KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
43 Di intai



Assala.........(Ekspresi kaget) mualaikum" ucap salam seorang wanita muda di depan pintu apartemen tepat saat Ririn membukanya.


"Waalaikumsalam...si....."ucapan Ririn terpotong Karna Revan langsung menyahut dari belakang.


"Eh ay, baru dateng? " tanya Revan tersenyum senang. Ririn jadi bengong di buatnya berasa kayak di kadalin tapi gak di kadalin beneran.


"Eh. ini siapa mas....? tanya wanita cantik berhijab biru itu menunjuk Ririn dan yang di tunjuk mesem doang.


"Oh kenalin ini Ririn temannya Kinar."


"Hai bu dosen" sapa Ririn cengengesan melambaikan tangan kanannya kekanan kiri. yang di sapa justru mengulurkan tangannya pada Ririn membuat Ririn salah seribu tingkah hahaha.


"Saya Lutfiah Anjarsari, panggil aja kak Fifi" ucapnya tersenyum ramah.


"Ehe hehe maaf kak Fifi, saya Ririn"


"Kok tau ya saya dosen?"tanya Fifi


"Nebak aja sih kak hehe soalnya penampilan kayak dosen."


"Ahaha bisa aja kamu"


"Masuk ay," ajak Revan


"Kamu mau masuk lagi?"lanjutnya pada Ririn


"Ihh kak Revan ngusir nih? "


"Masuk aja lagi Rin" Ucap Fifi


"Gak deh aku langsung pulang mama udah nunggu dirumah. assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


🍂🍂


"Ada apa lagi sama anak-anak And?" tanya pak Wibowo. mereka saat ini tengah berkumpul di ruang kerja milik pak Denias dirumah yang sekarang mereka tempati.


"Biasalah, kayak lo enggak pernah muda aja" Jawab Pak Anderson di sela menghisap rokoknya.


"Hahaa apa kita enggak salah nikahin mereka?" Tanya Wibowo gusar


"Mau gimana lagi itu wasiat dari istri lo, dan emang sejak kecil mereka udah kita jodohin kan?"Pak Anderson membalas


"Lagian hanya itu satu-satu nya cara kita untuk melindungi berlian" imbuh pak Denias.


"Calon mantu mu dosen ternyata ya?" tanya Pak Anderson pada besannya.


"Ya itu udah pilihan nya Revan, gue aja baru tahu sebulan belakangan, hampir aja gue nyakitin anak orang"


"Maksudnya?" tanya pak Denias


"Hampir aja gue jodohin sama dokter Siska untung aja baru niat" ucap Pak Wibowo


"Hahaha asal lo tau aja Dokter Siska mau gue jodohin sama Yusuf asisten pribadi gue." tukas pak Anderson


"Hahaaha hampir aja jadi simalakama..." ujar pak Denias.


"Gimana mas, apa sudah ada gerakan dari Z?" tanya pak Wibowo


"Belum ada, mereka masih mengatur rencana, rumah mu masih mereka satroni sampai saat ini. dan soal Keisya mereka masih berusaha mencari jejak terakhir mereka kehilangan Keisya 2 bulan lalu."jelas pak Denias.


"Ku dengar Anthony membuka perusahaan baru di kalimantan tapi tersendat oleh izin dan warga setempat yang tidak ingin tanah mereka di ambil" ucap Pak Anderson.


"Justru itu salah satu alasan dia memasukkan Riko ke dalam perusahaan kita untuk meretas sistem yang kita miliki dan perlahan mengambil alih dengan cara liciknya." tambah Pak Denias.


"Aku akan tetap bersembunyi sampai waktunya tiba dan akan menemani Keisya sampai benar-benar sembuh dari trauma nya, mengganti waktu ku yang hilang selama 15 tahun." ucap Pak Wibowo sendu.


Drrt drrt ponsel pak Denias dan Pak Anderson berbunyi bersamaan.


"Gawat!" gumam pak Anderson lalu menjawab panggilan, begitu juga pak Denias.


"Ada apa Suf?"


"............."


"APA?"


"tetap di tempat dan panggil tim bayangan sekarang untuk bergerak"


"........."


"Secepatnya bawa mereka kemari dengan aman"


Tut ( panggilan terputus)


"Ada apa And?" tanya pak Wibowo panik


"Ada orang yang mencurigakan sedang wara-wiri di lokasi apartemen Revan" jawab Pak Anderson


"Istri Bagas di sandera" ucap Pak Denias kemudian setelah menutup panggilan telepon.


"APAAA??"jawab pak Wibowo dan pak Anderson bersamaan.


"Tenang, kartu As kita masih aman setidaknya sampai saat ini Anthony masih belum menyadari."ucap Pak Denias menenangkan.


