
Duh malunya...
๐๐๐
"Emmhh.." Kinara membuka matanya perlahan saat terdengar suara adzan menandakan waktu subuh dari arah masjid kompleks.
Saat tenaganya sudah terkumpul ia menoleh ke samping dan terkejut melihat Azka tidur menghadap kearahnya.
"Aaaaaaaaaaa pergiii...." Kinara berteriak sekencangnya sembari memukul lengan Azka dengan bantal. ia lupa bahwa sekarang ia sudah menikah
"Apa sih?" ucap Azka tak kalah keras nya saking terkejut mendengar teriakan Kinara. Untung saja kamar ini kedap suara. Sekencang apapun suara tidak akan terdengar.
"Kamu ngapain di kamar aku?" tanya Kinara lantang menunjuk Azka
"Tidurlah!" Jawab Azka sekenanya dengan wajah sedikit bingung. "nih anak amnesia kali yak?" batinnya
"Ngapain tidur disini? Ini rumahku!" sungut Kinara
"Dan aku suami mu!" Sahut Azka tak mau kalah.
"Hah? suami?" Kinara terdiam sejenak, mencoba mengingat dan "Opss maaf aku...." ucapnya langsung di potong Azka
"Huh udah subuh cepet bangun. Kamu gak sholat?" Azka mendengus sebal lalu merebahkan kembali tubuhnya di kasur. Mood nya tidak bagus karna teriakan Kinara dan karna ia tidak bisa tidur kembali sejak terjaga semalam.
Flashback
"Huuh dingin banget..badanku pegel tidur di sofa" batin Azka saat ia terjaga pukul 2.30 dini hari.
Ia memutuskan untuk sholat malam. Saat hendak ke kamar mandi ia berniat membangunkan Kinara namun ia merasa tak tega melihat Kinara tidur sangat nyenyak.
Setelah selesai sholat ia memutuskan melanjutkan tidurnya. Ia beranjak menuju ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Kinara.
Azka kesulitan untuk memejamkan mata hingga terdengar Adzan subuh. Saat mendengar lenguhan Kinara, ia memejamkan mata seolah-olah tertidur.
Flashback Off.
Kinara langsung beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia merutuki kesalahannya sendiri karna lupa bahwa ia sudah menikah. "Argh sumpah aku malu kenapa bisa lupa sih??" batinnya.
Azka masih dengan posisi wenak di kasur mencoba menetralkan hatinya. Tangannya meraba kedua telinganya yang berdengung karna teriakan Kinara tadi. "Arrgh pagi-pagi kupingku udaah budeg rasanya. Huh sabar punya istri kayaknya amnesia" batinnya.
.
.
"Eh Non mau bikin apa?"
"Mau nge-teh Mbok,." jawabnya melirik nampan yang di bawa Mbok Jum. "Widiih enak nih ada ubi rebus, pisang epek plus donat labu."
"Non mau? Tumben banget biasanya cuma sarapan roti..Efek penganten baru ya??" ucap Mbok Jum dengan nada menggoda
"Eeh?? Apaan sih Mbok" ucap Nara dengan tampang semerah tomat
"Halah sok-sok-an malu"
"Ah Mbok ini bisa aja kayak cenayan tau gak??"
"Hehehe kan mbok juga pernah muda non.."
"Iya-iya..yang pernah muda." ujar Nara sembari mencomot donat labu.
"Duh lupa.." batinnya lalu berjalan ke arah rak. "Yah itung-itung permintaan maaf ku tadi" batinnya tersenyum setelah mengisi botol air minum untuk Azka dan menyimpannya di meja teras.
.
.
Di kamar Azka sedang bersiap-siap untuk jogging di taman belakang kompleks itung-itung untuk beradaptasi dengan para tetangga kompleks. Sekalian ia akan mencari lowongan kerja paruh waktu setelah selesai jogging.
"Ra...aku keluar jogging di taman kompleks ya.." pamit Azka pada Kinara sembari membuka kulkas untuk mengambil air minum.
"Air bekalnya udah aku siapin di meja teras, bawa aja." ucap Kinara tanpa menoleh
"Kamu tau darimana aku suka jogging kalo weekend?" tanya Azka heran
"Mama yang ngomong." jawab Nara .
"Oh gitu!" Ucap Azka ber-oh-ria.
"Emm, nanti jadi kan kerumah mama?"
"Iya jadi agak sorean" ucap Azka
"Kamu gak mau makan ini dulu?" tawar Nara menunjuk ubi rebus, pisang epek, donat labu di hadapannya.
"Ntar aja." jawab Azka lalu keluar
Kinara mendengus melihat Azka berlalu. "Terserah lah" batinnya
Sampai di teras Azka mengambil botol air diatas meja. Ia tersenyum simpul dan segera berlalu menuju taman belakang kompleks.
"Mbok sekarang kita ke pasar, kemaren kan gak sempat belanja banyak. Sekalian aku mau beli bahan kue buat oleh-oleh mama nanti."
