KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
41 Azka vs Aldo



Braaak


Azka langsung keluar dari mobil begitu mereka sampai di gedung teater. lalu menutup mobil sedikit keras.


"Astagfirullah...." Kinara berjengit kaget mendengar suara pintu ditutup sedikit keras.


"Ck sarap!" Sungut Aldo jengkel melihat sikap Azka


"Kita salah apa sih Ra?" tanya Vera yang masih mengelus dada meredakan detak jantungnya yang tak beraturan karna ulah Azka.


"Udah gak usah di pikir, maklumin aja ya emang dia gitu orangnya."


"Tapi kok kamu betah sih temenan sama orang kayak vampir gitu?"


"Dia suamiku Vera andai kamu tahu!" batin Kinara


"Maklumin aja lah, dah yuk masuk yang lain udah nunggu tuh."ajak Kinara menggandeng tangan Vera


"Eh yang di gosipin baru datang, panjang umur kalian" ucap Ririn


"Alhamdulillah ada yang gosipin gue, berarti dosa gue kurang ya Allah terima kasih" ucap Vera


"hahahaa...."


"Masuk yuk bu Farah udah nungguin tuh" Ajak Ririn.


"Rin maaf gue telat 10 menit" ucap Rangga yang datang dengan nafas ngos-ngosan.


"Abis maraton lo?"tanya Ririn


"Ban motor gue kempes kena paku pas di belokan arah kemari, jadi gue langsung lari aja daripada telat ntar lo marah-marah lagi kayak tempo hari" jawab Rangga, ada rasa bersalah di hati Ririn mendengar penuturan Rangga Karna sempat memarahinya karna telat hampir 30 menit.


"Ya maaf deh gue marahin lo tempo hari,"


"Udah gak papa, Lagian gue juga yang salah nggak ngasih kabar dulu sama lo,mami gue nyuruh nganterin orderan barang dulu soalnya, pas mau berangkat ada kecelakaan jadi gue anterin korban ke rumah sakit dulu"


"Ohh gitu, ya udah maaf banget Rangga aku nggak tau" ucap Ririn lirih merasa menyesal setelah tahu penyebab Rangga sering telat."


"Udah santai aja yuk masuk sisa kita nih di luar." ajak Rangga menarik lengan Ririn tanpa mereka sadari rupanya Aldo melihat Rangga menggandeng lengan kekasihnya.


"Ck berani banget nyentuh cewek gue" gumam Aldo


"Eh maaf Rin refleks sih tadi. maaf ya" ucap Rangga saat mereka sampai di dalam gedung


"I..iya gak papa" jawab Ririn santai


"Beb.. emmuach" Aldo mengecup pelipis Ririn secara tiba-tiba


"Issh kamu tuh! bisa enggak sih tuh mulut di kondisikan?"omel Ririn


"Kangen, nikah yuk besok" bisik Aldo di telinga Ririn namun masih dapat di dengar oleh Rangga di sampingnya.


"Ogah!"jawab Ririn tanpa mengalihkan perhatiannya pada bu Farah yang sedang memberikan instruksi pelaksanaan drama esok hari.


Tak jauh dari tempat mereka berdiri, ada seseorang yang sedang menahan amarahnya siapa lagi kalau bukan Azka. Tanpa sengaja netra nya menangkap sosok yang menatap istrinya sejak tadi tanpa berkedip dan membuatnya kesal jungkir balik sejak pagi tadi.


"Akkhh sakit..Azka Lepasin!" Kinara merintih saat merasakan tangannya di remas kuat oleh Azka.


"Eh ma...maaf aku..aku gak sengaja itu tadi refleks beneran, mana yang sakit?" tanya Azka kebingungan sekaligus merasa bersalah saat ia tanpa sadar telah meremas tangan istrinya.


"Arrghh apa yang udah gue lakuin?"batinnya


"Udah gak papa" ucap Kinara seraya melipat kedua tangannya di dada tanpa menoleh lagi pada Azka. bukan Azka namanya kalau gak punya banyak cara karna ia sudah berjanji pada diri sendiri sejak semalam ingin merubah semua sikapnya pada Kinara.


"Sini tangan kamu, mana yang sakit!" ucap Azka berusaha meraih tangan Kinara namun di tolak secara halus.


"Ck udah gak papa, dengerin tuh bu Farah" ucap Kinara


"Udah siniin, mana yang sakit!" ucap Azka sedikit memaksa


"Dibilangin aku enggak papa, udah deh liat ke depan" Kinara masih bersabar dengan tingkah Azka.


"Sini..." ucap Azka memaksa


"Ck..Azka! bisa diam enggak?!" teriak Kinara kelepasan saking gerah melihat sikap Azka. sontak suara lantang Kinara membuat semua orang menoleh terutama bu Farah dan pria yang berdiri di sampingnya. Azka pun di buat terkejut baru kali ini dia melihat sisi lain dari istrinya yang membuat nyalinya sedikit ciut.


"Ckck kapan sih mereka bisa damai? tiap hari ada muluuu kayak tomjer"Aldo mengoceh melihat kedua sejoli yang sayangnya memang sahabat nya sambil geleng kepala.


"Apaan tomjer?"tanya Ririn


"Kartun Tom and Jerry!"


