
"Dadah comelnya aunty.." ucap Keisya pada kedua bayi mungil yang baru belajar berjalan itu
"Tatata...aataaaa" ocehan Keana yang melambai pada Keisya.
"Daaah onty pergi dulu...sampai jumpa... pinjam papa nya dulu ya hahahaha" kata Keisya
Keana tetap berceloteh di pangkuan kakeknya sedangkan Keenan hanya diam dan menatap mobil yang mulai menjauh.
"Keenan kenapa nak?" tanya Kinara pada anak laki-lakinya. namun sedetik berikut nya Keenan mulai menangis kencang.
Keana yang ada di pangkuan kakeknya tiba-tiba terdiam mendengar suara saudara kembarnya menangis kencang dan ia pun ikut menangis kemudian.
Tuan Wibowo dan Keisya kebingungan mendiamkan mereka karena menangis histeris hingga membuat tetangga kiri kanan berdatangan dan berganti menggendong dan menenangkan keduanya.
"Mbak Sem, itu anak-anak Bu Kinara kenapa pada nangis semua?" tanya Hanan yang baru saja tiba
"Itu loh Gus, bapaknya sama tantenya baru aja pergi, tadi diam-diam saja, pas mobilnya udah jauh langsung nangis kepiyer" jawab wanita bertubuh gempal
"Oalah sini nduk, sama om Hanan, yuk lihat ikan di kolamnya mbok Yem, mau kan? kita nangkap ikan" kata Hanan membujuk Keana yang ada di gendongan mbak Semi.
Mendengar suara Hanan berucap Keana langsung terdiam dan langsung menoleh kearah Hanan lalu mengulurkan tangannya.
"Wii anak cantik, mau ikut kan? ayo sini sama om Hanan, kita aja mas Keenan juga ya.." ucap Hanan lembut seraya meraih Keana dari gendongan mbak Semi.
"Lah wes cocok nan, gek Ndang golek calon mama e kikikikik" Seloroh mbok Yem yang datang membawa sekeranjang buah jeruk dari kebun di belakang rumahnya.
"Panen mbok?" tanya mbak Semi
"Iyo Iki gelem Ra? tak bagi-bagi, nek uwet jek akeh lak arep ngepek Dewe" jawab mbok Yem
"Lah Iki wae, tak tukune mbok ape tak kirimne anakku nek pondok"kata mbak Semi
"Ngepek o Dewe nek kebonan lak ape mbok kirim nek pondok, Ojo Iki"
"Oalah...Yo wes engko sore tak ngepek Dewe lak no"
"aiyo wes, lah Nendi bocah cilik-cilik kene mau Sem?"
"Di gowo Gus Hanan nek mburitan ndelok iwak lele"
"Kon kok Yo Ra omong, gek mamak e ndi?"
"Gawakne sarapan, Mbah Lanang e tobat ketmau Ra enek seng meneng, mbasan enek Gus Hanan lakok do mingkem Kabeh lembene kikikikik"
"Huss lambe mu wi.."
"Loh anak-anak saya mana mbak Sem?" tanya Kinara terkejut kedua anaknya tidak bersama kakek dan mbak Semi.
"Sama Gus Hanan di belakang lihat ikan lele" jawab mbak semi seraya membuka kulit jeruk manis
"Oh kirain, lah kakeknya kemana?"
"Masuk ke dalam tadi, baru saja mbak, capek sama Kenan nggak mau diem, di bawa Hanan kok malah diam" terang mbak semi
"Oh karena sudah biasa sama Hanan kalau di kantor mbak, makanya langsung diam kalau Hanan yang ambil"
"Apa Hanan disana juga kerjanya momong mbak Kinar?" kali ini mbok Yem yang bertanya
"Enggak juga, tapi mungkin mereka merasa nyaman sama Hanan, apalagi saya sama papanya orang sibuk semua, jadi mereka lebih banyak sama suster biarpun ada di kantor"
"Lah dalah"
***
Sementara itu di luar pulau, Reno sudah kembali beraktivitas seperti biasanya, memasuki semester baru memang begitu sibuk mengurus ulang administrasi perkuliahan.