"Siap Non.. Mbok siap-siap dulu"
.
.
Di pasar
"Mang ayamnya 2 kilo ya yang segar Potong seperti biasanya aja."
Setelah selesai memesan ayam dan membayarnya Nara dan Mbok Jum menuju tempat penjual Ikan segar langganan mereka.
"Mang yang ini sekilo, itu dua kilo, dan ikan ini satu aja yang ukuran jumbo." pinta Kinara seraya menyerahkan 3 lembar uang merah.
"Kita ke tempat sayur dan bumbu Mbok aku mau beli bahan sup dan soto lalu membeli bahan kue di tempat biasa" ucap Nara.
Ia segera menyelesaikan kegiatan belanjanya lalu segera pulang kerumah.
๐ฎ๐ฎ
"Mbok tolong siapin dulu ya aku mau mandi gerah banget." Ucap Nara saat tiba di dapur membawa beberapa kantong kresek berisi barang belanjaan dan menaruhnya diatas meja.
"Baik Non.."
Kinara segera berlalu menuju ke kamar untuk membersihkan diri. Saat masuk ke dalam kamar ia tidak mendapati Azka sama sekali bahkan kondisi kamar masih sama seperti tadi saat ia tinggalkan.
"Mas Azka belum pulang" gumam Nara dalam hati.
Ia memutuskan untuk segera ke kamar mandi. 10 menit kemudian ia selesai dan ia memutuskan untuk kembali ke dapur membuat kue.
Setelah semua selesai ia kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Kondisi kamar masih sama tak ada tanda-tanda keberadaan Azka pulang.
"Ini udah masuk waktu sholat duhur,kok belum pulang?ah aku mikir apa sih?"gumamnya dalam hati.
Ia memutuskan untuk mandi.
๐ฎ
"Assalamualaikum Nara.." ucap Azka saat tiba di kamar namun tak menemukan sosok yang ia cari. Ia mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi.
Azka menaruh ponselnya di atas nakas. Ia membaringkan diri di sofa dengan posisi tangan menutupi matanya. Ia merasa lelah karna sejak pagi ia pergi mencari pekerjaan paruh waktu setelah selesai jogging.
Ceklek
Kinara keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandinya hanya sampai batas lutut dan handuk yang melilit rambutnya. Terlihat jelas leher jenjang putih nan mulus miliknya yang masih basah. Ia tak menyadari jika Azka sudah ada di kamar sejak tadi.
Ia segera duduk di meja rias namun saat bercermin matanya tertuju pada laki-laki pemilik netra biru yang berbaring memperhatikannya tanpa berkedip di atas sofa.
Azka menelan saliva nya saat melihat Kinara keluar dari kamar mandi. Siapa yang tidak terpesona melihat bentuk tubuh Kinara yang hanya mengenakan jubah mandi. Namun Azka segera memalingkan wajahnya saat bersitatap dengan Kinara yang melihatnya di balik cermin.
"Cepet pakai baju." ucap Azka dengan nada sedikit tegas lalu beranjak menuju ke kamar mandi dan melewati Kinara.
Kinara yang tersadar dengan posisinya masih mengenakan handuk segera berlari menuju ruang ganti untuk memakai baju.
Di ruang ganti Kinara memegang kedua pipinya dengan telapak tangan. Ia merasa malu dengan posisinya saat ini. "Kok aku enggak sadar dia udah pulang sih? Duh malunya." gumam Nara. Ia segera membuka lemari untuk mengambil satu setel gamis dan hijab lalu memakainya.
Kreeek
Ia menggeser pintu untuk keluar bersamaan dengan Azka yang akan masuk ke ruang ganti hanya mengenakan handuk melilit pinggangnya,tubuhnya masih basah karna tetesan air dari rambutnya.
Keduanya terhenti di depan pintu saling menatap. Ada desiran aneh di hati Kinara saat ini, jantungnya berdegup kencang saat Azka melewatinya tanpa menoleh sedikitpun.
Kinara segera keluar menuju meja rias untuk memoles sediki wajahnya. Setelah itu ia segera turun ke bawah.
Azka keluar dari ruang ganti memakai kaus warna putih favoritnya dengan jeans panjang warna hitam. Ia menuju meja rias mengambil sisir dan menata rambutnya agar terlihat rapi.
Tit tit
+6281.......
Hai Kinar seneng akhirnya bisa ketemu lagi. Rโค
" R??Siapa dia??" gumam Azka dalam hati. Ada rasa aneh saat membaca pesan itu namun ia tak menyadari.
Azka segera menyimpan kembali ponsel Kinara. Setelah itu ia segera turun ke bawah untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan karna sejak pagi ia belum makan apapun kecuali air minum yang ia bawa dari rumah.
"Kemana yang lain Mbok?" tanya Azka saat tiba di dapur
"Ada Den pada istirahat kali. Aden mau makan?"
"Iya Mbok, Masak apa sih kok wangi banget?"
"Oh ini Soto Ayam Den, kesukaan Non Nara. Aden mau?"