"Ooh...eh liat tuh bu Farah"


"Kamu apain Kinara?" tanya bu Farah pada Azka


"Ehh...engg...." baru mau menjawab Kinara sudah memotong ucapannya


"Tadi Azka gak sengaja nginjek kaki saya bu, maaf saya refleks tadi soalnya yang keinjek kaki saya bekas ketusuk paku,"


"Udah gak papa kok bu, luka nya udah kering cuma masih agak nyeri aja sedikit."


"Yakin kamu gak papa? istirahat aja ya kamu gak usah ikut latihan." ujar bu Farah


"Ah..haha udah gak papa kok bu aku masih bisa latihan cuma pemantapan doang gak papa"


"Yakin?"


"Iya bu suwer deh!" ucap Kinara mengacungkan 2 jari membentuk huruf V.


"Okelah! kamu Azka cepat minta maaf"


"Udah bu tadi" ucap Azka menggaruk tengkuknya.


"Ok ya sudah.. Perhatian semua saya rasa cukup untuk hari ini,ketua kelompok silakan mengambil nomor di sebelah sana sama pak Edwin ya dan silakan kalian berlatih di ruangan yang sudah di sediakan. untuk penataan panggung sudah ada adik kelas kalian yang akan membantu."


"baik bu..." ucap semua siswa serempak.


"Ck lo kesambet setan mana lagi hah?!" omel Aldo saat melihat Azka berjalan kearahnya.


"Apaan sih!" ucap Azka dengan wajah di tekuk dan mata yang merah nyalang menyimpan kemarahan.


"Harusnya gue nanya lo kenapa? dari tadi pagi muka kusut,nutup pintu mobil kayak orang kesurupan, dan sekarang? Ck tunggu surat resign dari gue!" ucap Aldo sarkasme.


"Ehh kenapa lo yang nyolot?" sahut Azka tak mau kalah


"Siapa yang nyolot...gue nanya lo baik-baik ogeb!" teriak Aldo semakin gerah karna Azka membentak nya.


Buuk


Azka memukul pipi kiri Aldo membuat aldo sedikit oleng ke belakang. Rangga yang melihat itu segera menahan Azka agar tidak maju untuk memukul Aldo kembali


Aldo meringis merasakan sakit di ujung bibirnya yang berdarah "busyet ni orang beneran mafia" batin Aldo


"Beb..kamu berdarah ini gimana sih?"tanya Ririn panik seraya membantu Aldo berdiri. Aldo mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya lalu menghampiri Azka yang masih menatapnya nyalang.


"Beb..." Ririn mencoba menahan Aldo justru ia terhempas ke belakang.


"Lo......." ucap Aldo tertahan seraya menarik kerash baju Azka.


Plaak


"Pecundang!" ucap Aldo lantang lalu meninggalkan Azka


Buugh


Azka kembali melayangkan pukulan tepat di bahu kiri Aldo


Buugh


Aldo membalas pukulan, Rangga dan Ririn berusaha memisahkan mereka tapi nihil tenaga mereka tak sebanding dengan Azka dan Aldo. Ririn sempat terpelanting ke belakang. Rangga pun tak pelak mendapat pukulan dari Azka karna berusaha melerai mereka.


"Azkaaaaaa. . . ." Teriak Kinara membuat seisi gedung berhamburan keluar ke halaman luar gedung.


Plaak


Plaak


Bugh


Bugh


Kinara menampar Aldo dan Azka lalu menyerangkan pukulan telak di kedua dada mereka dengan tenaga dalamnya meski hanya sebatas wajar tidak sampai membuat mereka muntah darah namun mampu melumpuhkan tenaga mereka sementara.


Semua menatap heran pada Kinara baru kali ini mereka melihat primadona sekolah dengan titel siswi teladan menjadi beringas seketika. ternyata gadis lembut itu mampu melumpuhkan dua orang sekaligus hanya dengan telapak tangannya saja.


Rangga yang terduduk di lantai pun terkejut melihat sisi lain Kinara.


"Bahaya nih, kalau udah gini, aduh...berfikir otak!! berfikirlaah!! ahaaa gue harus hubungi kak Revan" batin Ririn yang masih memegang lengannya yang sakit karna pukulan Aldo.


"Apasih mau kalian?? ayo maju kalau masih mampu!" gertak Kinara marah mengepalkan kedua tangannya hingga memutih dan tanpa sadar kuku jarinya menusuk kulit tangannya.


"Kinara ya Allah ada apa ini nak??" duh Gusti!" Bu Farah yang baru datang langsung memeluk Kinara dengan air mata tumpah. Reno, Beno dan Fikar masing-masing membantu Azka,Rangga dan Aldo.


"Halo kak gawat ke gedung teater sekarang, Kinara..." ucap Ririn gugup saat menelepon Revan


"Halo Rin, Adek gue kenapa? ngomong yang jelas!"


"kambuh..."


"apaan??"


"1 suro!! gedung teater sekarang!" ucap Ririn yang baru mengingat kode yang Revan berikan padanya jika terjadi apa-apa pada Kinara.


"APAAAA......??? Revan tau kode yang Ririn sebutkan. ia segera berbalik arah menuju gedung teater.!


ada apa dengan Kinara? 🤔🤔🤔🤔