
"Mah, Pah kami berangkat ya Assalamualikum" pamit Azka setelah menyalami kedua orang tua mereka.
"Turunin aku di halte aja ya." ucap Kinara saat sudah berada di mobil
"Hem.." jawab Azka singkat.
"Hah? Hem doank?." batin Kinara.
Azka hanya fokus menyetir mobilnya.
Setelah 20 menit akhirnya mereka sampai di halte. Kinara masih duduk di kursi nya tanpa beranjak untuk turun dari mobil. Azka menatap heran pada istrinya.
"Turun.." suruh Azka
"Salim dulu.." Ucap Nara berusaha bersikap manis di depan Azka.
"Owh..."ucap Azka sembari memberikan tangan kanannya pada Kinara. Kinara menyambutnya dan mencium punggung tangan suaminya. Saat hendak membuka pintu Azka menahannya.
"Kenapa?" tanya Kinara heran
"Gak papa, nanti pulang bareng tunggu di gang samping warung sebelah ya gak usah di halte lagi, kejauhan" ucap Azka
"Ok! Tangan aku lepasin lah" pinta Kinara sembari tersenyum
"Owh tunggu, nih pegang buat jaga-jaga" ucap Azka sembari menyodorkan sebuah kartu pada Kinara
"Buat aku?" Kinara meraih kartu itu. "unlimited,,aku masih ada kok dari ayah dan kakak" ucapnya sedikit menolak.
"Sekarang aku suamimu udah kewajibanku. Kamu simpen aja aku udah pegang juga kok."
"Hmm ya udah deh aku simpen". Ucapnya lalu keluar dari mobil. Azka segera melajukan mobilnya. Sedangkan Kinara berjalan sendiri menuju gerbang yang jaraknya lumayan.
Sekolah sudah mulai terlihat banyak siswa yang datang. Kelas yang bertugas untuk memandu dan melaksanakan rangkaian ucapara bendera sudah bersiap-siap dengan tugas yang mereka bagi per siswa dalam satu kelas.
Mulai dari paskibra yang bertugas membawa baki bendera merah putih, pemimpin upacara hingga pengatur barisan peserta upacara sedang menjalankan tugas masing-masing.
07.00 tiiiiiiinn tiiiinn bunyi sirine menandakan waktu upacara akan segera di mulai. Semua siswa berhamburan keluar menuju ke lapangan.
Kinara berjalan sendiri menuju ke lapangan. Sejak tadi ia tidak melihat keberadaan Cici hanya tas nya yang sudah bertengger di atas meja. Riska, Nana, dan Ririn sedang bertugas karna mereka anggota PMR.
Azka dan empat sekawan berjalan menuju ke lapangan dan memasuki barisan kelasnya.
"Ka bini lo sendiri tuh..samperin gih. Bisik Aldo
"Ckk...lu gak peka apa bego sih?" ucap Azka memukul pelan kepala Aldo
"Jual mahal lo.." timpal Aldo terkekeh. Ia memang sengaja menggoda Azka.
"Bodo..."
"Mamiihh aku kangen.." teriak Cici dari belakang memeluk Kinara.
"Dari mana?" tanya Nara
"Perpus...kembaliin buku yang gue pinjem minggu lalu sekaligus bayar denda karna terlambat." Jawab Cici
"Kebiasaan ratu amnesia.." timpal Nara memutar bola mata jengah.
"Ehehee..." balas Cici tersenyum malu.
Upacara di mulai semua siswa khidmat menjalankan rangkaian upacara hingga selesai.
"Ra..gue denger ada siswa baru pindahan dari Aussie loh.." ucap Cici saat mereka berjalan memasuki kelas.
"Trus?"
"Tadi pas mau ke perpus gue nggak sengaja dengerin anak-anak ngomongin siswa baru itu.Cogan euih.."
"Pikirannya cogan mulu..Kak Hamka di kemanain.?"
