
"Baru pulang mas?" tanya Andin saat menyambut suaminya di depan pintu
"Maaf pulang malam terus" ucap Reno merasa bersalah lalu mencium kening Andin.
"Nggak papa, aku tahu mas sibuk, udah aku siapin air panas, aku siapin makan malam dulu" kata Andin berlalu membawa jas dan tas kerja suaminya.
"Ndin," panggil Reno saat Andin masuk ke ruang kerja Reno.
"Ya mas?" tanya Andin menoleh.
"Nggak usah siapin makan malam, kita dinner aja ya" ucap Reno mengajak istrinya makan di luar.
"Tapi aku udah masak mas" kata Andin sedikit kecewa
"Simpan dulu buat makan besok pagi" kata Reno.
"Hem, ya udah aku siap-siap dulu" kata Andin lalu pergi ke kamar setelah menyimpan tas kerja suaminya.
Reno langsung menghubungi anak buahnya setelah Andin masuk ke kamar.
"Siapin makan malam istimewa, setengah jam lagi saya berangkat dengan ibu" titahnya
Reno langsung berjalan menyusul Andin ke kamar untuk bersiap-siap.
"Loh mas mau ngapain?" tanya Andin saat Reno ikut masuk ke dalam kamar mandi.
Reno hanya diam tak menjawab ia lebih memilih sibuk mencari kesenangan dari istri nya hingga tak terasa janjinya setengah jam pada anak buahnya jadi satu jam lebih.
"jadi makan di luar?" tanya Andin
"Jadi, terlanjur di booking, lagian masih jam delapan malam, sesekali lah kamu gagal diet hehe" jawab Reno menggoda istrinya.
"Gagal diet, yang bikin lama siapa? Harusnya sekarang udah selesai makan malam" sahut Andin merengut.
"Kalau merengut mas tambahin mau?" goda Reno
"Nggak, capek" ucap Andin mengangkat dua jarinya.
"Ya udah ayok, aku tunggu di bawah" ucap Reno mendahului Andin.
Selepas Reno pergi Andin tetap bersungut-sungut panjang pendek, karena gagal diet, Andin memang menjaga betul bentuk tubuhnya selama ini.
"Ini udah bulan ke enam, kok masih belum ada tanda-tanda hamil ya?" batin Andin.
Setelah memastikan penampilannya sempurna, Andin langsung turun ke bawah.
"Ayo mas" ucap Andin sembari menutup pintu rumah.
"Cantik banget, ayo nanti kemalaman" Reno menggandeng lengan istrinya masuk ke dalam mobil.
"Pak saya keluar dulu ya, jaga rumah" pamit Reno pada satpam di gerbang.
"Siap pak "
"Mas, besok antar aku ke dokter kandungan ya" ucap Andin saat mereka tengah di perjalanan
"Jam berapa?" tanya Reno
"Jam praktek nya sore, mas bisa pulang cepat kan?" tanya Andin memastikan
"Bisa, di usahakan, mudah-mudahan besok sidangnya nggak lelet lagi" kata Reno
"Apa si regi masih nekat banding?"tanya Andin
"Iya, malah dia nekat mengklaim kalau kantor cabang sah milik dia, di kasih tanggung jawab malah nyeleneh, tau gitu mas nggak naikin jabatannya dulu" jelas Reno
"Dari awal kan Kris sudah bilang, kalau mas kasih kepercayaan sama regi harus hati-hati, kejadian bener kan?" timpal Andin
"Iya sih, mas baru tahu kalau dia ternyata pintar cari muka" ucap Reno mencebik
"Lah emang"sahut Andin
"Kamu tahu?"tanya Reno
"Jelas tahu dari model muka sama caranya bicara bisa di tebak"jawab Andin
"Wah cenayang istri gue"goda Reno
"Apaan sih hahahahaa" Andin tersipu
"Gitu dong ketawa biar cemberut terus, urusan anak itu hak prerogatif Allah SWT sayang, kalau sudah waktunya pasti Allah swt kasih, kita yang harus sabar" ucap Reno menenangkan hati Andin.
"Makasih mas, udah bisa ngertiin aku, kita sama-sama berusaha" ucap Andin tersenyum menatap suaminya
"Iya" balas Reno mencium punggung tangan istrinya.
