
Reno masih tertidur lelap saat bang Rendi mengetuk pintu kamarnya untuk sarapan. semalam Reno sudah berpesan untuk membangunkannya pagi-pagi.
Mbak Indah istri bang Somat sudah memasak sejak subuh dan langsung pergi ke toko roti untuk membuat 500 biji pesanan kue dari salah satu pelanggan tetapnya hari ini.
Reno bangun begitu ketukan ke sepuluh terdengar, ia beranjak dari tempat tidur dan langsung membuka pintu.
Dengan wajah kusut Reno membuka pintu dan melihat bang Rendi membawa nampan berisi sarapan paginya.
"Makasih bang" ucap Reno menerima nampak dari bang Rendi.
"Sama-sama Den" kata bang Rendi memutar langkah
"Eh bang, bisa minta tolong beliin buket bunga?" tanya Reno.
"Buket bunga? tanya balik bang Rendi heran.
"Iya buket bunga yang paling populer dan paling banyak di cari untuk cewek" kata Reno
"Buat apa tuh?" tanya bang Rendi lagi
"Udahlah pokok nya beliin saya buket bunga, soalnya nanti malam ada teman ulang tahun aku mau bawa itu aja" ucap Reno berbohong.
"Oke langsung cus ... pakai duit saya aja dulu den"
"Oke bos terima kasih bang"
"Sama-sama"
Reno menutup pintu kamar dan langsung menikmati sarapan paginya di angka menunjukkan pukul sembilan pagi.
Reno bersiap untuk ke toko roti melihat kondisi toko yang sudah empat tahun ini tidak ia sambangi. keadaan kos-kosan juga masih sama seperti saat ia tinggalkan dulu hanya penambahan beberapa kamar dan ada sebuah gazebo besar di bagian belakang kos juga kebun sayuran dan bunga yang nampak terawat.
Reno menyempatkan untuk menyambangi penghuni kos-kosan yang rata-rata penghuni baru semua. penghuni lama masih ada beberapa yang menetap disini karena mereka memiliki kontrak kerja di kantor mereka dan mungkin juga sudah menyambung waktu kontrak kerjanya.
"Ini siapa yang nanem bunga sama sayuran di sini bang?" tanya Reno pada salah satu penghuni kosan yang sedang menjemur baju.
"Oh itu, ada anak mahasiswa jurusan pertanian yang sempat ngekos disini, dia pamit sama bang Somat buat mengelola lahan kosong di sini, sama bang Somat di bolehin, jadilah kebun sayur sama bunga, kalau gazebo itu yang bikin ide anak-anak kos kalau suntuk biar nggak keluyuran,makanya mereka gotong royong bangun ini." jelas pria muda yang biasa di panggil pak guru.
"Biayanya darimana?" tanya Reno
"Kita patungan beli bahan bakunya termasuk kayu dan lainnya, kalau sayur dan bunga itu yang nanem ya mahasiswa tapi kita-kita juga bantu kalau pas hari libur kerja" jelas pak guru.
"Abang sudah lama ngekos di sini?" tanya Reno
"Sudah tiga tahun mas, mas anaknya yang punya kos ya? soalnya saya pernah lihat foto mas nya di pos satpam waktu pertama datang kesini" ujar pak guru.
"Iya saya anaknya yang pertama, waktu Abang kesini saya sudah tidak disini, saya kuliah di luar kota" jawab Reno
"Oh kirain ke luar negeri mas, karena denger-denger cerita penghuni kos yang lama kalau mas nya pergi keluar negeri."
"Iya tahun depan saya ke luar negeri, lanjut ambil S2 di sana"
"Wah...semoga di lancarkan kuliahnya mas"
"Amiiin terimakasih bang, oh ya ini sayuran sama bunga sebanyak ini di tanam siapa yang manen?" tanya Reno
"Ya kita-kita mas, daripada beli di penjual sayur mending panen sendiri di sini, anak-anak kos lainnya terutama cewek sama ibu-ibu itu kalau mau masak ya tinggal ambil di sini, kalau weekend kita kerjabakti bersihin bareng-bareng" jelas pak guru.
