
Kinara dan Azka sampai di rumah menjelang Maghrib dan mereka tidak sempat untuk membesuk Nana di rumah sakit berhubung hari sudah mulai gelap dan jam besuk sudah habis mereka berdua memilih untuk pulang kerumah setelah selesai jam perkuliahan.
"Besok saja kita kesana sayang, tadi Reno udah dateng kesana sama Eric, Rangga juga mulai besok udah turun ke sekolah buat penggalangan dana" ucap Azka saat mereka baru saja tiba di rumah.
"Okelah," Kinara mendesah berat, entah kenapa ada perasaan tak enak menghantui nya sejak tadi.
"Kamu kenapa sih sayang?" tanya Azka melihat gelagat aneh sang istri yang terlihat murung.
"Perasaan aku nggak enak sejak tadi, kabar om Anthony gimana ya mas?"
Deg
Azka terkejut mendengar ucapan sang isteri. memang sejak kejadian mereka bertemu Anthony saat itu Azka sudah tidak mau lagi membahas Anthony bahkan ia sendiripun sudah mulai cuek dengan kondisi Anthony saat ini mengingat kesalahan besar Anthony pada keluarganya hingga menyebabkan Rafka sang adik meninggal secara tragis, belum lagi trauma mental yang mereka alami selama bertahun-tahun hidup dalam bayangan kekejaman Anthony.
Azka menghirup udara secara rakus dan menghembuskan nya pelan. ia tahu Kinara juga punya luka yang sama karena kesalahan orang yang sama. justru karena itulah ia tidak mau melihat Kinara terpuruk dan berimbas pada kondisi janin yang di kandung nya.
"Nggak usah di bahas, aku nggak mau kamu drop lagi sayang, kasihan anak kita" ucap Azka mengelus punggung Kinara dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.
"Bik Siti, mama sama papa belum pulang?" tanya Azka saat melihat bik Siti sedang menyapu di ruang keluarga.
"Belum tuan, katanya tadi sih mau kerumah tuan besar sekalian nengokin si kembar yang baru dateng tadi pagi"
"Loh, si kembar dateng?" tanya Azka kaget
"Iya den, tadi pagi baru dateng tapi cuma sama non Rania aja, tuan muda nyusul katanya" jelas bik Siti.
"Oh gitu, mama nggak ngomong"
"Katanya pulang dadakan sih karena nyonya besar sakit"
"Oh gitu" ucap Azka manggut-manggut
"Den Azka nggak nengokin nyonya besar?" tanya bik Siti
"Nanti kalau udah dapet panggilan wajib baru dateng, lagian males mau kesana ketemu ulet bulu sama Uler keket" sahut Azka santai.
"Ehh Aden mah, nggak boleh gitu ih" timpal bik Siti
"Emang bik Siti tahu siapa Ulet bulu sama uler keket?" tanya balik Azka menantang
"Tau lah, non Alexa sama mama nya kan!" jawab bik Siti santai
"Tau darimana?"
"Aden lupa ya kalau bik Siti lebih tua, dari Aden belum lahir mah bibik udah ikut tuan besar" sahut bik Siti bangga
"Oh iya baguslah kalau udah tahu, daaah bibik masakin pepes ya buat makan malam" ucap Azka seraya berlalu menyusul Kinara ke kamar.
Bik Siti melanjutkan pekerjaannya sembari berdendang. "Bik, udah Maghrib, gantian Reni juga mau sholat" tegur mbak Reni yang datang dari arah dapur. "Iya, tinggal dikit lagi," sahut bik Siti seraya merapikan alat bebersih.
Azka dan Kinara bergantian membersihkan diri sebelum melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.
"Tumben kamu nggak muntah-muntah lagi sayang?" tanya Azka heran melihat sang istri masih tetap segar setelah mandi.
biasa jika menjelang malam seperti ini Kinara sudah mulai muntah-muntah hingga dini hari. hal ini yang terkadang membuat Azka tertidur pulas di kelas saat jam mata kuliah sedang berlangsung. tak jarang ia mendapatkan hukuman dari dosen yang mengajar karena kebiasaannya tertidur di kelas.
Bahkan pernah salah satu dosen killer di kelas nya memanggilnya di ruang dosen karena ia telat dan bahkan langsung tertidur saat sang dosen tengah menjelaskan materi.
"Maaf pak, istri saya sedang hamil dan mengidam, jam empat subuh saya baru bisa tidur setelah istri saya tidur pak, saya nggak tega lihat istri saya muntah terus menerus dan ingin ini itu, jadi saya berusaha untuk bisa jaga kondisi fisik dan psikologis nya, kasihan anak saya kalau istri saya di biarkan saja pak" ucap Azka kala itu membuat dosen yang awalnya akan marah dan menskorsing nya justru merasa terenyuh dengan sikap Azka yang sangat sayang kepada istri.
