
"Kamu kenapa ndin? dua hari ini murung terus aku lihat?" tanya Puput sepupu Andin yang baru setahun ini tinggal bersamanya di rumah kontrakan dan akan segera menikah dalam beberapa hari lagi.
"nggak papa put, kamu mau kemana?"
"Mau ke tempat wo bayar sisa uangnya"
"Sendiri?"
"Iya"
"Kenapa kamu yang repot? calon suami kamu orang kaya, kan bisa anak buahnya atau anggota nya yang anterin, atau dia sendiri yang bayar langsung via transfer kamu lima hari lagi nikah loh put " oceh Andin merasa heran dengan sikap penurut sepupunya itu
"Ck, cerewet banget sih kamu ndin, mas Rizki itu sibuk makanya aku yang di minta"
"Sibuk kerja apa sibuk ngurusin selingkuhan nya?" batin Andin kesal.
"Terserah lah, yang sudah penting aku udah ngomong" kata Andin berlalu meninggalkan Puput yang merasa aneh.
"Kenapa sih Andin kayak gitu?" batin Puput melihat Andin yang bersikap cuek. karena tak ingin banyak menerka, Puput berlalu meninggalkan rumah kontrakan Andin yang lumayan luas itu.
Andin pergi ke halaman belakang rumah dan melihat tanaman bunga nya yang kian tumbuh subur.
"Maaf mungkin aku yang terlalu berlebihan selama ini, ku pikir perhatian mu hanya untuk ku karena perasaan mu padaku, ternyata aku salah, masih ada nama wanita lain yang bertahta disana" batin Andin sedih mengingat percakapan terakhir Reno kemarin siang di telpon.
Andin mencabut rumput liar yang tumbuh di sekeliling tanaman bunga dengan air mata ia biarkan menetes begitu saja.
Harapan dan ekspektasi nya yang terlalu tinggi membuat ia salah menanggapi sikap Reno selama ini. pantas saja reno selalu menolak jika ia meminta foto bersama.
"Aku terlalu bodoh"batinnya sedih menyalahkan diri sendiri.
Selama hampir tiga tahun lebih Andin mengenal Reno saat ia baru tiba di kota ini, sejak awal ia memang mengagumi sosok Reno berkat buku diary yang pernah ia baca saat menemukan buku diary Reno tiga setengah tahun lalu.
Ia pikir setelah semua kebaikan yang Reno lakukan padanya karena ia benar-benar telah melupakan wanita lain dan membuka hati untuknya, ternyata salah.
Reno rupanya masih mencintai wanita itu. wanita yang tertulis dengan inisial K. wanita berwajah cantik dengan wajah blasteran, memiliki senyum menawan berkat gigi gingsul dan tahi lalat di dagu yang menambah kesan cantik paripurna.
Andin merasa rendah diri di banding kan dengan wanita itu, wajar jika Reno belum bisa melupakannya.
"Pemilik perusahaan besar dan wanita muda terkaya di negara ini, tengah meresmikan jalan tol yang baru selesai dan memakan waktu dua setengah tahun pembangunan, dalam pidato singkat nya wanita berdarah Jawa ini berharap dengan adanya jalan tol yang menghubungkan tiga kabupaten ini bisa memudahkan masyarakat dalam membawa komoditas daerahnya menjadi tujuan wisata dan mampu membangun dan mengangkat perekonomian warga desa yang berada di lintasan jalan tol" (suara salah satu stasiun berita di televisi tetangga yang begitu keras)
Andin berhenti menangis dan masuk kembali ke dalam rumah karena merasa terganggu dengan suara berisik anak tetangga yang memutar Televisi terlalu keras.
Bukannya menegur, Andin justru ikut manyalakan televisi dengan channel yang sama dan suara keras pula saking kesalnya.
Niat hati ingin ikut mengumpati anak tetangga, justru ia terkejut saat melihat wanita muda bernama Kinara Saraswati Wibowo yang di sebut oleh sang pembawa acara tengah berpidato singkat.