"Udah balik ke kampungnya di Jawa timur, mau nikah katanya mas" kata pak guru
"Wah sayang sekali, padahal saya mau kasih ucapan terimakasih, Abang punya nomor ponselnya?" tanya Reno dengan masih menatap hamparan sayur dan bunga
"Nggak ada mas, nanti saya tanyakan tetangga kamar sebelah mas" kata pak guru
"Ya udah nanti kabari saja ya bang, saya permisi dulu mau ke toko" pamit Reno
"Iya Monggo mas"
Reno berjalan meninggalkan kebun sayur dan langsung bergegas masuk ke dalam mobil. hari ini ia berencana akan ke toko pertama untuk melihat proses produksi sekaligus melihat pengelolaan keuangan yang di pegang bendahara yang di percayakan oleh ibu.
Meskipun setiap Minggu Dimas dan Arkan selalu datang kesini untuk mengecek sendiri, tapi tetap saja Reno tak pernah merasa puas jika tidak melihat sendiri.
Mobil melaju perlahan keluar dari area kos-kosan, melewati rumah-rumah kompleks warga yang terbilang cukup sepi di jam kerja seperti ini.
Reno langsung memutar arah begitu keluar dari lokasi kompleks perumahan. menatap jejeran rumah dan bangunan yang banyak berubah setelah empat tahun ia tak pernah sambang kesini.
Jika dulu sebelum ia pergi bangunan belum serapat ini, sekarang sudah berdiri megah menghiasi sisi kanan dan kiri jalan.
Mobil terus melaju membelah jalanan yang ramai lalu lintas dan macet di beberapa titik.
Reno tersenyum melihat sebuah plang nama sebuah butik terkenal yang baru-baru ini viral karena model dan desain bajunya yang tidak pasaran lalu keras hingga ke mancanegara.
Twins Galeri, milik Kinara dan Keisya yang sudah semakin membooming selama beberapa tahun terakhir. siang hingga malam butik ini tak pernah sepi dengan pelanggan yang keluar masuk galeri.
Tanpa sengaja Reno menatap pada sosok yang sedang memakai gaun pengantin berada di halaman samping galeri yang menggunakan konsep outdoor untuk pengambilan gambar.
Jantung Reno berdetak kencang, matanya menatap lurus pada wanita bergaun putih yang sedang tersenyum menghadap kamera. Reno melamun hingga tak sadar mobil di belakangnya sudah memberi kode sejak tadi.
"Bang, macet di belakang, kenapa malah melamun?" tegur salah satu pengendara motor.
"Astaghfirullah maaf mas, terimakasih sudah di ingatkan"
"Iya mas lain kali jangan di ulangi lagi kasian pengendara lain"
"Iya mas maaf maaf" ucap Reno melajukan mobilnya perlahan ke tempat tujuan.
Sampai di toko pertama Reno langsung bldi sambut dengan para pegawai, ada yang sedang menghitung total belanja pelanggan, ada yang sedang menemani pelanggan memilih jenis produk kue dan cake, ada yang sedang mengepel dan membersihkan kaca toko.
Reno berjalan ke arah belakang dan melihat langsung proses produksi kue dan cake. beruntung ada mbak Indah yang masih sibuk mengemas kue pesanan.
"pesanan banyak hari ini mbak?" tanya Reno
"Alhamdulillah pelanggan lama ibuk Ren, katanya buat syukuran nanti malam habis Maghrib, pesan 500 biji" jawab mbak Indah
"Kamu udah makan Ren? tadi mbak udah masakin kesukaan kamu" lanjutnya.
"Udah mbak, ini cake request?" tanya Reno melihat salah satu cake yang di susun berbeda dengan yang lain.
"Iya, itu kesukaan adiknya pelanggan, katanya sih mau lamaran nanti malam, dan dia minta kue buat dia harus di pisahin sesuai permintaan karena dia punya alergi protein tertentu, yang itu nggak pakai mentega apalagi butter" jelas mbak Indah.
"Unik juga" batin Reno sedikit aneh. ia ingat kalau Keisya memang memiliki alergi tertentu. tapi tidak mungkin itu Keisya.