KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 113



"Mas, kamu dari mana?" tanya Andin saat sudah berisi ruang perawatan Bu Fitri


"Dari kamar mandi, maaf bikin kamu nunggu lama, Arkan pergi?" tanya Reno balik


"Keluar nyari makan siang katanya" jawab Andin tersenyum. Ada getir di hati nya melihat wajah Reno yang tidak seceria tadi sebelum bertemu sang mantan.


"Cintya belum datang?" tanya Reno menanyakan adik iparnya.


"Cuma Arkan doang mas, katanya istrinya ke toko bantuin mbak Indah.


"Owh, ya udah kamu disini saja dulu bisa kan? Aku mau keluar dulu ada yang harus aku urus" ucap Reno pamit


"Baru semenit Loh kamu liat ibu mas, masak udah pergi lagi? Tunggu ibu bangun dulu apa nggak bisa?" ucap Andin sedikit kesal membuat Reno merasa terkejut dengan sikap Andin yang tidak biasanya.


"Aku nggak lama, udah kamu disini aja sebentar" ucap Reno berlalu meninggalkan Andin dengan wajah kesal.


Reno berjalan ke arah parkiran dan tanpa sengaja melihat Hanan dan Keisya berjalan beriringan masuk ke dalam mobil tak jauh dari ia memarkirkan mobilnya.


Reno memandang dua orang yang pernah hadir dalam hidup nya itu dengan tatapan sendu.


"Semoga kalian selalu di limpahi kasih sayang dan Rahmat dari Tuhan" batin Reno.


Setelah memastikan mobil yang di kendarai Keisya pergi meninggalkan pelataran rumah sakit, Reno langsung menuju ke tempat tujuannya berkunjung kerumah sahabat lamanya.


Di dalam kamar perawatan Bu Fitri, Andin duduk di sofa dengan tangan bersedekap dan nafas yang memburu keluar masuk. Rasa kesalnya pada Reno sudah di ubun-ubun.


Entah kenapa semenjak ia melihat interaksi Reno dan Keisya tadi rasa cemburu dan kesalnya berlipat-lipat.


Arkan pamit saat ia baru saja datang dan sampai sekarang belum kembali. Meskipun antara dirinya dan Reno belum resmi menikah, tapi hubungan nya dengan orang tua dan adik-adik Reno terjalin harmonis.


sejam kemudian Arkan baru tiba bersama istri nya membawa makan siang untuk mereka.


"Ibu belum bangun mbak?" tanya Arkan.


"Belum Ar, dari kamu pergi ibu belum bangun" jawab Andin


"Trus mas Reno mana?" tanya Cintya istri Arkan


"Nggak tahu dari tadi keluar katanya ada urusan" jawab Andin sedikit ketus


Arkan yang mendengar jawaban Andin sudah bisa menebak jika Reno pergi menemui sahabat lamanya.


"Palingan malam baru pulang mbak, biarlah lagi temu kangen sama sahabat-sahabatnya, emang mbak nggak pernah reunian?" tanya Arkan sengaja memancing respon Andin.


Andin terdiam mendengar ucapan Arkan. Ia seolah merasa tak boleh melarang Reno pergi menemui teman lamanya. Masih ada jarak yang membentang di antara mereka. Ucapan Arkan benar dan itu membuat hati Andin sedikit tersentil.


"Emang kamu kenal semua sahabat mas Reno Ar?" tanya Andin penasaran


"Yang sahabat dekatnya kenal semua termasuk keluarga mbak Keisya mantan tunangan nya dulu" ucap Arkan tanpa sadar. Cintya yang sedang berdiri di sampingnya langsung menyenggol lengan sang suami.


"Em maaf mbak Andin nggak ada maksud apa-apa, mungkin mbak Andin udah tahu banyak soal kehidupan mas Reno sebelum kalian bertemu hehe" ucap Arkan meminta maaf karena merasa bersalah dengan ucapannya.


Andin yang mendengar ucapan Arkan sejak tadi hanya diam meskipun membenarkan apa yang Arkan ucapkan.