"Kayak pernah lihat perempuan ini dimana ya?" batin Andin bingung berusaha mengingat -ingat.
"Tunggu...ini kan perempuan yang pernah aku lihat fotonya di buku diary mas Reno?"
"Sudah punya anak?" batin Andin kaget mendengar ucapan pembawa acara
"Apa hubungannya mas Reno dengan perempuan kaya raya itu?"
"Apa jangan-jangan, itu wanita yang kemarin ia bahas di telpon?"
Bermacam-macam spekulasi yang berkembang di benaknya hingga membuat Andin pada akhirnya tertidur lelap di depan televisi hingga malam hari Puput datang membawa kabar buruk.
"Siram air put" kata Reno yang juga kesal sejak tadi Andin tidak bangun
"Issh ini anak kalau udah tidur susah sekali di bangunin" omel Puput seraya berjalan menuju ke kamar mandi
Tak lama Puput kembali membawa satu ember air beserta gayungnya.
"Busyet, mau kamu apain anak orang put? satu gelas aja udah cukup, ngapain sebanyak ini?" oceh Reno meraih ember dari tangan Puput.
"Abis ngeselin banget ini anak" omel Puput
"Udah sini, biar aku yang siram, ini bawa ke kamar mandi lagi" kata Reno mengambil sedikit air dan menyiramkan pada wajah Andin.
"Astaghfirullah... put hujan put" teriak Andin saat terbangun karena percikan air.
Reno langsung pergi ke kamar mandi untuk menyimpan gayung. sedangkan Puput tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Andin.
"Kampret Lo, kenapa musti nyiram gue sih put?" tuduh Andin kesal
"Bukan gue, sorry lah..tapi mas Reno yang punya inisiatif" balas Puput
"Mm...mas ...Reno?" tanya Andin kaget
"Iya kenapa? galau gue ilang gara-gara liat Lo basah kuyup hahahahahahahah" seru Puput terbahak-bahak dan berlalu meninggalkan Andin yang kesal.
"Udah bangun?" tanya Reno yang kembali dari dapur membawa segelas air putih
"Mm....mas Reno? kenapa kesini? ini udah malam" tanya Andin kaget.
Reno menyodorkan gelas kepada Andin lalu berucap, "Nggak papa, tadi kebetulan anterin pesenan kue di tempat pengajian, pulangnya ketemu Puput kayak orang ilang di dekat taman kota" kata Reno
"Ooh... maaf kalau Puput ngerepotin kamu mas, ya udah aku mau mandi dulu"
"Iya"
Prank...
Brak
"Aku benci kamu Rizki...benci....." teriak Puput dari arah kamarnya
Andin terkejut lalu beranjak pergi namun tangannya di cekal oleh Reno seraya menggeleng meminta Andin untuk tidak ikut campur dulu.
"Kenapa nggak boleh sih, aku harus tahu mas" kekeh Andin
"Nanti aku yang cerita, kamu cepat ganti baju kita keluar nyari makanan mumpung masih jam setengah delapan, ada temen ku yang jagain rumah kok di depan, tenang aja" kata Reno membuat Andin langsung menurut.
Andin segera masuk ke kamar dan berganti pakaian lalu mengikuti Reno yang sudah menunggu di depan pagar rumah.
"Pak RT, Bu RT, saya nitip sepupu saya di dalam tolong di lihat, saya mau cari makanan dulu" pamit Reno pada ketua RT kompleks
"Memang kenapa sepupunya mas Reno itu Kon teriak-teriak kayak orang kesetanan?" tanya Bu RT
"ibu masuk aja duluan ya, saya nggak berani soalnya kalau dia ngamuk luar biasa, yang penting jangan sampai dia bunuh diri saja" jawab Reno
"Ya udah sana cepetan, cari makanannya, saya panggil warga dulu" kata pak RT bergegas lari.