KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 23



"Kamu kenapa?" tanya Kinara saat mereka sudah berada di rumah. siang tadi memang salah satu pegawainya di butik menelpon dan memberitahu bahwa Keisya sakit. karena berhubung jadwal kuliah dan rapat di perusahaan sedang mepet, pada akhirnya Kinara meminta anak buahnya tutup lebih cepat dari biasanya dan di wajibkan untuk menjaga Keisya sampai ia pulang.


"Si kembar mana?" tanya balik Keisya


"Lagi main sama papa nya, kamu sakit apa Kei?" tanya Kinara seraya menaruh buah-buahan yang sudah di iris di atas meja


"Nggak tahu kenapa tiba-tiba oleng, tadi dokter Fritz udah jengukin di butik, tapi cuma bilang kelelahan doang" jelas Keisya


"Ya udah mulai besok kamu istirahat dulu, besok ada jadwal ketemu dokter Fritz kan, pak dokter biar datang kerumah aja, nggak usah kerumah sakit kamunya" usul Kinar


"Iya, mana baiknya aja mbak" ucap Keisya mengalah


"Kata mbak Uya desain baju pesanan dari Ning Imamah mau kamu ubah?"tanya Kinara


",Iya, itu desain yang pernah aku buang tapi mbak ambil kembali kan?" tanya balik Keisya


"Iya, soalnya bagus menurut ku, trus aku bawa ke butik, sebenarnya itu masih ada mau di coret-coret dikit, cuma nggak sempat keburu dilihat nggak sengaja sama Ning Imamah dan orangnya langsung suka" terang Kinara.


"Udah mau aku ubah sih tadi keburu oleng hehehe, ada kok aku bawa kertasnya" ucap Keisya


"Mana aku lihat" Kinara meminta kertas lusuh hasil coretan tangan adik kembarnya.


"Ambil sendiri di atas meja, di map putih" ucap Keisya memberikan petunjuk


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Kinara mulai mengamati desain yang di buat Keisya.


"ini mau kamu apain kei?"tanya Kinara tanpa beralih dari sketsa baju pada kertas yang di pegang nya.


"Itu kan ada rumbainya bersusun, ini mau aku buang yang bagian atasnya, jadi ini nantinya seperti kayak gamis polos gitu mbak, nah mau aku tambahin outer dengan warna senada, jadi satu baju bisa tiga atau empat macam model" terang Keisya yang sudah berubah posisi menjadi duduk di atas bed.


"Jadi maksud kamu kita mainin di outernya aja gitu?" tanya Kinara menebak


"Yups bener"jawab Keisya


"Ini baju seragam buat pengiring pengantin ya cocok karena santri yang di minta, tapi buat keluarganya?" ucap Kinara sedikit protes


"Emang ada minta gitu? mbak Uya nggak ada ngomong cuma bilang buat pengiring pengantin doang mbak" sanggah Keisya


"Mbak aja yang desain buat keluarga nya, atau mbak liatin koleksi aku di map merah itu banyak kok di situ" usul Keisya


"Iya besok aku bawa ke butik" ucap kinara seraya mencoret sedikit desain yang di rasanya kurang pas


"emang pengantin nya nggak pesen gaun?"tanya Keisya


"Udah kemarin sore, ada gaun yang sementara proses, kemarin sempat aku tunjukin dan dia langsung suka, ini sisa gaun buat Bridesmaids sama keluarga aja yang belum, stok kain juga belum aku lihat di toko" ujar Kinara


"Mbak kok sanggup sih kerja Mulu, nggak capek apa?" tanya Keisya


"Ya capek lah kei, kamu pikir mbak itu senang-senang? urus anak, urus suami, mana harus kuliah dua-duanya, belum lagi kalau ada urusan perusahaan, rapat ini itu, belum lagi urusin butik ibu, galerinya ibu, untung aja mas Azka mau ngurusin showroom mobil punya ayah, belum lagi ngurusin warung, mana rencana mau buka cafe, kamu pikir mbak nggak capek? stress Kei, makanya mbak minta kamu ikut jagain butik, kalau kamu udah bisa butik aku lepas ke kamu, galerinya ibu juga" terang Kinara panjang lebar membuat Keisya menelan ludah berkali-kali.


"Sesibuk itu, kapan perawatan nya? katanya perempuan kalau udah nikah itu harus sering perawatan mbak, lah ini mbak tetap kayak anak SMA hahahaha" celoteh Keisya


"Hahaha, perawatan tetap ada lah waktunya, karena ada suster Ema dan mbak Reni jadi pekerjaan mbak sedikit tertolong, apalagi mama juga over posesif sama cucunya" sahut Kinara.


"Kei, jangan marah ya" tanya Kinara setelah beberapa saat mereka saling terdiam.


"Kenapa?"


"Mbak denger katanya Bu Fitri dan dua anaknya pindah, dam toko roti nya udah di beli sama orang lain" ucap Kinara pelan takut jika Keisya merasa tersinggung.


"Oh, iya aku udah tahu dari mas Hanan, tapi semenjak mas Hanan marah aku udah nggak pernah lagi denger kabar soal mas Reno" ucap Keisya pelan.


"Ooh gitu, doakan saja mereka semua baik-baik saja disana, mbak sendiri sebenarnya sedih kei, Bu Fitri banyak berjasa sama keluarga kita, begitu juga Reno" kenang Kinara


"Nggak usah melow deh, yang kemarin-kemarin bilang aku nggak boleh melow siapa hayo" sahut Keisya menggoda


"Ck kamu tuh kebiasaan selalu balikin omongan orang" ucap Kinara kesal lalu melempar bantal ke wajah Keisya


"Emang iya sih, udahlah mbak, meskipun aku juga berharap dia kembali, tetap aja aku nggak bisa maksain kehendak kan?" ucap Keisya.


"Kamu bener, ya semoga saja Reno dan keluarganya selalu sehat" ucap Kinara


"Amiiin" ucap Keisya berusaha menyembunyikan kesedihannya sejak siang tadi.