"Nggak apa-apa Ar, lagian mas Reno juga nggak pernah cerita apapun soal masa lalu nya apalagi kehidupan kalian, aku nggak mau mempermasalahkan masa lalu mas Reno, karena Nggak mau nyakitin dia" ucap Andin tersenyum dengan menahan rasa tidak percaya diri.


"Oh gitu, makasih pengertian nya mbak" ucap Arkan.


"Mas ini buah darimana, Sama paper bag isinya foto ibu waktu muda" tanya Cintya pada suaminya seraya memperlihatkan sebuah album pada Arkan.


Arkan yang penasaran pun meraih album itu dan membuka isinya satu persatu. Dan benar saja foto itu semua berisi masa muda ibu nya dengan kakak pertamanya yang masih kecil dan foto bersama seorang wanita yang ia tahu itu keluarga besar nyonya Amina sewaktu ibunya masih bekerja pada keluarga itu.


Andin yang penasaran pun ikut bergabung melihat deretan foto di album yang Arkan pegang.


"Ini nyonya Amina sayang, almarhumah ibunya mbak Kinara langganan kue ibu, ini mbak Kinara waktu masih kecil, ini mas Reno, ini tuan Wibowo dan ini..,. " jari Arkan berhenti di salah satu foto anak kembar berkuncir kuda.


"Ini mbak Kinara sama mbak Keisya waktu ulang tahun ketiga tahun mereka sebelum kisah kelam itu terjadi, aku denger langsung cerita di balik foto ini dari ibu sebelum pindah ke desa waktu itu" ucap Arkan menceritakan tentang hal yang ia tahu.


"Kisah kelam apa mas?" tanya Cintya penasaran.


"Biar ibu aja yang cerita, aku nggak tega, karena ibu lebih tahu secara detil dimana kisah itu berawal hingga hari ini keluarga itu masih menyimpan rasa hutang budi pada ibu dan mendiang bapak" ucap Arkan mengakhiri ceritanya.


Andin yang berdiri di samping Cintya mundur perlahan, seolah ada banyak hal yang belum ia ketahui dari calon suaminya itu. Kisah masa lalu mereka dengan keluarga mantan tunangan Reno bahkan hutang budi yang seperti Arkan sebut tadi. Ternyata ada banyak hal yang benar-benar membuat ia merasa tak mengenal Reno dengan baik.


Andin terduduk diam di sofa seraya memperhatikan Bu Fitri yang tengah tertidur lelap karena pengaruh obat.


Cintya dan Arkan saling lirik melihat Andin tiba-tiba terdiam dan melamun. Ada rasa bersalah di hati mereka.


"Mbak, kenapa diam kami ada salah ya?" tanya Cintya pelan.


Andin menatap Arkan dan istrinya bergantian. Ada rasa tak nyaman juga rasa penasaran dan rasa kesal karena selama ini ia tak pernah tahu sedikitpun cerita masa lalu Reno.


"Eh hehe nggak apa-apa kok sin, aku keluar dulu ya ke kamar mandi" ucap Andin pamit dan segera berlalu keluar dari ruang perawatan Bu Fitri.


Arkan dan istrinya hanya saling lirik dan berakhir menghembuskan nafas berat.


"Ini album darimana mas? apa tadi ada yang jenguk ibu kesini?"tanya Cintya


"Mbak Keisya dan suaminya aku nggak tahu kalau paper bag itu isinya album sayang, karena mbak Keisya pamit nggak lama mbak Andin datang aku langsung keluar. Jadi nggak sempat buka-buka paper bag." ucap Arkan


"Sudah terlanjur juga mas, biar mereka selesaikan masalah nya selama ini, bisa jadi mas Reno selama ini nggak pernah mau jujur soal masa lalu keluarga kalian" tambah Cintya


"Pikiran kita sama sayang, bisa jadi begitu, atau bisa jadi sampai saat ini mas Reno masih mencintai mbak Keisya, kita nggak pernah tahu apa isi hati orang sayang"ucap Arkan.


"Hem semoga aja mereka bisa bersama, ku lihat mas Reno juga kayak sudah move on tuh buktinya selama ini nggak pernah bahas masa lalu atau apapun di depan kalian apalagi di depan mbak Andin" ucap Cintya


", Biarlah itu jadi urusan mas Reno dan mbak Andin, kita doakan saja mereka sayang"