"Kita tidak boleh gegabah, bisa saja ini taktik Anthony agar kita semua panik" Ujar pak Anderson


"Bagaimana dengan Riko?" Wibowo bertanya


"Dia sudah aman, Yusuf membawa nya ke pesantren milik kakeknya di kampung halaman orang tuanya dan itu juga atas permintaan Pak Bagas sendiri" ujar Anderson


"Anak buah ku sudah bergerak menyelidiki penyanderaan istri Pak Bagas, kita tunggu hasilnya baru kita bergerak." ujar pak Denias.


"Tim bayangan juga sudah bergerak di lokasi, Untuk sementara Revan, Kinara dan bu dosen masih tetap aman disana karna Yusuf sudah memperketat penjagaan." ujar pak Anderson


"Apa orang tersebut masih berkeliaran di sekitar apartemen?"tanya pak Wibowo gelisah


"Masih, salah satu satpam yang ku tugaskan sudah berganti sif, tunggu info dari nya" ujar Pak Anderson.


Sementara itu di sebuah ruangan dengan pencahayaan yang remang, seorang pria yang masih terlihat muda dan gagah meski tidak sesuai dengan usianya,sedang tertawa senang karna berhasil mengecoh lawannya. Karna sasaran utamanya sudah masuk dalam perangkapnya. sebentar lagi ia akan memenangkan salah satu permainan.


Azka yang baru saja selesai menutup kafe, segera pamit pulang setelah Beno datang menjemputnya menggunakan motor trail kesayangan nya.


"Ka, lo ngerasa aneh gak?" tanya Beno yang sudah nangkring santai di atas motor sementara Azka sedang memakai helm


"Apaan Ben?"


"Perasaan gue nggak enak bro" ucap Beno gusar


"Hem gue juga sih sebenarnya, berdoa aja mudah-mudahan kita selamat sampai rumah." ucap Azka menenangkan sahabatnya.


"Apa gue panggil anak-anak buat buntutin kita dari jarak jauh? sumpah perasaan gue gak pernah enak seharian ini bro" usul Beno


"Boleh juga sih, ya udah telepon gih mereka. supaya kita aman sampai rumah. besok pentas gue harus fit untuk tampil."


"Yee emang lo aja yang mau tampil? lo tau Si Riska bacotnya kagak ada yang nandingin kalau lagi kumat."Ujar Beno mengingat sahabat nya yang super super bawel sejak TK.


"Lo apa-apaan sih main peluk-peluk kayak zombie aja lo...." ucap Beno sebal melihat Azka melingkarkan tangannya di perut bohai miliknya.


"Ssst diem gue mau cek cctv, noh liat sejak gue masuk ke dalam kafe sampe keluar ada orang yang buntutin, nah ini pas lo parkir terus lo ke dalem, liaat baik-baik onah..." bisik Azka di telinga Beno.


"Gue begini buat ngelabuin ntu orang. biar dikira kita pasangan gay, lo ngerti kagak?" tambah Azka.


"Beneran lo Bambang?" Azka terkejut.


"Jangan-jangan" ucap mereka berdua.


"Lo mikir yang gue pikir? tanya Beno dan di angguki oleh Azka.


"Busyet sakit bahu gue ogeb..lo kira ini bantal guling?" ucap Beno sewot seraya memindahkan dagu Azka yang bersandar di bahu nya.


"Emmuaach" Azka mengecup pipi gembul Beno


"Ishh jijik gue anjir..lo apa-apaan sih?" Beno bertambah kesal.


"Lo bisa diem gak sih? ikuti permainan gue onaaaah...lo liat ntu yang berdiri di samping pohon di seberang jalan, lagi duduk santai pura-pura pegang hape? liat baik-baik!" bisik Azka sebal


"Itu yang nabrak gue tadi siang panjul" ucap Beno yang baru menyadari


"Lo udah panggil anak-anak?"


"Udah bergerak, tunggu kode baru kita jalan" ucap Beno "Lo udah hubungin bos Papa?" lanjutnya.


"Udah gue chat, belum di bales. Om Denis juga udah gue chat."


Ting (pesan masuk di ponsel Azka)


"Kamu dimana? jangan gegabah itu orang suruhan Anthony. lakukan yang pernah papa ajarkan Oke boy?!😘😘😘😘🤪🤪🤪


"Iiihh ngeri banget!" gumam Azka


"Apaan? tanya Beno


"Noh liat bos lo..."ucap Azka memperlihatkan isi pesan papa nya.


