
"Astaghfirullah mbak Puput..." teriak Bu RT yang masuk ke dalam rumah mendapati semua perabotan berserakan tak karuan
Bu RT masuk ke dalam kamar karena mendengar suara tangisan Puput yang putus asa.
"Astaghfirullah mbak, sadar mbak, ini saya Bu RT, ya udah nangis aja di sini di pundak saya nggak papa" ucap Bu RT memeluk Puput
Puput menangis sejadi-jadinya dan membuat Bu RT akhirnya ikut menangis meski tak tahu menahu masalah apa yang tengah di hadapi salah satu warga nya.
"Astaghfirullah"
"Astaghfirullah"
Ucapan istighfar menggema dalam rumah ketika pak RT dan beberapa warga masuk ke dalam rumah.
"Ini rumah apa kapal pesiar?" celoteh salah satu warga yang memunguti pecahan kaca di lantai..
"Mbak Puput kenapa?" tanya salah satu ibu-ibu berjilbab besar mendekati Bu RT dan Puput yang sedang menangis keras.
"Ssst" Bu RT mengatupkan jari telunjuknya di depan bibir memberikan kode agar diam
"Mbak put, mbak ... kok diam?" tanya Bu RT kemudian menepuk pundak Puput.
"Nggak ada suaranya, apa jangan-jangan?" tanya salah satu warga yang berdiri di depan pintu kamar.
Ibu-ibu kompleks yang berdatangan ikut bergerombol di depan pintu kamar sebagian bapak-bapak berjaga di depan dan lainnya membersihkan sisa-sisa serpihan perabot yang pecah berserakan di lantai.
Tak lama Reno datang bersama Andin membawa makanan dan minuman. Reno langsung terkejut melihat banyak nya warga yang berkerumun di depan rumah.
"Loh pak kok rame banget? saya tadi cuma minta tolong sama pak RT dan Bu RT buat jagain sepupu saya kok sekarang malah rame gini rumahnya" tanya Reno terheran-heran
"Tolongin pak, ambulan, mbak Puput pingsan tadi nekat mau bunuh diri" teriak salah satu ibu-ibu
"Astaghfirullah Puput" teriak Andin berlari masuk ke dalam rumah dan menghampiri Puput yang sudah berlumuran darah.
Bu RT sedang mengikat pergelangan tangan Puput dengan kain agar tidak terjadi pendarahan hebat.
Beruntung Reno membawa mobil sehingga memudahkan untuk membawa Puput ke rumah sakit.
"Puput kenapa mas? kenapa kamu nggak mau cerita?" teriak andin kesal saat sudah memasuki mobil.
Beruntung pak RT yang mengemudikan mobil sedangkan Reno duduk di samping kemudi.
Bu RT dan Andin serta dua orang warga lainnya duduk di kursi penumpang. tubuh Puput di pangku oleh Bu RT yang menyaksikan betul bagaimana Puput menggores tangannya.
"Udah mbak Andin, Jangan nangis ya kita ke rumah sakit dulu biar mbak Puput dapat penanganan secepatnya" kata salah satu warga menenangkan Andin yang menangis sejak tadi.
Sampai di rumah sakit, Puput langsung di tangani oleh Dokter, warga berserta pak RT dan Bu RT menunggu di depan pintu UGD.
"Cerita mas, kamu tadi udah janji mau cerita" desak Andin pada Reno saat mereka sudah ada di parkiran
"Maaf kalau bikin kamu shock, tapi tadi aku cuma lihat Puput kayak orang kehilangan arah di taman kota, makanya aku antar pulang sekalian, pas di mobil dia ngajak aku menepi dan dia akhirnya cerita kalau Rizki calon suaminya pergi dengan perempuan lain, bahkan katanya semua biaya pernikahan itu bukan untuk Puput dan Rizki tapi untuk Rizki dan selingkuhannya. Puput cuma di jadikan alat saja untuk niat buruk mereka karena hubungan mereka tidak mendapatkan restu orang tua Rizki begitu ceritanya Puput ke aku tadi" cerita Reno
"Naudzubillahi min dzalik laki-laki biadab, tunggu saja besok aku mau ke tempat Kakek ku mas, kamu antar aku kesana bisa kan?" putus Andin begitu saja
"Mau ngapain?" tanya Reno terkejut
"Aku mau minta tolong kakek buat bikin kapok laki-laki biadab itu" umpat Andin kesal
"Jangan melakukan sesuatu yang merugikan orang lain, biar Allah yang balas perbuatannya nanti" saran Reno berusaha menenangkan Andin
"Jangan ikuti sifat setan, biarkan saja dia menyesalinya nanti, semua butuh waktu"
"Tapi aku nggak ikhlas mas, bakalan aku balas nanti laki-laki biadab itu"
"Andin" gertak Reno membuat Andin langsung terdiam dan menunduk. suara bariton Reno rupanya mampu membuat pembesuk dan perawat yang berjaga menoleh kearah mereka.