"Dihati akoohh..cogan mah buat nyegerin mata tapi hatiku hanya buat Kak Hamka.. Uwuuwuwu".
"Hedeehh lebay deh ...." balas Kinara jengah melihat tingkah Cici.
"Dooor... Teriak Ririn, Nana dan Riska saat mereka memasuki kelas.
Semua teman sekelas tidak heran melihat tingkah mereka. Meski di kenal paling heboh mereka juga aktif di semua organisasi sekolah.
IQ mereka pun tidak di ragukan lagi. Namun urusan persahabatan mereka bertiga tidak pernah terpisah dari Kinara dan Cici.
Mereka sudah bersahabat sejak SMP. Kinara yang paling kalem diantara mereka berlima.
Meski sebenarnya di sekolah tak ada satupun yang tahu kalau Kinara adalah anak dari pemilik sekolah kecuali keempat sahabat nya dan tentunya geng Squad Crazy.
"Assalamualaikum.." Sapa Bu Susi memasuki kelas.
"Waalaikumsalam warohmatullahi wabarakatuuh.." jawab semua siswa.
"Barusan kalian kompak jawab salam biasa pada lemes?"tanya Bu Susi.
"Sarapan nya roti bakar sama sosis Bu.." Jawab salah seorang siswa.
"Saya ayam di panggang di kecapin.."
"Bwaahahahahhahha.." semua siswa tertawa lepas.
Saat tengah menjelaskan materi pintu kelas di ketuk dari arah luar. Wakil Kepsek masuk bersama seorang anak laki-laki di belakangnya.
"Assalamualaikum anak-anak, Bu Susi maaf saya mengantar siswa baru pindahan dari Aussie." Ucap pak Herman.
"Waalaikumsalam oh iya pak. Silahkan masuk. "
"Baiklah Rangga selamat datang dan semoga kamu betah di sini. Bu Susi saya serahkan pada anda. Saya permisi." Pamit Pak Herman.
"Rangga..?" ucap Aldo pelan namun bisa di dengar Azka yang duduk di belakangnya.
Mendengar nama itu Azka yang sedari tadi sibuk mencatat seketika mendongak melihat siapa siswa baru itu.
"Dia..?" batin Azka mengingat laki-laki itu yang bertemu dengannya dan Kinara di swalayan.
"Rangga.?? Ucap Cici di samping Kinara. Sontak membuat Nara menatap ke depan kelas. Ia menutup mulutnya karna kaget.
"Rangga"batin Kinara terkejut.
Kepingan kenangan yang sudah hilang kini teringat kembali satu persatu memenuhi isi kepalanya.
Kinara langsung menunduk saat pandangannya bertemu dengan iris biru milik Rangga.
Rangga memperkenalkan diri. setelah itu ia duduk di belakang di samping Azka sesuai instruksi Bu Susi.
"Hai.." Sapa Rangga pada Azka
"Kayaknya kita pernah ketemu.." ucap Rangga mengingat
"Oh ya?" Tanya Azka cuek tanpa menoleh
"Kamu yang di swalayan itu kan?" tebak Rangga
"Emm kapan? Kita enggak pernah ketemu.! Jawab Azka datar.
"Oh iya mungkin.! Rangga mengangguk. "bukannya dia yang bersama Kinara waktu itu?"batin Rangga.
ππ
"Gua ngimpi apa semalem?" gumam Nana setelah menyeruput es teh.
"Maksud lo?" tanya Riska yang masih menguyah bola-bola bakso.
"Rangga bisa pindah kesini, jadi cogan yang di gosipin anak-anak kemaren di grup sekolah itu Rangga, o-em-ji.."
