
"Permisi mbak ini tas para korban kecelakaan tunggal tadi, tolong hubungi pihak keluarga mereka." pinta seorang pemuda pada salah satu petugas medis.
"Baik terimakasih, maaf kalau boleh tahu mas kenal mereka tidak?" tanya petugas medis seraya membuka tas milik korban dan mencari benda yang di perlukan untuk menghubungi keluarga korban.
"Saya tidak kenal, kebetulan tadi saya berada tidak jauh di belakang mereka jadi saya bisa segera menolong."
"Oh baiklah, mas silakan menunggu sementara dokter masih memeriksa"
"Emmm maaf mbak saya buru-buru, Mbak bisa hubungi nomor ponsel saya jikalau di perlukan." ujar pemuda tadi seraya menulis beberapa digit angka di kertas dan memberikan pada petugas medis. "saya permisi mbak" lanjutnya.
Sepeninggalan pemuda penolong tadi, petugas medis segera menghubungi keluarga korban.
๐๐
"Nyonya maaf ponsel anda bergetar terus" ucap Arini
"Tolong angkat dulu Rin, tangan saya penuh payet nih tanggung tinggal dikit" titahnya.
"Baik " jawab Arini seraya meraih ponsel dan menerima panggilan. "Nyonya ini dari rumah sakit Bakti Pertiwi" lanjutnya.
"Coba kamu Loudspeaker biar saya bicara " titahnya seraya mengangkat kedua lengannya yang penuh dengan payet dan jarum.
"Maaf ibu kami dari petugas medis Rumah Sakit Bakti Pertiwi, Nona muda mengalami kecelakaan bersama seorang temannya dan sekarang sedang di tangani dokter Arif."
"Apaaaaaa?? Astaghfirullah baik sus saya Segera kesana..." Nyonya Anderson kalang kabut. "Joko, Naning... tutup butik sekarang. kalian boleh libur.. Rin kamu ikut saya ke rumah sakit, mana Jujung? suru siapin mobilnya sekarang juga.. aduh ini payet kamu lepasin dari lengan saya ning..."
"Rin... telepon bapak sekarang cepetan.."
"I...Iya bu gimana caranya tangan saya...."
"Aduh... Naning telepon bapak sekarang"
" Saya nutup baju nyah.. eh salah nutup pintu.."
"Kamu mau tutupin saya pintu??๐ฎ Gimana caranya saya keluar Ning?"๐๐
"Loh kan nyonya yang nyuruh saya tutup toko artinya pintu toko saya tutup sekarang nyah!"
"Iishh Naniiiiing......"๐คฆโโ๐คฆโโ๐ก๐ก saya keluar dulu Niiiing..."
"iih nyonya gak ngomong sih tadi.."๐
"Naniiiiiiiiingg......"๐ก๐ก๐ก ucap nyonya Anderson dan Arini bersamaan
"Hehehe๐ โโ๐ โโ๐ ๐ " naning nyengir kuda
Belum selesai perdebatan mereka si Jujung datang sempoyongan "Nyah...ba....ba...huuuh huuuh.."
"Apaan sih mang huh hah mulu?" Arini sewot
"Atur nafas mang..!"
"Itu bapak di depan nungguin nyah katanya mau di ajak ke rumah sakit." ucap Jujung
"Loh papa sudah tau duluan rupanya.. ya sudah saya pergi dulu kalian terusin pekerjaan yang tertunda.. Arin kamu lanjutkan pekerjaan saya tadi.. oke semua saya titip butik Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
"Minggir dulu atuh Rin, kan pintu mau di tutup"
"GAK JADI NING!"๐๐ ucap Jujung dan Arini bersamaan.
"Ehh cinta gosipin eike ya?" ucap Joko alias Jeni si tulang lembek.
"Basiiii,..." balas Arini,Jujung,dan Naning bersamaan.
"Iiiiiiiihhh emmesh deh " si Jeni hentakin kaki di lantai
๐๐
"Dok gimana kondisi anak saya?"
"Alhamdulillah mereka sudah siuman, tidak ada luka yang serius hanya lecet di beberapa bagian wajah dan lebam, kita tunggu hasil lab saja semoga tidak ada kerusakan serius di bagian kepala. menurut saksi mata yang mengantar mereka, mobil yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang." ujar dokter Arif.
"Bisa saya bertemu dengannya dok?"
"Maksud bapak?"
"Saksi mata"
"Sepertinya sudah pergi sejak pasien saya tangani"
"Boleh saya menemui anak saya Dok?"