"Ya sudah saya minta maaf sudah marah tidak jelas padamu, terimakasih atas penjelasannya, dan terimakasih kamu sudah memberi saya pelajaran berharga dari sikap kamu, kamu masih muda tapi jiwa mu sangat dewasa" ucap sang dosen miris, perilaku Azka justru menamparnya pada kenyataan mengingatkannya dengan kondisi istrinya yang sedang hamil tua dan selalu ia abaikan karena kesibukan nya.
"Iya ya, kok aku baru nyadar mas, biasa kalau Maghrib gini udah mulai mual sampe pagi" ucap Kinara heran melihat kondisinya baik-baik saja.
"Syukurlah anak papa udah nggak rewel lagi, jagain mama ya sayang, kasihan mama kalau adek rewel terus." ucap Azka mengelus perut Kinara yang sudah terlihat sedikit menyembul.
Setelah selesai dengan kewajiban sebagai seorang hamba, Kinara dan Azka langsung menyantap makan malam hanya berempat dengan bik Siti dan mbak Reni, pekerja yang lain sudah pulang ke rumah belakang setelah menghabiskan makan malam mereka di balai belakang dapur yang langsung tersambung dengan taman.
Pekerja itu adalah para bodyguard dan satpam yang memang mempunyai jam jaga setiap harinya. ada sekitar 15 orang bodyguard yang bertugas menjaga kediaman sekaligus merangkap sebagai satpam. lima orang pekerja yang merangkap tukang kebun dan hanya datang siang hari saja dan 4 orang khusus yang ditugaskan untuk mengawal mama, Azka dan Kinara serta papa.
Hanya bik Siti dan mbak Reni yang bertugas sebagai art dan merangkap asisten pribadi mama Hanna dalam mengurus rumah tangga.
Setelah selai dengan ritual makan malam kinara dan Azka menghabiskan waktu di rumah keluarga sembari menonton balap MotoGP di televisi. sedangkan Kinara lebih memilih berselancar di dunia Maya, melihat-lihat desain terbaru yang sedang trending saat ini. meski hidup dengan banyak kesibukan tak menyurutkan niat Kinara untuk terjun di dunia fashion designer impiannya sejak kecil.
"Kamu lagi apa sih sayang?" tanya Azka seraya melirik ke arah ponsel Kinara
"Nih, lagi ngetrend desain baju musim gugur, ada pameran yang akan di adakan di Korea Selatan, aaah seandainya aku bisa kesana bisa ketemu babang Lee Min Hoo" ucap Kinara membuat Azka jengah. selalu saja ia di bedakan dengan aktor Korea Selatan itu. dari segi fisik ia juga tak kalah saing, tapi tetap saja tak bisa mengalihkan dunia ngefanisme sang istri dari pesona seorang Lee Min Hoo.
Azka melirik jam yang ada di atas dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Ayok ke atas belum sholat isya juga, trus tidur besok agenda kita padat dari pagi sampe malam" ucap Azka mengajk Kinara beranjak dari rebahan.
Kinara mengikuti langkah sang suami ke kamar dan melaksanakan sholat isya setelah itu mereka akhirnya tertidur.
Pukul 02.00 dini hari Kinara terbangun dengan kondisi penuh dengan keringat membanjiri bajunya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Azka kaget melihat kondisi Kinara yang seperti orang ketakutan.
"Anthony mas, aku mau kesana lihat dia, dia tadi minta tolong sama aku mas" Kinara meracau dalam kondisi belum sepenuhnya stabil.
"Sayang sadar, kita di rumah, istighfar sayang berdoa, semoga dia baik-baik saja" ujar Azka menenangkan Kinara.
Tak lama suara ponsel Kinara terdengar dari atas nakas, Azka melihat siapa yang memanggil tengah malam begini. nama. Denias terpampang jelas di layar ponsel Kinara.
"Angkat aja siapa tahu penting" ucap Azka lirih masih dengan merubah posisi dan menyetabilkan kondisi nafasnya.
"Iya om, ada apa?"
"Kinara ada, ini baru bangun juga kok".
"Ngapain ke rumah sakit?"
"Nggak bisa besok?"
"Kritis? emang harus ya kami kesana?"
"Papa mama masih disana juga?"
"Ya sudah kalau om maksa, kita kesana,"
Azka mematikan sambungan telepon lalu menoleh ke arah sang isteri.
"kenapa sih?" tanya Kinara heran
"Anthony kritis dia mau ketemu kamu untuk terakhir kalinya, ada yang pengen dia sampein ke kamu, Keisya dan kak Revan juga ibu kandungnya udah ada disana juga" jelas Azka.
"Harus ya?" tanya Kinara meyakinkan
"Om Denias yang meminta, lakukan saja sebelum kita menyesali, toh dia sudah mengaku bersalah" ucap Azka
"baiklah kita kesana, semoga ini bukan yang terkahir kali"
"Udah nggak usah di pikirkan, ayo kita siap-siap"
Kinara dan Azka langsung meluncur ke rumah sakit sesuai permintaan tuan Denias. mungkin kah ini akhir kisah perjalanan hidup keluarga mereka yang selama ini penuh konflik??
\=\=>Nggak lama lagi tamat cerita ini. Dukung terus ya...