masuk ke dalam rumah.


"Hah?" Kinara hanya melongo mendengar Omelan adik kembarnya.


"Di ajak ngomong hah heh hah heh ae, belum selesai pengajiannya?" tanya Keisya duduk dan mencomot kue di atas meja


"Belom, kamu nggak ngantor?"tanya Kinara sambil mengunyah kacang


"Nggak, lagi cuti sehari" jawab Keisya


"Orderan yang kemarin sekeluarga besar itu sudah di kirim kan?" Kinara mengingat soal orderan seragam keluarga pelanggan


"Sudah, fee nya juga udah di transfer kok, oh ya ada undangan dari kolega ayah, nikahan anaknya dua hari lagi, mau datang nggak?" jawab Keisya


"Nanti aku tanya mas Azka dulu, kalau dia mau kita datang berempat, itupun kalau kak Revan mau datang juga" ucap Kinara


"tumben suami mu nggak pulang, biasanya selesai Jumat'an pulang kerumah" tanya Keisya


"Lagi reunian sama sobat-sobat nya" kata Kinara


"Nggak ikutan?" tanya Keisya mencomot satu iris risol di atas piring


"Malas, kalau gue ikut pasti bontot gue semuanya ikut, ogah repot, Lo nggak pergi pengajian?" ucap Kinara menatap keluar pintu


"Jadwal gue hari Kamis malam Jumat di sana, ibu-ibu nya hari Rabu siang" terang Keisya


"Oh, emang di tawarin apa Lo sama anak gue?"tanya Kinara


"Resep baru katanya, nggak tahu apa" Keisya mengedik kan bahunya cuek


"1....2....3...." Kinara bergumam sambil berhitung


"Mama aku mau pulang, mau bikin resep baru buat Tante Kei" teriak Keenan dari halaman samping" teriak Keenan dari halaman samping


"Tuh kan apa gue bilang, baru di itung aja sudah kedengeran cemprengnya" cibir Kinara seraya beranjak


"Hahaha anak siapa," ejek Keisya mengikuti langkah kakaknya


"Mau pulang sama siapa?" tanya Kinara pada anak sulungnya


"Sama Mbak Narsih" jawab Keenan menunjuk pembantu rumah tangga ibu mertua nya


"Ya udah hati-hati, mbak jagain di dapur ya jangan sampai hilang semua perkakas saya" pesan Keisya mengusap kepala sang anak dengan sayang meskipun matanya melotot pada sang anak untuk berhati-hati.


"Siap Bu" kata Keenan dengan hormat tangan kanan


"Haduh, anak itu, nggak beda sama emaknya, bisa enak hidup Lo kalau dia jadi chef beneran mbak" seru Keisya


"Belum jadi chef aja gue udah santai, dirumah nggak pegang wajan hahahaha" balas kinara tertawa pelan


"ahahah bisa aja Lo" timpal Keisya.


***


"Lo bisa ke Singapura dua hari lagi, semuanya disana udah gue urusin Ren, nanti ada anak buah gue yang nganterin Lo dan nemenin Lo disana" kata Azka.


Hari ini memang mereka bertemu berlima temu kangen karena Reno akan pergi ke Singapura untuk pengobatan Andin istrinya.


"Makasih bro, maaf gue repotin terus"


"Kayak siapa aja, gue punya hutang budi banyak sama Lo"