"🤣🤣🤣🤣🤣 papa lo romantis juga" ujar Beno tertawa


"Iishh geli gue" imbuh Azka


"🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sumpah bokap gue aja tukang ngelawak tapi gak gitu-gitu amat..."ujar Beno di tengah tawanya


"Lanjooooot...puass lo!" Kini Azka yang sebal


Ngeeeng ngeeeng


bruumm bruuummm


Segerombolan anak muda menggunakan motor trail datang menghampiri mereka serta memainkan gas membuat kebisingan di sekitar yang membuat orang lewat merasa risih.


Dan di mulai lah adegan dadakan yang mereka mainkan.


Salah satu dari anak trail tersebut menghampiri Azka dan Beno yang mulai ketakutan, (pura-pura aja sih mereka)


"Mana setoran lo hari ini anak bule??"


"Belum bayaran bang, "


"Gue gak mau tau hari ini lo harus bayar lunas ato lo mau adik lo mati Hah?" gertak anak tersebut tentunya dengan suara yang sengaja ia keraskan.


"Beb... beneran bang gue belum bayaran, sumpah!"


"Turun lo!" hardik nya seraya mengkode anak lain untuk memainkan peran.


Azka turun dari boncengan begitu juga Beno ikut turun.


"Bagus juga motor lo, Anok ambil!" si Anok yang merasa terpanggil segera melaksanakan titah sang bos. ia merebut paksa kunci motor di tangan Beno dan mengambil tas punggung Azka serta ponsel dan beberapa barang lainnya.


"Ini baru seperempat dari hutang-hutang lo anak bule!" Hardiknya lalu pergi meninggalkan mereka berdua tanpa apapun.


Tak lama sebuah taksi melaju dengan kecepatan sedang melewati mereka, dan mereka langsung mengejarnya.


"Taksi... Om, Pakde, siapapun lo tolongin gue!" Teriak Beno mengejar taksi tersebut, rupanya taksi itu masih tetap jalan.


"Busyet papa sengaja ngerjain kita ogeb!"


"Istirahat dulu gue capek lari..lagian papa nunggu di seberang sana 300 meter dari sini." ucap Azka terengah-engah


"Kita udah jauh, mau lanjut ato gimana?"ucap Beno yang masih di posisi memegang lututnya yang terasa kram.


" lanjut, buat ngecoh ntu dedemit" balas Azka.


"Hayuk lah..." akhirnya mereka melanjutkan lari seperti orang kesurupan karna memang lokasi jalanan yang gelap dan sepi.


"Dasar jambret gak punya hati" Teriak Beno saat melihat seseorang yang mencurigakan di trotoar yang mereka lewati. ia sangat hafal karna orang tersebut juga bersama orang yang menabrak nya siang tadi di gedung teater.


"Emaaaakk motor kesayangan gue ilang maaak, ntu motor dari bapak atu-atu nya mak, Beben di jambret maak huhuhu"


"Bisa diem gak sih lo?? gue capek dengerin!" bentak Azka


"Mas, mas kenapa teriak-teriak gitu sih? kasian lo temennya ketakutan" tegur salah satu warga yang mereka lewati.


"Ngeselin!" gertak Azka.


Mereka tetap melanjutkan jalan sampai bertemu dengan taksi yang mereka kejar tadi.


Sementara itu Anthony yang mendapatkan laporan dari anak buah nya merasa geram karna gagal mendapatkan sasarannya.


"Maksud kamu anak itu bukan anak yang kita cari?"


"I..iya bos!"


"Bagaimana bisa? selama ini kamu sudah saya tugaskan untuk mencari tahu dan sekarang apa?"


"Cari para preman itu dan lakukan tugasmu!"


"Baik tuan."


"Kenapa selalu saja gagal." gerutu nya


"Bos. . apartemen itu sudah berpindah tangan."


"Apa lagi ini hah??" gertak Anthony pada anak buah nya yang baru saja datang.


"Apartemen itu sudah setahun di jual dan pemilik baru bulan depan akan menempati nya. itu informasi yang saya dapatkan bos."


"APA?!"


"Lalu dimana kau menyembunyikan sandera kita Hah?"


"Di gudang tak terpakai di blok C tuan. lokasi itu tidak pernah di jamah orang karna mereka takut dengan gosip hantu yang sering beredar di sekitar gudang."


"Bagus, setidaknya aku masih punya satu pion untuk menghancurkan kalian Wibowo hahahaa. aku akan menemui nya besok pagi. dan pastikan kau perketat penjagaan jangan sampai ada warga yang melihat." titahnya.


"Baik bos!"


**to be continue....


Mbak othor udah ngantuk. mumpung si kecil juga udah terbuai di alam mimpi. biar besok pagi fit lagi buat nulis....


jangan lupa klik dukungannya pemirsaah


assalamualaikum gud nait eperibadi!!!😘😘🤪🤪🤪🤪🤣🤣🤣**