"Silakan pak!"
"Sayang gimana kondisi kamu? mana yang sakit? kok bisa kayak gini sih? mama shock pas dapat telepon kamu kecelakaan.!"
"Aku gak papa ma...cuma terbentur dashboard aja tadi disini (menunjuk dahinya yang lebam), besok juga boleh pulang kok, santai aja ma!"
"Ishh kamu tuh orang khawatir malah di suruh santai. kalian kok bisa nyasar ke pantai gimana ceritanya hem?"
"Hehehe aku yang ngajakin Aldo ke pantai dulu pulang dari teater, terus Aldo ngajakin balik pas di tengah jalan ada yang ngikutin kita dari belakang!"
"Maksud kamu? kalian di ikuti orang tidak di kenal?" tanya papa
"I...iya pa!"
"Ternyata benar dugaan papa..."
"Maksud papa apa sih?" tanya mama heran
"Enggak! bukan apa-apa ma, ya sudah mama disini aja dulu jagain Kinar, papa lupa kalau ada janji sama investor dari Kanada."
"Ya udah kalo gitu, nanti mama minta Azka buat jemput."
"Astaghfirullah papa lupa ngasih tahu Azka kalo Kinar di rawat."
"Papa ini gimana sih? anak sendiri sampe di lupain?ya udah biar mama telepon aja. papa cepetan pergi ntar terlambat".
"Ya sudah papa pergi assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Ma... jangan telepon Azka dulu ntar gak konsen kerja, kasihan pelanggannya kalo pas sibuk gini ntar keteteran"
"Kamu yakin nak?"
"Iya ma gak papa. mending kita jenguk Aldo Tuk ma, aku belum lihat kondisinya "
"Eitss...biar mama aja, lagian juga orang tuanya udah ketemu mama tadi di lobi.kamu istirahat aja dulu ya. Oke!!"
"Ya sudah lah!"
Mama Hanna keluar dari ruang rawat Kinara menuju ke tempat dimana Aldo di rawat.
Sementara itu dari arah resepsionis seorang pria muda tengah lari tergopoh-gopoh hendak menemui seseorang. langkah tegasnya berhenti di salah satu ruang rawat VVIP.
Sejenak ia menatap nanar pintu yang masih tertutup rapat, meredakan detak jantungnya yang berdebar kencang. Memorinya tertuju pada masa lalu yang selama ini menghantui hidupnya, masa lalu yang selama ini ia rindukan.
kleek
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam maaf siapa ya? apa anda perawat di sini?" tanya Kinara
Sang pemuda hanya diam, ada rasa tak menentu saat melihat wajah yang selama ini ia cari. matanya terhenti pada jari manis Kinara. ada senyum yang ia paksakan.
"Sa...saya maaf salah kamar mbak... permisi!" ucapnya gugup lalu segera berbalik dan keluar dari ruangan.
Kinara menatap heran pada pemuda tadi. "Aneh" gumamnya.
Di luar ruangan pemuda tadi memegang dada nya yang berdegup kencang. "Tuhan sudah 5 tahun berlalu kenapa hati ini masih saja bergetar?" batinnya seraya melangkah gontai. "Aku harus mencari tahu siapa anak muda yang selalu bersamanya di pantai".
"Riko? kamu?"sapa seseorang
"Eh Pak Yusuf?" jawabnya kaget lalu segera menunduk.
"Kamu jenguk siapa? tanya Yusuf basa basi
"Sa...saya..jenguk tetangga kos saya yang sedang di rawat disini pak!"
"Owhh.. kamu mau pulang?"
"I..iya pak, permisi!" seraya hendak melangkah
"Kenapa gak bareng aja Rik? saya antar kamu sampai kosan gimana?"tawar Yusuf.
"Gak usah pak, takut ngerepotin." tolak Yusuf halus.
"Gak baik menolak bantuan Rik, mari ikut saya ke mobil!" ucap Yusuf merangkul pundak Riko dengan sedikit memaksa dan tersenyum penuh arti.
"Waduuh bisa gawat ini kalau aku ketahuan bolos di jam kerja tadi." batin Riko gelisah
"Baguslah gak perlu capek-capek gue mancing lo keluar dari sarang. tunggu kejutan dari ku Riko! apa kau lupa siapa aku hahaha!" batin Yusuf.
๐๐๐๐
Tambah ruwet kan jalan ceritanya?? xixixi pepetin terus Kinara jangan lupa voment dong ๐๐โบโบ