"Kalau aku sudah bilang jangan ya udah kamu nurut aja, kamu mau anak cucu kamu juga kena karmanya?" tanya Reno perlahan setelah mendapati Andin hanya diam saja.
"Maaf mas" ucap Andin akhirnya.
"Mas Reno, mbak Andin, di panggil pak dokter" panggil Bu RT dari arah UGD.
"Puput siuman Bu?" tanya Andin berbinar
"Maaf masih kritis, tapi mas Reno dan mbak Andin di panggil pak dokter kesana dulu, biar mbak Puput saya yang jaga, ibu-ibu kompleks sudah di antar pulang sama pak RT" kata Bu RT dengan raut cemas
"Iya Bu ,makasih ya, saya kesana dulu" kata Reno menarik lengan Andin untuk segera pergi.
Andin susah payah menyamakan langkahnya dengan Reno yang berjalan di depannya.
Saat sampai di depan pintu ruangan dokter, Reno terkejut karena dokter yang menangani Puput rupanya dokter Fritz, keluarga Azka yang juga telah berjasa mengobati luka mental Keisya karena kesalahannya dimasa lalu.
Reno terpaku di depan pintu yang sudah terbuka sedikit, tapi dokter Fritz tetap menunduk dan belum menyadari jika wali pasiennya adalah Reno.
"Permisi dok" sapa Andin
"Silahkan mbak...ma....s......" ucapan dokter Fritz terhenti saat kedua matanya bersibobrok dengan Reno.
Beberapa detik hening hingga akhirnya Andin mencair kan suasana, ia tak tahu menahu apa yang terjadi antara kedua pria didepan nya ini, tapi yang jelas Andin menangkap gelagat aneh di masa lalu Reno.
"Maaf dok, saya walinya pasien atas nama Puput" ucap Andin
"Oh iya...iya maa... maaf, silahkan masuk" kata dokter Fritz mempersilakan keduanya.
Andin masuk terlebih dahulu sedangkan Reno menyusul di belakangnya dengan wajah yang berusaha tetap tenang.
"Apa yang terjadi dengan sepupu saya dok?" tanya Andin
"ekhemm... begini mbak siapa namanya?" tanya dokter Fritz sopan.
"saya Andin dok"
"Oh ya mbak Andin dan suaminya ya"
"Ha?" jawab keduanya saling berpandangan
"Oh maaf, maaf" ucap dokter Fritz salah tingkah
"Nggak papa dok, dia memang istri saya, dan pasien sepupunya dia" kata Reno membuat Andin melongo seketika dan menginjak kaki Reno dengan keras. tapi reno tetap diam dan menatap lekat ke arah dokter Fritz.
"Jadi bagaimana dok?" tanya Reno kemudian
"Oh iya hampir lupa dengan topik nya, begini saudari Puput masih tertolong beruntung robekannya tidak menembus urat nadi, hanya saja ia masih dalam kondisi kritis karena beberapa hal, salah satunya karena rasa trauma, putus asa dan kecemasan serta kekecewaan berlebihan membuat pasien nekat mengakhiri hidupnya"jelas dokter Fritz
"Dia memang nekat bunuh diri tadi dok,. kerena sore tadi suami saya menemukan dia seperti orang linglung di taman kota, dan membawanya pulang, saya tidak tahu kalau dia tengah ada masalah, saya juga baru tahu kalau dia punya masalah besar" kata Andin berucap seperti apa yang di katakan Reno jika mereka memang suami istri.
"Ya sudah, dia butuh pendampingan emosional dan psikis, tolong anda bantu kesembuhannya secara mental ya, kalau secara fisik, kalau dia sudah siuman dan tidak lagi merasakan sakit, bisa di bawa pulang, tapi ingat kondisi psikologis dan mentalnya harus menjadi perhatian utama kalian oke?" ucapan dokter Fritz langsung menghujam ulu hati Reno.