KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
142 Bikin Panik



Kinara menatap keluar jendela memandang suasana jalanan yang ramai oleh lalu lalang kendaraan yang hilir mudik. suara klakson mobil saling bersahutan seiring semakin panjangnya kemacetan siang ini.


",Lo sakit Ra?" tanah Reno tanpa mengalihkan pandangannya.


"Nggak"


"Tapi muka Lo kusut amat, kalian bertengkar lagi?"


"Nggak"


",Ada masalah?"


"Nggak"


"Dari tadi gue nanya jawabnya nggak Mulu, trus Lo kenapa bete gitu, gue kenal lo udah lama Ra"


"Ck, ini bisa cepetin dikit nggak?" gue mau cepat pulang capek Ren, gue mau istirahat perut gue juga kram kalau terlalu lama beraktivitas" ucap Kinara mengalihkan pembicaraan. karena ia sendiri belum siap untuk bercerita. biarlah nanti jika hatinya sudah tenang.


"Ya udah deh gue anter Lo langsung pulang kerumah ya. Fikar juga udah di jemput sama pengacaranya tersangka"


"Oh ya udah lain kali kita jenguk kerumahnya, btw Lo ada kabar dari Cici, Aldo Ririn, sama Beno?"


"Nggak ada yang bisa di hubungi mereka semua kayaknya kompak ganti nomor"


"Ck, mereka pada kemana semua sih, biasanya seminggu sekali Cici nelpon gue pake no hp anaknya Bu kyai, Beno juga biasa nelpon, Aldo Ririn Kalau mereka pas nggak sibuk pasti nelpon, Riska udah kembali ke habitatnya, gue tawarin buat pindah kampus disini nggak mau katanya kasihan emaknya" curhat Kinara


"Lagian Lo juga sekarang udah jadi bos bukannya Lo juga super sibuk, mana hamil harus kuliah, masuk kantor belum lagi kalau ada meeting harus nunggu klien berjam-jam" seru Reno


"Gue belum masuk kantor cuma ngecek laporan dari rumah, untuk sekarang kak Revan semua yang nanganin meskipun semua keputusan tetap harus melalui persetujuan gue"


"Gimana kabar Keisya?"


"Hem entahlah, sejak terakhir dia pamit udah nggak pernah denger kabar nya"


"Lo masih marah?"


"Maksudnya?"


"Gue udah tau, Azka yang cerita, maklumi lah Lo kan tau bagaimana kehidupannya selama lebih lima belas tahun terperangkap tanpa pernah tahu dunia luar"


"Tapi tetep aja dia salah, ayah sampai pingsan dan di rawat gara-gara permintaan konyolnya"


"Maklumin aja, emang pesona Azka begitu kuat itu ujian Lo punya suami bule hahaha"


"Dasar Lo, mudah-mudahan Keisya dapat jodoh yang pantas yang bisa bimbing dan terima dia apa adanya."


"Amiiin semoga saja, ngomong-ngomong cewek tadi siapa yang Lo ajak bicara?"


"Yang mana?"


"Yang setengah bule"


"Owh mantannya Azka"


"What?"


Ciiiit...


Mobil berhenti mendadak namun tetap stabil.


"Lo ngomong apa? mantan??" tanya Reno terkejut. setelah mengerem mobil mendadak, tangannya menarik tisu dari dasboard


"Biasa aja keles,pake ngerem segala"


"Eh gue serius sembeb, itu tadi beneran mantannya Azka? setahun lebih gue kenal Azka nggak pernah gue denger dia punya mantan, cantik lagi"


Kinara menoleh dan menatap tajam Reno, seolah menegaskan kalau ia tidak suka dengan ucapan Reno jika wanita itu cantik.


"Hehehehe" Reno cengengesan


"Azka pernah bilang cewek itu udah lama ngejar dia bahkan pernah ngejebak Azka dulu di negara asal mereka. gara-gara itu Azka benci banget sama dia"


"Oh gitu. tapi kenapa muka Lo kusut? harusnya Lo seneng kan karena tuh cewek di benci Azka "


"Gue cuma nggak suka cara dia deketin Azka. murahan banget"


"Kenapa nggak Lo lawan?"


"Percuma buang tenaga doang ngeladeni perempuan macam dia"


"Mode orang hamil ternyata membingungkan hahahaha Fix Lo cemburu" Reno tertawa terbahak-bahak sembari menjalankan kembali mobilnya. Kinara cemberut karena Reno berhasil meledeknya.


Azka masih lelap tertidur di ruang kerja hingga warung akan tutup tepat jam sembilan malam.


"Ndra, itu bos bangunin lah, ini udah mau tutup dari siang tidur nggak bangun-bangun" ucap Kenzo seraya memasukkan pakaiannya kotor kedalam tas.


Indra beranjak setelah mendengar seruan Kenzo, di lihatnya Azka dengan tatapan menelisik, di goyang-goyang kan salah satu tangannya ke kana kiri tepat di depan wajah Azka. Indra mendengkus pelan


"Gimana ndra?" Kenzo mendekatinya


"Lo liat ponselnya nggak?" Indra balik bertanya


"Tuh di gantung dekat colokan kabel" tunjuk Kenzo


Indra mengambil ponsel Azka yang masih tersambung kabel charger. lalu membuka dan menghubungi seseorang. beruntung Azka pernah memberinya kode panggilan darurat jika ada apa-apa dengannya di tempat kerja.


"Pintu depan udah Lo kunci semua kan?" tanya Indra.


