KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)
S2 Part 55



"Mana yang sakit nak?" tanya Bu Fitri saat Arkan sudah mulai tersadar.


Sudah pukul 01.00 malam Arkan baru saja siuman, beruntung ada suster yang sedang menjaga menemani Bu Fitri di kamar inap.


Reno dan Dimas pulang karena permintaan ibunya agar rumah tidak di biarkan kosong.


Sejak sore tadi Bu Fitri belum bisa tertidur karena mengkhawatirkan anaknya yang masih pingsan.


"Bu saya periksa dulu tekanan darah nya ya" ucap suster membawa peralatan untuk memeriksa kondisi Arkan.


"Silahkan sus"


"Dek, masih berdebar-debar dadanya? ngasih kode geleng kepala aja kalau udah nggak sakit ya" tanya suster pada Arkan


Arkan mengikuti arahan suster menggelengkan kepalanya.


"Alhamdulillah sudah ada perubahan Bu, hanya panasnya saja yang belum turun, makan dulu ya, baru minum obat biar cepat pulih" ucap suster dan Arkan mengangguk mengiyakan.


Paginya Reno datang membawa rantang berisi makanan pemberian dari Mbah Mini tetangga samping rumah. Reno datang bersama dengan pak RT. Dimas pergi ke ladang mencari rumput untuk makan dua kambing yang baru di beli kakaknya kemarin dari bibik Sukaesih.


"Dimas kemana Ren?" tanya Bu Fitri


"Ngaret Bu,nyari rumput buat makan kambing" jawab Reno santai


"Kambing?" tanya Arkan terkejut


"Iya, bukannya kamu minta kambing? kemarin mas beliin di bibik Esih sepasang, ada di gudang belakang rumah" jawab Reno tanpa memandang Arkan


"Ibu cerita ya?" tanya Arkan pada ibunya.


"Iya, mumpung kakakmu pulang, biar dia yang ngurusin, kamu terima beres aja, lagian kalau ngarepin ibu nggak bisa, banyak orang hajatan, ibu repot rewang sama sini Ar" jawab Bu Fitri memberi alasan.


"Mending bayar tenaga aja Bu, buat nyari rumput, apalagi sekarang sekolah kan pulangnya sore, mana sempat mau ngaret?" usul pak RT


"Ya aku pergi sekolah bawa arit sekalian di titipin di pos satpam waktu pulang di ambil"


"Mode hemat dong, bawa bekal sekalian" seru pak RT.


"Hahaha iya juga sih pak RT" balas Arkan tertawa.


****


"Alhamdulillah lancar tinggal nunggu pengumuman seminggu lagi" jawab Keisya penuh antusias


"Trus nasib rancangan baju kamu yang sudah di pesan dosen itu gimana sekarang?"


"Udah deal, cuma orang dari kantor saya minta datang kesini buat ngukur, nanti waktu fitting gaun baru mereka yang ke Jakarta"


"Alhamdulillah yang penting mereka nggak cancel aja, oh ya kebetulan mbak mu kemarin mesen desain dekor baru buat tema hajatan, apa kamu bisa rancang bajunya?"


"Bisa, yang penting temanya apa dulu, karena kebanyakan sekarang orang lebih suka ngadain acara secara outdoor karena biaya sewanya cuma beda dikit sama sewa gedung"


"Oh gitu, nanti lah sampai rumah kita ngerumpi lagi, mau makan siang?"


"Ayok dimana?"


"Belom pernah makan gudeg Jogja kan?"


"Belom lah, baru kali ini datang ke sini, tapi besok ke pusat belanja termurah ya beli oleh-oleh buat orang rumah"


"Siap juragan"


Bagus mengajak Keisya makan di warung langganan nya saat berkunjung ke kota kelahiran istrinya.


"Mas, apa betul Mertua sampean mau nyewain satu kamar kosong?" tanya Keisya di sela menunggu pesanan datang


"Mending nggak usah kei, nanti mas bantu cari kontrakan Deket kampus aja biar irit biaya ongkos perjalanan, ada temen lama yang kebetulan punya usaha kontrakan"


"Hem, boleh sih, tapi kenapa mas malah mau nyariin kontrakan?"


"mau bagaimana pun namanya tunggal dengan orang itu banyak nggak enaknya kei, mas nggak mau nanti kamu malah mengeluh setelah tinggal disana, maklum mertua ku cerewet, aku nggak tega kalau mau ninggalin kamu ikut tinggal di rumahnya, gitu loh"


"Masa sih? kayaknya mereka baik-baik semua tuh"


"Iya karena baru kenal, udahlah pokoknya nggak usah disana"


"Trus nanti alasan aku apa mas?"


"Biar urusanku itu nanti"