"Gua gak kaget soalnya gua udah ketemu dia di grandmall waktu itu, tapi gue ga tau kalo dia pindah di sekolah kita" Timpal Cici
"Heh, kapan lo ketemu?" tanya Nana
"Sebelum temen kita akad nikah yang jelasnya..gua gak terlalu inget" jawab Cici
"Kinar udah tau belom?" tanya balik Nana
"Udah gua kasitau pas udah akad" Ujar Cici
"Trus. . Trus..." sahut Riska
"Cemong lu...makan ya makan aja gak usah ikut ngomong" sergah Cici. " Ya lu tau Kinar kek gimana waktu gue tanya perasaannya lu tau dia ngomong apa?" tanya lanjut Cici
"Apa...apa....?" tanya Nana antusias
" Statusku sekarang udah beda,semua yang ada dalam diriku hanya untuk suami bukan untuk yang bukan siapa-siapa aku. Teges banget kan jawabannya" papar Cici
"Good...gue setuju banget sama Kinar" sahut Riska dan di angguki Nana yangΒ menenggak habis es teh nya.
"Lagian ngapain juga Rangga mau balik, harusnya dia sadar diri lah, waktu Kinar butuh sandaran saat tante Amina meninggal dia malah pergi tanpa kabar. Dan lu tau yang gua denger papinya Rangga itu buron guys. Dan maminya Rangga memilih cerai trus nikah lagi sama orang Indonesia juga." Ujar Nana
"Buronn....?" tanya Cici dan Riska serentak
"Santai aja kali...gak pake ngegaaas juga..." Ujar Nana santai
"Eh tunggu lu dapet berita ini darimana??" tanya Cici
"Kan Om gua Polisi, dia kepala Bareskrim, gua gak sengaja nguping pas om dateng kerumah ketemu papi, nama papinya Rangga dulu Bara Saswito. Sampe sekarang masih buron guys masuk daftar pencarian orang. Itu berita udah 3 tahun lalu gua denger.."papar Nana
"Emang kasus apa sih sampe buron?" tanya Cici
"Percobaan pembunuhan" Jawab Nana datar
"Woooww gak nyangka gua." gumam. Riska kemudian
"Ckck segitunya papinya Rangga, moga aja anaknya enggak." timpal Cici " dah yuk ke kelas sisa 5 menit kita susul Ririn sama Nara di perpus" lanjutnya di iyakan oleh kedua temannya.
***
Bel pulang telah berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas. Kinara segera merapikan semua buku dan memasukkan ke dalam tas.
"Jadi ikut nonton babang Reno gak?" tanya Ririn pada ke empat temannya
"Yoi lah kuy, mumpung ada tumpangan gratis hahaha" jawab Cici semangat
"Ratu numpang lu emang" sahut Nana "Eh Ra lu ikut juga kan? Lagian kaki lu udah mendingan tuh" tanyanya pada Kinara
"Aku ngikut kalian aja yang penting jangan di tinggalin"
"Woiii buruuaaan ngegosip mulu lo pada.." Teriak Beno di depan pintu kelas.
"Iyeee babang tamvaaan wleeeek..ππ" sahut Cici sembari berlari menarik lengan Kinara agar mengikutinya. "Pelan dong Ci kaki ku masih nyeri nih".Β "Oh ya maap lupa nyonya Azka".
"Tungguin Riska dong babaaaang" berlari keluar kelas mengikuti ke empat sahabatnya.
Kini mereka sudah berada di gedung tempat berlangsungnya pertandingan basket antar sekolah. Sorak sorai penonton mendominasi dari semua sekolah yang mengikuti pertandingan ini. Masing-masing menyuarakan lagu mars sekolah mereka tanda memberi semangat pada para pemain.
Kinara dan keempat sahabatnya duduk di barisan depan yang memang sudah di booking oleh Aldo dkk untuk menyemangati tim sekolah mereka.
Kinara dan kawan-kawan tampak menikmati pertandingan itu, sampai tiba giliran sekolah mereka yang bertanding, riuh terdengar para penonton dari SMA Harapan menyoraki tim kebanggaan sekolah mereka. Sosok Reno dan tim memang paling di nantikan kehadirannya. Bukan hanya postur tubuhnya yang jadi idaman namun keahliannya dalam bermain basket tak bisa di ragukan lagi di semua penampilannya. Reno bisa jadi ancaman telak bagi lawan mainnya.
