
Malam ini rumah keluarga Anderson sedang ramai dengan banyaknya keluarga yang hadir serta beberapa tamu penting yang sengaja di undang.
Mereka semua berkumpul di taman belakang yang memang sudah di hias dengan indah oleh Kinara dan sahabatnya. Rencana awalnya mereka ingin mengadakan pesta barbeque kecil-kecilan namun rupanya mama Hanna lebih antusias menyambut rencana mereka, jadilah rumah di hias seindah mungkin.
Rupanya mama Hanna juga mengundang para karyawan kesayangannya di butik, tak lupa ia juga mengundang kakek dan nenek serta beberapa orang kepercayaan papa di perusahaan.
Sementara itu di dalam kamar utama Mama Hanna dan Papa Anderson sedang berbincang.
"Ma..besan kita udah pulang semalam dan dokter Wawan nyusul juga siang tadi, kalau kita undang mereka dateng gimana reaksi Kinar ya ma?"
"Hmm dari awal kan mama udah bilang apapun rencana kalian, setidaknya jangan putus komunikasi sama Kinar. tapi liat sekarang kan? udah 4 bulan gak ada kabar apa kalian pikir Kinar gak sedih?"
"Masalah nya yang jadi pertimbangan kami kalau sampai Anthony tahu keberadaan Kinar bisa lebih berat lagi masalahnya mah, makanya Wibowo sengaja nutup akses komunikasi sama Kinar sementara waktu. asal mama tau rahasia kita pernah hampir kebobolan."
"Mama juga gak habis pikir apa sih yang di kejar si Anthony? semua warisan orang tuanya bahkan dari mantan mertuanya juga sudah ada di tangannya. apa lagi sih? Emang mau di bawa kemana tuh harta sebanyak itu? mau di bawa mati pun percuma." omel mama Hanna
"Entahlah mah, seandainya 3 tahun lalu kita bisa datang jenguk almarhumah Amina, jujur papa nyesel waktu itu nolak permintaannya untuk ketemu. papa yakin saat Almarhumah meninggal pasti ada sesuatu yang di tinggalkan untuk kita, setidaknya ada jejak yang bisa kita temukan buat lumpuhin Anthony." ujar papa
"Mama ingat sesuatu"ucap mama Hanna
"Apa?"
"Papa ingat Ranti?"tanya mama
"Gak. emang siapa?" tanya balik papa
"Papa tau "R diamond" gak?"
"Galeri Emas dan berlian? bukan nya itu salah satu cabang milik Rudi ma?"
"Papa gak tahu kalau Rudi punya kakak angkat? ya Ranti itu kakak angkatnya!"
"Terus apa hubungannya sama almarhumah?"
"Ranti itu satu-satu nya saudara sepupu almarhumah pa, yang mama tahu sebelum meninggal almarhumah sudah mewasiatkan galeri dan butik miliknya pada Ranti untuk di kelola sampai Kinara usia 20 tahun."
"Terus?"
"Mama yakin pasti ada yang di tinggalin almarhumah pada Ranti. mama akan atur pertemuan sama Ranti besok."
"Papa setuju mah, yuk ah kita keluar mereka udah nungguin kita kayaknya" pasangan itu kemudian keluar menuju ke taman belakag tempat acara di adakan.
Para tamu yang di undang rupanya sudah datang Pak Anderson segera menyambut mereka semua.
"Malem papah, ganteng banget sih ahh...aku ter....emmphh" Arini datang dan menyumpal mulut Jeni alias Joko si tulang lembek lalu menariknya pergi dari hadapan pak Anderson membuat pria paruh baya itu terpingkal melihat tingkah konyol asisten istrinya itu.
"Papa kenapa sih?"tanya mama Hanna
"Mamah dapet darimana sih orang kek si Joko itu?"
"Ohh mama udah selidiki beberapa bulan sebelum mama minta dia kerja di butik, dia itu sebatang kara pah, ibunya baru meninggal sebulan lalu, kalo bapaknya udah tiada sejak dia masih sd, dia begitu karena terpaksa pah buat nyari makan dan berobat ibunya yang sakit-sakitan." ujar mama
Papa akhirnya membuka acara dengan memotong tumpeng sebagai ucapan rasa syukur karna Kinara telah kembali kerumah setelah kecelakaan beberapa hari lalu serta peringatan Anniversary setahun butik "Humaira" yang mama dirikan.
Tepuk tangan meriah mewarnai acara pemotongan tumpeng itu.
"Tega ya kalian....?!" ucapan lantang seseorang membuat semua tamu menoleh kearahnya.
***
Sementara itu di sudut kota lain seseorang sedang diliputi amarah yang memuncak karna salah satu anak buahnya telah tertangkap oleh rivalnya.
Belum usai masalah ia hadapi saat kehilangan putri angkatnya, sekarang masalah baru datang menghampiri.
Sudah beribu cara ia gunakan, sudah banyak waktu terbuang demi mencari jejak sang putri angkatnya namun nihil tidak ada satupun petunjuk ia dapatkan.
"Aku tidak akan memaafkan kalian"
Prang
Trash
Krak
"Tuan, sudah tenanglah" ucap salah satu asisten
"Cari dimana Keisya sekarang, dan cari dimana mereka menyembunyikan Riko" teriaknya pada sang asisten
"Mereka sudah tiba tuan, mereka sudah kembali dari Singapura" ucap tegas sang asisten
"Apa maksudmu hah?" bentak Anthony dengan amarah yang memuncak
"Wibowo dan anaknya tuan"
"Benarkah?" Nada bicara Anthony pelan
"Benar tuan, saya baru saja mendapatkan informasi itu"
"Apa sudah kau selidiki?"
"Sudah tuan tapi anehnya tidak ada nama mereka di penerbangan manapun, aku sudah memerintahkan salah satu anggota kita untuk menyelidiki kebenarannya."
"Baguslah"
"Saya permisi tuan, akan menyiapkan makan malam"
"Pergilah"
"Wibowo, Anderson hahahhaah bersiaplah dengan kehancuranmu hahahah".