Seperti biasa Reno akan pergi ke kampus pagi dan pulang siang hari jika tidak ada jadwal kuliah untuk membantu Tante Meri membuat pesanan kue.
"Nan, bisa pesen kue di Tante kamu nggak?" tanya salah satu teman sekelasnya.
"Ada, nanti aku chat langsung deh"
"Buat apa may?"
"Kakak ku mau terima lamaran nanti tanggal 17"
"Oh, ya udah nanti aku bantu tanya Tante biar dapat bonus tambahan, emang mau pesan berapa banyak?"
"150 biji tiga macam, nanti lah aku tanya mamah dulu dirumah"
"Okelah sip, chat langsung Tante Meri aja kalau gitu"
"Okelah makasih ya"
"Yuhu, sama-sama"
Reno berputar arah ke tempat mangkal anak-anak basket yang baru saja beberapa bulan ini ia ikut bergabung dalam tim.
"Hei Ren, untung datang cepat, kita mau rapat tim" sapa salah satu temannya
"Rapat tim? dadakan gini?"tanya Reno kaget'
"Imbauannya juga dadakan, yuk lah, di tungguin ketua di dalam" ajak temannya memasuki ruangan
"Kita bakalan ada turnamen akhir bulan depan di ibukota, karena kita lolos seleksi tiga bulan lalu di porda, kita dapat undangan khusus buat ikut turnamen persahabatan di ibukota akhir bulan depan mewakili propinsi" kata sang ketua tim saat Reno dan temannya baru saja masuk.
"Wooo.... dadakan banget, kalau gitu mulai sore ini kita latihan" seru salah satu anggota tim
"Bisa banget, dan buat anggota baru, Reno Andriyansyah, kita sudah mulai latihan bareng lagi, dan maaf kalau ternyata kamu juga atlit basket dan pernah juara internasional di Amerika ya?" tanya sang ketua tim hati-hati
Reno langsung melengos begitu mendengar ucapan ketua tim. darimana dia tahu kalau Reno pernah membawa harum nama negara di kejuaraan internasional?
"Berita lama itu, masih jaman SMA, maaf semuanya"
"Wooo, kenapa baru ngomong sih, kalau kamu orang hebat? kita bisa belajar dari kamu, gimana kalau mulai hari ini kita pilih pelatih khusus buat tim kita? nggak rugi kita punya aset berharga atlet nasional guys" seru salah satu anggota tim dan yang lain mengangguk setuju.
"Boleh-boleh, kita bisa putuskan kalau pak Yusuf sudah datang" tambah ketua tim.
Dan akhirnya kasak kusuk soal prestasi Reno pun ramai di perbincangkan, hingga membuat Reno menjadi tawanan wawancara dadakan semua anggota tim basket.
"Udah ya, aku harus pulang, ceritanya besok lagi dah, nanti kalau sudah ada keputusan dari pak Yusuf, kabari aja, untuk hari ini aku nggak bisa ikut latihan karena harus ke proyek, maaf ya" ucap Reno seraya mengatupkan kedua tangannya.
"yaaaahh.. "
"Ren, maaf kalau hal ini buat kamu nggak nyaman, aku baru tahu dari pak Yusuf tadi pagi kalau kamu ternyata pernah menjuarai turnamen internasional" kata ketua tim merasa bersalah
"Udah nggak papa, cukup kalian aja yang tahu, buat aku semua itu titipan Tuhan, aku bisa begini juga karena Tuhan mengizinkan" jawab Reno tersenyum seraya meraih tas ranselnya.
"Gue cabut duluan ya semua" pamit Reni melambai pada teman-temannya.
"Oke bos, hati-hati di jalan"
"Sip, dah gue duluan ya bro"
"Iya hati-hati, salam buat om Danu" kata ketua tim
"Kamu kenal?"
"Jelas kenal, dia orang yang pernah nolongin orang tua ku waktu kecelakaan, saya punya hutang budi sama beliau"
"Oh.. iya nanti aku sampaikan, daah assalamualaikum "
"Waalaikumsalam"
setelah kepergian Reno, kini giliran sang ketua tim yang di mintai keterangan soal karir Reno yang ia tahu darimana sumbernya.