"ekhem aku haus Ris, kamu gak bawa air minum?" tanya Kinara
"Enggak Ra tadi di abisin sama si Rendi pas istirahat mau ngisi lagi lupa"
"Kalian udah baikan lagi?"
"Hem udah tapi kita putusin buat temenan aja"
"Owh gitu, ya udah aku beli minuman dulu mau ikut gak?" tawar Kinara
"Hayuuk lahh" ucap Riska mengiyakan. Belum selangkah mereka beranjak Azka datang membawa 3 kantong minuman dan snack. "Mau kemana? Nih ambil" ujar Azka
"Wiih babang bule baik bingiiitts.. Makazzeeeehh" ucap Riska menerima 3 kantong kresek dari Azka dan membagikannya pada teman-teman yang lain. Kinara kembali fokus melihat berlangsungnya pertandingan sampai tim sekolah mereka berhasil mencetak skor.
"Back to home kuy.." Ajak Aldo setelah pertandingan selesai
"Do, Nara dan yang lain sama gue. Tanggung lah biar sekalian gue anter yang laen." usul Azka
"Okelah sip hati-hati lu bawa cewek gua. Lecet dikit gua kasih hadiah nih "Β Aldo menimpali sembari mengepalkan tangan dan menunjukkan di depan Azka.
"Gak percayaan lu, inget gua udah sah bro lu kapan? Hahah" balas Azka berbisik di telinga Aldo dan bergegas lari menghindari hal yang tak ingin terjadi selanjutnya
"Busyeeet daah sini lu belom pernah rasain bogeman guaa lu ya... Hahaha" Aldo berlari mengejar Azka dan menghadiahi jitakan kecil di dahi Azka.
"Em Ci aku mau ke toilet dulu ya tungguin bentar kok" teriaknya pada Cici. Kinara segera berlari kecil menuju ke toilet, setelah selesai dengan ritual di kamar mandi ia segera keluar menuju ke tempat parkir.
Bruuuukkk
"Aduhh maaf kak...maaf banget akuu gak sengaja, aku gak liat kalo ada kakak lewat" ucap Nara meminta maaf pada orang di depannya seorang gadis berambut pirang dengan mata kebiruan, hidung mancung dan kulit khas orang timur (blasteran).
"Tidak apa-apa saya baik-baik saja, maafkan saya juga ya. Kenalkan saya Alexa" ujar gadis itu mengulurkan tangannya pada Kinara berharap bisa berkenalan.
"Oh iya aku Kinara panggil aja Nara. Ya udah kak Alexa saya pamit dulu udah di tungguin sama temen" Balas Kinara menyambut uluran tangan Alexa. Gadis itu lalu melenggang pergi menuju parkiran. Dia tak pernah tahu kalo gadis yang barusan berkenalan dengannya memperhatikannya sampai keluar dari toilet. "Rupanya dia gadis itu, cantik dan sopan" gumam Alexa dalam hati.
**
"Capek.." satu kata yang di ucapkan Kinara setelah selesai membersihkan diri. Ia segera bersiap-siap menuju ke bawah untuk makan malam bersama keluarga barunya dan Azka mengekorinya berjalan di belakang.
π Apapun, dimanapun, bagaimanapun keadaan kita, keluargalah tempat kita pulang merebahkan pundak kita yang terlalu lelah dengan hingar bingar kehidupan. Kehangatan dan kebersamaan yang tercipta dalam keluarga mampu memberikan aliran positif dalam kehidupan. Dan satu-satu nya tempat kita kembali dan berpulang setelah semua yang kita lalui hanyalah Allah tempat kita menyandarkan segalanya, sang pemilik kehidupan yang sesungguhnya.πππ