"Boleh Deh." ucapnya sembari mencomot kue diatas meja makan.
"Mbok kue yang aku sisihin tadi udah di masukin semua kan?" tanya Kinara yang masuk sembari menenteng paper bag kosong. "Eh mas...? Ucap Nara sedikit terkejut melihat Azka asyik mengunyah kue buatannya.
"Udah Non itu saya simpan di sana" jawab Mbok Jum seraya menunjuk toples berisi kue di depan Azka duduk.
Kinara memandang Azka ada sedikit sebal sekaligus senang. Sebal karna kue yang ia sisihkan tinggal setengah toples. Senangnya karna Azka ternyata menyukai kue buatannya.
"Kenapa liatin kayak gitu?" tanya Azka heran sembari mengunyah kue tanpa melepas toples yang ia pegang.
"Hehe itu.." ucap Nara menunjuk toples yang ukurannya lumayan besar.
"Apa? Mana?" tanya Azka bingung
"Itu kuenya tinggal setengah buat Mama....." ucap Kinara lirih
"Hah??" Azka melotot melihat toples yang ia pegang hanya terisi sisa setengahnya saja.
"Oppss ma-af--Ra, abis enak hehe" ujar nya seraya menggeser toples dan menutupnya lalu mengalihkan toples kesisi kanannya. Matanya melirik kearah toples lalu menatap Kinara. ada rasa bersalah telah memakan setengah dari isi toples itu.
Kinara menyadari gelagat tak enak dari Azka. "Ya udah gak apa-apa." ujarnya menenangkan.
"Maaf ya Ra.." ucap Azka sekali lagi
"Iya gak apa-apa, emang enak bener ya kuenya?" Kinara mengambil posisi duduk menghadap Azka
"Kalo gak enak gak mungkin sisa setengah kan?" Jawab Azka sekenanya.
"Ck.."Nara mencebikkan bibirnya.
"Iya enak banget mama pasti suka kue buatan mu" Azka menyadari nada tak suka dari Nara
"Gak jadi di kasih mama"
"Kok gitu?"
"Ya tinggal separuh gak pantes lah"
"Bikin lagi"
"Capek"
"Ya udah maaf, buat mama gak usah repot mama orangnya gak ribet kok"
"Ya kan aku mau ngasih kesan pertama sama mama?" Nara mengerucutkan bibirnya membuat Azka gemas.
"Ya udah maaf abis aku kelaparan" sanggah Azka
"Abis tadi pagi di tawarin makanan enak kamu nolak sih" timpal Nara
"Gak biasa soalnya" ujar Azka pelan
"Mulai sekarang biasainlah" Balas Nara
"Hmm.." Azka mengangguk
"Sotonya udah siap" ucap Kinara mengalihkan topik lalu beranjak mengambil dua buah mangkuk yang sudah di siapkan Mbok Jum dengan isian soto yang lengkap.
.
.
.
"Jadi nih mau nginap?" tanya Nara
"Jadi lah, untuk sementara kita di rumah mama sampai aku dapat rumah baru untuk kita tinggal." Jawab Azka tegas
"Hah?" Nara menoleh
"Napa?"Azka mengeryit
"Mau beli rumah?"
"Apartemen Ra, kamu gak suka?"
"Ya gak gitu sih...๐๐"
"Trus?" Azka mendesak
"Emm Kita tinggal berdua, serumah?"๐ Tanya Nara pelan
"Hah? Sekarang aja kita sekamar Ra"
"Tapi kan... Kalo kita pisah rumah gimana sama rumah ini? Sama mama papa gimana?"
"Hmm" Azka menarik napas lalu menegeluarkannya pelan.
"Ya kan kita bisa berkunjung tiap weekend kalo perlu nginep juga" jelas Azka
"Hmm Ya udah deh terserah mas aja"
"Kamu gak suka ya Ra?"
"Bukan gak suka, aku belum pernah pisah dari rumah ini, gimana gitu rasanya.." jawab Nara berat
"Mulai sekarang biasain. Katanya harus mulai terbiasa??" Timpal Azka
"Iya deh..โโ." Kinara tersenyum
Tit tit
Ponsel Kinara berdering, Kinara membuka pesan Whatsapp
+6281.......
"Kinar pesan aku di read doang? Kamu sibuk?" โค
"Siapa? Bodo amat lah!" Gumam Nara mengabaikan lalu meletakkan kembali ponselnya.
"Siapa? Cici?" tanya Azka penasaran entah kenapa ia merasa risih
"Gak tau" Nara mengedikkan bahunya
"Kenapa gak di respon?"
"Males"
"Owh"
"Mas Azka bantuin donk berat nih..." panggil Nara
"Raa...Awaaas...."
Gedubraaaakk....
.................... To be continue
Wadaw kenapa tuh?? Kira-kira mereka kenapa ya??๐คจ๐คจ๐ค๐ค
Penasarann??
Silahkan klik di bawah ini ya
Biar author terus semangaat up!!
๐๐๐๐