
"Ya udah dim, kalau Lo mau kesana ya silahkan, Titip salam aja buat Keisya dan keluarganya" ucap Reno di ujung percakapan.
Dimas menghubungi nya dan memberikan kabar kalau ia mendapat undangan secara pribadi di pernikahan Keisya dan Hanan.
Reno menghembuskan nafas pelan, merebahkan tubuhnya di atas kasur. suara burung hantu terdengar di tengah pekatnya malam.
Reno melihat jam di atas dinding kamarnya, waktu baru menunjukkan pukul setengaatu malam. biasa di jam segini Dimas memang bangun untuk sholat malam dan belajar, baru pukul 2 malam ia tidur kembali.
Di samping kanan kasurnya Gito terlihat nyenyak tidurnya saking kelelahan dan baru pulang kerumah saat hari mulai gelap.
Reno menyibak kembali selimut dan melangkah menuju ke kamar mandi. sholat malam lebih baik daripada lanjut tidur kembali.
"Ren, Tante mau ke Banjarmasin mungkin nginep semingguan disana, kamu nggak papa sendiri di rumah?" tanya Tante Meri pagi nya.
"Mau ngapain Tan?"tanya balik Reno
"Ada keluarga mau hajatan, nanti kamu nyusul aja kalau mau kesana" kata Tante Meri
"Iya nanti aku nyusul, Tante tinggal di rumah yang mana?"
"Di rumah biasanya, langsung kesana aja nanti"
"Oke"
"Eh Ren, ada anaknya temen om Martin mau ngelamar Andin, katanya Tante Rosa" ucap Tante Reno membuat Reno terkejut
"Oh ya? kapan mau melamar?" tanya Reno dengan mimik sedikit tak suka mendengar berita tentang Andin yang akan di lamar orang.
"Baru nanyain aja, cuma Andin nggak merespon kata Tante Rosa"
"Owh" ucap Reno bernafas lega
"Kamu kalau nggak gercep, keduluan orang loh nanti, menyesal loh Ren" ucap Tante Meri
"Jodoh urusan Allah swt Tan, kalau memang jodoh kenapa aku harus takut menyesal?" balas Reno membuat Tante Meri tersenyum simpul.
"Makanya cepetan biar nggak keduluan orang hihihi"
"Tunggu aja tanggal mainnya, aku pamit Tan assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, eh kunci rumah kamu bawa satu ya, kalau pulang nggak bisa masuk nanti"
"Oh iya mana?"
"tunggu bentar..... nih kamu bawa satu, Gito udah bawa, kalau mau makan udah Tante siapin di kulkas, uang belanja ada di dompet tempat biasa di dapur" ucap Tante Meri
"Oke, assalamualaikum Tan"
"Waalaikumsalam"
Di tengah perjalanan ke sekolah Reno bertemu dengan Jaka teman sesama pekerja di proyek.
"Darimana Jak?"tanya Reno saat berhenti di pinggir jalan.
"Nunggu pengumuman hasil seleksi administrasi beasiswa, lolos apa nggak, kalau nggak lolos ya kesana, kalau lolos aku pergi akhir tahun ini"
"Bukannya kamu mau nikah?"
"Hah? nikah? siapa yang ngomong Jak?"
"Lah justru aku nanya, aku dapat kabar dari teman-teman di proyek katanya kamu balik ke Jakarta kemarin itu mau nikah"
"Lah nggak, aku pulang ke kampung ibuku di Jawa timur, ke Jakarta cuma nengok toko kue sama kos-kosan aku aja, cuma ngecek karena lama nggak di lihat"
"Oooh...Kirain kamu mau nikah, padahal aku niat nanya dimana istrinya,... hahahaa"
"Sa aja kamu Jak, ya udah aku berangkat dulu, sore lah aku main ke rumah kamu"
"Oke di tunggu"
Jaka pergi lebih dulu dan Reno langsung tancap gas menuju ke sekolah.
"Pak Reno tadi ada wali murid yang datang nyariin bapak sambil marah-marah" kata salah satu guru saat ia baru tiba di kantor.
"Hah? sepagi ini datang nyari saya trus marah-marah? ibu nggak nanya keperluannya apa?" tanya Reno
",Gimana mau nanya orangnya nyerocos aja nggak berhenti pak, wali murid atas nama Adrian yang agak ke bulean itu loh pak" jawab Bu Jum
"Ooh... iya saya tahu akar masalah nya Bu, kemarin saya sudah bicara sama kepala sekolah, kita tunggu saja kalau orang tuanya datang kita panggil sekalian anaknya" kata Reno
"Oh iya pak, emang masalahnya apa sih pak?"
"Malak temennya, kalau nggak di kasi langsung mukul atau nendang, kemarin saya baru dapat laporan dari Bu kantin, kejadiannya sudah beberapa kali tapi di luar sekolah cuma kemarin kebetulan Bu kantin melihat langsung gimana Adrian malakin temannya" jelas Reno.
"Owh, jangan-jangan keponakan saya yang sakit perutnya sampai di bawa kerumah sakit dulu itu bisa jadi ulah Adrian ya pak? sampai sekarang anaknya nggak mau sekolah bahkan nekat mau pindah ke sekolah lain"
"Bisa jadi Bu, karena beberapa kali bahkan sering Adrian malakin di luar sekolah jadi nggak ada yang berani melapor"
"Harus di tindak tegas nanti pak"
"Iya makanya kita tunggu kepala sekolah sama orang tua nya, mudah-mudahan datang lagi kesini"
"Jaman makin canggih tapi attitude semakin menurun ya pak, kadang saya juga mikir mau jadi apa anak murid saya kalau seperti ini, belajar semakin mudah tapi guru semakin tidak di hormati ckckck" kata Bu Jum
"Inilah problematika kita sebagai guru Bu, apalagi di desa yang masih jauh begini dari keramaian kota metropolitan, butuh keikhlasan dan kekuatan serta kesabaran ekstra memberikan nasihat pada anak-anak didik, meskipun nggak semua dari mereka berbuat tidak baik, tapi kita sebagai orang tua kedua di sekolah, juga harus di tuntut untuk selalu sabar dalam mengingatkan dan memberi nasihat pada mereka"
Hai hai hai...
mbak othor punya judul cerita terbaru nih 👇ayo di ramein ya gaiss
jangan lupa tap jejak ya.