****
"Janin sehat Alhamdulillah, perkembangannya baik, ini udah masuk Minggu ke 32 ya insha Allah lahir normal posisi kepala juga sudah di bawah, banyakin istirahat kalau bisa ikut kelas ibu hamil supaya bisa meminimalisir trauma, pengalaman kehamilan yang pertama." jelas dokter Siska.
"Alhamdulillah, kalau kondisinya baik-baik saja dok"
"Nanti saya resepkan obat, sekaligus saya ikut sertakan kelas hipnoterapi"
"Baik dok"
Setelah konsultasi selesai, Hanan menuntun Keisya berjalan keluar dari rumah praktek dokter Siska.
"Mas kepengen makan malam di restoran seafood" ucap Keisya
"Jam segini? ini udah jam delapan sayang" tanya Hanan
"Ck, nggak papa ayo kesana" pinta Keisya
"Oke ayok"
Hanan berbalik arah menuju ke restoran seafood yang diminta istrinya.
"Aku ke toilet dulu ya, kamu yang pesan" kata Hanan saat mereka sudah tiba di restoran.
"Iya" Keisya berjalan ke arah stand untuk memesan makanan.
"Meja nomor 6 ya kak" ucap Keisya pada pelayan
"Baik kak silahkan di isi menu pesanannya" kata pelayan
"Ini" ucapnya bersamaan dengan seseorang yang memang sejak tadi berdiri di sampingnya.
Mereka sama-sama menoleh, dan terkejut.
"Kei"
"Mas" ucap mereka bersamaan.
"Apa kabar?" tanya Reno menatap Keisya yang terlihat lebih dewasa dari sebelumnya.
"Alhamdulillah sehat, mas Reno apa kabar?" tanya Keisya balik
"Alhamdulillah sehat, hamil lagi? Udah berapa bulan?" tanya Reno
"Jalan delapan bulan mas" jawab Keisya seraya mengusap perutnya.
"Semoga lahiran lancar ya, ibu dan baby nya selamat"
"Amiin terimakasih mas"
"Sama-sama, saya duluan ya"
"Iya mas silahkan" Keisya menatap punggung Reno yang menjauh memasuki salah satu ruang VIP dan menggandeng seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan.
"Itu pasti istrinya" batin Keisya tersenyum samar.
Serpihan kaca yang pecah itu masih ada berserak meskipun tak terlihat oleh kasat mata. "Terimakasih mas, melihat mu bahagia dengan pilihan mu sudah cukup untuk ku bisa bersyukur kalau kamu baik-baik saja" batin Keisya.
"Sayang, udah pesan?" tanya Hanan tiba di sisinya
"Sudah mas, ayo ke meja nomor 6" ucap Keisya
Hanan tahu apa yang terjadi sebelum ia menghampiri istrinya. Tidak mungkin ia menunjukkan ketidaksukaan nya di depan Keisya dan juga Reno. Karena mereka adalah bagian dari masa lalu masing-masing. cukup baginya memberikan mereka waktu agar ia juga bisa tetap menjaga hatinya tetap waras meskipun di liputi amarah.
"Mas aku tadi ketemu mas Reno" ucap Keisya membuat Hanan terpaku karena sempat terkejut Keisya akan segamblang itu mengatakan nya.
"Oh ya?"
"Iya tadi dia sama istrinya. Ternyata cantik istrinya ya, Sholehah juga"
"Oh ya? Dia udah pulang?"
"Belum dia memesan ruangan VIP kayaknya"
"Oh kirain udah pulang, tau gitu kita ajak makan bareng"
"Emang mas mau? nggak marah?"
"Nggak kenapa harus marah?"
"Oke lain kali kita undang kerumah buat rayain kelahiran baby,"
"Nggak papa undang aja, sekalian sekeluarga nya di undang, biar bagaimanapun kalian lebih dulu bertemu dan saling mengenal sebelum mas masuk ke kehidupan kamu sayang, mas nggak ada hak mau menghakimi masa lalu kalian, mas juga tahu bagaimana besarnya bentuk pengorbanan Bu Fitri dan suaminya untuk keluarga kamu sejak dulu, mas ini siapa sih? mas yah harus bisa membawa diri di keluarga kamu bukan mas yang harus mengatur segalanya" ucap Hanan panjang lebar membuat Keisya tersenyum
"Terimakasih mas sudah mengerti aku"
"Sama-sama karena kamu istri ku"