"Lo tunggu cowok yang biasa dateng kesini yang atlet volly itu Lo ingat nggak namanya Reno"


"Oh si jangkung itu, oke gue tunggu di depan"


Sesaat kemudian panggilannya tersambung, Indra mengabarkan jika Azka sudah tidur sejak jam dua siang dan belum terbangun serta ada obat tidur ia temukan di samping ranjang tempat Azka berbaring.


Indra berjalan ke depan tempat dimana Kenzo ia minta untuk menunggu.


"Ken, Lo punya nomornya Kinara?"


"Enggak ada, coba gue minta sama Firda, gebetan baru gue hehe"


"Ck masih sempat-sempatnya Lo ngelawak cepetan deh minta kirimkan nomernya Kinara"


Kenzo menuruti perintah, ia langsung menelpon Firda tanpa basa-basi seperti biasanya. tepat setelah sambungan teleponnya terputus satu pesan masuk ke ponselnya.


"Nih nomernya gue yang telpon atau Lo?"


"Hape gue di dalem, Lo telpon gue yang bicara"


Kenzo melakukan perintah, tak perlu waktu lama panggilan nya langsung di jawab.


"Assalamualaikum Ra ini gue Indra"..


"Waalaikumsalam Ndra, kenapa?"


"Ini Azka tidur dari siang nggak bangun ini udah jam sembilan malam warung udah tutup, trus ada obat tidur gue temuin di samping ranjang"


"Astaghfirullah kenapa Lo baru nelpon ndra? cepetan bawa kerumah sakit Citra Husada, gue tunggu di rumah sakit"


"Iya ini gue nungguin Reno, udah gue telpon sementara di jalan"


"Oh ya udah oke, gue langsung kerumah sakit sekarang assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Tepat setelah panggilan terputus Reno datang dengan wajah ketakutan, berjalan cepat dan menyerobot masuk tanpa menunggu Indra dan Kenzo berucap


"Ndra, Lo bisa bawa mobil?"


"Bisa"


"Lo" tunjuk Reno pada Kenzo ", bantu gue angkat Azka kita langsung kerumah sakit Citra Husada sekarang" titah Reno seraya mengangkat tubuh Azka


Indra sudah berjalan keluar dan membukakan pintu mobil. beruntung pak Sapto datang tepat waktu. security yang di tugaskan untuk menjaga warung saat tengah malam.


Indra mengendarai mobil menuju rumah sakit. beruntung jalanan sudah mulai lengang karena hujan deras sejak sore membuat orang malas untuk keluar. kendaraan juga sudah mulai berkurang. Indra melihat jam di pergelangan tangannya. " jam sepuluh kurang Lina belas menit" gumam nya.


"Ndra, kenapa Lo baru nelpon?"


"Lah gue baru selesai kerja Ren, seley tutup warung gue sama Kenzo baru masuk ke dalam ruang istirahat"


"Kinara udah tahu? gue belom sempat nelpon buru-buru ke sini"


"Udah gue telpon tadi paket pulsanya Kenzo"


"Oh makasih ya Kenz, besok gue ganti pulsa Lo"


"Lah nggak papa kali ini mah gratisan nelpon gue masih ada,"


"Kita langsung ke UGD?" Tanya Indra saat sudah memasuki gerbang rumah sakit


Bersamaan mereka datang mobil yang Kinara tumpangi juga datang.


Mereka berdiri di depan ruang IGD dengan harap cemas setelah dokter masuk untuk memeriksa kondisi Azka.


Kinara terduduk lesu di kursi tunggu depan pintu UGD. yang ia takutkan kali ini terjadi. mungkin Azka tertekan lagi hingga membuatnya nekat meminum obat tidur itu. atau kah ia telah bertemu mantannya saat ia nekat pulang siang tadi? semua pikiran berkecamuk dalam dadanya.


"Kinara" derit pintu bergeser di iringi sebuah panggilan untuk nya. Kinara mendongak menatap lekat pria berjas putih itu dengan seksama.


"Azka hanya tertidur beruntung dia tidak meminum dalam jumlah banyak hanya satu pil saja dengan dosis rendah. mungkin ia lelah beberapa waktu ini hingga membuatnya tidak punya waktu beristirahat, sebaiknya kau ke dalam saja menemaninya saat ia bangun bawa dia pulang, aku permisi" ucap dokter Fritz berlalu setelah berucap demikian


Ada nafas kelegaan di wajah keempat orang itu. saling menatap dengan tersenyum.


"Kalau gitu gue sama Kenzo pulang ya ren, Ra," ucap Indra.


"Lo naik apa pulang, motor kalian masih di warung kan?" tanya Reno


"Oh iya, Lo gimana sih ndra" seru Kenzo.


"Naik taksi lah"


"Kalian pake mobil gue aja, biar gue pulang kerumah Azka malam ini, lagian papanya Azka tadi udah ngamanahin gue buat jaga dia" ucap Reno


"Trus besok Lo kuliah gimana?"


"Gampang ajudannya bos kalian banyak hahaha udah sana pulang di tungguin emak dirumah, anak perjaka nggak boleh pulang malam" ucap Reno tertawa.


"Bisa aja Lo ,makasih ya, kuncinya masih gue bawa."


"Bener-bener bikin panik, dasar" gerutu Kinara di depan pintu IGD. Azka menyembulkan kepalanya di sela sisi pintu yang tidak terhalang tubuh kinara.


Reno yang melihat semakin tertawa lebar.


"Bang......sat" ucap Indra sebelum berlaku dengan tawa meledak-ledak.